ST Papio: Supermoto Mini Pesaing Honda Grom dan Kawasaki Z125 Pro

ST Papio: Supermoto Mini Pesaing Honda Grom dan Kawasaki Z125 Pro
Gambar
Review Pengguna

CFMoto beberapa waktu lalu merilis ST Papio. Motor bergaya supermoto ini diposisikan menjadi pesaing Honda Grom atau MSX 125 secara global. Segmen Supermoto mini sebenarnya juga diramaikan oleh Kawasaki Z125 Pro dan Benelli TNT 135. Tapi motor Cina (mocin) jenama CFMoto ST Papio lebih mendekati model Honda Grom ketimbang unit dari geng hijau.

Selain dijual di negara asalnya, Tiongkok, ia juga bisa ditemui di Filipina, Nepal, Australia, Eropa serta Amerika. Perusahaan menyebar ST Papio ke beberapa negara berkembang. Khususnya buat kawasan yang banyak diisi oleh motor kecil. Karena mengadopsi kendaraan berpostur mini, pabrikan mengklaim ia dirancang untuk kaum muda yang sedang belajar motor berkopling manual. Bentuk bodinya akrab, dengan ukuran mungil, pendek, dan lincah untuk dikendarai. Melihat dari desainnya, ST Papio mampu bersaing dengan produk motor Jepang ataupun Eropa.

Motor ini punya tampang yang tidak kalah keren dan sporty dengan naked bike yang kapasitas mesinnya lebih besar. Meski dibuat pabrikan Tiongkok, desain dari CFMoto ST Papio 125 menyerupai motor-motor Eropa. Itu karena pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Kiska Design dan KTM untuk pasar Asia. Jadi tak bisa diremehkan begitu saja. Malah siluetnya menyiratkan KTM Duke dalam versi kerdil.

ST Papio mini bike

Bodinya merupakan turunan dari NK series yang sudah lebih dulu dijual. Hanya saja ia terlihat mungil karena menggunakan pelek berukuran 12 inci. Rangka terpasang model diamond. Ukuran di atas kertas tercatat 1.724 × 750 × 995 mm (PxLXT) dan jarak antar poros rodanya 1.214 mm. Ketinggian jok di angka 775 mm dan jarak kolong 145 mm dari permukaan tanah. Manufaktur menyiapkan tangki yang bisa menampung 7 liter bahan bakar.

Suspensi teleskopik terbilang inferior ketimbang rival, yang menggunakan jenis upside down. Roda 12 inci dibalut karet hitam ukuran 120/70 untuk depan dan 130/70 belakang. Menariknya, rem cakram bisa dijumpai di tiap roda.

Baca juga: Edisi Khusus Honda CT125 Cuma Tersedia 150 Unit, Harga Mulai Rp 43 Jutaan

Menyoal fitur, motor ini bisa dikatakan fundamental. Headlamp masih mengandalkan lampu bohlam biasa. Sedangkan LED dibenamkan pada stoplamp dan sinyal belok. Spidometer sudah full digital yang letaknya tepat berada di atas cover lampu utama. Jok model menyatu berukuran kecil, dan kurang elok jika orang dewasa membonceng di belakang. Terlebih, kenyamanan bakal berkurang.

ST Papio mengadopsi mesin tegak berkonfigurasi satu silinder SOHC dengan kapasitas lebih besar dari lawannya, 126 cc. Memakai sistem injeksi bahan bakar elektronik lansiran Bosch dan sudah mendukung emisi EURO 4. Motor kecil ini bisa menghasilkan tenaga hingga 9,4 Hp (6,9 kW) pada 8.500 rpm dan torsi 8,3 Nm di putaran 6.500 rpm. Output didistribusikan oleh transmisi 6-percepatan. Diklaim, top speed yang dapat diraih mencapai 90 km/jam (55,9 mph).

CFMoto ST Papio motor mini murah

Sebagai perbandingan, Honda MSX 125 menggunakan mesin SOHC satu silinder berkapasitas 124,9 cc. Meskipun dari segi volume kalah, power motor mini Honda lebih besar. Memiliki tenaga puncak hingga 13 Hp pada 7.000 rpm serta torsi mencapai 10,9 Nm di kitiran 5.500 rpm.

Keunggulan utama yang dimiliki motor mungil ini yaitu pada segi harga. Ia dipasarkan lebih murah ketimbang Honda MSX 125. Banderolnya hanya Rp 20,3 Juta setelah dikonversi. Dirinya disediakan dua pilihan warna, Nebula Putih dan Kuning Lemon. Keduanya punya motif keren di tiap sisi cover tangki. (Bgx/Tom)

Sumber: Ride Apart, Superbike Mag

Baca juga: Ketika Honda Monkey Berevolusi Jadi Gorilla

Jelajahi Kawasaki Z125 PRO

Kawasaki Z125 PRO Rp 34,1 - Rp 34,8 Juta Cicilan : Rp 778.041

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store