Kawasaki W175 Street vs Yamaha XSR155: Pilih Retro Autentik atau Klasik Modern?

Komparasi motor gaya klasik terbaru awal 2026

Kawasaki W175 Street vs Yamaha XSR155: Pilih Retro Autentik atau Klasik Modern?

Segmen motor bergaya retro di Indonesia terus menunjukkan daya tarik kuat. Konsumen kini tidak hanya mencari alat transportasi, tetapi juga kendaraan dengan identitas dan karakter. Terbaru ada Kawasaki W175 Street, varian baru buat masyarakat yang menginginkan motor klasik dengan tingkat kepraktisan memadai. Lawannya ada Yamaha XSR155 dengan konsep heritage dengan teknologi modern. Mereka menjadi dua pilihan menarik dengan pendekatan berbeda. Berikut komparasi lengkap keunggulan masing-masing model dari sisi desain, performa, fitur, hingga harga.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa perbedaan karakter Kawasaki W175 Street dan Yamaha XSR155?

    Kawasaki W175 Street mengusung konsep retro autentik dengan desain klasik dan karakter mesin santai, sementara Yamaha XSR155 mengombinasikan gaya heritage dengan teknologi modern dan performa lebih agresif.
  • Motor retro mana yang lebih cocok untuk penggunaan harian?

    Kawasaki W175 Street cocok untuk penggunaan harian santai berkat torsi rendah-menengah yang ramah dan ergonomi nyaman, sedangkan Yamaha XSR155 lebih pas bagi pengendara yang menginginkan performa tinggi dan fitur modern.
  • Retro Autentik vs Sport Heritage Modern

    Kawasaki W175 Street tampil sebagai motor klasik sejati. Nama “W” menjadi mahkota identitasnya, terinspirasi langsung dari W800 dan W250. Siluet bodi sederhana, garis membulat, serta proporsi seimbang menciptakan tampilan retro yang otentik. Tangki bahan bakar model teardrop dengan emblem “W” tiga dimensi menjadi daya tarik utama. Lampu depan bulat berbezel krom, spatbor baja, serta lampu belakang bergaya klasik semakin menegaskan nuansa lawas yang tidak lekang waktu.

    Detail visual lainnya juga diperhatikan secara matang. Engine Fins tampak jelas dan seluruh komponen dibalut warna gelap dengan aksen baut perak, menciptakan kesan solid dan berkelas. Knalpot peashooter klasik dengan pipa header melengkung tidak hanya mendukung estetika, tetapi juga memperkuat karakter motor.

    Kawasaki W175 Street Foto: Kawasaki

    Sementara itu, Yamaha XSR155 mengusung konsep Sport Heritage khas XSR series. Tampilan klasik dipadukan dengan sentuhan modern yang kuat. Lampu depan berbentuk bulat sudah mengadopsi teknologi LED lengkap dengan Daytime Running Light setengah lingkaran. Tangki bahan bakar membulat dengan lekukan tegas di bagian ujung terlihat modern namun tetap mempertahankan nuansa retro.

    Jok model tuck and roll dengan garis tegas memberi kesan premium. Bracket samping jok beraksen lingkaran menjadi ciri khas XSR. Stop lamp bulat minimalis serta knalpot besar yang proporsional memperkuat karakter sporty. Tidak adanya air shroud di bawah tangki membuat tampilannya bersih, hanya disisakan aksen kotak pada rangka agar tidak tampak kosong.

    Torsi Santai vs Tenaga Besar

    Kawasaki W175 Street dibekali mesin 177 cc, satu silinder, berpendingin udara. Karakter mesinnya dirancang untuk menghasilkan torsi kuat pada putaran rendah hingga menengah. Tenaga maksimum tercatat 13 Hp pada 7.500 rpm, sementara torsi puncak 13,3 Nm hadir di 6.000 rpm.

    Warna baru Yamaha XSR 255 Foto: Yamaha

    Karakter halus dan responsif membuat motor ini mudah dioperasikan. Transmisi manual 5 percepatan serta penyeimbang mesin membantu meredam getaran berlebih. Hasilnya, pengalaman berkendara terasa santai dan bebas stres, ideal untuk aktivitas harian.

    Yamaha XSR155 menawarkan performa lebih agresif. Mesin 155 cc, silinder tunggal, SOHC, berpendingin cairan sanggup menghasilkan tenaga maksimal 19 hp pada 10.000 rpm dan torsi 14,6 Nm di 8.500 rpm. Rasio kompresi 11,6 : 1 serta bore x stroke 58 x 58,7 mm menunjukkan orientasi performa tinggi.

    Transmisi manual 6 percepatan membuat akselerasi terasa lebih padat di setiap rentang putaran. Karakter mesin ini cocok bagi pengendara yang menginginkan sensasi berkendara aktif dengan respons cepat.

    Kawasaki W175 Street Foto: Kawasaki

    Dimensi Mirip

    Kawasaki W175 Street memiliki panjang 2.005 mm, lebar 805 mm, dan tinggi 1.050 mm. Jarak sumbu roda 1.320 mm, ground clearance 150 mm, serta tinggi jok 785 mm membuatnya ramah bagi postur pengendara Indonesia. Berat kosong tercatat 135 kg dengan kapasitas bensin 12 liter. Jok ganda tebal dan desain flat memberikan kenyamanan bagi pengendara maupun penumpang.

    Yamaha XSR155 memiliki dimensi panjang 2.000 mm, lebar 805 mm, dan tinggi 1.080 mm. Jarak sumbu roda 1.330 mm serta ground clearance 170 mm memberi ruang lebih saat melibas berbagai kondisi jalan. Tinggi jok 810 mm tergolong cukup tinggi. Berat isi 135 Kg dengan tangki bensin 10,4 liter. Desain jok lurus ke belakang tetap nyaman untuk penggunaan harian.

    Klasik Fungsional vs Modern Lengkap

    Walau mempertahankan aura klasik, Kawasaki W175 Street tetap mengutamakan keselamatan. Rem cakram depan Ø270 mm sudah dilengkapi single-channel ABS. Bagian belakang masih menggunakan tromol Ø110 mm. Kombinasi ini memberikan rasa aman tanpa menghilangkan nuansa retro.

    Warna baru Yamaha XSR 255 Foto: Yamaha

    Panel instrumen mengusung speedometer semi-digital bergaya klasik. Informasi seperti odometer dan trip meter tersaji rapi. Emblem “W” di bagian depan speedometer menambah kesan eksklusif.

    Yamaha XSR155 tampil lebih modern dari sisi fitur. Panel instrumen full digital dibungkus cover bundar ala motor jadul. Informasi ditampilkan lengkap, mulai dari spidometer, takometer bar graph, indikator posisi gigi, fuel meter, hingga trip meter. Semua mudah dibaca dan informatif.

    Sistem pengereman juga lebih mutakhir. Rem cakram depan dijepit kaliper 2 piston, sementara belakang menggunakan cakram dengan kaliper 1 piston. Teknologi pencahayaan LED di seluruh sistem lampu meningkatkan visibilitas sekaligus efisiensi.

    Sederhana Nyaman vs Teknologi Sporty

    Kawasaki W175 Street menggunakan rangka semi-double cradle yang kaku dan tahan lama. Setelan rangka ini berkontribusi pada karakter handling yang santai dan stabil, cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan santai. Konfigurasi rangka sederhana juga memudahkan personalisasi, selaras dengan budaya motor retro.

    Suspensi depan memakai fork teleskopik Ø30 mm lengkap dengan fork boots. Bagian belakang mengandalkan dual shock absorber dengan pengaturan preload pegas. Kombinasi tersebut dirancang untuk menyeimbangkan kenyamanan serta kontrol, mampu meredam guncangan jalan dengan baik.

    W175 Street menggunakan roda cast bergaya jari-jari berdiameter 17 inci. Ukuran ban 80/100 di depan dan 100/90 di belakang mendukung kenyamanan saat melintasi jalan perkotaan.

    Berbeda arah, Yamaha XSR155 mengandalkan rangka Deltabox yang terkenal kokoh. Struktur ini menopang mesin dengan baik dan memberikan kesan berotot. Suspensi depan sudah memakai upside down, dipadukan dengan swing arm model banana serta monoshock di belakang. Kaki-kaki terlihat kekar dan modern.

    Pelek racing 17 inci dibalut ban tubeless dual purpose berukuran 110/70 depan dan 140/70 belakang. Konfigurasi ini memberikan kestabilan lebih baik saat bermanuver, sekaligus mendukung karakter sporty.

    Simpulan

    Kawasaki W175 Street dibanderol Rp38,9 juta dan tersedia dalam warna Metallic Spark Black. Sementara XSR155 dijual Rp39,265 juta OTR Jakarta dengan pilihan warna Metallic Brown Authentic, Metallic Black Elegance dan Matte Silver Premium.

    Keduanya sama-sama menawarkan pesona retro, namun dengan karakter yang sangat berbeda. W175 Street cocok bagi pencinta motor klasik murni yang mengutamakan kesederhanaan, torsi ramah, serta desain otentik tanpa banyak kompromi modern. Motor ini ideal untuk penggunaan santai dan personalisasi.

    Sebaliknya, Yamaha XSR155 hadir bagi pengendara yang menginginkan tampilan heritage dengan performa tinggi dan fitur kekinian. Tenaga besar, rangka modern, serta kelengkapan fitur menjadikannya lebih sporty dan agresif.

    Pilihan akhirnya bergantung pada gaya berkendara dan preferensi karakter. Retro autentik nan santai atau klasik modern berjiwa sport, keduanya memiliki keunggulan masing-masing di segmen motor bergaya heritage. (BGX/TOM)

    Baca juga:

    Komparasi Skutik Naked Handlebar: Vario 125 Street vs Suzuki Nex Crossover vs Yamaha X-Ride

    Suzuki Satria Pro vs Honda Sonic 150R: Duel Ayago 150 cc, Siapa Juaranya?

    Zenuar Yoga

    Zenuar Yoga

    Zenuar 'Bgenk' Yoga adalah salah satu jurnalis otomotif berpengalaman di Indonesia. Spontanitas dan suaranya yang lantang memberi warna kemanapun dia pergi. Keseharian, Yamaha Nmax jadi andalan mobilitas ke kantor atau untuk peliputan. Pengalaman berkendara dan pengetahuan di bidang otomotif roda dua membuatnya kerap ditunjuk sebagai road captain saat Forum Wartawan Otomotif melakukan kegiatan touring. 

    Baca Bio Penuh

    Cerita Terkait Yamaha XSR 155

    • Berita
    • Artikel feature
    • Review Redaksi
    Berita Motor XSR 155
    Artikel feature Motor XSR 155
    Review Redaksi Motor XSR 155

    Model Motor Yamaha

    • Yamaha Jupiter Z1
      Yamaha Jupiter Z1
    • Yamaha Fino 125
      Yamaha Fino 125
    • Yamaha Nmax
      Yamaha Nmax
    • Yamaha Fazzio
      Yamaha Fazzio
    • Yamaha Mio M3 125
      Yamaha Mio M3 125
    • Yamaha Aerox Connected
      Yamaha Aerox Connected
    • Yamaha WR155 R
      Yamaha WR155 R
    • Yamaha MX King
      Yamaha MX King
    • Yamaha Nmax Turbo
      Yamaha Nmax Turbo
    • Yamaha Grand Filano Hybrid Connected
      Yamaha Grand Filano Hybrid Connected
    Harga Motor Yamaha

    Jangan lewatkan

    GIIAS 2025

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Anda mungkin juga tertarik

    • Berita
    • Artikel feature

    Motor Unggulan Yamaha

    Video Motor Yamaha XSR 155 Terbaru di Oto

    Oto
    • Suzuki GSX 150 Bandit vs Yamaha XSR 155 | Bike Review | Pilih Yang Mana? | OTO.com
      Suzuki GSX 150 Bandit vs Yamaha XSR 155 | Bike Review | Pilih Yang Mana? | OTO.com
      20 Oct, 2020 .
    • Yamaha XSR 155 | First Impression | Apa Unggulnya dari Kawasaki W175? | OTO.com
      Yamaha XSR 155 | First Impression | Apa Unggulnya dari Kawasaki W175? | OTO.com
      04 Dec, 2019 .
    Tonton Video Motor Yamaha XSR 155

    Bandingkan & Rekomendasi

    Yamaha XSR 155
    Yamaha XSR 155
    Rp 37,78 Juta
    Harga XSR 155
    BMW R Nine T
    BMW R Nine T
    Rp 644 Juta
    Tulis Review Harga R Nine T
    Husqvarna Svartpilen 401
    BMW R Nine T Scrambler 
    Triumph Bonneville T120
    Kapasitas 155
    1170
    373
    1170
    1200
    Tenaga Maksimal 19
    110
    42.91
    110
    78
    Kategori Cafe Racer
    Cafe Racer
    Cafe Racer
    Cafe Racer
    Cafe Racer
    Opsi start Electric
    Electric
    Electric
    Electric
    Electric
    Rem Depan Disc
    Cakram Ganda
    Disc
    Cakram Ganda
    Disc
    Bandingkan Sekarang

    Tren Cafe Racer

    Artikel Motor Yamaha XSR 155 dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Artikel Feature
    • Buatan Indonesia dan Lebih Mahal dari XSR155, Yamaha Luncurkan XSR125
      Buatan Indonesia dan Lebih Mahal dari XSR155, Yamaha Luncurkan XSR125
      Anjar Leksana, 14 Nov, 2023
    • Cocok buat Hobi, Pilih Yamaha XSR 155 atau Honda CB150X?
      Cocok buat Hobi, Pilih Yamaha XSR 155 atau Honda CB150X?
      Zenuar Istanto, 09 Feb, 2023
    • Yamaha XSR 155 2022 Dipersolek Warna dan Livery Baru
      Yamaha XSR 155 2022 Dipersolek Warna dan Livery Baru
      Bangkit Jaya Putra, 14 Jan, 2022
    • Yamaha XSR900 2022 Mengambil TZ250 sebagai Inspirasi
      Yamaha XSR900 2022 Mengambil TZ250 sebagai Inspirasi
      Zenuar Istanto, 05 Nov, 2021
    • Yamaha XSR 125 Meluncur di Eropa, Lengkapi Line-up Sport Heritage
      Yamaha XSR 125 Meluncur di Eropa, Lengkapi Line-up Sport Heritage
      Helmi Alfriandi, 19 Mei, 2021
    • 4 Inspirasi Gaya Custom Yamaha XSR155 Kreasi Builder Lokal
      4 Inspirasi Gaya Custom Yamaha XSR155 Kreasi Builder Lokal
      Helmi Alfriandi, 23 Nov, 2020

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*