Test Ride BMW G 310 GS : Manjakan Rider dengan Kenyamanan

  • Test Ride BMW G 310 GS (1)
  • Test Ride BMW G 310 GS (1)
  • Test Ride BMW G 310 GS (1)
  • Test Ride BMW G 310 GS (1)
  • Test Ride BMW G 310 GS (1)

Lahirnya BMW G 310 GS di Indonesia mengokohkan pabrikan Jerman di pasar sepeda motor adventure entry-level. Unit ini dibangun khusus untuk biker yang doyan bertualang. Kuda besi ini memiliki desain modern. Dan yang terpenting adalah motor ini mudah dikendarai serta sangat cocok dengan postur tubuh rider Indonesia.

Desain G 310 GS tergolong mirip dengan sang kakak, lantaran memang satu keturunan dari motor adventure seri GS (Gelände/Straße). Basis mesinnya diambil dari versi jalanan G 310 R yang telah dijual di Indonesia lebih dulu. Dan kami telah menguji kuda besi ini hingga ke intinya, apa yang membuat kami terkesan? Mari kita cari tahu.

Posisi Riding Khas Keluarga GS

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Saat pertama naik ke atas tubuhnya, joknya lumayan tinggi. Ya, termasuk motor jangkung dan tercatat punya ketinggian kursi 835mm. Meski demikian, dengan postur 173cm kaki masih mudah menggapai tanah walau agak sedikit jinjit. Mulanya hal ini mengurangi kepercayaan diri dalam menunggangi G 310 GS, apalagi distribusi beban lebih berat di depan. Namun ternyata hal itu tidak berlaku ketika dibawa riding. Tempat duduk tinggi seakan memberi keuntunggan untuk melahap beragam kontur jalan.

Kala kedua tangan mulai menjulur ke bagian stang, badan jadi agak tegak dan sedikit condong ke depan, tapi tetap berikan posisi rileks. Tak terlalu tinggi ataupun rendah. Walau berprofil lebar, motor masih mudah dikendalikan. Dari situlah semua tercipta ergonomi berkendara yang nyaman. Kami memberikan nilai plus untuk hal ini. Ciri khas berkendara GS masih tercipta. Pandangan jadi lebih luas saat berkendara.

Menurut kami 310 GS sangat memanjakan rider. Diwujudkan dari bentuk jok yang punya kontur empuk, baik untuk di bagian pengemudi ataupun pemboncengnya. Dengan desain sedemikian rupa maka tubuh pengendara bisa ditopang dengan baik dan kenyamanan dapat terjaga.

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Sebagai motor adventure jarak jauh, nyamankah digunakan sehari-hari? Menurut kami bisa saja, tapi Anda harus berkompromi dengan mesin yang hangat ketika kondisi stop & go berlebihan. Koplingnya juga tergolong ringan, tangan jadi tak mudah pegal. Perpindahan gigi terbilang smooth, tapi ketika mencari gigi netral lumayan sulit. Konsumsi bahan bakarnya tercatat 20,4 Kpl saat dipakai berkendara sejauh 104 km. Angka ini kami dapat melalui panel instrumen digital G 310 GS yang sangat informatif.

Baca juga: Road Test Royal Enfield Meteor 350: Potensi di Balik Tampilan Sederhana

Performa Responsif

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Anak kunci mulai putar ke arah ON dan mesin pun kami hidupkan dengan electric starter. Irama enjin terdengar kuat, bukaan gas juga terbilang responsif. Tapi jangan kaget ketika mendengar suara menggelitik, sebab itu salah satu karakter atau ciri khas motor Eropa. Getaran mesin pun sangat terasa hingga pangkal paha, namun semua itu tertutup ketika sudah membuka gas dan mendengar raungan mesin.

Performanya sudah bisa kita dibayangkan. Walau tergolong GS entry level yang cuma berkapasitas 310 cc, jambakan dari transmisi 1 hingga 3 benar-benar terasa. Tiap perpindahan gigi, nafasnya cukup panjang. Saat mencobanya di jalan raya, buat menyalip kendaraan lebih besar terasa mudah. Meski berkarakter overstorke (80mm x 62,1mm), putaran bawahnya tak ada jeda. Tenaga dari bukaan gas setiap gigi juga responsif.

Kami juga sudah menjajalnya di medan light off-road di Kawasan Jonggol, Jawa Barat. Dan kalimat pertama yang terpintas saat itu, ‘sungguh menyenangkan’. Ya, kala melalui jalur makadam dan bertanah, kuda besi ini dapat melahap dengan mudah. Power yang disalurkan ke roda belakang melaui rantai Z-ring dapat terjaga. Ketika dihadapkan dengan tanjakan curam, performa cukup baik. Tak perlu plintir gas hingga rpm tinggi, cukup buka gas sedikit motor ini dapat menanjak dan melesat dengan cepat. Itu karena motor ini memiliki torsi yang berlimpah di setiap tranmisinya.

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Secara catatan pabrik, BMW G 310 GS mengadopsi mesin 313 cc, Water-cooled, single-cylinder 4-stroke. Uniknya, posisi silinder diputar 180 derajat dan agak dimiringkan. Jadi, lubang intake, throttle body, dan air box-nya pindah ke depan, dan terletak di bawah komstir. Keunggulannya yakni menghasilkan tenaga maksimal dan menghemat penggunaan bahan bakar. Serta dapat menambah kestabilan motor saat digunakan dalam kecepatan tinggi.

Ia mampu menghembuskan daya hingga 34 Hp pada 9.500 rpm, serta torsi maksimum sebesar 28 Nm pada 7.500 rpm. Dengan torsi lumayan besar, jelas membuat motor ini sangat mudah melibas tanjakan yang cukup terjal. Bagaimana penyalurnya? BMW masih mengadopsi sistem transmisi konvensional. Hasil kolaborasi dengan TVS ini menggunakan girboks enam percepatan tanpa bantuan perangkat elektronik canggih.

Handling dan Suspensi

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Tangan kiri mulai menarik tuas kopling dan kaki kanan mulai menekan untuk memasuki first gear. Pedal gas diputar, kekhawatiran karena dimensinya yang jangkung dan distribusi bobot di depan seakan sirna. Pengendalian juga lincah, masih pas untuk dipakai selap-selip di jalanan padat ibukota. Kopling juga terasa empuk dan perpindahan gigi terbilang smooth. Ditambah posisi berkendara yang rileks, lantaran stang lebar dan posisi kaki ergonomis.

Urusan bobot G 310 GS sebetulnya tak jadi soal walau memiliki berat 169,5 kg. Tidak perlu tenaga ekstra untuk dapat bermanuver saat perjalanan touring. Saat melewati medan terjal yang didominasi trek bergelombang dan berlubang, sasis tipe tubular dan peredam kejut dari Showa juga mendukung kestabilan.

Penggunaan supensi upside-down berdiameter 41 mm di depan dan belakang tunggal membuat bantingan motor terasa nyaman. Saat melalui jalanan aspal berlubang dengan kecepatan tinggi juga tak perlu khawatir terjadi bottoming. Sebab jarak main kedua peredam kejut ada diangka 180mm.

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Namun bila ingin bermanuver di tikungan, harus sedikit berhati-hati ketika menekan tuas rem dalam. Lantaran suspensi depannya langsung ambles dan membuat tubuh condong ke depan. Meski demikian, sistem pengereman punya bekalan canggih. Sudah tersemat anti-lock braking system (ABS) dual channel.

Perangkat keras pengereman dengan cakram 300mm di bagian depan digigit oleh kaliper Bybre empat pot yang dipasang secara radial. Belakang dengan cakram 240mm. Mengingat aspirasi off-road ringan GS, ABS dapat dinonaktifkan melalui tombol terintegrasi yang rapi di konsol switchgear kiri.

Pengendalian juga dapat terjaga karena menggunakan kombinasi profil ban cukup lebar. Pada bagian kaki-kaki dengan cast wheel berdiameter 19 inci di depan dan 17 inci di belakang. Masing-masing gunakan ban Metzeler Tourance tubeless premium berukuran 110/80 dan 150/70. Kontur ban yang terpasang masuk ketegori dual purpose, jadi terasa ajeg di jalan aspal dan aman melewati medan berbatu.

Desain Berkarakter

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Kesan pertama saat menerima kunci, motor ini memiliki dimensi yang kompak. BMW G 310 GS terlihat chunky dan membawa DNA GS dari kakak-kakaknya. Dimulai dengan velg depan dan belakang berukuran off-size, suspensi long-travel, serta bagian depan ‘berparuh’, dengan bangga menunjukkan dirinya sebagai anggota keluarga GS. Sepeda motor terlihat sangat berkarakter.

Di bagian konsol, sudah full digital. Sayang layarnya masih menggunakan LCD biasa bukan unit TFT penuh warna. Agak sulit melihat informasi seputar bukaan rpm, gear position dan takaran bahan bakar karena pantulan sinar matahari. Bagi kami mungkin hal itu tidak menjadi masalah karena feeling kami sudah menyatu dengan motor.

Secara dimensi memang jauh dibanding R 1200 GS, tapi GS kecil ini tetap berikan kesan perkasa. Tampilan tinggi dan lebar cukup mengagumkan. Bagian depan gunakan lampu depan yang sama dengan saudaranya bertipe naked bike, tetapi wajahnya sangat berbeda. Itu berkat paruh gaya ADV yang besar dan kaca depan kecil di atasnya. Windshield ini terlihat pas dan berfungsi dengan baik. Berikan beberapa tingkat perlindungan angin dan memungkinkan banyak udara menyegarkan ke dada dan helm.

Test Ride BMW G 310 GS (1)

Profil samping GS juga sangat menarik, berkat cetakan panel tiap sisi yang mirip dengan sang kakak. Walau tampak besar, tangkinya cuma bisa menampung 11 liter bahan bakar. Ditambah shroud yang mengapit penampung bensin mengarah ke depan. Di bagian itu dibuat menjadi menjadi tiga bagian. Karena GS yang kami pakai merupakan varian adventure, ada tambahan engine dan bodyguard, Jadi tampak gagah dan kokoh. Selain itu tentu saja buat menambah keamanan kalau motor terjatuh.

Lebih menarik lagi ia pakai suspensi upside down berwarna emas. Dirinya juga punya pelindung bawah mesin. Sementara area fatbar justru dibiarkan polos tanpa handguard. Meski demikian, disematkan reflektor di sepatbor depan. Berikan keamanan ekstra dari sisi samping.

Dia gunakan kursi model menyatu, mengerucut di bagian pengemudi dan lebih lebar di bagian pembonceng. GS menggunakan lampu belakang yang dipasang di fender. Ditambah dengan rak bagasi aluminium besar, jadi bisa langsung diaplikasikan dengan boks penyimpanan dan berfungsi pula sebagai pegangan ganda. Buat kami, komponen itu bermanfaat untuk mengikat tail bag.

Kesimpulan

Test Ride BMW G 310 GS (1)

BMW Motorrad Indonesia sukses menghadirkan motor adventure yang bermain di segmen kelas 300 cc (model dual purpose). Selain tampilan yang kental dengan gaya Eropa, torsi mesin terbilang cukup untuk menjajal trek medium enduro.

Selain itu sangat memadai untuk penggunaan sehari-hari dalam kota. Apalagi karakter suspensinya lembut, tentu membuat pengendaranya makin jatuh hati pada G 310 GS ini. Soal penggunaan pada medan off-road, tidak perlu diragukan lagi, ia siap untuk diajak berkotor-kotoran atau manuver berat sekalipun.

Di sisi lain, kami cukup yakin dengan mengganti ban tipe dual purpose yang lebih kasar, ia mampu diajak ke medan trek adventure yang sedikit lebih ekstrem. Handling sangat nyaman, keamanan pengereman dengan sistem ABS pun mampu membuat motor tidak mudah tergelincir. Sayang G 310 GS tidak menghadirkan varian dengan velg model jari-jari yang mampu bergerak dinamis di atas permukaan jalan tidak rata dibandingkan model cast wheel yang lebih rigid.

BMW G 310 GS ini bisa menjadi pilihan menarik bagi Anda yang mencari motor adventure di kelas 300cc. Dengan harga yang ditawarkan Rp 133 juta (Standar) dan Rp 142 juta (Adventure) off the road, ia menawarkan kenyamanan yang tidak dimiliki oleh kompetitornya. (Bgx/Tom)

Baca juga: Road Test Suzuki Hayabusa: Menjawab Ekspektasi Fanatis yang Skeptis

Jelajahi BMW G 310 GS

Model Motor BMW

  • BMW C 400 X
    BMW C 400 X
  • BMW R 18
    BMW R 18
  • BMW R 18 Classic
    BMW R 18 Classic
  • BMW C 400 GT
    BMW C 400 GT
  • BMW F 900 R
    BMW F 900 R
  • BMW M 1000 RR
    BMW M 1000 RR
  • BMW R 1250 RT
    BMW R 1250 RT
  • BMW K 1600 B Grand America
    BMW K 1600 B Grand America
  • BMW F 750 GS
    BMW F 750 GS
  • BMW R 1250 GS
    BMW R 1250 GS
  • BMW R 1250 GS Adventure
    BMW R 1250 GS Adventure
  • BMW G 310 GS
    BMW G 310 GS
  • BMW F 850 GS
    BMW F 850 GS
  • BMW R Nine T Urban G/S
    BMW R Nine T Urban G/S
  • BMW F 850 GS Adventure
    BMW F 850 GS Adventure
  • BMW K 1600 B
    BMW K 1600 B
  • BMW HP4 Race
    BMW HP4 Race
  • BMW S 1000 RR
    BMW S 1000 RR
  • BMW G 310 R
    BMW G 310 R
  • BMW R Nine T Scrambler 
    BMW R Nine T Scrambler 
  • BMW S 1000 XR
    BMW S 1000 XR
  • BMW R Nine T
    BMW R Nine T
Motor BMW
  • Yang Akan Datang

Video Motor BMW G 310 GS Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor BMW G 310 GS

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Adventure Touring