Vespa LX125 Dapat Penyegaran, Tampangnya Jauh Lebih Atraktif

Gambar
Review Pengguna

Sudah mengaspal di Indonesia selama delapan tahun, Vespa LX series akhirnya disegarkan. Sebelumnya, di 2017, ubahan kentara menyasar reduksi kubikasi mesin menjadi 125 cc dengan teknologi i-get. Kini, pembaruan lebih menyentuh sektor aksesori serta modernisasi di pencahayaan. Dedengkot Vespa modern satu ini, nampak lebih segar dan relevan dengan bahasa desain kontemporer.

“Hari ini, kita menyaksikan sesuatu yang baru pada ikon timeless classic Vespa, LX series. LX125 i-get terbaru dirancang untuk merespons dunia kontemporer yang berubah cepat dengan memperkuat DNA unik LX. Yakni, kombinasi tampilan elegan klasik. Kami mendedikasikan Vespa LX125 terbaru untuk para pecinta Vespa yang selalu berjiwa muda,” kata Marco Noto La Diega, Presiden Director PT Piaggio Indonesia.

Ubahan mencolok tertera di matanya, headlight LX kini sudah memakai LED. Tentu, kualitas penerangan jadi lebih baik, sekaligus hemat daya. Pasti Anda sudah bisa menebak seperti apa desainnya. Ya, tak salah lagi, pakai separator di tengah untuk pemisahan high beam dan lampu utama. Otomatis, rupa motor hampir identik dengan Primavera, karena sama-sama bermodel bundar.

Lantas menilik sedikit ke bawah, bersama dengan lampu sein, LED Daytime Running Light (DRL) menjalar vertikal. Saat berkendara di sore hari pasti lebih cantik dilihat. Kalau di belakang, stoplampnya hanya diubah alur saja. Teknologi bohlam konvensional masih dipertahankan. Belum dimodernisasi.

Elemen kedua yang cukup kontras, adalah panel instrumen. Ini berubah total dari versi sebelumnya, jauh lebih enak dilihat. Memakai dasar hitam pada panel analog, dan layar biru kecil di bawahnya. Sayang informasi yang tersaji tergolong minim. Selain speedometer dan sensor krusial, hanya tertera fuel gauge, odometer dan trip meter.

Pelek juga diganti, alurnya baru tak lagi membosankan seperti dulu. Tekukan di setiap palang memberikan kesan agresif di motor. Plus laburan dust grey dan silver pada lipsnya. Nah, bicara yang membalut roda, mereka memilih mempertahankan ukuran lama, saat teman-temannya memakai ban 12 inci. Di depan, profilnya 110/70 11 inci dan belakang 120/70 10 inci. Bukan apa-apa, mencari ukuran ban 11 inci bukan hal mudah di pasaran. Namun Marco bersikukuh, ini untuk mempertahankan gayanya yang klasik. Serta menjadi pembeda antarvarian. Jarak jok ke tanah pun jadi lebih terjangkau (785mm) ketimbang Sprint maupun Primavera.

Front tie baru berbingkai krom, heat protector knalpot hitam, kaca spion, USB Port, serta desain jok mengalami revisi. Semuanya nampak lebih atraktif. Untuk yang tertarik, LX125 i-get ditawarkan dalam tiga pilihan warna: Red Passione, Black Vulcano serta Blue Avio. Sementara itu, motor yang memberi sumbangsih penjualan 15 persen produk Vespa di Indonesia ini, memiliki banderol Rp 35,8 juta OTR Jakarta. Dalam arti lain, merupakan Vespa paling murah yang ada di Tanah Air. (Hlm/Van)

Baca Juga: Sebelum Beli, Ketahui Seluruh Potensi Kawasaki W250

Jelajahi Vespa LX

Vespa LX Rp 37,5 Juta Cicilan : Rp 855.616

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store