jakarta-selatan

Test Ride Honda Vario 125 2019: Minim Fitur, Apa Kelebihannya? (Part-2)

  • 08 Mar, 2019
  • 7359 Kali Dilihat


Honda Vario 125 punya banyak kesamaan dari Vario 150 yang lebih mahal harganya. Desain sama, hanya dibedakan pilihan warna dan motif stiker di sisi bodi. Meski demikian fitur smart key yang meningkatkan keamanan Vario 150, tak dimiliki oleh saudaranya yang bermesin lebih kecil ini. Untung fitur panel instrumen digital tetap ada. Desain maupun fitur Vario 125, sudah kami bahas di bagian pertama. Kali ini kami membahas kepraktisan berkendara, pengendaraan, pengendalian, performa serta efisiensi.


Kepraktisan Berkendara


fitur vario


Memiliki panjang 1.919 mm, lebar 679 mm dan tinggi 1.062 mm, dimensi Vario 125 sebetulnya cukup besar, meski tak masuk dalam kategori maxi scooter. Tetapi anehnya, saat duduk di jok terasa sempit. Misalnya, ruang kaki untuk berpijak sangat terbatas. Meski menyediakan pengait barang, sungguh dek motor hanya sanggup dijejali tas punggung berukuran sedang. Itupun letaknya jadi mengurangi kenyamanan, karena posisi pijakan kaki jadi semakin terbatas.


Awalnya, ini dilakukan demi menyediakan kantung penyimpanan yang besar di bagian depan. Ternyata kantung penyimpanan di bawah stang tak sebesar yang kami duga. Selain ruang yang kecil, mulutnya tak begitu besar dan dibiarkan terbuka begitu saja tanpa penutup. Untungnya, kompartemen di depan masih cukup untuk botol minum berukuran menengah di sebelah kiri dan nota parkir ataupun koin logam di sebelah kanan.



Vario 125 sudah dibekali kunci remote alarm dengan answer back system, yang memudahkan untuk menemukannya di lokasi parkir. Namun tanpa fitur smart key, kepraktisan saat hendak menungganggi tentu tak sebaik Vario 150. Anda masih harus membuka pengunci shuttered key dengan punggung kunci dan mencolokkan anak kunci ke lubangnya sebelum memutar untuk menghidupkan mesin. Tetapi jujur, hadirnya tombol pembuka bagasi sedikit memudahkan akses memasukkan barang ke bagasi.


Mengapa ini patut disinggung kembali? Persoalannya, kompetitor sekelasnya, seperti Yamaha FreeGo yang juga bermesin 125 cc sudah dilengkapi fitur ini. Bahkan FreeGo dibekali pula dengan fitur pengisian daya baterai ponsel pintar. Padahal harga Honda Vario 125 juga sudah menyentuh Rp 20 juta. Tentu kekurangan ini menjadi faktor yang tak bisa diabaikan calon konsumen.


Performa & Pengendaraan



Posisi stang Vario 125 sekarang diposisikan lebih rendah dari sebelumnya. Tak sampai membuat pengendara membungkuk sehingga posisinya tetap nyaman. Tetapi karena pijakan kaki juga agak tinggi, maka saat stang dibelokkan hingga mentok, kalau Anda berboncengan jangan kaget kalau stang mentok ke paha.


 


Tekan tombil elektrik starter, mesin hidup dan suaranya terdengar sangat halus. Putar gas perlahan dan motor melaju mulus. Akselerasi awal yang cepat menjadi kelebihan motor ini. Tujuannya, agar motor gesit saat berkelit di kemacetan. Tapi perlu diperhatikan, ketika sudah mencapai kecepatan menengah dan hendak bermanuver mendahului kendaraan lain, motor butuh waktu untuk membangun momentum meningkatkan kecepatannya secara perlahan.



Ya, kelebihan utama motor ini dibanding saudaranya, Vario 150, kapasitas mesin yang lebih kecil. Maksudnya untuk pemakaian dalam kota yang padat, tenaga 11,1 PS dengan torsi puncak 10,8 Nm sudah cukup. Tentu lebih hemat bahan bakar ketimbang Vario 150. Hasil pengujian kami mencatatkan konsumsi BBM terbaik 53 kpl. Apalagi Honda menyematkan fitur Idling Stop System (ISS) pada unit uji ini. Fitur ini menghidupkan dan memadamkan mesin secara otomatis saat di kemacetan. Namun lantaran kerap mengurangi kenyamanan saat hidup-mati sendiri di tengah kemacetan, fitur ini justru lebih sering tak kami aktifkan. Itu saja tetap irit bahan bakar.


Kemampuan deselerasinya juga memadai, meski memakai rem jenis teromol di roda belakang. Rem cakram di depan sedikit berbeda dari Vario 150 yang pakai model gelombang (waved). Versi Vario 125 jenis solid disc, namun tetap mumpuni karena ada fitur Combi Brake System (CBS). Jadi saat Anda menarik tuas rem belakang, secara otomatis rem depan ikutan berfungsi untuk membantu menahan laju kendaraan. Sayang, fitur pengereman ABS tak tersedia. Sekali lagi, fitur ini padahal dimiliki oleh kompetitornya, Yamaha FreeGo.


Pengendalian & Simpulan



Bantingan suspensi Vario terbaru terasa agak keras. Tak sampai membuat sakit pinggang saat menghajar lubang, tipikal suspensi ini memberikan stabilitas berkendara yang lebih baik di kecepatan tinggi. Motor tak terlalu mengayun saat melewati permukaan jalan yang bergelombang. Arah laju motor pun jadi lebih mudah dijinakkan.


Bobot stangnya ketika membelok, tak seenteng skutik Yamaha seperti FreeGo ataupun Soul GT. Buat Anda yang sudah terbiasa naik skutik Honda, pasti sudah tahu itu. Bobot pergerakan kemudi yang tak terlalu enteng, juga menjaga motor stabil melaju di jalurnya. Faktor ini pula yang justru membuatnya asyik diajak menikung di kecepatan tinggi. Tapi ingat, jangan terlalu kencang saat menikung ya! Karena memakai ban yang berukuran lebih kecil dibanding Vario 150, tentu kemampuan bermanuvernya pun berbeda.


Simpulannya, Vario 125 menawarkan rasa berkendara yang sporty dengan tampilan desain yang semenarik Vario 150. Meski demikian, walau sudah menginjak harga Rp 20 juta, fiturnya bukan yang terbaik di kelasnya. Fitur keselamatan rem ABS pun belum tersedia. Namun performa dan efisiensi bahan bakarnya sangat baik. Apalagi harganya yang paling murah, jika dibandingkan dengan Yamaha FreeGo dan Yamaha Lexi, yang juga bermesin 125 cc. (RS/Odi)


Baca Juga: Test Ride Honda Vario 125 2019: Minim Fitur, Apa Kelebihannya? (Part-1)

Galeri

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Vario 125 2019

  • CBS | Rp18,23 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp1,4 Juta
    Angsuran Rp847.000
    Tenor 35 Months
  • CBS ISS | Rp18,83 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp1,4 Juta
    Angsuran Rp863.000
    Tenor 35 Months

Video Honda Vario 125 2019

Lihat video terbaru Honda Vario 125 2019 untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi