Oto
jakarta-selatan

Terbit Petisi Recall Honda PCX, Ini Tanggapan AHM

  • 12 Apr, 2019
  • 1712 Kali Dilihat

Petisi untuk melakukan recall Honda PCX diterbitkan seorang pengguna. Tiga poin utama disampaikan melalui laman petisi online change.org. Beberapa problem yang diutarakan: terjadi “gredek” atau getaran di rpm rendah, tarikan gas berat dan kasar di rpm rendah, lalu motor mendadak mati. Lebih dari 1.000 orang ikut menandatangani petisi ini. Lantas apa tanggapan pabrikan?


Honda PCX, Motor Fenomenal 2017


General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen dan distributor motor Honda, Ahmad Muhibuddin, memberi tanggapannya; “Kalau petisi terkait produk PCX, unitnya kami tak bisa menjustifikasi benar atau tidaknya. Cek dulu kondisi motornya seperti apa. Kemudian dilihat habit konsumen dan kebiasaan penggunaan, detailnya seperti apa. Sehingga nanti bisa disimpulkan masalah itu. Kalau ada konsumen yang alami masalah, atau keluhan pada motornya (PCX) bisa langsung dibawa ke AHASS terdekat. Bisa mengadu juga ke call center kami,” terang Muhibuddin ketika kami temui, kemarin (11/4) di Jakarta.


Andreas Priyanto, si penulis petisi menyampaikan keluhan dalam web itu. “Hari Sabtu 06 April 2019, sekitar pukul 20:00 motor PCX saya tiba-tiba mati. Kunci kontak (knop) tidak bisa diputar ke posisi ON dari posisi OFF. Dan indikator lampu tidak menyala, padahal indikator di remot berwarna hijau. Kemudian saya mencoba mencoba menekan tombol alarm dan tombol answer-back secara bergiliran. Namun buzzer berbunyi pelan (dalam keadaan normal bunyinya keras),” akunya.


Lalu masalah lain juga disampaikan pada Petisi Recall Honda PCX. Andreas mengaku, “gredek” pada CVT juga disampaikan pada Honda Astra Care dan diberi respons positif. Namun solusi yang diberikan pihak Ahass konon tidak menyelesaikan masalah. “Saya harus bolak-balik ke bengkel AHASS dan mengantre sekitar dua jam untuk mengklaim servis garansinya. Tetapi tetap saja motor bermasalah. Saya tidak bisa selalu ke bengkel karena bekerja,” tambahnya.


Keluhan “gredeg” itu dibenarkan adanya, ungkap Muhibuddin. Dan pihaknya berupaya menangani itu. “Jadi tidak bisa digeneralisasi produk itu bermasalah. Kalau ada satu atau dua memang iya. Tapi ya itu, harus case by case. Tidak bisa disamakan, motornya seperti apa. Kalau (harus) recall itu kejadiannya masif dan jumlahnya banyak. Karena tiap motor punya problem masing-masing. Yang pasti sepeda motor yang kami pasarkan, sudah melalui beragam uji yang bisa dipertanggungjawabkan. Hampir semua produk otomotif seperti itu. Bahkan sebelum produksi massal, unit sudah dites sekian kilometer,” tukas Muhib.


Ia mengimbau, agar konsumen terkait untuk segera menghubungi call center. Mereka menjanjikan penanganan dan mencari akar masalahnya. Sumbernya bisa dari produk PCX atau kebiasaan dari berkendara konsumen. Itu yang bakal diteliti oleh mekanik AHM, untuk diberikan solusi perbaikannya. Dan terkait garansi, sebuah motor dikatakan punya ketentuan yang berlaku umum. (Alx/Van)


Baca Juga: Kilas Balik Perjalanan Kawasaki Ninja 250 di Indonesia

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian PCX

  • CBS | Rp27,86 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp3,8 Juta
    Angsuran Rp1,56 Juta
    Tenor 23 Months
    Lihat Promo
  • ABS | Rp31,94 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp4 Juta
    Angsuran Rp1,8 Juta
    Tenor 23 Months
    Lihat Promo

Video Honda PCX

Lihat video terbaru Honda PCX untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi