Tak Ada Subsidi Motor Listrik 2026, Industri Diminta Lebih Kreatif
Kemenperin Fokus pada Konsolidasi Pasar, Industri Targetkan Penjualan 75.000 Unit
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan tidak akan memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik sepanjang 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, sekaligus mengakhiri spekulasi di masyarakat yang selama ini masih menunggu kelanjutan subsidi.
KEY TAKEAWAYS
Kapan terakhir kali insentif motor listrik diberikan?
Program subsidi motor listrik berjalan sejak Maret 2023, namun dihentikan menjelang akhir 2025Berapa nilai insentif motor listrik sebelumnya?
Nilai bantuan mencapai Rp7 juta per unit, baik untuk pembelian baru maupun konversiAgus menegaskan, kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi fiskal negara secara menyeluruh. Berdasarkan perhitungan biaya dan manfaat, insentif motor listrik tidak masuk dalam prioritas utama sektor otomotif untuk diajukan kepada Kementerian Keuangan.
“Motor listrik tidak diberikan insentif tahun ini. Pertimbangannya di mana kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi dan lebih bermanfaat bagi perekonomian keseluruhan,” ujar Agus, dikutip dari Kompas.com, dalam Indonesia Semiconductor Summit 2026 di Bandung, Jumat (30/1).

Sebelumnya, pernyataan serupa juga disampaikan Agus kepada Kontan pada Sabtu (31/1). Ia menekankan bahwa Kemenperin memang tidak mengajukan keringanan fiskal untuk kendaraan listrik roda dua pada tahun ini. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pembelian hanya karena menunggu bantuan pemerintah.
Kepastian tersebut sekaligus menandai berakhirnya era subsidi motor listrik yang sempat berjalan sejak Maret 2023. Program insentif awalnya diberikan untuk pembelian unit baru maupun konversi, dengan nilai bantuan mencapai Rp7 juta per unit. Namun, implementasi awal dinilai kurang optimal akibat persyaratan yang cukup rumit.
Melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023, aturan kemudian disederhanakan. Syarat pembelian cukup menggunakan KTP untuk satu nomor induk kependudukan (NIK). Pada 2023, anggaran insentif mencapai Rp1,75 triliun, terbagi untuk 200 ribu unit motor listrik baru serta 50 ribu unit konversi.
Foto: Maka MotorsMemasuki 2024, kebutuhan anggaran meningkat menjadi Rp5,25 triliun dengan kuota 600 ribu unit baru dan 150 ribu unit konversi. Namun, realisasi penyerapan dinilai tidak maksimal. Pemerintah akhirnya memangkas kuota insentif menjadi 50 ribu unit pada pertengahan tahun lalu.
Sejak pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto, kebijakan insentif motor listrik tidak lagi dilanjutkan. Artinya, hampir satu tahun terakhir produsen menjual produknya dengan harga normal. Kondisi ini turut memengaruhi pasar, di mana minat konsumen cenderung menurun dan sejumlah merek baru terpaksa menghentikan operasional akibat tekanan penjualan.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik roda dua tetap menjadi perhatian jangka panjang pemerintah. Peluang pemberian insentif disebut masih terbuka pada 2027, bergantung pada hasil evaluasi lanjutan serta kondisi fiskal di masa mendatang.

Di sisi industri, pelaku usaha mulai menyusun strategi yang lebih realistis. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, ketiadaan subsidi menuntut produsen lebih kreatif dalam skema penjualan, pembiayaan, serta penguatan layanan purnajual.
Berdasarkan data SRUT Kemenhub, penjualan motor listrik sepanjang 2025 tercatat sekitar 55.059 unit. Untuk 2026, Aismoli menargetkan peningkatan bertahap menjadi 75.000 unit. Target tersebut dinilai cukup sehat apabila kondisi pasar tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita enggak muluk-muluk. Kalau sekarang 55.000 unit, naik sekitar 25.000 unit saja sudah cukup baik. Namun, dengan berbagai strategi, kami optimistis bisa menembus minimal 100.000 unit,” ujar Budi.
Dengan tidak adanya insentif pada 2026, industri motor listrik nasional kini memasuki fase konsolidasi. Fokus utama bukan lagi mengejar pertumbuhan agresif, melainkan menjaga keberlangsungan pasar sembari memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik roda dua. (BGX/ODI)
Baca Juga:
Alva Telah Menjual 10.000 Unit, Pengiriman Spesial Dirayakan di Surabaya
Baru Meluncur, Indomobil eMotor Sprinto Sudah Kantongi 500 SPK
Polytron Siap Rilis Fast Charger Portabel: Touring Motor Listrik Jadi Makin Mudah
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Motor Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Motor Terbaru di Oto
Artikel Motor dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature