• Wishlist

Sport Fairing Empat Silinder Segera Mendobrak Pasar, Yamaha Belum Berencana Mengekor

Sport Fairing Empat Silinder Segera Mendobrak Pasar, Yamaha Belum Berencana Mengekor

Bukan isapan jempol lagi, Kawasaki sudah matang menyiapkan Ninja ZX-25R, sport fairing empat silinder ke Tanah Air. Hanya waktu peluncurannya yang terhambat, akibat situasi pandemi Covid-19. Respons positif datang dari berbagai arah, siap mendobrak pasar. Menanggapi ini, Yamaha berpikir lain. Mereka belum sama sekali berencana untuk mengekor geng hijau.

"Untuk saat ini, kami masih memiliki R25, untuk mewakili kelas sport fairing. Jadi sejauh ini fokus dengan yang ada dulu. Belum ada rencana membuat motor sejenis itu," kata Anton Widiantoro, Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), saat dihubungi melalui jejaring sosial.

Motor Baru Kawasaki 2020

Ia mengatakan, hingga saat ini langkah yang diambil realistis. Meriset dan membangun sebuah motor itu tidak mudah. Bukan sekadar untuk tampil. Pasarnya tetap perlu diperhatikan. Karenanya, mereka masih percaya diri dengan produk yang sudah ada.

Situasi pasar motor sport fairing 250 cc juga dinilai segmented, harganya cukup tinggi. Jumlah marketnya pun cenderung stagnan dari tahun ke tahun, hampir tidak berubah. Namun Yamaha bersikeras memberikan opsi lengkap pada jajaran 250 cc. Dari mulai R25 yang mewakili sport, MT-25, hingga kelas skutik, Xmax.

Baca Juga: Harga Yamaha R15 Bekas Menarik, Simak Panduan Pembeliannya

"Sport fairing 250 cc itu segmented. Dari harganya saja cukup mahal. Sejauh ini, marketnya memang tetap ada, meski tidak naik. Jumlahnya kurang lebih segitu-segitu saja. Tapi, kami tetap komitmen karena Yamaha juga memiliki DNA racing, dengan memberikan banyak opsi di segmen 250 cc. Jadi biarkan saja, kami tetap percaya diri," sambung Anton.

lawas Yamaha FZR 250cc

Kisah Empat Silinder Yamaha di Masa Lalu

Kendati begitu, sebetulnya Yamaha punya sejarah dengan konfigurasi empat silinder 250 cc. Kakek dari Yamaha R25, bernama FZR-250, sempat ikut meramaikan aspal di medio 80-90an, sesuai tren saat itu. Hanya saja dimatikan regulasi Jepang yang kian ketat.

Rupa motornya tak kalah bengis. Interpretasi sport era 80an benar-benar tertuang, tampak dari buritan trapesium era robotika, hingga fairing membulat di depan berimbuhan dua lampu bulat. Sangar.

Jantung pacunya pun mengekstraksi daya besar. Alunan empat piston bervolume bersih 249 cc DOHC 16 katup, sanggup memberi output 45 Hp di 14.500 rpm dan torsi 25 Nm/11.500 rpm. Dengan komposisi Diameter x Langkah (48 mm x 34,5 mm) dan rasio kompresi 12:1. Angka yang menyeimbangi Kawasaki ZX-25 R hari ini. Bedanya, ia masih memakai karburator untuk menyuplai bensin.

Karena itu, bukan tidak mungkin suatu saat mereka kembali melirik teknologi sang kakek. Blue printnya boleh dibilang telah eksis. Meski pasti diperlukan banyak perubahan, utamanya soal keluaran gas buang serta modernisasi mesin. (Hlm/Tom)

Baca Juga: Yamaha Aerox 155 Terbaru Rilis Tahun Ini, Bakal Pakai Teknologi NMax?

Jelajahi Yamaha R25

Yamaha R25 Rp 61,66 - Rp 68,12 Juta Cicilan : Rp 1,41 Juta

Bandingkan & Rekomendasi