Poin yang Bikin Honda CT125 Hunter Cub Layak Dipasarkan di Indonesia

Poin yang Bikin Honda CT125 Hunter Cub Layak Dipasarkan di Indonesia
Gambar
Review Pengguna

Memang betul, Honda CT125 Hunter Cub belum dirilis di sini. Namun bukan berarti tidak mungkin. Ada pelbagai hal yang bikin ia pantas dijajakan di pasar Indonesia. Walau tergolong niche market atau ceruk spesifik, niscaya ada saja peminatnya. Untuk diketahui, sepeda motor bergaya scrambler ini kali pertama mendebut di Tokyo Motor Show 2019. Kemudian mulai disebar ke beberapa negara.


Alasan pertama ia layak didagangkan ialah sosok yang ikonik. Honda piawai dalam membangkitkan gairah pecinta otomotif dunia di kendaraan roda dua. Mulanya, pabrikan berlogo sayap ini melahirkan Honda C100H Hunter Cub 1961. Sebuah motor jadul berkubikasi 49 cc OHV 4-stroke. Model pertama menggunakan suspensi model lengan ayun depan. Dan bodi cenderung banyak lengkungan.


Honda CT125 masuk jalur produksi


Seiring perkembangan teknologi. Selang puluhan tahun ia bertransformasi menjadi Honda CT110 Hunter Cub 1981. Rupa inilah yang dijadikan pijakan untuk membesut model anyar, CT125. Sosoknya nyaris mirip, walau pasti ada penyesuaian rangka, enjin 125 cc, sistem kelistrikan. Dan kini generasi anyar memiliki sepasang rem cakram plus imbuhan Antilock Braking System (ABS) di depan.


Walau, kalau dilihat spesifikasi tak canggih-canggih amat. Lihat saja konstruksi mesin identik dengan milik Supra X 125. Tapi bukan itu yang jadi nilai jual. Honda paham betul makna value dari nilai histori sebuah produk. Apalagi sempat tersohor di zamannya. Gambarannya begini. Tatkala era 80-an mungkin bagi beberapa orang ia menjadi motor impian. Tak semua bisa membeli unit lantaran label harta tak murah.


Baca juga: Kenali Hal ini Sebelum Membeli Honda PCX


Dan sekarang sebagian orang itu – sebut saja – telah sukses. Jadi berapapun angka yang ditawarkan Honda bukan perkara lagi. Kalau dinalar dari parameter antara fitur dengan label harga pastilah tidak sambung. Perusahaan bermain di psikologi: membangkitkan kenangan lama dan limitasi unit. Di Jepang, versi off-road dari Honda Super Cub ini dilego 440,000 yen. Atau setara Rp 61 jutaan. Sebagai pembanding, Super Cub C125 ditawarkan Rp 72,7 juta OTR Jakarta. Kemungkinan bila unit resmi melantai di sini bisa di atas itu.


Kemudian peluang market Tanah Air. Indonesia merupakan salah satu pengguna sepeda motor terbesar di dunia setelah Cina dan India. Jadi tak sedikit khalayak pecinta Honda bergaya jadul. CT125 bisa menjadi barang koleksi. Apalagi kalau strategi pembatasan unit penjualan. Otomatis ia menjadi barang investasi. Kelak dalam kurun waktu tertentu, nilai jualnya bisa melonjak drastis. Bisa jadi incaran kolektor.


CT125


Spefisikasi CT125


Jantung mekanis terpasang berupa mesin SOHC 4-Tak silinder tunggal berkubikasi 124 cc. Mekanikal pacu hanya mengandalkan pendingin udara, bukan pakai radiator. Resultan pembakaran memberi dorongan maksimal 9,6 PS di 7.000 rpm. Lalu momen puntir puncak 10,7 Nm pada 4.500 rpm. Motor bebek jenjang bergaya retro ini berpijak dari struktur rangka yang sama dengan Honda Super Cub 125. Hanya saja ada beberapa bagian diperkuat untuk menunjang kapabilitas off-road.


Cahaya depan menggunakan lampu LED, sepasang lampu sein menempel di setang. Kemudian panel meter bergaya digital, suspensi teleskopik atas, rem depan dan belakang sudah cakram. Dan knalpot ditekuk ke atas ala scrambler. Kesan premium juga dimunculkan lewat pelana tunggal berbalut kulit. Persis tampilan model lawas, seolah tak lekang dimakan waktu.


Itulah sederet poin yang bikin Honda CT125 Hunter Cub layak didagangkan di sini. Andai kata Astra Honda Motor memboyong, GIIAS 2020 bisa jadi panggung pas untuk debut publik. Patut dinantikan! Ikuti perkembangan infonya di OTO.com. (Alx/Tom)


Baca juga: Bujuk Rayu Tiga Motor Mungil: Honda Monkey, Kawasaki KSR Pro dan Z125 Pro

Jelajahi Honda Super Cub C125

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store