jakarta-selatan
kali dibagikan

Kilas Balik Perjalanan Honda Supra di Indonesia (Part-2)

  • 15 Jul, 2019
  • 3090 Kali Dilihat

Sesuai tuntutan zaman, Supra atau Astrea Supra lahir menggantikan sang legenda motor bebek Honda, Astrea Grand. Ia mulai mengaspal di Indonesia dari 1997, dikenal sebagai motor irit, tarikan responsif serta mudah perawatan. Dari semula memakai embel-embel Astrea, dirinya berevolusi hingga sekarang berlabel GTR 150. Lalu, bagaimana kisah ‘Si Supra’ bisa bertahan sampai sekarang? Kita telusuri perjalanan model-modelnya.


Astrea Supra



Generasi pertama masih mengusung nama "Astrea", sehingga secara resmi disebut sebagai Astrea Supra. Karena nama itu, banyak orang terkadang menyebut dengan julukan "Suprea", istilah kombinasi "Supra" dan "Astrea".


Berkapasitas mesin 97,1 cc (100) berkode C100 yang berjenis sama dengan keluarga Astrea. Memakai indikator gear di panel speedometernya, atau bisa dikatakan pertama diterapkan oleh AHM. Bodinya ramping dan modern di zamannya. Rem depan belakang masih teromol dan bobot motor juga tergolong ringan, hanya 99 kg sehingga mudah dikendarai.


Supra X



Dua tahun merengkuh sukses, AHM mengupdate motor itu dengan menambahkan rem cakram depan yang bernama Honda Supra X. Masih membawa mesin yang sama, generasi kedua itu sudah tidak lagi menggunakan nama Astrea. Stripping tersedia berbagai macam dengan warna atraktif. Model itu makin menambah laris Supra series di Indonesia.


Supra XX dan V



Masuk 2002, AHM meluncurkan dua varian baru. Supra XX yang dilengkapi kopling manual dengan rem cakram depan. Lalu V, serupa dengan XX, namun dengan rem teromol dan hanya kick starter. Dengan karakter mesinnya yang memang didesain untuk “nyantai”, kedua seri itu kurang mendapat sambutan di masyarakat. Alhasil, model itu tidak sukses di pasaran dan dihentikan produksinya pada 2004.


Supra Fit



Di tahun yang sama, untuk memantapkan dominasi, AHM kembali mengeluarkan varian Supra edisi ekonomis berlabel Fit. Motor itu memiliki desain yang berbeda, terlihat pada lampu depan (double headlight bulb) serta perubahan kecil pada stoplamp. Fit adalah versi hematnya, masih pakai karburator dari keluarga C 100. Bisa dibilang, Fit lahir untuk membendung laju penjualan motor Cina.


Mesin 100 cc itu tetap bertahan hingga 2010 melalui Fit X dan Fit S di 2007. Tetapi, keduanya diskontinu pada 2011 dan digantikan Revo 110, sebagai motor bebek pertama Honda bermesin 110 cc. Sekadar informasi, Fit menemani Supra hingga 2009-2010, bersamaan dengan hadirnya generasi ketiga.


Supra X 125 dan X 125 PGM-Fi



Pada 2005, generasi ketiga lahir dengan nama Supra X 125. AHM merombak total tampilannya. Desain lebih membulat dengan mesin 125 cc hasil pengembangan dari Honda Karisma. Selang setahun, Supra X 125 PGM FI muncul. Inilah bebek pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi injeksi bahan bakar PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Perbedaannya hanya di sistem pengabutan bahan bakar yang sudah injeksi serta warna bodi dan striping saja.


Memiliki desain yang modern saat itu, dengan desain leg shield 3D, lampu sein di bodi depan, secure key shutter, digital spedometer, dan spion model baru. Motor itu laris di pasaran karena terkenal bandel, irit ,tenaga yang responsif dan mudah perawatan. Pada tahun yang sama, AHM juga melepas varian tambahan untuk Supra Fit dengan nama Fit R, yang dilengkapi pelek racing.


New Supra X 125


Di 2008, Honda menyegarkan tampilan bodi si ‘Raja Bebek’, menjadi New Supra X 125. Masih mengusung mesin yang sama, SOHC 4-stroke 2 katup 125cc dengan sistem suplai bahan bakar Fuel Injection. Hadir dengan dua varian, pelek racing dan jari-jari. Berbeda dengan model sebelumnya, knalpot lebih sporty (namun pelindung knalpot sudah ditiadakan), lampu sein menyatu dengan lampu senja, serta indikator bensin digital. Pedal tuas gigi berubah seperti motor sport yang dapat diungkit, serta striping sporty yang membuat penjulan motor itu laris. Pada 2010, masing masing berganti nama menjadi CW (pelek racing) dan SW (pelek jari-jari).


Supra X 125 Helm-In dan Helm-In PGM-Fi



Pengujung 2011, AHM merilis Supra X 125 Helm in. Menawarkan nilai fungsional baru melalui kelapangan bagasi dengan kapasitas total 19,5 liter atau bisa memuat 1 helm fullface. Ditambah tangki BBM dengan kapasitas terbesar di segmen bebek, 5,6 liter, serta memiliki desain yang modern-elegan dilengkapi dengan mesin yang bertenaga dan efisien. Masih mengandalkan mesin 125cc, karburator dan setia dengan kopling otomatis. Secara keseluruhan, motor itu terlihat besar dan joknya juga lebar, efek dari jok lebar yaitu nyaman dikendarai namun agak menyulitkan untuk orang yang berpostur agak pendek.


Setahun kemudian, Honda mengeluarkan versi injeksi dari Supra X Helm In. Desain masih tetap sama hanya berubah di sistem pengabutan bahan bakar yang sudah injeksi serta warna bodi dan striping yang lebih mewah.


Supra X 125 CW Facelift


Hingga 2013 tanpa ada perubahan, akhirnya di 2014 melahirkan Supra X 125 CW Facelift SOHC generasi terbaru. Tampilannya jadi semakin runcing dan terdapat tambahan fitur berupa soket charger di bagasi dan gantungan barang di dek tengah. Sudah cakram depan dan belakang.


Supra GTR 150



Berjalan dua tahun, produsen motor berlogo ‘Sayap Mengepak’ itu kembali meluncurkan bebek berkopling manual, kali ini namanya Supra GTR. Membawa konsep turing, dengan mengadopsi mesin yang sama dengan milik Honda Sonic 150R. Mesin 150 cc DOHC PGM-Fi manual clutch, radiator, 6 speed yang mampu menyemburkan tenaga buas 16,3 dk.


Sudah monoshock, ban ukuran besar dan led headlight. Membuat motor itu tampil gagah dan modern. Ia hadir untuk bersaing dengan Yamaha Jupiter MX King yang sudah lahir lebih dulu.


Begitulah perjalanan panjang ‘Si Supra’, salah satu motor Honda yang masih eksis hingga sekarang. Sejak pertama kali diluncurkan, ia pernah mendominasi pasar motor bebek nasional dengan mencatatkan rekor penjualan yang luar biasa. Meski namanya sudah 'pudar' karena penjualan skutik dan sport, Supra masih memiliki banyak penggemar. Tidak salah bila gelar ‘Raja Motor Bebek’ disematkan padanya.


Sebagai informasi, merek Supra ternyata hanya untuk pasar Indonesia. Untuk kawasan Asia dikenal sebagai Honda Wave (wilayah ASEAN), Honda Dream (Jepang, Cina dan Korea), atau Honda Future (India dan Asia Selatan). (Bgx/Odi)


Foto: Berbagai sumber


Baca Juga: Kilas balik Perjalanan Honda Supra di Indonesia (Part-1)

Harga dan Promo Varian Supra X 125 FI

  • Spoke FI | Rp 16,88 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 1,2 Juta
    Angsuran Rp 787.000
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo
  • CW Luxury | Rp 17,93 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 1,3 Juta
    Angsuran Rp 820.000
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo

Video Honda Supra X 125 FI

Lihat video terbaru Honda Supra X 125 FI untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Honda Pilihan

  • Populer
  • Komparasi