5 Alasan Honda Brio Satya CVT Cocok Buat Mahasiswi

5 Alasan Honda Brio Satya CVT Cocok Buat Mahasiswi
Gambar
Review Pengguna

Kompak nan praktis menjadi salah satu mobil yang cocok bagi mahasiswi. Untuk menemani berbagai aktivitas hingga berangkat ke kampus, rasanya Honda Brio Satya layak dimiliki. Banyak aspek membuat mobil LCGC ini menjadi teman harian. Kelengkapan fitur diberikan cukup. Hal-hal berikut, bisa menjadi pertimbangan sebelum membeli mobil seharga Rp 167,6 juta OTR Jakarta.


Honda Brio Satya


Tampilan


Modal utama mobil yang oke buat jalan ke kampus setidaknya harus eye catching alias sedap dipandang. Brio Satya punya itu. Meski desain tak memandang gender (unisex), namun Brio tetap cocok dipakai mahasiswi. Sporty, tapi garis lekukan tidak begitu runcing. Baiknya pilih kelir Phoenix Orange Pearl, Rally Red atau Taffeta White. Tiga opsi itu agak mencolok dan beda dari warna reguler. Namun itu kembali lagi soal selera personal.


Kabin Nyaman


Untuk sekelas mobil LCGC, kabin Brio Satya masih bisa dibanggakan. Berkonfigurasi 5-seater cukup untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswi. Berbentuk mungil, namun baris pertama dan kedua tergolong lega. Dimensinya 3.610 mm x 1.680 mm x 1.485 mm dan jarak sumbu roda 2.345 mm. Diklaim kadar noise, harshness dan vibration diatur lebih baik. Jok juga lebih tebal dan empuk sehingga asyik ditunggangi.


Handling Menyenangkan


Brio Satya memiliki pengendalian yang enak. Kala Anda naik, posisi duduk bisa diatur nyaman dan minim blind spot. Tetap stabil kala melesat kencang 100 km/jam. Ia menggunakan suspensi depan McPherson Strut dan H-shape Torsion Beam di belakang. Posisi caster angle sudah diatur ulang agar mengurangi gejala body roll berlebih. Konfigurasi itu digabung dengan transmisi CVT halus. Jadi cocok buat kaum urban, pemakai pertama, mahasiswi dan kalangan muda.


Irit Bensin


Konsumsi bahan bakarnya diklaim efisien. Pas buat kantong pelajar. Untuk versi CVT, dikatakan cuma menenggak bensin 20,3 km/liter. Itu berdasarkan metode pengujian mereka. Menurut Large Project Leader (LPL) Honda Brio, Tsutomu Harano yang bikin boros konsumsi BBM ialah tahanan udara.


“Makanya kami bikin bagus nilai aerodinamika Brio agar irit bahan bakar. Nilai koefisiennya dibanding model lama adalah 0,02%. Karena makin lebar, bobot tambah 5 kg dari frame saja. Namun secara keseluruhan bobot tambah 20 kg. Untuk bagian hood ada perbaikan. Yang kedua ada di bagian dekat lampu belakang. Banyak yang kami perbaiki, agar nilainya semakin baik,” akunya beberapa waktu saat berkunjung ke Jakarta.


Fitur


Peranti terpasang lumayan. Ia diberi sistem rem ABS+EBD dan dual airbag di depan. Makin komplet dengan seatbelt reminder serta Isofix. Kemudian untuk pemanja telinga, tersisip audio 2DIN, USB Port, AM/FM radio, compatible iPhone dan iPod, CD Player, AUX-IN, Bluetooth dan Handsfree. Semua yang diberikan sewajarnya mengakomodasi kebutuhan mahasiswi. (Alx/Odi)


Baca Juga: 3 Alasan Lebih Pilih Honda Brio dari Toyota Agya

Jelajahi Honda Brio

Honda Brio Rp 148,4 - Rp 202,2 Juta Cicilan : Rp 3,39 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store