jakarta-selatan

Perjalanan Karir Yamaha Mio di Indonesia

  • 20 Sep, 2017
  • 14487 Kali Dilihat

Yamaha Mio, siapa yang tidak kenal? Motor mungil ini, salah satu pelopor skutik tanah air. Keberadaannya sudah lebih dari 14 tahun dan masih bertahan sampai sekarang.


Berbagai perubahan juga dilakukan Yamaha, agar Mio selalu bisa kebutuhan berkendara konsumen tanah air. Terhitung hingga kini, Yamaha Mio sudah mencapai tiga generasi. Ingin tahu apa saja perbedaannya dari masa ke masa? Simak bahasan berikut:


1. Mio Generasi Pertama (Mio M1), Tahun 2003 - 2012


Yamaha Mio Dari Masa Ke Masa 02


Mio dilahirkan pada 2003 untuk memenuhi kebutuhan berkendara para wanita. Ini dipertegas dengan tagline "mengerti wanita." Secara desain, Mio sangat ramping, ringan dan simpel, sehingga mudah diajak berkendara di perkotaan. Ciri khasnya, lampu depannya ada di kepala. Mesinnya berkapasitas 113 cc SOHC, dikawinkan dengan sistem penyemprotan bahan bakar karburator.


Pada 2006, muncul Mio Soul, memenuhi kebutuhan para pria yang ingin mengendarai skuter Yamaha. Bodinya lebih bongsor, dengan posisi lampu depan di tameng depan terintegrasi sein. Sementara mesinnya sama.


2. Mio Generasi Kedua (M2), 2012 - 2014


Yamaha Mio Dari Masa Ke Masa 03


Mio generasi kedua tidak lagi memakai karburator, melainkan injeksi terprogram atau yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Diklaim mampu meningkatkan performa dan hemat bahan bakar sampai 30 persen dibanding generasi sebelumnya. Kapasitas mesinnya tidak berubah, masih 113 cc yang mampu memuntahkan torsi puncak 8,5 Nm pada 5.000 rpm dan tenaga maksimal 7,75 PS pada 8.500 rpm.


Sejak generasi kedua inilah, varian Mio menjadi sangat banyak: Mio J, Fino, Soul GT, X-Ride dan lain-lain. Ambil contoh Mio J, tampilannya tidak jauh beda dari generasi pertama yang lampu depannya berada di kepala. Bedanya terlihat dari penggunaan lampu sein berdesain tajam.


Desain Mio J juga lebih bongsor, sehingga bagasinya semakin lapang hingga 8 liter. Tangki bensinnya ditambah menjadi 4,8 liter, sehingga pemiliknya tidak perlu sering-sering ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).


3. Mio Generasi Ketiga (M3), 2014 - Sekarang


Yamaha Mio Dari Masa Ke Masa 04


Inilah Mio yang kita kenal sekarang. Desainnya benar-benar berubah dari generasi kedua, memiliki garis-garis tubuh tajam. Lampu depannya diletakkan di tameng depan. Ciri khas lain, pegangan jok (handle seat) berbentuk huruf M.


Mesinnya juga diganti, berkapasitas lebih besar, 125 cc berteknologi blue core yang diklaim lebih irit 50 persen dibanding Mio generasi pertama. Jantung mekanis ini sanggup memuntahkan torsi puncak 9,6 Nm pada 5.500 rpm dan tenaga maksimal 9,52 PS pada 8.000 rpm.


Generasi ketiga Mio M3, memiliki fitur eco indicator agar pengendara bisa lebih menghemat konsumsi bahan bakar. Dan pada 2016, muncul varian dengan fitur lebih banyak dengan tambahan advance key system (AKS) dan stop & start system (SSS). AKS berfungsi memberi kenyamanan terhadap pemilik, karena lubang kunci sudah terintegrasi dengan auto open key shutter dan multifunction key untuk menghidupkan motor, membuka jok dan mengunci stang. Ada pula fitur answer back system untuk mencari kendaraan di tempat parkir.


Sementara SSS mampu menonaktifkan mesin secara otomatis saat kendaraan berhenti lebih dari tiga detik. Tujuannya untuk lebih menghemat konsumsi bahan bakar. Harga Mio M3 saat ini, Rp 15,2 juta untuk varian standar dan Rp 16,1 juta untuk varian dengan fitur terlengkap, AKS dan SSS. (Lod/Van)


Baca Juga : Honda Scoopy dari Masa ke Masa

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Mio M3 125

  • Standard | Rp15,3 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp1,6 Juta
    Angsuran Rp717.000
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo
  • AKS-SSS | Rp16,2 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp1,7 Juta
    Angsuran Rp761.000
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo

Video Yamaha Mio M3 125

Lihat video terbaru Yamaha Mio M3 125 untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Yamaha Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi