Harga Berdekatan, Ini Letak Diferensiasi Kymco X-Town dan Downtown

Harga Berdekatan, Ini Letak Diferensiasi Kymco X-Town dan Downtown
Gambar
Review Pengguna

X-Town 250i sebetulnya bukan amunisi perdana Kymco di kelas skuter 250 cc. Jauh sebelum itu sudah ada Downtown. Dan tetap eksis sampai sekarang tanpa digeser posisinya. Meski disebut tak saling memakan - alias menyasar segmen masing-masing - nyatanya perbedaan harga mereka tak terpaut jauh, selisih Rp 5,5 juta saja. Lantas sejauh mana letak diferensiasinya?

Tipe Mesin

Secara garis besar area teknis memang mirip, satu piston dengan pembulatan 250 cc. Namun ternyata unsur-unsur detail memiliki diferensiasi, hingga mengeluarkan output berbeda pula. Downtown lebih optimal di sektor ini.

Penyebab pertama, blok mesin sudah bermaterial keramik. Ditambah ada perbedaan jumlah klep. Mesin 246,3 cc SOHC bertipe 4-valve, bukan dua seperti X-Town. Hasilnya ia bisa mengeluarkan daya 22,9 Hp/7.750 rpm dan torsi 23,14 Nm memuncak pada 6.000 rpm. Karakternya pun lain. Komposisi langkah dibuat lebih panjang, atau overstroke. Yang seharusnya agresif sejak putaran bawah sampai menengah.

Baca Juga: Skutik Besar Harga Rp 60 jutaan, Pilih Kymco X-Town 250i atau Yamaha XMax?

X-Town agak downgrade, sebab tak memakai blok keramik dan memiliki katup lebih sedikit. Karena itu tenaga maksimal hanya menoreh 20,6 Hp di 6.500 rpm, serta torsi maksimal 21,5 Nm pada 6.500 rpm. Bahkan padanan silinder jauh berbeda. Lebih besar diameter ketimbang langkah (72,7 mm x 60 mm), alias overbore.

Kalau soal penyuplai bensin jelas keduanya menggunakan sistem injeksi. Suhu mesin pun sama-sama didukung radiator. Dan soal kapasitas tampung bahan bakar, keduanya sanggup menelan 12,5 liter bensin. Cukup besar untuk diajak bertualang, sesuai titelnya.

Kymco downtown luggage

Dimensi dan Ruang Akomodasi

Melihat angka output seperti tak begitu jauh. Namun masalahnya terjemahan tenaga dipengaruhi juga oleh bobot. Ekstraksi daya X-Town yang tak sebesar sang kakak, justru bertanggung jawab atas beban 195 kg. Sementara Downtown, dengan tenaga besarnya memikul berat 178 kg saja. Sedikit banyak, hal ini harusnya terasa di lapangan nanti.

Kalau ukuran bodi kurang lebih menyerupai. Panjang X-Town 2.235 mm, lebar 780 mm, serta tinggi 1.370 mm dan jarak sumbu roda 1,55 meter. Downtown juga segitu, hanya lebih panjang 15 mm, tingginya 1.310 mm, sementara jarak sumbu roda 1,55 meter pula. Mirip.

Akan terasa berbeda kalau sudah duduk. X-Town terbilang lebih ramah bagi postur Indonesia. Jarak jok ke tanah 785 mm: Agak jinjit namun dapat ditolerir. Sementara ukuran Downtown tembus 810 mm, ditambah sadel cukup lebar. Untuk hal ini, rasanya jagoan baru Kymco mengakomodir posisi duduk lebih baik bagi tinggi badan standar.

Soal kenyamanan tak perlu ditanya lagi. Kedua motor benar-benar lega. Kursi pengendara dan penumpang terpisah undakan tinggi. Dapat sekaligus menyangga pinggul supaya nyaman berlama-lama. Material jok juga memakai busa empuk berbungkus motif kulit.

Area dek pengendara dijamin leluasa. Salah satu khas skutik berukuran ini, ada tambahan pijakan sampai depan. Kaki dapat direnggangkan jika sewaktu-waktu diperlukan. Plus, keduanya punya windshield tinggi – mengempas angin saat perjalanan jauh.

Ruang penyimpanan? Baik X-Town dan Downtown punya bagasi super besar. Begitu Anda membuka jok, tersedia tempat yang muat untuk diisi helm full face dan half face sekaligus. Tengahnya pun masih sisa buat menyimpan perlengkapan harian lain. Lebih praktis lagi, ketika jok dibuka ditopang batang shock, memudahkan proses pengakomodiran barang.

Kymco downtown 250i

Kelengkapan Fitur

Kalau secara fisik, panel instrumen tampak mirip. Pasalnya kedua motor mengenakan kluster analog untuk penunjuk kecepatan dan putaran mesin, sementara sisanya dipresentasikan pada layar tengah. Baru saat dinyalakan ketahuan, X-Town memiliki lebih sedikit data ketimbang Downtown.

Hanya tertera informasi voltase aki, waktu, suhu, odometer dan dua trip meter. Punya Downtown berpenampilan lebih atraktif, sekaligus lengkap. Di samping hal disebutkan tadi, ada data konsumsi bahan bakar rata-rata, pengingat ganti oli, sampai temperatur mesin.

Justru di area bawah Downtown ketinggalan. X-Town memasang ABS dua kanal pada cakram tiga piston 260 mm di depan dan 240 mm di belakang. Sayangnya sang kakak sama sekali tak punya. Padahal sudah menjadi perangkat wajib, apalagi di skuter senilai ini.

Baca Juga: Tahukah Anda? Banyak Hal Unik dari Kymco Downtown250i

Lantas urusan pencahayaan, mereka serempak memakai bohlam H7 untuk lampu utama. Belum LED. Namun bagian sisi mika sama-sama dihias DRL. Baru di belakang, semua diberi cahaya dioda, lengkap sampai sein.

Kelekatan manusia dengan gawai turut diakomodir, atas disediakannya soket listrik. Malah tipenya USB Port, tak butuh konektor tambahan lagi. Lubang di kiri laci cukup untuk diletakkan handphone, bahkan ada penutup serta pengunci. Hal ini begitu fungsional, mengingat jenis motor memang untuk dibawa jalan jauh. Paling tidak aman dari cipratan air.

Kymco X-Town 250i

Desain

Beda total. Bahasa desain satu sama lain sama sekali tak beririsan. Wujud Downtown boleh dibilang cukup ekstrem untuk selera Tanah Air. Mungkin fasad “paruh burung” tak bakal mudah disukai oleh banyak kalangan di sini.

Shield benar-benar besar, seperti tak proporsional dengan sisi samping dan belakang. Lebih banyak ditemukan garis lancip di muka. Termasuk dual split headlamp-nya. Lampu belakang juga nyentrik. Agak kental nuansa Eropa.

X-Town lebih banyak dipahat mengotak. Tarikan garis dari tebeng, headlamp, sampai ke samping dan belakang kebanyakan presisi. Kesan pun lebih sporty, hal yang jamak disukai di Indonesia. Dan memang jelas terlihat, sampai pengenaan pelek palang bak mobil eksotis.

Benang merah yang menyatukan mereka, sama-sama bulky dan berotot. Panel bodi kebanyakan beralur menyiku. Dan soal pengemasan kelir, Kymco sepakat tak menyajikan warna-warna cerah. Semua dikemas monoton, mungkin demi mempertahankan kesan mewah-nya.

Harga

Satu hal lagi yang membedakan tentu harga. X-Town diposisikan sebagai kelas pemula 250 cc, karena itu banderolnya Rp 62,5 juta OTR Jakarta. Meski begitu, soal perangkat deselerasi selangkah di depan. Sementara Downtown, dengan keunggulan performa serta kelengkapan data layar instrumen, dijual Rp 68 juta OTR Jakarta. (Hlm/Odi)

Baca Juga: Kymco GP125 Menjadi Pesaing Berat Yamaha FreeGo, Seberapa Menarik Spesifikasinya?

Komparasi Kymco X-Town 250i vs Kymco Downtown 250i

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store