Ribuan Yamaha R3 Kena Recall, Ada Masalah Pada Rem Depan

Ribuan Yamaha R3 Kena Recall, Ada Masalah Pada Rem Depan
Gambar
Review Pengguna

Yamaha YZF-R3 atau versi ekspor dari R25 mengalami masalah di sektor pengereman. Ada dua problem terkait rem bagian depan. Pertama, risiko kerusakan pada selang rem dan kedua pada kait braket yang mudah rusak. Hal itu membuat Yamaha Motor Corporation, Amerika Serikat melakukan recall. Ada sekitar 1.561 unit model 2019 ditarik kembali.

Pada 31 Januari 2020, Yamaha Motor Corporation AS diberitahu oleh Yamaha Indonesia. Pabrikan pengekspor memberikan informasi jika ada evaluasi produk atau kontrol kualitas. Kemudian Yamaha di negeri Paman Sam melaporkan situasi ini ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Penarikan telah diumumkan sejak 28 Februari 2020.

Selanjutnya pihak NHTSA atau lembaga keselamatan berkendara merilis penarikan kembali R3. Dua poin yang menjadi fokus mereka. Pertama, dokumen pemberitahuan cacat menggambarkan ketika pengendara memutar setang dari kiri ke kanan. Selang rem bersentuhan dengan kawat timah klakson. Kontak yang berulang berpotensi alami kebocoran, menyebabkan rem depan kehilangan optimalisasi fungsi. Pabrikan memperkirakan ada 1.561 unit berpotensi terkena masalah ini. Nomor penarikan internal untuk masalah ini adalah 990135.

Masalah kedua, berkaitan dengan desain dudukan atau mounting rem depan. Dudukan selang rem dapat terlepas dan bersentuhan dengan garpu. Masalah ini dapat menyebabkan kerusakan pada pelindung dan selang rem, mengakibatkan kebocoran cairan rem. Dalam hal ini, sebanyak 1.480 sepeda motor diduga terkena dampak penarikan kembali. Nomor penarikan internal untuk masalah ini adalah 990134.

Baca juga: Kawasaki Ninja ZX-25R 4-Silinder Datang, Yamaha Percaya Diri dengan R25

Pemilik YZF-R3 model 2019 harus menghubungi layanan pelanggan Yamaha untuk verifikasi VIN mereka. Jika ada kendaraan terdampak dari salah satu kerusakan, mereka bakal diundang untuk membuat janji di diler Yamaha. Pihaknya bertanggung jawab untuk mengganti selang rem dan kawat timah klakson atau memasang bracket penahan selang. Pabrikan tidak memungut biaya alias semua dilakukan secara gratis.

Namun sejauh ini belum ada informasi lanjutan apakah recall juga berdampak pada Yamaha R25. Mengingat kedua produk menggunakan part dan komponen rem yang sama. Pihak YIMM pun belum memberi pengumuman apapun terkait penarikan unit kembali yang ada di AS.

Sebetulnya Yamaha juga pernah melakukan penarikan terhadap R3 pada Mei 2019, karena ada kemungkinan tuas rem depan berpotensi patah. Recall yang dilakukan melibatkan 198 unit yang beredar di Amerika Serikat. Unit yang dimaksud untuk model produksi 6 Februari - 6 Maret 2019. Pabrikan asal Jepang paling sering mengumumkan recall terhadap global produknya. Khususnya untuk unit motorsport. Namun hal ini sering terjadi di luar negeri karena aturan keselamatan di sana cukup ketat.

YZF-R3 yang beredar di Eropa dan Amerika Serikat punya spesifikasi mirip dengan R25 di Indonesia. Memiliki dapur pacu 2 silinder DOHC 4 klep berpendingin cairan, hanya saja berbeda kubikasi yaitu 321 cc. Output powernya mencapai 42 Hp pada kitiran 10.750 rpm dan torsi sebesar 29,6 Nm pada 9.000 rpm.

Desain dan fiturnya serupa, mengadopsi desain front cowl dengan dual LED headligt. Dilengkapi air scoop yang terinspirasi dari Yamaha YZR-M1. Tersedia pula lampu hazard, tombol starter ala moge, spidometer full lcd digital, kemudian pakai model inverted fork alias upside down, serta pengereman ABS (Anti-lock Braking System). Untuk di Indonesia bahkan ada opsi Yamaha R25 non-ABS. (Bgx/Ano)

Sumber: Ride Apart, NHTSA

Baca juga: Siap-siap, DFSK Glory i-Auto Diluncurkan Bulan Depan

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store