Kontroversi di MotoGP, Leg Wings Aprilia Jadi Aksesori RSV4
Sayap kaki vertikal di area footstep belakang klaim mampu kurangi turbulensi dan tambah traksi saat menikung
Pabrikan asal Noale kembali membuat gebrakan di sektor aerodinamika. Aprilia mengajukan paten untuk komponen tambahan berupa Leg Wings “sayap kaki” atau winglet vertikal di area belakang kaki pengendara. Perangkat ini dirancang sebagai aksesori yang bisa dipasang di motor sport jalan raya, termasuk basis platform seperti RSV4.
KEY TAKEAWAYS
Apa fungsi utama Leg Wings pada motor Aprilia?
Sayap kaki berfungsi mengurangi turbulensi udara di sekitar kaki pengendara saat jalan lurus dan memberikan gaya tekan tambahan (downforce) saat motor dalam posisi miring di tikunganApakah teknologi ini bisa dipasang di semua motor sport?
Secara teknis, paten Aprilia menunjukkan pemasangan menggunakan braket footstep belakang, sehingga berpotensi bisa dipasang pada berbagai motor sport yang memiliki dudukan tersebutTeknologi tersebut sebenarnya bukan hal baru di lintasan balap. Aprilia pertama kali memperkenalkan sayap kecil di belakang kaki pembalap pada MotoGP Inggris 2025 di Silverstone. Sejak debutnya, komponen itu memicu perdebatan di paddock karena dianggap berpotensi meningkatkan risiko cedera saat kecelakaan. Kekhawatiran muncul karena bentuknya dapat menjepit kaki rider ketika terjatuh.
Federasi balap motor internasional bahkan sempat mengusulkan pelarangan kepada asosiasi pabrikan (MSMA). Namun, proposal tersebut tidak disetujui. Regulasi baru pada musim 2027 memang akan membawa perubahan besar, termasuk pembatasan aerodinamika serta pelarangan perangkat pengatur ketinggian. Sayap kaki diprediksi ikut terdampak aturan tersebut di kompetisi.
Meski masa depannya di MotoGP belum pasti, Aprilia melihat peluang berbeda untuk motor produksi massal. Dokumen paten menjelaskan bahwa sayap vertikal ini dirancang sebagai aksesori bolt-on. Dudukannya memanfaatkan braket pijakan kaki penumpang, sehingga tidak memerlukan rangka khusus seperti motor prototipe balap. Artinya, pemasangan dapat dilakukan pada banyak motor sport jalan raya selama memiliki dudukan footstep belakang.

Konsep tersebut membuat komponen mudah dilepas ketika motor digunakan membawa penumpang. Saat pemilik ingin berkendara di sirkuit, footstep belakang bisa diganti dengan modul sayap. Pendekatan ini dinilai praktis dari sisi desain serta manufaktur.
Fungsi utama perangkat bukan sekadar estetika. Aprilia mengklaim sayap kaki mampu memperbaiki aliran udara di sekitar tubuh pengendara. Pada motor sport, kaki dan betis sering menciptakan turbulensi setelah udara melewati fairing. Panel vertikal tersebut menyediakan permukaan lanjutan agar aliran tetap halus menuju bagian belakang kendaraan. Efeknya membantu mengurangi hambatan saat melaju lurus.
Menariknya, konfigurasi vertikal tidak menghasilkan downforce dalam kondisi tegak. Manfaat gaya tekan ke bawah justru muncul ketika motor miring di tikungan. Saat rider menggeser tubuh ke sisi dalam dan lutut mendekati aspal, terbentuk celah antara kaki dengan bodi motor. Pada momen ini, profil sayap di sisi bawah menerima aliran udara penuh sehingga menciptakan gaya tekan tambahan ke arah tanah.
Sisi sebaliknya tidak menghasilkan efek serupa karena tertutup kaki pengendara. Mekanisme tersebut membuat sistem bekerja seperti aerodinamika aktif tanpa komponen bergerak. Tubuh rider berperan sebagai elemen pengatur aliran udara.

Secara teori, tambahan downforce saat menikung meningkatkan traksi ban serta stabilitas. Motor dapat mempertahankan garis tikungan lebih presisi, terutama pada kecepatan tinggi. Di sisi lain, pengurangan turbulensi membantu efisiensi aerodinamika ketika motor berada dalam posisi tegak.
Walau terdengar menjanjikan, penerapannya pada motor jalan raya masih menimbulkan pertanyaan. Tidak semua pengguna membutuhkan komponen aerodinamis tingkat lanjut, apalagi jika mayoritas pemakaian terjadi di lalu lintas perkotaan. Penggemar trackday kemungkinan menjadi target utama aksesori ini.
Faktor keselamatan juga akan menjadi sorotan. Kontroversi di MotoGP menunjukkan bahwa desain harus mempertimbangkan risiko saat terjatuh. Aprilia perlu memastikan bentuk, material, serta posisi pemasangan tidak membahayakan pengendara.
Dari sisi industri, langkah mematenkan sayap kaki menunjukkan arah pengembangan motor sport modern. Aerodinamika tidak lagi terbatas pada fairing depan atau winglet konvensional. Area tubuh pengendara kini ikut menjadi bagian dari strategi pengaturan aliran udara.

Jika benar masuk tahap produksi, komponen tersebut berpotensi menjadi fitur opsional pada motor performa tinggi. Aprilia dikenal agresif dalam membawa teknologi balap ke model jalan raya. RSV4 sebelumnya sudah mengadopsi winglet terintegrasi, kontrol elektronik canggih, serta paket aerodinamika aktif berbasis desain MotoGP.
Kehadiran sayap kaki akan memperkuat identitas tersebut. Namun, penerimaan pasar tetap bergantung pada kebutuhan konsumen serta regulasi keselamatan di berbagai negara.
Dengan paten yang telah diajukan, peluang melihat teknologi ini di motor produksi semakin terbuka. Tinggal menunggu langkah lanjutan dari Aprilia untuk menentukan apakah sayap kaki akan menjadi inovasi baru di jalan raya atau sekadar eksperimen aerodinamika dari dunia balap. (BGX/ODI)
Baca Juga:
Aprilia Racing Sambut MotoGP 2026 dengan RS-GP26 dan Target Lampaui Musim Terbaik 2025
Aprilia RSV4 X-GP Ludes Terjual, Jadi Motor Koleksi Bernilai Fantastis
Model Motor Aprilia
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Motor Unggulan Aprilia
- Populer
Video Motor Aprilia Terbaru di Oto
Artikel Motor Aprilia dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review