jakarta-selatan

Ini Alasan Honda Genio Lebih Mahal dari Honda Beat

  • 10 Sep, 2019
  • 3422 Kali Dilihat

Bisa dibilang Honda Genio dan Beat, bermain di kelas serupa. Toh keduanya sama-sama menggunakan mesin 110 cc. Meskipun secara positioning Genio sedikit di atas Beat. Wajar jika harganya juga lebih mahal ketimbang produk entry level itu. Apalagi dari segi harga selisihnya sekitar 1 jutaan. Kemahalan?


Tak sedikit yang berujar demikian, meski nyatanya banyak hal baru diusung si Genio. Banyak komponen baru, berkaitan dengan investasi di fasilitas produksi PT Astra Honda Motor (AHM). Hal ini terungkap saat kami melakukan kunjungan ke pabrik Honda di Cikarang, Jawa Barat. Sejumlah rekan media, berkesempatan melihat langsung tahapan pembuatan skutik-skutik Honda, termasuk Honda Genio.


Honda Genio


Namun ada area khusus untuk penggarapan produk ini. Seperti diketahui, Honda Genio mengandalkan rangka berteknologi eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame). Aplikasinya ditunjukkan melalui penggunaan material utama sasis berbahan baja. Dari bahan sudah jelas beda dengan Beat yang masih menggunakan pipa besi. Pembuatan rangka Genio tadi pun memakai peralatan paling anyar.


Maklum, sasis eSAF ini baru kali pertama teraplikasi di skutik 17 jutaan itu. Otomatis ada investasi baru yang ditanamkan oleh pihak produsen. Salah satunya, keberadaan mesin tempa. Alat itu bertugas membentuk frame dari lembaran steel. Kemudian pengerjaan masuk ke area pengelasan. "Bukan sekadar welding, tapi menggunakan laser welding," buka Dodi Sutriadi, General Manager Plant Cikarang Division.


Kawasan khusus penggarap sasis Genio, terdiri dari beberapa pekerjaan. Setidaknya ada 6 pekerjaan sampai sasis utuh. Menariknya, pengelasan berlangsung singkat. Buat menghasilkan satu frame, cuma butuh waktu 26 detik. Dari mulai lembaran baja ditempa hingga finishing. Nah, Dodi menyebut itu, dapat terjadi lantaran pengelasannya menggunakan teknik laser dengan tangan robot.


"Selain lebih cepat, pengelasan pada frame juga sangat presisi. Untuk penyatuan bagian depan-belakang saja titiknya sama, sekitar 1 cm. Dengan bahan baja juga pasti lebih kuat. Sementara kalau welding di bahan pipa, biasanya terjadi deformasi (perubahan bentuk atau melengkung). Waktu pembuatannya juga lebih lama karena harus melakukan koreksi," papar Dodi di lokasi pabrik, hari ini (10/9).


Honda Genio


Lepas perihal kecepatan, frame baru ala Honda ini juga ringan. "Sasis Genio beratnya 11 kg. Sedangkan Honda Beat 15 kg," sahut Endro Sutarno, Technical Service Division PT AHM di lokasi. Tentu diikuti pula dengan pengendalian lebih baik ketimbang punya Beat. Faktor ini sekaligus menjadi jawaban buat kami setelah mencicipi Genio, saat peluncurannya kali itu. Singkat cerita Genio lebih gampang dikendalikan dan gesit.


Walaupun, urusan mesin rasanya tak berbeda jauh dari Beat. Tetap saja ada hal anyar dari Genio. Tampak dari blok mesin yang lebih kecil. "Bentuknya jadi lebih kompak. Jadi kinerja mesin juga optimal. Untuk bore x stroke Honda Genio punya langkah lebih panjang. Ini dapat meningkatkan efisiensi. Didukung juga oleh bobot blok mesin lebih ringan 10 persen, kompresi lebih tinggi dan penggunaan belt jenis W-Cog," tutur Endro kepada OTO.


Belt jenis ini tidak sama dengan kepunyaan Beat. Endro menerangkan, part ini memiliki gigi pada bagian atas. Bertujuan mengurangi gesekan dan noise. Sebagai informasi, item ini bisa ditemui pada produk lain seperti Honda Vario dan Honda ADV150. Bobot ringan, minim gesekan, tentulah berdampak positif kepada efisiensi. Klaim Honda, konsumsi BBM Genio mencapai 60 km perliter. Belum lagi Genio disajikan dengan sistem penerangan LED, panel meter digital, bagasi 14 liter, tombol pembuka jok hingga dek lebar, yang semuanya belum ditemui pada Beat. (Ano/Van)


Baca Juga: Pilihan Murah Motor Klasik Royal Enfield

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Honda Genio

Lihat video terbaru Honda Genio untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Honda Pilihan

  • Populer
  • Komparasi