• Wishlist

Ini Pilihan Motor Yamaha 150cc Pemakai Teknologi VVA (Part-2)

Ini Pilihan Motor Yamaha 150cc Pemakai Teknologi VVA (Part-2)

Produk Yamaha di kelas 150 cc dengan Variable Valve Actuation (VVA) tidak berhenti pada All New Vixion R. Pengembangan model dengan sematan teknologi terbarunya itu terus berlanjut. Kosakata ‘Semakin di Depan’ menunjukkan mesin modern mampu beri performa yang baik tanpa harus menguras bahan bakar berlebih.

Yamaha MT-15

Pada 2019, pabrikan berlogo garputala memberikan konsumen pilihan baru di segmen naked bike. Diawali kemunculannya di web resmi mereka pada 18 Januari, kemudian rilis secara resmi 4 Februari. Maverick Vinales dan Valentino Rossi menjadi saksi peluncurannya.

Yamaha MT-15

Motor ini telah dinanti di Indonesia dan melengkapi line up MT terdahulu yang diisi MT-10, MT-09, MT-07, MT-03 serta MT-25. Namun yang dijual resmi oleh YIMM untuk pasar Tanah Air hanya varian 800 cc dan 250 cc. MT-15 pun menjadi varian terkecil di dalam jajaran motor Master of Torque Yamaha.

Secara basis, mesinnya serupa milik All New R15 dan Vixion R. Berkapasitas 155 cc 4-katup SOHC dengan transmisi manual 6-percepatan. Tenaga dihasilkan sebesar 19 Hp di 10.000 rpm dan torsi 14,7 Nm pada 8.500 rpm. Sudah dilengkapi liquid cooled (berpendingin cairan) yang mampu menjaga suhu motor tetap stabil serta teknologi unggulan Variable Valve Actuation (VVA).

Desainnya mewarisi karakter keluarga MT series. Ciri khas bisa dilihat dari tampang depan, tampak seperti predator. Makin spesial dengan mengadopsi teknologi Projector LED, menghasilkan cahaya lebih terang dan fokus. Bodi dibuat lebih padat di bagian depan, dengan garis tegas dan detil sudut yang tajam.

Spidometer full digital dengan teknologi negative display. Diberikan juga fitur shift timing light, sama seperti saudaranya di varian sport. Berfungsi untuk memberi tahu pengendara, kapan waktu yang tepat melakukan perpindahan gigi agar meraih performa berkendara yang optimal. Handle bar mencerminkan naked bike sejati. Membuat posisi duduk pengemudi lebih tegak dan gagah. Disematkan pula big bike switch untuk sistem pengoperasian motor (cut off/on dan starter engine), kental unsur moge.

Assist & slipper clutch menjadi fitur utama yang disematkan pada motor sport Yamaha. Membuat kopling ringan dan engine brake tidak terlalu kasar ketika deselerasi. Pengaplikasian teknologi DiAsil cylinder & forged piston juga menjadi kompenen wajib nempel.

Untuk menunjang kenyamanan, rangkanya tetap mengusung deltabox yang dapat menunjang stabilitas. Dipasangkan pula kaki-kaki yang kokoh. Suspensi depan gunakan upside down 37 mm dipadu dengan alumunium swing arm yang terkenal ringan. Lalu dikombinasikan ban lebar tipe tubeless ukuran 110/70 depan dan 140/70 belakang.

Ia hadir dalam tiga pilihan warna: Matte Grey, Metallic Black serta Matte Blue. Dipasarkan kepada konsumen seharga Rp 36,930 juta OTR Jakarta.

Yamaha XSR155

XSR 155

Belum cukup berinovasi, Yamaha Indonesia meluncurkan XSR 155. Gabungan konsep retro dengan teknologi modern, sekaligus varian terkecil di segmen motor Sport Heritage yang mengusung konsep Born to be Free. Tampilannya mengadopsi dari sang kakak yang lebih dulu muncul, XSR 700 dan XSR 900.

XSR 155 berbagi platform dengan MT-15 maupun R15 V3. Jantung mekanis sampai rangka pakai model sama. Hanya saja pada sport heritage ada beda di bagian subframe.

Menggendong mesin fuel injection berkapasitas 155 cc, satu silinder, SOHC, 4 katup, berpendingin cairan dan tetap mengusung teknologi VVA. Diameter langkah berukuran 58,0 x 58,7 mm dan perbandingan kompresinya 11,6:1. Tenaga dihasilkan sebesar 19 hp pada 10.000 rpm dan torsi 14,7 Nm di putaran 8.500 rpm.

Sama seperti saudaranya, Assist & Slipper Clutch menjadi fitur wajib terpasang. Meski dalam bentuk klasik, motor ini memberikan responsifitas yang baik. Fitur lainnya yang ada headlamp dan stoplamp LED. Tapi untuk sinyal belok masih pakai model bohlam biasa. Kemudian untuk panel instrumen sudah mengusung layar full digital dengan latar warna biru. Bentuk bulat makin menambah kesan retro.

Desain unik dan menarik, diwujudkan melalui beberapa sentuhan di beberapa bagian bodi. Mulai dari model tangki Drip Shaped, yang diklaim mampu mendukung kenyamanan saat berkendara. Demi menunjang tampang klasik, jok dibuat flat bergaya heritage. Secara keseluruhan, dari depan hingga belakang konstruksinya mengalir sempurna.

Pada bagian kaki-kaki, XSR 155 mengadopsi suspensi up side down (USD) di depan, dipadu swing arm alumunium yang dikenal kokoh dan ringan. Ditunjang dengan ban dual purpose ukuran 110/70 di depan dan 140/70 belakang.

Motor yang dirakit dalam negeri ini dibanderol Rp 36,580 juta OTR Jakarta. Untuk pilihan warna ada hitam dan silver, masing-masing dikombinasikan jok klasik berwarna coklat dan hitam.

Cicilan Yamaha WR155 R

WR155

Kehadiran WR155 mampu menarik perhatian pecinta roda dua. Seremoni peluncuran dilakukan bersamaan dengan lahirnya generasi baru Nmax serta XSR 155. Dengan kata lain, melengkapi varian 155cc Yamaha berteknologi VVA. Sebelumnya ada di skutik, sport full fairing, naked bike dan saat ini di motor berjenis off road.

Dipersenjatai mesin 155 cc yang sama, dan konstan mengadopsi teknologi andalan Yamaha, yakni Variable Valve Actuation (VVA). Di atas kertas, ia mampu memuntahkan tenaga maksimum 16,7 Hp di putaran 10.000 rpm dengan torsi puncak 14,3 Nm pada 6.500 rpm. Disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan. Perbandingan kompresi serupa dengan para saudaranya, 11,6:1 dan disokong sistem pengabutan injeksi. Angka yang dihasilkan menjadi bukti sebagai motor trail 150 cc paling bertenaga di Indonesia.

Soal desain, sepertinya umumnya trail berbodi ramping. Posisi sepatbor tinggi, ban ‘tahu’ hingga gaya berkendara tegak menjadi ciri khas. Namun Yamaha memberi sedikit detail unik. Contohnya letak pendinginan radiator yang berada di sebelah kanan dengan posisi vertikal. Sedang knalpotnya berada di sisi kiri. Pabrikan mengklaim untuk melepas panas lebih baik.

Tarikan garis pada bodi memberi kesan sporty. Mirip punya sang kakak yang lebih dulu mengaspal di Indonesia, WR 250. Desain jok bergaya YZ series, jenis yang biasa dipakai untuk kejuaraan off road. Disematkan ke WR 155 untuk membuat tampilan lebih stylish, dan memudahkan pengendara mengatur posisi berkendara di segala medan.

Konsep rangka mengadopsi semi double cradle, unggul dalam hal kestabilan dan kuat. Kapasitas tangki sebesar 8,1 liter, cukup memadai untuk perjalanan jauh ataupun saat digunakan off road. Berkat penggunaan peredam kejut depan berukuran 899,1 mm, jarak ground clereance dan tempat duduk jadi tinggi. Masing-masing 245 mm dan 888 mm.

Paling menarik ada di sektor kaki. Suspensi depan masih teleskopik, namun dengan diameter yang cukup besar, 41mm. Bisa dibilang terbesar di kelasnya. Bagian belakang didukung Link Type Monocross bertekanan yang dilengkapi oli. Jadi pengendara bisa mengatur tingkat kekerasan.

Roda depan pakai 21 inci dan belakang 18 inci, masing-masing dibalut ban tipe cross berukuran 2,75 depan dan 4,10 belakang. Peleknya gunakan jenis jari-jari berbahan alumunium. Selain ringan, pelek model ini juga lebih aman digunakan di berbagai kondisi jalan, perawatan pun lebih mudah. Sistem pengereman pakai cakram tipe wavy di depan maupun belakang.

Sentuhan modern diberikan melalui spidometer LCD multifungsi. Berisi lebih lengkap dibanding kompetitor, ada takometer, odometer, tripmeter, rata-rata konsumsi bahan bakar, indikator transmisi dan jam. Serta dibekali lampu hazard.

WR 155 ditawarkan dalam dua pilihan warna, biru dan hitam. Harga jualnya Rp 36,9 juta OTR Jakarta. (Bgx/Tom)

Baca Juga: Ini Pilihan Motor Yamaha 150cc Pemakai Teknologi VVA (Part-1)

Jelajahi Yamaha XSR 155

Bandingkan & Rekomendasi