Mengenal Kymco Like Versi Listrik, Ramah juga Akomodatif

Mengenal Kymco Like Versi Listrik, Ramah juga Akomodatif
Gambar
Review Pengguna

Kymco Like yang kita kenal sekarang ini masih menggunakan mesin bakar berkubikasi 150 cc. Padahal, pabrikan Taiwan sudah punya Kymco Like EV selaku unit versi listrik. Secara tampilan tak ubahnya dengan tipe konvensional, walau nyatanya cukup banyak pembeda yang diberikan.


Pertama kali lakoni debut di EICMA 2019, skutik ini benar-benar menurunkan fasad layaknya Like 150i. Namun, terapan list berwarna biru menegaskan bahwa dialah model penerus bermesin bensin. Variasi terlihat langsung, mulai dari cover headlamp, panel meter, cover lampu belakang hingga behel untuk pegangan penumpang. Mewah karena menggunakan aksen krom. Ada pula penegas lain yakni bersandingnya inisial EV dengan logo Like di area tepong.


Like EV


Tentu saja Like EV tak memiliki knalpot maupun perangkat CVT. Itu lantaran ia berbekal baterai dan motor listrik sebagai penggerak. Otomatis pula tidak memerlukan saluran buang karena niremisi. Sebaliknya putaran roda belakang dipicu oleh tegangan baterai Lithium-ion 50 volt. Dari motor tersebut keluaran daya 3.200 watt atau setara 4,29 Hp. Tak lebih besar daripada skutik 110 cc. Tapi, Like EV mampu menjangkau catatan torsi hingga 124 Nm.


Baterainya sendiri terletak di area dek dan terbungkus cover. Pasti umum buat pemilik Honda Beat karena di situlah aki motor berada. Namun, ruang kepunyaan skutik Taiwan lebih besar lantaran menyimpan dua unit baterai IONEX. Ruang itu pula yang sekaligus menggantikan peran tangki bensin pada Like 150i. Dan, tetap rata karena sejatinya tak ada perubahan pada bagian ini. Untuk baterai sudah swapable alias bisa dicopot jika pemilik ingin mengisi ulang daya. Namun tersedia pula soket di bawah jok sebelah kanan untuk pengisian lewat listrik rumahan.


Baca juga: Road Test Kymco Like 150i (Part-1): Pesona dan Muslihat Skutik Taiwan


Nah, berkat penempatan baterai itulah Kymco berhasil mempertahankan kapasitas bagasi di bawah jok. Bandingkan dengan Honda PCX Electric karena mengorbankan sendikit muatan bagasi untuk menyimpan baterainya. Selain berfungsi untuk menaruh barang bawaan, juga dapat dimanfaatkan untuk membawa baterai cadangan. Bagasi Like elektrik punya kemampuan menaruh barang hingga 27 liter. Untuk penggambaran, sanggup menampung tiga unit baterai IONEX sekaligus. Pun demikian pada ruang di bawah kemudi. Tetap dapat dimanfaaatkan untuk meletakan barang-barang semisal sarung tangan, dompet atau smartphone. Plus ketersediaan USB port untuk mengisi ulang daya gawai.


Kymco Like EV


Penyegaran justru terjadi pada area panel meter. Nuansa futuristis makin terasa berkat adanya perubahan. Penampang informasi di sebelah kirinya sekarang tak lagi terpisah. Selain data fundamental, terdapat pula indikator pemakaian baterai Like EV. Sementara model layar bulat di kanan, tetap berfungsi menampilkan kecepatan, putaran mesin dan sematan teknologi Noodoe, seperti navigasi ala Kymco. Sementara di bawahnya terdapat indikator seperti lampu jauh, sein beserta baterai. Ada satu yang menarik di sini. Terdapat indikator bertuliskan huruf R dan tanda seru (!). Tak ada penjelasan menyoal ini, meski rasanya berkaitan dengan kapasitas baterai.


Urusan dimensi juga tak kalah penting. Kymo Like EV memiliki P x L x T: 1.935 x 690 x 1.145 mm. Sedikit lebih lebar dan tinggi ketimbang Like 150i. Namun dengan ketinggian jok 805 mm, kami kira tak berbeda dengan versi konvensional. Pun halnya dengan ground clearance, walau nyatanya Like EV menggunakan paduan ban 110/70-12 dan 120/70-12 (depan-belakang). Sedangkan Like 150i: 110/70-12 dan 130/70-12. Sayangnya unit bertenaga listrik tak punya disc brake sebagai penghenti laju roda belakang. Piringan cakram hanya berlokasi di roda depan saja.


Kymco Like EV


Secara keseluruhan, Kymco Like EV tetap layak bersaing. Dengan catatan kultur penggunaan kendaraan listrik di Indonesia semakin besar. Pasalnya, Kymco mesti menyiapkan infrastruktur yang dipastikan tidak murah. Satu diantaranya adalah menyangkut ketersediaan charging station untuk baterai IONEX-nya. Tentunya pula meliputi harga jual. Logikanya unit bakal lebih mahal karena didatangkan secara CBU dari Taiwan. Di sisi lain ada keuntungan dengan membeli sepeda motor listrik, berkat pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) kendaraan listrik. Memang masih terbatas di DKI Jakarta, walau tidak menutup kemungkinan berlaku di semua wilayah Indonesia. (Ano/Tom)


Sumber: Kymco


Baca juga: Test Ride Royal Alloy GP200S: Selisik Perbekalan Sang Pendatang tanpa Seremoni (Part-1)

Jelajahi Kymco Like 150i

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store