jakarta-selatan
kali dibagikan

Vespa GTS Super Tech 300 (Part-3): Akselerasi Memukau

  • 31 Okt, 2019
  • 1574 Kali Dilihat

Performa


Setelah fitur, sisi performa yang menjadi poin utama. Teknologi mesin Quasar yang sebelumnya menempel di seri 300 sudah usang. Dibarukan dengan titel HPE (High Performance Engine). Terjadi perubahan besar dari berbagai aspek. Alur coakan kepala silinder dibuat kotak, payung klep membesar, tekanan injektor jadi 3 bar dan lain sebagainya. ECU Magneti Marelli generasi keempat juga berperan sebagai otak pengoperasian motor.


 


Vespa GTS 300 Super Tech


Hasilnya? Torsi naik 18 persen dan tenaga sekitar 12 persen. Dalam hitung-hitungan matematis, dapur pacu 278,3cc empat katupnya membuahkan tenaga 23,4 hp/8.250 rpm. Torsi juga ikut terelevasi, menjadi 26 Nm/5.250 rpm. Angka yang besar buat sebuah skuter macam ini.


Lantas seperti apa penerapan kalkulasi ilmiah tadi di atas pekatnya aspal? Singkat kata, performa Vespa GTS 300 Super Tech impresif. Akselerasinya memukau. Tenaga besar begitu terasa. Ya, mulanya kami hanya mencoba di jalanan Ibu Kota pada siang hari. Membuat tangan gatal memelintir gas dan ingin mematikan fungsi ASR.


Hingga di ujung hari berlangit pekat. Barulah tangan mengepal. Siap menguras habis apa yang dipunya. Tanpa ragu, gas diputar dalam-dalam. Di awal, kontrol traksi kami biarkan aktif untuk tahu perbedaannya. Dengan keadaan seperti itu pun, motor sanggup melesat cepat. Nol sampai seratus kpj bisa dicapai dengan singkat. Jelas tak ada gejala kehilangan traksi kala start. Uniknya, jambakan motor sama sekali tak terasa kasar. Dalam arti lain, lajunya linear. Hal ini turut dipengaruhi oleh model kopling baru. Sehingga dalam keadaan jalan padat pun, motor masih nyaman digunakan. Lembut sekali.


Semakin kosong ruas jalan, tibalah waktunya menyatu dengan motor. Fungsi ASR kami matikan dari keadaan diam. Bantuan elektronik dikesampingkan dulu. Awalnya sempat ragu pada kendali roda belakang. Tapi ternyata, putaran gas dalam tidak membuat spinning. Walau begitu, tajamnya lontaran tenaga jauh lebih terasa.


Kalau memutarnya sedikit-sedikit memang tak signifikan. Anda wajib memutarnya agak dalam. Di situlah sensasi buasnya muncul. Hingga akhirnya kami menyadari, sudah mencapai angka 129kpj. Rasanya ia masih mau berlari lagi, tapi harus tau batas. Masalahnya track lurus tidak begitu panjang. Ini di dalam kota.


Menurut analisa kami, momen yang paling membahagiakan itu ada di kecepatan nol hingga 90kpj. Lewat itu, performa cenderung datar. Tidak sebuas bawahnya. Walaupun pada akhirnya tercapai angka 129kpj, atau mungkin bisa lebih jika nekat. Di samping itu, prosesi melaju kencang tak begitu terasa. Selain linear, motor tetap stabil dan kokoh. Tidak goyang terempas angin. Racikan bobotnya pas untuk digunakan seperti ini.


Tunggu, GTS bukan berarti tak punya kekurangan. Ada beberapa aspek yang perlu digarisbawahi. Utamanya saat Anda mengendara stop and go. Kipas radiator bakal menyala otomatis saat terdeteksi gejala mesin panas. Dan intervalnya cukup sering. Masalahnya, bunyi putaran kipas cukup bising dan mengusik. Hal ini sama persis dengan yang terjadi di GTS 300 sebelumnya.


Sebabnya, ruang pendinginan begitu sempit, persis di balik laci. Lubang buangan pun tidak begitu besar (Sirip tameng). Jadi selain bising, hawa panas menjalar juga ke bagian stang dekat batok. Tidak begitu ekstrem. Tapi kami jamin Anda bakal merasakan hangat di bagian itu dan cukup mengganggu.


Berikutnya, tepong belakang juga terkena dampak karena bermaterial besi. Praktis ia menjadi konduktor panas. Kalau berkendara sendiri bukan masalah. Tapi saat berboncengan, sang penumpang harus sabar karena betisnya menempel di bagian itu. Selebihnya, GTS menyenangkan. Rasanya wajar mengeluarkan uang sebesar itu.


Handling


Vespa GTS 300 Super Tech


Ramuan suspensinya jempolan. Single shock dengan helical spring di depan dan suspensi ganda belakang buatan Kayaba, meredam guncangan dengan baik. Sangat baik. Menginjak lubang dan polisi tidur rasanya lembut namun reboundnya pas. Motor tidak mengayun. Tingkat kekerasan bagian belakang pun bisa diatur empat setelan.


Namun kami rasa, saat menikung tajam ia tak begitu akurat. Vespa memang begini. Konstruksi utamanya tak mendukung manuver lincah. Mesinnya berpangku pada swing arm, sementara hanya ada satu kuncian ke sasis monokoknya. Selalu kontradiktif memang, antara suspensi lembut dan kelincahan bermanuver. Ia lebih asyik diajak berlari lurus dengan aspal tak rata ketimbang harus meliuk-liuk tajam.


Lantas tentang bobotnya, apakah membuat sulit dikendalikan? Kami rasa tidak. Kencan pertama pun tak membuat Anda canggung mengendarainya. Bila dibandingkan GTS 150, beratnya tak jauh signifikan. Masih dalam batas toleransi. Bahkan untuk dibawa harian atau bermacet-macetan sekali pun. Tidak ada titik sulit yang kami temukan.


Kalau mengenai bahan bakar, kami tak mau banyak argumen. Anda yang berniat membeli GTS 300 harusnya sudah menutup mata. Tapi sebagai gambaran saja, catatan MIA Vespa selama beberapa hari, menunjukkan angka 23,7 kpl. Ini angka rata-rata dari seluruh gaya mengendara yang kami coba. Tidak sehaus itu kan?


Simpulan


Setelah merasakan kecanggihan fitur, sensasi performa tinggi, barulah paham mengapa harganya sedemikian mahal. Betul, pajak pun mempengaruhi harga jual. Lantaran motor ini seluruh bagian tubuhnya masih diproduksi di Italia, lantas dirakit di Vietnam. Beda dengan varian lain yang secara total dibuat di Vietnam. Tapi terlepas itu, Vespa inilah yang paling revolusioner dan eksklusif, setidaknya di Tanah Air. Buat yang sudah tergila-gila, rasanya mahal murah bukan lagi alasan. Apalagi membanding-banding dengan kompetitor Jepang. Dari sudut pandang penggemar Vespa, GTS 300 Super Tech pantas terparkir di garasi. (Hlm/Van)


Baca Juga: Part-1 (Rupa Tak Semenggugah Isi), Part-2 (Esensi Sesungguhnya)


 

Galeri

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Vespa GTS 300 Super Tech

Lihat video terbaru Vespa GTS 300 Super Tech untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Vespa Pilihan

  • Populer