Honda CT125 Meluncur di Indonesia, Beda Rp 2,3 Juta dari Super Cub C125

Honda CT125 Meluncur di Indonesia, Beda Rp 2,3 Juta dari Super Cub C125
Gambar
Review Pengguna

PT Astra Honda Motor (AHM) kembali mendatangkan sebuah motor ikonik ke Tanah Air. Setelah Honda Super Cub C125, pemegang merek Honda di Indonesia turut pula hadirkan Honda CT125. Bebek bertampang nyentrik dengan sajian knalpot ala scrambler ini dipasarkan Rp 75 juta (OTR Jakarta).

Probabilitas bakal dipasarkannya CT125 di Indonesia sebenarnya cukup besar. Walau segmented, nyatanya produk buatan Thailand cukup memikat para pehobi. Bisa Anda lihat bagaimana respons mereka terhadap Super Cub C125. Hal inipun sudah kami prediksi, bahkan tak lama pasca peluncurannya di negara asal si motor. Apalagi CT125 punya tampilan lebih atraktif.

"Honda CT125 hadir untuk memperluas kesenangan berkendara motor yang unik. Tak hanya di lingkungan perkotaan tetapi juga untuk berbagai aktivitas outdoor. Dengan performa mesin yang menyenangkan dan beragam fitur fungsional, model ini siap menemani beragam gaya hidup pengendaranya," kata Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur PT AHM saat peluncuran (19/8).

Honda CT125

Berbeda dengan Super Cub, Honda CT125 tak sekedar layak jadi teman berkendara di jalan aspal. Ia pun mampu mengakomodir penggunaan di medan light off-road - konsep dual purpose yang diturunkan langsung dari sang pendahulu Honda CA100T Trail 50. Hanya saja CT125 kini digarap dalam perspektif lebih modern.

Sebagai contoh, desain lampu depan bulat berpadu dengan desain sein kotak - ciri khas dari Honda CT. Namun, penerangan itu sudah memakai jenis LED. Pun menyoal pencahayaan lampu belakang. Lalu panel meter, jua tetap mengadopsi desain sang pendahulu - bentuk bulat dan kompak. Tapi penampang informasi kendaraan kini sudah full digital.

Baca juga: Tiga Opsi Bebek Paling Kencang yang Beredar di Pasaran

Modernitas juga turut menyasar ke sektor kaki-kaki. CT125 sudah menggunakan cakram di kedua roda (depan-belakang), bahkan dilengkapi pula sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) satu channel (roda depan). Kinerja perangkat ini ditugaskan mengawal laju ban bawaan berukuran sama yakni 80/90-17.

Lantas mengenai mesin, CT125 menggendong mesin injeksi (PGM-FI) berkapasitas total 124,89 cc. Diracik dengan bore x stroke: 52,4 x 57,9 mm dan rasio kompresi: 9,3:1, diklaim sanggup mengail daya 8,7 Hp/7.000 rp. Dan torsi 11 Nm di putaran 4.500 rpm. Keseluruhan output tersalur melalui transmisi manual empat percepatan. Perbekalan ini sejatinya mirip dengan ramuan Super Cub C125, termasuk pula penggunaan sistem pendingin udara.

Mesin

Keunikan CT125 justru terletak pada sistem starter-nya. Selain electric starter, ia juga menyediakan kick start. Sementara C125 hanya starter elektrik saja. Keberadaannya tentu cukup membantu pada beberapa situasi, semisal di cuaca dingin atau ketika perangkat mesin kemasukan air. Kendati begitu, pembeli motor ini rasanya tak perlu khawatir lantaran CT125 punya knalpot yang menjulang layaknya motor scrambler.

Utilitasnya untuk pemakaian di rute lebih berat juga didukung oleh ketersediaan skid plate dan front fender besi. Bukan cuma berfungsi melindungi mesin dari benturan benda keras. Dari segi tongkrongan pun kian kokoh bukan? Ditambah lagi ground clearance terbilang tinggi yaitu 165 mm.

Baca juga: Gambar Paten Skutik Honda Terungkap, Mirip SH150i

Meski begitu, pengendaraannya tetap bersahabat dengan dimensi total: 1.960 x 805 x 1.085 mm (P x L x T). Ketinggian jok 800 mm-nya dipadu penggunaan setang tinggi - menunjang penggunaan jarak jauh. Sayang, CT125 hanya didesain untuk penggunaan personal semata - hanya ada jok tunggal. Memang terdapat foot step penumpang, tapi tak ada jok berlapis busa di buritan. Kalau pun ingin mengendarai berdua, siapkan uang lebih untuk menambah peralatan tadi. Sebaliknya jika ingin berkendara seorang diri, area ini bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang bawaan - kapasitas maksimalnya adalah 20 kg.

CT125

Sudah kami sebutkan sebelumnya, penyajian Honda CT125 ini merupakan turunan dari Trail 50 lansiran1961. Diproduksi sebagai langkah memenuhi permintaan konsumen akan motor dengan daya jelajah lebih. Baik untuk menempuh perjalanan ke daerah pegunungan, menjaga lahan pertanian, serta menemani hobi pengendaranya seperti berkemah dan memancing. Tak berhenti di situ, 1964 pabrikan Sayap Kepak melanjutkan peredaran motor bebeknya ini lewat Honda CT200 Trail 90. Sajian serupa pun diperlihatkan kembali lewat Honda C70 ME buatan 1971 yang akrab disapa Honda Pispot.

Honda CT125 dipasarkan dalam satu varian warna saja yaitu Glowing Red. Lantas menyoal harga, ia dipatok lebih mahal dari Honda Super Cub C125 yang dibanderol Rp 72,7 juta. Menarik untuk dipinang? Lebih lanjut, Executive Vice President Director PT AHM, Johannes Loman mengatakan motor ini bisa dibeli di seluruh jaringan Honda Big Wing dan Wing dealer. (Ano/Tom)

Baca juga: Paten Desain Motor Listrik Honda Berbasis CB125R Tersebar

Jelajahi Honda CT125

Honda CT125 Rp 75 Juta Cicilan : Rp 1,71 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store