jakarta-selatan

Mengenal Silsilah Yamaha MT Series Dari 1999 Hingga 2019

  • 05 Apr, 2019
  • 1874 Kali Dilihat

Yamaha MT Series, menjadi produk andalan pabrikan garputala di pasar naked bike. Beragam model disuguhkan, untuk memenuhi dahaga para pecintanya. Dan hingga kini, kehadirannya di industri roda dua sudah 20 tahun. Usia yang sudah tidak muda lagi. Silsilahnya sudah panjang, sehingga pantas untuk kami jabarkan sejarah lengkap naked bike itu. Penasaran dengan motor pertama MT Series?



Histori keluarga MT Series dimulai sejak 1999. Saat itu, Yamaha mengenalkan MT-01 Concept Model di Tokyo Motor Show. Motor ini mengusung konsep Kodo atau Soul Beat. Tampangnya garang dengan susunan komponen yang terbilang unik.


Dibutuhkan 5 tahun bagi Yamaha untuk mewujudkan MT-01 versi produksi massal. Mengawali debut perdananya di ajang Intermot, Munchen, Jerman pada 2004, naked bike itu diklaim memiliki torsi yang besar, sampai-sampai memiliki tagline Mega Torque. Jantung mekanis OHV V-twin dengan ruang silinder 1.670 cc berpendingin udaranya, mampu memproduksi tenaga sebesar 90,1 PS di 4.750 rpm dan momen puntir 140,3 Nm pada 3.750 rpm. Motor ini bertahan di pasaran cukup lama, hingga akhirnya pada 2014 muncullah MT-09.



Ia generasi baru yang mengusung mesin lebih kecil, dikembangkan berdasarkan Crossplane Concept milik Yamaha. Meski tak sebesar MT-01, dapur pacu berspesifikasi 3 silinder dengan volume 846 cc yang digendong, mampu menghasilkan daya dorong lebih optimal. Besarannya 115 PS di 10 ribu rpm dan torsi 87,5 Nm pada 8.500 rpm.


Pada tahun yang sama, Yamaha turut meluncurkan MT-07. Memboyong tema Sports Passion Motorcycle with Smart Value, motor ini menyuguhkan tunggangan yang menyenangkan dengan nilai biaya yang efisien. Posisinya berada di bawah MT-09 dengan mesin berukuran lebih kecil lagi. Melalui konfigurasi in-line 2 silinder berkubikasi 689 cc, daya yang diciptakan mencapai 74,8 PS di 9.000 rpm dengan torsi 68 Nm pada 6.500 rpm. Angka segitu cukup untuk memenuhi kebutuhan transportasi sehari-hari yang andal.



Tahun berikutnya, MT-09 Tracer dihadirkan. Model ini diklaim paling sporty, gesit dan nyaman dari seluruh keluarga MT. Pengembangannya didasari konsep Sporty Multi-use Bike. Gaya naked bike sedikit berubah ke arah motor adventure. Walau begitu, mesin dan sasisnya tetap menggunakan versi lama. Hanya diberi sedikit sentuhan untuk menyesuaikan fungsi, bisa diajak berkendara di berbagai kondisi.


Eksisnya MT-09 diikuti kemunculan MT-03 dan MT-25. Motor ini seolah menjawab permintaan pasar, yang menginginkan tunggangan lebih terjangkau, tapi tetap menawarkan performa mumpuni. Dasar pengembangannya bernama Street Cheetah. Atas konsep itu, kedua naked bike diklaim lebih ringan, lincah dan punya performa maksimal untuk penggunaan area perkotaan.



MT-03 dilengkapi mesin DOHC in-line 2 silinder berkapasitas 321 cc. Besaran dayanya 42 PS yang dicapai saat putaran 10.750 rpm dengan momen puntir 29,6 Nm pada 9.000 rpm. Sementara MT-25 punya ruang silinder lebih kecil, 250 cc, namun tenaga maskimumnya tetap besar, 36 PS di 12 ribu rpm dengan torsi 22,6 Nm pada 10 ribu rpm.



Seolah tak puas, Yamaha membawa kejutan pada tahun yang sama. MT-10 muncul sebagai flagship dan penghuni puncak piramida keluarga MT Series. Dipamerkan pertama kali saat gelaran EICMA Show di Milan, Italia, naked bike satu ini punya desain yang berotot, agresif dan sporty. Didukung mesin Crossplane Crankshaft 4 silinder berkapasitas 998 cc yang ditempelkan pada rangka aluminium Delta Box, memungkinkan motor berwajah bak robot itu mampu menghasilkan tenaga dan torsi melimpah. Beragam teknologi canggih turut disematkan, guna mendukung kemampuannya.


2019 MT-15 in Philippines


Tahun lalu, 2018, menjadi era yang membanggakan bagi keluarga MT. Model teranyarnya, MT-15 dikenalkan sebagai anggota baru, menyasar seluruh segmen. Mesin 155 cc yang diaplikasi sudah berteknologi VVA. Beragam fitur terkini juga dipasang, mulai dari penerangan berupa projector LED dan suspensi up-side down. Di antara naked bike 150 cc lain, cuma MT-15 yang sudah memakai suspensi depan model ini. Kompetitor rata-rata masih memakai teleskopik standar. Tak cuma buat penampilan dengan kelir emas yang kontras, suspensi upside down dinilai punya performa lebih baik ketimbang teleskopik biasa. Di Indonesia, motor ini dirilis awal 2019. Momen peluncurannya tak hanya disaksikan langsung oleh Rossi, tapi juga Maverick Vinales. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Napak Tilas Jejak si Fenomenal, Yamaha NMax

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Yamaha MT-15

Lihat video terbaru Yamaha MT-15 untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi