jakarta-selatan
kali dibagikan

First Ride Vespa GTS Super Tech (Part-1): Impresi Buas Mesin HPE

  • 01 Okt, 2019
  • 431 Kali Dilihat

Momen yang ditunggu datang jua. Akhir pekan kemarin, Piaggio Indonesia menyerahkan kunci Vespa GTS Super Tech 300 pada media untuk diuji kemampuannya. Inilah Vespa terkencang sekaligus tercanggih milik mereka. Hingga tak mungkin kami menyia-nyiakan kesempatan ini. Rute Jakarta-Sentul-Puncak-Sentul dipilih. Seperti apakah rasanya ditendang mesin baru bertitel HPE?


Vespa GTS Super Tech 300


Unit yang tersedia memang terbatas. Kami dapat jatah mengendarai Vespa GTS Super Tech 300 saat melalui rute Sentul-Puncak. Tak begitu panjang memang. Namun medan yang dilalui cukup beragam walau singkat. Dari mulai lurusan datar, kemacetan, jalan berkelok hingga tanjakan.


Awalnya tuas gas kami putar pelan, dengan kondisi ASR (Anti-Slip Regulation) diaktifkan. Rasanya halus saja, namun memang sudah terasa motor ini bertenaga. Tak lama, jalan lurus di Sentul City cukup lengang. Rasa penasaran di otak tak terbendung dan spontan ditranslasikan ke tangan dengan memutar gas dalam-dalam. Rasanya? Sangat impresif.


Dari keadaan pelan hingga menyentuh angka 80 kpj bukan hal sulit. Kami tahu bisa lebih dari itu. Tapi road captain tak mengizinkan kami melaju lebih kencang dan melewatinya. Perjalanan kami lanjutkan saja dulu, mengikuti peraturan.


Sejauh ini, yang bisa dirasakan, distribusi tenaganya halus tapi tetap berisi. Tidak menjambak secara tiba-tiba. Karakter entakan kasar mesin Quasar sebelumnya, diklaim mengalami perbaikan. Dan kami setuju.


Tibalah di jalur macet yang memaksa kami berkendara stop and go. Otomatis mulai menciptakan jarak antara road captain dan para anggota touring. Dengan dalih ketinggalan, kami bisa sedikit nakal memeras habis tenaga yang dipunya. Kebetulan jalanan kosong mulai terlihat. Fitur ASR pun dimatikan.


Dengan kontrol traksi mati, akselerasi makin tajam dan menyenangkan. Medan aspal yang sebetulnya agak menanjak, tak ada pengaruh baginya. Jujur, dengan perangkat itu dimatikan, tak sedikitpun terasa over torque yang menyebabkan selip. Sehingga perjalanan selanjutnya, dirasa cukup aman jika dalam keadaan mati terus.


Vespa GTS Super Tech 300


Satu hal yang cukup mengganggu, saat melalui rangkaian kemacetan, mesin mulai terasa panas. Lantas kipas radiator bekerja ekstra dan suaranya cukup bising. Bagi yang tak biasa, mungkin bisa panik. Namun menurut Yudi, Technical Trainer Manager PT Piaggio Indonesia, hal ini tak perlu dihiraukan. Mesin tetap aman dengan sokongan teknologi pendingin, serta buangan hawa panas yang baik. Soal suaranya yang bising, memang masih sama dengan versi lama. Lantaran posisi kipas dan radiator begitu dekat, plus keduanya ditempatkan dalam ruang sempit (di balik shield).


Hal ini terus terjadi tiap kali menemukan titik kemacetan, atau berjalan pelan. Semakin sadar, motor ini bukan diperuntukkan sebagai kendaraan harian di kota padat. Hawa panas makin terasa kala kaki menyentuh tepong samping. Lalu mulai sunyi dan terobati saat melesat kencang.


Masuklah ke jalan berkelok serta naik-turun. Effortless sekali menuntun motor ini ke atas. Saat menikung tajam, sebetulnya suspensi memberi respons yang sangat baik. Tapi kami tidak begitu percaya diri, akibat bokong yang besar. Ada sedikit gejala limbung walau dapat ditolerir. Kami rasa ini karena konstruksi monokok, yang menyangga mesin dengan satu kuncian saja. Sisanya berpangku pada swing arm. Alhasil motor memang lebih lembut dan nyaman. Tapi itu dia, tikungan kecil kami rasa bukan makanan utamanya.


Lantas bagaimana sektor penahan laju? Ya, tidak sulit menjinakkan GTS 300. Dua buah cakram 220mm memiliki feedback yang impresif. Saat tuas ditarik begitu lembut, tapi tegas menghentikan motor. ABS dua kanal, siap mengamankan pengendara dari gejala ban terkunci. Tak ada masalah sedikit pun di sini.


Vespa GTS Super Tech 300


Sesampainya di tempat peristirahatan, layar instrumen digital langsung kami pantau. Buat yang belum tahu, titel Super Tech ini mencirikan GTS yang memakai layar full TFT. Isinya memang sangat informatif, paling canggih yang pernah ada di Vespa. Di sana, konsumsi bahan bakar rata-rata mencatat angka 24km/l. Lumayan, dengan gaya mengendara yang dinamis. Tapi tak bisa dibilang irit juga. Wajarlah, ini motor performa.


Fitur lain yang tersedia cukup banyak. Selain hal fundamental semacam kecepatan, suhu udara, jarak tempuh dan lainnya. Grafis bisa dikostumisasi dengan beberapa pilihan. Brightness juga bisa menyesuaikan otomatis di keadaan malam dan siang. Semuanya dioperasikan lewat joystick kecil di kiri stang.


Selain itu, konektivitas gawai dengan mudah bersinergi melalui Bluetooth. Sayangnya, kami tak sempat menguji sambil berjalan. Ada kendala teknis pada gawai yang disiapkan. Lantas pengujian dilakukan saat motor berhenti, dengan gawai pribadi. Caranya, dengan mengunduh aplikasi MIA Vespa di Playstore mudah terkoneksi.


Headset wireless juga bisa terhubung dengan perangkat ini. Karenanya, memungkinkan Anda melakukan perintah suara untuk pengoperasian telepon, navigasi serta memutar musik. Perlu dicatat, yang keluar di layar tidak seutuhnya sama dengan di handphone. Tampilan navigasi berupa pictogram saja, tapi tetap informatif dan lengkap. Begitupun soal pemutar musik, Anda harus membuat playlist dulu di aplikasi MIA baru bisa melakukan voice command. Tapi ini patut diapresiasi, karena stigma minim fitur yang dulu ada akhirnya dijawab lugas oleh Piaggio.


Bersambung ke Part 2


Baca Juga: Begini Rasanya Balap Endurance dengan Yamaha R15

Galeri

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Vespa GTS 300 Super Tech

Lihat video terbaru Vespa GTS 300 Super Tech untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Vespa Pilihan

  • Populer