Mengenang Kejayaan Dua Tak, Yamaha DDS Bali Pajang F1Z Berkondisi Prima

Mengenang Kejayaan Dua Tak, Yamaha DDS Bali Pajang F1Z Berkondisi Prima
Gambar
Review Pengguna

Tiga puluh tahun silam, mesin dua tak (2-stroke) boleh dibilang identik dengan Yamaha. Berbagai jenis motor mereka jejali dapur pacu berasap. Tak heran sensasi performa instan masih terkenang hingga sekarang. Bertepatan dengan hari kemerdekaan, hal ini pun direspons Yamaha DDS Bali dengan memajang F1Z, moped legendaris lansiran 96.

Kondisinya begitu prima. Mungkin tak banyak lagi yang memelihara, atau paling tidak menghendaki restorasi total semacam ini. Beberapa komponen sudah diganti, sehingga tampilan motor berubah layaknya baru keluar diler. Apalagi, varian kelir putih cukup langka. Sebab pada masanya tak begitu banyak peminat.

Yamaha F1Z

Padanan silang warna di tubuh F1Z kental aura nostalgia. Coba tengok saja, corak ala graffiti nan ekspresif menjalar dari dek tengah hingga panel samping. Per dual shock belakang juga berwarna ungu, khas interpretasi stylish era 90an. Tombol-tombol saklar pun tak monoton seperti hari ini. Masing-masing fungsi berbeda warna: Abu, oranye, serta merah.

“Unit yang dipajang merupakan koleksi komunitas “2 Tak Menolak Punah” asal Bali. Kami display di bulan Agustus, tepat pada kemerdekaan Republik Indonesia ke-75. Hal ini juga sebagai salah satu sarana untuk mengenang sejarah Yamaha di Indonesia,” kata Andri Fistulariyanto, dari divisi promosi Yamaha DDS Bali dalam paparan rilis.

Baca juga: Mengenal Silsilah Yamaha MT Series Dari 1999 Hingga 2019

F1Z sendiri merupakan versi penyempurnaan dari Yamaha Force 1, sementara menjadi predecessor dari Yamaha F1ZR. Secara tampilan sebetulnya mereka bertiga senada. Tapi tentu ada perbedaan detail, terutama menyoal teknis.

F1Z

Jika Force 1 hanya mengandalkan dua rem teromol, F1Z sudah dibekali cakram pada roda depan. Knalpot juga turut dibedakan, lebih gahar seperti seri ZR. Sementara di generasi setelah ini, terdapat varian F1Z manual dengan kopling, yang jadi salah satu bahan buruan kolektor saat ini. Kalau urusan kapasitas mesin 110 cc-nya, lebih besar dari generasi Alfa. Berikut dilengkapi kipas untuk pendinginan.

Kejayaan F1Z dilanjut oleh F1ZR yang lahir pada 1997. Bentuk dan grafis bodi makin sporty, meski masih mewariskan gurat lama. Anehnya, justru girboks diganti tipe kopling banci – alias semi- automatic clutch. Bagi sebagian orang, tipe manual murni lebih menggugah dari ini. Yang pada akhirnya diterapkan juga mulai era millennium.

Setelah itu semua berubah. Konsep bebek dua tak diempas regulasi emisi, mengharuskan Yamaha transisi ke mesin empat langkah. Alhasil lahirlah Crypton, Vega R, hingga Jupiter Z yang eksis sampai sekarang.

Saklar kombinasi warna

“Seiring tuntutan emisi gas buang, produk dua tak perlahan digantikan motor empat tak. Untuk segmen moped atau bebek pengganti F1Z, pada awalnya ada varian Crypton, kemudian muncul Vega dan sampai sekarang makin eksis Jupiter Z. Jupiter Z1, varian terbarunya sudah menggunakan teknologi injeksi dan forged piston,” tambah Andri Fistulariyanto.

Seperti kita tahu, Yamaha baru saja menyegarkan keturunan F1Z awal Agustus kemarin. Jupiter Z1 dibungkus dalam tema dan warna baru, membuatnya terlihat makin sporty. Pilihannya ada tiga. Mulai dari Metallic Blue, Metallic Red, serta Metallic Black. Adapun pinstripe putih pada lingkar pelek, memperkuat karakter motor. (Hlm/Tom)

Baca juga: Modifikasi Yamaha R25: Mengemas Modernitas dalam Memorabilia

Jelajahi Yamaha Jupiter Z1

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store