• Wishlist

Jawaban Kawasaki Ninja 250 4-Silinder, Yamaha R25 3-Silinder?

Jawaban Kawasaki Ninja 250 4-Silinder, Yamaha R25 3-Silinder?

Segmen motor sport, khususnya 250 cc kembali bergairah. Kawasaki sudah lebih dulu membuktikannya melalui Ninja ZX-25R. Hal ini juga yang kemudian mencuatkan kembali pemberitaan soal evolusi Honda CBR250RR dengan supercharged. Lantas bagaimana dengan Yamaha, yang notabene punya produk sejenis?

Yamaha R25 tiga silinder 2020

Kita tahu, Yamaha R25 atau R3 masih bertahan dengan mesin dua silindernya. Dengan perbekalan sekarang, dia pasti kalah telak dari Ninja 250 cc 4-silinder. Belum lagi jika Honda resmi mencangkokan supercharger pada tubuh CBR250RR. Kenyataannya tak demikian. Menurut Gazzetta, pabrikan berlambang garputala tengah merancang mesin anyar. Dan, basis yang digunakan adalah motor seperempat liternya itu.

Menariknya, Yamaha tidak menyematkan supercharger atau bahkan sistem 4-silinder. Padahal di era 90-an mereka pernah merilis FZR 250. Dari sumber serupa pula terkuak, konfigurasi yang dipilih yaitu 3-silinder. Masuk akal. Bicara terapan satu ini memang bukan sesuatu yang baru, mengingat jumlah silinder itu masih eksis hingga sekarang. Sebut saja Yamaha MT-09, XSR900, Tracer 900 hingga Niken. Mengenai performanya, tak usah diragukan lagi.

Mesin Yamaha R25 Tiga Silinder

Pertanyaannya, bagaimana Yamaha mengaplikasikannya di mesin 250 cc? Jelas sebuah pekerjaan rumah dan menjadi proyek yang dibebankan kepada Yamaha Indonesia. Seperti diketahui, Yamaha R25 maupun R3 dibuat oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Jangan dulu berpikir jauh mengenai pengaplikasiannya. Bayangkan seperti apa kemampuan Yamaha R25 dengan mesin tiga silinder itu? Lagi-lagi, mereka memprediksi keluarannya mencapai 50 Hp. Tebakan yang juga kami tujukan kepada Ninja 250 cc 4-silinder. Artinya, performa R25 bisa diadu dengan motor geng hijau itu.

Baca juga: Kawasaki Ninja ZX-25R Tiba di Indonesia

Yamaha mesti memberikan pembuktian. Terlebih adanya potensi besar Ninja ZX-25R bakal dijual di Indonesia. Tentu menarik bila R25 ditawarkan dengan rancangan demikian. Pecinta motor sport Tanah Air jadi punya opsi variatif. Ditambah lagi Honda yang isunya mengedepankan supercharger. Pembaruan pada segmen ini dirasa perlu, untuk menggugah pasarnya yang kian lesu. Semestinya juga, kebaruan soal teknis diimbangi hal baru dari segi fitur.

Nah menyoal urusan satu ini pembeli unit seharga Rp 61 jutaan mendapatkan peranti minim. Bandingkan dengan Ninja ZX-25R. Peminangnya kedapatan fitur seperti power mode hingga kontrol traksi, meskipun harus dibayar dengan harga ratusan juta. Pun halnya dengan Honda CBR250RR. Ia dipatok lebih mahal ketimbang R25. Tapi, pembeli kuda besi buatan Astra Honda Motor bisa merasakan impresi berbeda via mode berkendaranya. Ada tiga penyetelan yaitu comfort, sport dan sport+. Semuanya terintegrasi dengan kontrol digital throttle by wire. Jadi, tak ada alasan bagi R25 masih berdiam diri. (Ano)

Sumber: Gazzetta

Baca juga: Royal Enfield Himalayan Ramah Lingkungan

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store