Ini Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Fino Dibanding Honda Scoopy

Ini Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Fino Dibanding Honda Scoopy

Ada dua pemain besar dalam segmen skutik kompak bergaya retro. Yamaha dengan Fino, sementara Honda menjagokan Scoopy. Namun tampaknya, produk lansiran merek garpu tala ini kalah pamor dengan Scoopy. Setidaknya terbukti dalam sistem pencarian di OTO.com dan realitas di jalanan. Namun sebetulnya, apa yang mempengaruhi hal itu? Begini penjelasan lengkapnya.


Kelebihan


Keunggulan Fino yang bisa langsung terlihat, opsi. Lebih beragam ketimbang Scoopy. Yamaha menyediakan dalam rentang harga mulai Rp 18,735 juta untuk tipe Sporty dan Premium, sementara Grande dijual Rp 19,895 juta. Masing-masing memiliki tema berbeda. Sehingga konsumen lebih mudah menyesuaikan selera sekaligus budget yang dipunya.


Dapur pacu Fino juga lebih baik. Ia menggendong amunisi satu silinder 125 cc, yang menghasilkan output 9,38 Hp/8.000 rpm dan torsi 9,6 Nm/5.500 rpm. Cukup bertenaga. Di Fino versi Grande (tertinggi), mesin ini juga berpadu dengan Start Stop System yang berfungsi saat posisi idle selama 5 detik. Hal ini tentu membantu mengefisiensi konsumsi bahan bakar.


Mesin besar, dikombinasikan tangki bahan bakar lebih besar pula. Ia sanggup menelan 4,2-liter bensin. Meski tak tampak signifikan dengan Scoopy (4-liter), selisih itu lumayan untuk kelas skutik sekecil ini.


Kekurangan


Fitur menjadi salah satu poin pertama kekurangan Fino. Di versi mahal sekalipun, kuncinya konvensional. Hanya berbekal shutter key untuk pengaman. Berbanding jauh dengan Scoopy, yang memiliki anti theft alarm. Bahkan terdapat remote untuk mengoperasikan answer back system. Dua fitur ini sangat berfungsi saat Anda mencari motor di kerumunan, sekaligus lebih aman atas adanya alarm.


Yamaha Fino Panel Meter


 


Sajian informasi juga sederhana. Fino masih mengandalkan jarum mekanik untuk menunjukkan kecepatan dan indikator bensin yang terpisah. Dan Scoopy, sanggup mempresentasikan lebih atraktif. Meski hampir tak ada informasi berbeda, setidaknya panel analog berpadu dengan layar digital. Agak modern.


Baca juga: Deretan Motor Bekas Menarik Seharga Honda Scoopy Baru


Kelengkapan lain, seperti power outlet, absen di Fino. Padahal Scoopy memiliki hal itu, dan letaknya tersembunyi dalam laci. Selain untuk mengisi daya gawai, konsol box ini juga bisa dijadikan tambahan ruang penyimpanan.


Soal pengakomodiran barang juga tak sebaik itu. Bahkan boleh dibilang kentara. Ruang bagasi Fino 8,7-liter, yang artinya hanya muat beberapa barang. Sementara Honda sanggup menyiapkan volume bagasi jauh lebih besar, 15,4-liter. Meski tak cukup menampung helm, tapi setidaknya bisa memuat barang lebih banyak. Dan otomatis, membuatnya lebih praktis.


Yamaha Fino Bagasi


Lantas soal desain, juga kurang menggugah. Bukannya tak bagus, namun gurat Fino rasanya bukan selera semua orang, meski ini subjektif. Scoopy boleh dibilang lebih proporsional sekaligus stylish. Apalagi ia beradaptasi dengan tren masa kini, memakai ban berdiameter kecil yang menghasilkan efek gambot. Komposisinya jadi seperti skuter Eropa. Sementara Fino, cenderung begitu-begitu saja sejak awal meluncur.


Kesimpulan


Dari penjabaran kelebihan dan kekurangan kedua motor, masuk akal jika Fino kalah pamor. Aspek unggul yang dimiliki, boleh dibilang tak mengimbangi kekurangan yang dipunya. Scoopy lebih representatif. Sekaligus relevan memenuhi kebutuhan pengendara. Toh nyatanya, meski mesinnya kecil, tenaga yang dihasilkan pun tak terlalu jauh. (Hlm/Ano)


Baca juga: Kenali TVS Apache RR 310, Layak Saingi Lini Sport 250 cc Jepang?

Komparasi Honda Scoopy vs Yamaha Fino 125

Honda Scoopy
  • Rp 19,75 Juta
Yamaha Fino 125
  • Rp 18,74 - Rp 19,9 Juta
Scoopy vs Fino 125

Bandingkan & Rekomendasi

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store