jakarta-selatan
Bahasa en | id

Honda CBR 250RR

Rp63,15 - Rp72 Juta
Harga OTR
Dapatkan Harga OTR
Dapatkan promo eksklusif, diskon & kredit bunga rendah dari dealer resmi Lihat promo MARET
Keselamatan
ABS No
Switch pass Yes
 
Design
Layar Yes
Tipe headlight/Tipe lampu utama LED
 
Detil Mesin
Opsi start Electric
Kapasitas Mesin 249.7 cc
 
Kenyamanan
Cruise control No
Tipe kursi Stepped
 
ANGSURAN BULANAN
Durasi 36 Bulan
Angsuran Bulanan Rp1,44 Juta
Dapatkan Harga
Menampilkan informasi mengenai Honda CBR 250RR Repsol Edition - Petrol

Harga Honda CBR 250RR

Varian (Harga OTR)  
Varian Bensin
Standard
Electric , 249.7 cc Petrol
Rp63,15 Juta*
ABS
Electric , 249.7 cc Petrol
Rp69,75 Juta*
Repsol Edition
Electric , 249.7 cc Petrol
Rp72 Juta*

Bandingkan Honda CBR 250RR dengan Motor Sejenis

VS

Video Honda CBR 250RR

Lihat video terbaru Honda CBR 250RR untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Gambar Honda CBR 250RR

Warna Honda CBR 250RR

  • Anchor Grey Metallic

  • Mat Gunpowder Black Metallic

  • Racing Red

Review Honda CBR 250RR

Tinjauan

Ketika ada sebuah pertanyaan kapan terakhir kali Anda benar-benar merasa hidup? Apakah saat merasakan seolah darah mengalir terpompa dari jantung ke mesin? Atau ketika sepasang roda seakan lembut melesat melibas aspal? Dan kecepatan membelah angin dengan sempurna?

Mungkin itu yang terwakilkan ketika mengendarai All New Honda CBR250RR. Sosoknya menyajikan karakter motorsport terkini. Tapi apakah memang layak All New Honda CBR250RR mendapat predikat sebagai tunggangan dengan karakter motorsport terkini? Coba saja ditelisik lebih jauh.

CBR250RR hadir dengan membawa terobosan di pasar motor sport fairing di Indonesia. Selain fitur dan teknologi yang diusung, motor ini juga dirakit lokal di pabrik AHM (Astra Honda Motor) di Bekasi.

Desainnya memang sungguh menawan hati siapapun. Bahkan mereka yang tidak mengerti pun akan bilang 'wah keren'. Sebaik itulah bentuk 250RR ini.

Di balik fairingnya hadir mesin yang canggih dengan 249,7 cc 4-stroke. Yang menarik, bentuk dan dimen si mesin dua silinder ini begitu compact sehingga sepeintas Anda akan berpikiran ini mesin satu silinder.

Namun satu hal yang mengganjal, semua itu tidak datang dengan harga yang murah. Harganya dimulai dari Rp 63 jutaan, untuk varian paling rendah. AHM pasti punya alasan sendiri kenapa banderolnya harus setinggi itu. Tapi soal harga ini tidak mengganjal mereka yang memang punya hasrat tinggi untuk memilikinya.

Pro: Desain, teknologi, CKD

Con: Harga

Desain

Motor yang masuk kategori lightweight supersport ini hampir di setiap lekukan tubuhnya memiliki garis tajam. Bisa dilihat dimulai dari sisi bawah hingga buritan meruncing. Bagian depan Honda CBR250RR ini cenderung merunduk dan memberikan kesan agresif, dilihat dari sisi manapun.

Hmm, mungkin buat para penyuka berkendara jarak jauh atau touring, posisi ini membuat punggung dan pinggang cepat pegal. Namun bagi para penyuka gaya motorsport yang agresif, melesat membelah angin, kuda besi ini layak menjadi pertimbangan untuk mengisi garasi rumah. Bahkan untuk sekedar diparkir di rumah dan dikendarai di akhir pekan pun, motor ini cocok.

Ada yang bilang proporsi besar di bagian anjungan memperlihatkan topeng garang, layaknya pemangsa yang siap menerkam lawan-lawannya. Siapa saja lawan-lawannya, Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R25 bisa jadi salah satunya. Dan ya, keduanya lebih murah dari CBR250RR

Motor ini Memiliki dimensi 2.060 x 724 x 1.098 mm dengan jarak sumbu roda 1.389 mm.

Pro: Tongkrongan sedap dipandang

Con: Kompetitornya lebih murah

Chassis

Apa yang istimewa dari lengan ayun tipe gull-arm si garang yang memiliki ground clearance 145 mm dengan tinggi jok 790 mm ini?

Well, ternyata lengan ayunnya terbuat dari bahan alumunium yang diproses melalui Gravity Dies Casting. Yaitu pengecoran dalam cetakan logam, dengan menuangkan logam cair ke dalam cetakan logam, seperti pada penggecoran pasir.

Pada proses ini tidak mempergunakan tekanan, kecuali tekanan yang berasal dari tinggi cairan logam dalam cetakan. Dengan metode ini menghasilkan pengurangan bobot unsprung atau pada tingkat minimum.

Oya, keunggulan lengan ayun ini juga ternyata lebih memaksimalkan tata letak knalpot. Supaya lebih dekat dengan pusat grafitasi, namun tetap mengoptimalkan sudut kemiringan saat bermanuver. Lengan ayun Honda CBR250RR jelas tidak berdiri sendiri, karena terhubungkan dengan rangka utama menggunakan suspensi Pro-Link.

Sedikit lagi bicara All New Honda CBR250RR. Bobot macho, bila tak dilengkapi kaki-kaki nan kokoh, kebayang deh bentuknya seperti apa? Ya untungnya CBR250RR diperkuat roda depan dengan ban tubeless berukuran 110/70-17 54S. Roda belakangnya tentu perlu mengimbangi. Dengan berbalut ban tubeless berukuran 140/70-17 66S.

Kedua roda diimbuhi cakram hidrolik, dual piston untuk yang depan dan single piston untuk yang belakang. Suspensi depannya, mengusung Inverted Telescopic Suspension.

Pro: Material suspensi janjikan kestabilan

Con: Ban bisa lebih lebar

Mesin

All New Honda CBR250RR mempunyai mesin yang compact. Kadangkala kita berpikir begitu sederhana ketika melihat sebuah desain mesin yang sangat compact, eye catching. Padahal untuk membuat mesin yang sangat compact, ternyata tidak sedikit teknologi yang diterapkan.

Contohnya? Seperti memposisikan primary driver gears ke dalam cam chain. Lalu biarkan pompa oli di sisi kanan menyatu dan terintegrasi dengan mesin berkapasitas 249.7 cc. Geser sedikit, lalu menempatkan saluran pernapasan mesin bertipe 4-Stroke, 8-Valve, di belakang silinder, dan meletakkan water pump di kepala silinder.

Desain mesin yang compact ini kalau diperhatikan, sekilas mirip seperti mesin yang diterapkan di Honda RC213V lho! Jadi, saking compact nya, lebar mesin baru Parallel Twin Cylinder tunggangan dengan kapasitas fuel tank 14,5 liter ini hampir sama dengan mesin 1-silinder di kapasitas mesin yang sama. Karena apa? Ya, berkat teknologi yang diterapkan di mesin baru ini.

Motor berteknologi PGM-FI, salah satu teknologi ciri khas yang melekat pada motor-motor Honda, mencoba menghadirkan pengendalian seoptimal mungkin bagi penggunanya. Artinya, tunggangan ini telah diimplementasikan teknologi terkini. Nah kan, lagi-lagi teknologi terkini.

Yakni sistem throttle-by-wire dengan sensor Accelerator Position. Sistem throttle-by-wire ini umumnya lebih dikenal dengan istilah TBW. Bagi pemilik All New Honda CBR250RR sepertinya patut bersyukur. Pasalnya motor dengan rasio kompresi 11,5 : 1, Bore x Stroke 62.0 x 41.4 mm merupakan model pertama di kelasnya yang mengaplikasikan sistem TBW. Sistem tersebut mampu membuat model ini halus dalam berakselerasi dan kestabilan yang lebih presisi.

Pro: Mesin compact, canggih

Con: Perawatan tidak bisa sembarangan

Berita Honda CBR 250RR

Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer