Skutik Listrik TVS iQube, Lebih Canggih dari Honda Scoopy

Skutik Listrik TVS iQube, Lebih Canggih dari Honda Scoopy
Gambar
Review Pengguna

Modernisasi merambah ke pabrikan berlambang kuda merah, TVS. Terlihat saat mereka resmi merilis skutik listrik bernama iQube, kemarin (28/1). Secara keseluruhan ia punya tampang kekinian, sebutlah penggunaan pelek 12 inci layaknya Honda Scoopy. Tapi, TVS iQube memiliki terapan lebih canggih.

Perwujudan skutik masa depan juga begitu kentara. Utamanya melalui padu padan tubuh membulat dan tarikan garis tegas di beberapa area. Yang tak kalah memikat tentu saja sematan sektor penerangan di tameng depan. Punya bentuk pipih dan sejajar lampu sein. Pola serupa juga dipilih pada pengaplikasian lampu belakang, bedanya di lampu depan sudah menggunakan DRL. Simple.

TVS iQube Listrik 2020

Namun, nuansa futuristik sesungguhnya terlihat jelas dari balik kemudi. TVS iQube memiliki panel instrumen full digital dengan kelengkapaan konektivitas gawai. Selain dapat menerima panggilan telepon dan melihat pesan masuk, layar TFT sebagai penampang informasi juga menyajikan beragam fitur. Sebut saja panduan navigasi, statistik perjalanan, geo-fencing hingga batas kecepatan. Dan tak kalah penting ialah status baterai kendaraan.

Baca juga: Kawasaki ZX-25R Rilis April 2020?

Sebagaimana diketahui, iQube ditenagai motor elektrik berkapasitas 4,4 kW. Skuter listrik ini diklaim dapat melaju dari 0 sampai 40 km/jam dalam waktu 4,2 detik. Hadir dengan 2 mode berkendara, eco dan sport. Jika menggunakan mode Eco, kecepatan dibatasi hingga 40 kpj, dan 78 kpj untuk mode Sport. Dengan satu kali pengecasan bisa menempuh jarak 75 km.

Baterai TVS iQube dibagi menjadi tiga unit. Salah satunya terletak di bawah lantai untuk pusat gravitasi. Dua lainnya terletak di belakang. Dan membutuhkan waktu 5 jam untuk mencapai pengisian 100 persen menggunakan soket pengisian standar 5A. Sehingga bisa diisi ulang di rumah atau di stasiun pengisian. Sayang, baterainya tidak memiliki teknologi kemampuan pengisian cepat (fast charging).

Dengan bekalnya itu, wajar bila skutik baru TVS ini punya bobot mencapai 118 kg. Dan, berdampak pula terhadap rancang bangun yang terbilang bongsor. Kendati begitu, pihak pabrikan berupaya menyajikannya sebagai kendaraan praktis. Semisal desain dek kaki datar dan luas, jok ramping dan footstep penumpang yang dapat dilipat. Namun, kesan menggembung khususnya di belakang itu memberi efek positif terhadap kapasitas bagasi. Daya tampungnya lumayan besar, lantaran bisa menampung satu buah helm full face.

Menyoal kaki-kaki, iQube dibekali suspensi depan teleskopik dan dual shock belakang. Pengereman menggunakan rem cakram di depan dan tromol di belakang. Dia juga memakai pelek 12 inci. Ukuran yang juga baru dipakai Honda Scoopy beberapa waktu lalu. Urusan harga, iQube memang lebih mahal dari skutik retro buatan Honda. Di India TVS mematoknya Rs 1,15 lakh atau setara Rp 22 jutaan, sementara banderol Scoopy di Indonesia Rp 19 jutaan. Satu yang pasti iQube menawarkan beragam keunggulan.

Bukan tidak mungkin skutik listrik ini juga hadir di Indonesia. APM TVS di sini jua masih ada, walau pergerakannya tak seagresif pabrikan Jepang. Di sisi lain pembebasan pajak BBN-KB kendaraan listrik di Jakarta, bisalah dijadikan ladang baru TVS Indonesia bermain di kota besar. (Bgx/Ano)

Sumber: Bikedekho

Baca juga: Yamaha Perpanjang Kontrak Vinales hingga 2022

Komparasi Honda Scoopy vs Yamaha Fino 125

Honda Scoopy
  • Rp 19,75 Juta
Yamaha Fino 125
  • Rp 18,74 - Rp 19,9 Juta
Scoopy vs Fino 125

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store