Alternatif Motor Sport 150 cc Berbanderol Setara All New Honda PCX 160

Alternatif Motor Sport 150 cc Berbanderol Setara All New Honda PCX 160

Hadirnya All New Honda PCX 160 membuat kompetisi skutik gambot semakin meriah. Generasi terbaru ini mengusung banyak perubahan. Tak hanya desain, beberapa pembaruan juga menyasar ke dapur pacu dan rancang bangunnya. Namun, bagi yang merasa jenuh dengan jenis kendaraan bertransmisi otomatis, alternatifnya bisa ke motor sport 150 cc. Harga yang ditawarkan tak beda jauh dengan PCX series. Setidaknya masih di rentang Rp 29 jutaan sampai Rp 43 jutaan. Berikut pilihannya.

CB150R Streetfire

1. Honda CB150R Streetfire

Motor sport satu ini bisa jadi alternatif sebagai pengganti All New PCX 160. Harga yang ditawarkan juga lebih murah dari PCX 160 tipe CBS. Untuk warna standar dijual Rp 28,127 juta, sedang yang tipe Special Edition dibanderol Rp 29,227 juta OTR Jakarta.

Kuda besi berkarakter gagah dan agresif ini mampu memberi kenyamanan berkendara, sesuai harapan pecinta motor naked sport masa kini. Tampilannya juga tak kalah menarik. Punya desain stripe garis tajam yang simpel, dipadukan dengan fitur canggih, memberikan kebanggaan serta kenyamanan bagi pengendara untuk aktivitas harian.

Jantung mekanis CB150R, mengusung 1-silinder 4-Stroke 4-valve DOHC yang memiliki kubikasi sebesar 149,16 cc. Outputnya mencapai 16,8 hp di 9.000 rpm dan torsi puncak 13,8 Nm di kitiran 7.000 rpm, disalurkan oleh transmisi 6-speed. Mesinnya itu mengadaptasi teknologi Programmed Fuel Injection (PGM-FI). Akselerasi yang dihasilkan mampu mencapai 10,5 detik (0-200 m). Model ini pun dapat dipacu hingga 125 Km/jam dan menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dengan metode ECE R40 mencapai 40,5 km/l atau dengan metode pengetesan EURO 3.

Lampu depan, belakang dan sein CB150R Streetfire sudah LED. Menghasilkan cahaya terang maksimal. Panel meter full digital, tanpa ada unsur analog. Desainnya futuristik dan compact serta punya visibilitas yang sangat baik. Isinya lengkap, semacam; speedometer, tachometer, indikator bahan bakar dan indikator posisi gear. Selain itu, dibekali juga fitur tambahan, passing lamp dan New Auto Secure Key Shutter. Menggunakan wavy dics brake yang menambah kesan sporty.

CB150R Streetfire menggunakan rangka Diamond (Truss) Frame dengan model teralis berbahan alumunium. Penggunaan rangka ini terbukti kokoh meski terbuat dari material yang ringan. Naked dari Honda ini punya dimensi 2.019 x 719 x 1.039 mm (PxLxT). Jarak sumbu roda 1.293 mm dan ground clearance 169 mm. Sedang bobot mencapai 136 kg dan tinggi joknya 797 mm. Meski tergolong panjang, motor ini tetap memberikan kelincahan serta kenyamanan berkendara.

Kakinya pakai suspensi teleskopik pada bagian depan. Sedang belakang disematkan suspensi bersistem Pro-Link dengan lengan ayun suspensi tunggal (monoshock). Ukuran ban cukup lebar, 100/80 depan dan 130/70 di belakang.

Honda CRF150L

2. Honda CRF150L

Motor sport selanjutnya yang bisa menggantikan All New PCX 160 ada CRF150L. Walau dikategorikan sebagai kendaraan off-road, setidaknya bisa menjadi pilihan dari segi harga. Bedanya Rp 500 ribu dengan PCX 160 tipe ABS. Dirinya hadir dengan 3 varian warna yakni Extreme Red, Extreme Black dan warna baru Extreme Grey yang dipasarkan dengan harga Rp 34,450 juta OTR DKI Jakarta.

CRF150L punya modal kubikasi mesin 149,15 cc. Performa mesinnya menawarkan torsi yang menjanjikan pada putaran bawah, namun juga sangat irit konsumsi bahan bakar mencapai 39,3 km/liter melalui metode pengetesan EURO 3 dengan menggunakan metode pengetesan ECE R40. Tercatat dirinya punya torsi maksimal 12,43 Nm di momen puntir 6.500 rpm dan daya maksimal 12,91 hp di 8.000 rpm.

Ia gunakan frame Semi Double Cradle. Penggunaan rangka itu dapat diandalkan pada penggunaan ekstrim. Dengan kata lain sangat cocok untuk motor-motor penggaruk tanah. Dipadu suspensi bersistem Pro-Link dengan lengan ayun suspensi tunggal (monoshock). Dengan jarak main (Travel Axle) 207 mm, memberikan performa handling maksimal dan lebih stabil saat melewati berbagai kondisi jalan.

Dilengkapi dengan alumunium wheel yang ringan. Adopsi pelek besar yakni 21 inci di depan dan 18 inci belakang. Kedunya dibungkus ban dual purpose yang dapat diandalkan. CRF150L menghadirkan pengereman optimal melalui penyematan rem cakram depan wavy 240 mm dan belakang 220 mm yang lebih besar di kelasnya.

Meski mengusung konsep motor off road, ia punya juga fitur layaknya motor sport jalan raya. Ada speedometer full digital yang mudah terbaca oleh pengendara, engine cut off, tool box dan gantungan helm di samping tool box.

CBR150R

3. Honda CBR150R

Masih dengan merek yang sama, motor sport yang bisa jadi alternatif selanjutnya yaitu CBR150R. Tapi harga yang ditawarkan lebih mahal. Untuk versi termurah si full fairing ada di angka Rp 35,9 juta dan tertingi Rp 40,8 juta OTR Jakarta. Banderol segitu berada di tengah antara PCX 160 ABS dengan PCX e:HEV.

Ia merupakan generasi terbaru CBR150R. Hadir dengan karakter racing lebih kental. Performa dan handling terbaik menegaskan kekuatan sepeda motor sport sejati. Di lain sisi, fitur lebih canggih, serta hadir dengan desain beraura big bike yang menciptakan kesan agresif.

Desainnya benar-benar baru. Hadir dengan siluet bodi agresif dan banyak sudut tajam. Bagian paling identik dengan CBR seperempat liter ada di fasianya. Gunakan dual headlamp terpisah dan lebih sipit ke belakang, bukan ke atas seperti model sebelumnya. Tak lupa di atas lampu utama diberikan seperti alis, yang di dalamnya ada daytime running light (DRL) serta terintegrasi dengan sinyal belok. Windscreen-nya kini landai dan bentuknya lebih jenong. Berkat ubahan di bagian depan dan belakang, kini dirinya yang mirip CBR250RR.

Walau punya wajah baru, performa mesinnya masih sama seperti model lama. Berkapasitas 150cc DOHC, 6 kecepatan, 4-valve, berpendingin cairan (liquid-cooled), dan berteknologi injeksi (PGM-Fi). Outputnya 17,1 hp di 9.000 rpm dan torsi puncak 14,4 Nm pada 7.000 rpm. Kompresi mesin masih dengan perbandingan 11,3:1. Jantung pacu ini sanggup membawa All New CBR150R melaju dari 0-200 meter hanya dengan 10,6 detik, dan kecepatan maksimal mencapai 127 km/jam.

Demi memberikan kepuasan para pelanggannya, All New CBR150R mengandalkan inverted front suspension atau suspensi depan upside down. Berdiameter 37 mm dan diadopsi untuk meningkatkan grade suspensinya. Keunggulannya jelas, redamannya lebih baik ketimbang model teleskopik biasa. Selain itu, membuat handling lebih terintegrasi dengan gampang dan meningkatkan rasa aman serta nyaman saat berkendara. Dari situ pula kesan premium makin ditonjolkan.

Walau bagian depan pakai komponen baru, suspensi belakang masih mengandalkan Adjustable Mono Suspension with Pro-Link System. Bisa dilakukan penyetingan dengan menggunakan kunci khusus sokbreker sama seperti seting preload suspensi belakang kebanyakan.

Untuk fiturnya, sekarang ketambahan fitur Assist/ Slipper Clutch, meningkatkan sensasi berkendara yang menyenangkan. Fungsi Assist guna mengurangi beban pengoperasian clutch lever sekira 15 persen dibanding clutch konvensional. Berkat pengaplikasian ini kopling jauh lebih ringan, sangat membantu untuk penggunaan sehari-hari maupun kebutuhan di sirkuit. Sedang manfaat Slipper mampu meminimalisir gejala selip gigi. Ketika pengendara melakukan downshift dari putaran tinggi, ban belakang terhindar dari risiko terkunci.

Demi keamanan, diberikan pula Anti-lock Braking System (ABS) untuk varian tertinggi. Disertai Emergency Stop Signal (ESS). Karakteristik ini sudah diterapkan pada beberapa model big bike, berfungsi mengaktifkan lampu sein kanan-kiri secara bersamaan saat melakukan rem mendadak.

Suspensi yang kuat dan kokoh tadi, didukung dengan sistem pengereman yang terbilang cukup mumpuni. Lantaran bagian depan dibekali sistem pengereman kaliper dual piston, sementara untuk belakang pakai single piston. Masing-masing menjepit cakram tipe wave alias bergelombang. Selain bikin tambah sporty, piringan itu lebih cepat melepas panas ketimbang model biasa.

All New Honda CBR150R tersedia dalam dua tipe yakni Non-ABS dan ABS. Pilihan warna juga makin banyak menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Tipe Non-ABS ditawarkan dalam warna Matte Black, Victory Black Red, dan Dominator Matte Black dengan harga Rp 35,9 juta. Sementara untuk warna Honda Racing Red dijual seharga Rp 36,6 juta.

Sedangkan untuk varian ABS ditawarkan dalam warna Victory Black red dan Dominator Matte Black yang dibanderol sebesar Rp 39,9 juta. Kemudian corak Honda Racing Red dijual seharga Rp 40,6 juta dan MotoGP Edition dijual Rp 40,8 juta. Semua harga di atas OTR Jakarta.

Vixion R

4. Yamaha Vixion R

Bagi yang tak ingin memboyong Honda PCX 160, motor sport dari Yamaha juga cukup menarik. Pilihan pertama sebagai alternatif ada Vixion R. Motor laki ini dijual Rp 31,630 juta, sesilih sedikit dengan skutik premium Honda tipe CBS. Dirinya masuk kategori naked bike, dan sudah dikenal sejak 2007.

Mesin yang digendong 155 cc fuel injection, SOHC, satu silinder dan sistem pendingin cairan (Liquid Cooled). Dirinya sudah menganut teknologi Variable Valve Activation (VVA). Tenaga yang dihasilkan Vixion R yakni 19,3 hp dan torsi 14,7 Nm. Memakai transmisi 6-percepatan dan telah dibekali dengan assist & slipper clutch. Assist di perangkat kopling membuat tuasnya enteng dan slipper clutch-nya berefek pada deselerasi lebih halus tanpa efek engine brake berlebih.

Naked bike ini menawarkan kegagahan dan performa mantap khas motor sport. Yamaha Vixion sejak generasi pertama menggunakan rangka jenis Deltabox. Sasis jenis itu diklaim menghasilkan kestabilan yang sempurna dalam bermanuver. Konsep desainnya menghubungkan struktur dudukan segitiga depan dan arm belakang menyatu dalam satu ruas rangka. Sedang subframe disambung tepat di bagian tengah ruas rangka utama sehingga membuat strukturnya rigid.

Menariknya, Vixion R memakai alumunium rear arm. Desainnya kian sporty dan ruas lengan ayun lebih besar membuat pengendalian kian presisi dan stabil pada kecepatan tinggi.

Bicara fitur secara keseluruhan, tata cahaya sudah lampu LED depan maupun belakang serta hazard lamp. Pakai speedometer digital dan sudah dilengkapi shift timing light, sangat membantu pengendara dalam meraih performa.

Yamaha XSR 155 Sport Heritage

5. Yamaha XSR155

Selanjutnya ada kuda besi bertampang klasik. Motor dari Yamaha bisa jadi alternatif bagi yang tak ingin membeli PCX 160. Yamaha XSR155 dijual dengan harga Rp 36,580 juta (OTR Jakarta). Tersedia warna silver dengan jok cokelat, dan hitam.

Ia merupakan model retro modern yang dijual Yamaha di Indonesia. Masuk dalam klan Sport Heritage XSR. Kuda besi ini menggabungkan dua genre, motor dengan desain lawas yang dipadukan dengan teknologi modern.

Sesuai tema, bernuansa klasik tetapi sudah dibenamkan teknologi masa kini. Bentuk headlamp model bulat. Tetapi di dalamnya sudah dilengkapi multi-reflektor serta lampu Daytime Running Light atau DRL. Teknologinya pun sudah Light Emitting Diode alias LED. Terdapat logo XSR di bagian tengah lampu.

Untuk media informasi tentang kondisi motor, Yamaha menyematkan panel full digital, dengan bentuk bundar. Isinya ada speedometer yang ditampilkan di bagian tengah, dan takometer model bar graph di bagian pinggir. Zona merahnya dimulai dari angka 11.000 rpm. Selain itu, terdapat pula odometer, trip meter, fuel meter, dan indikator posisi gigi. Semua tersaji dalam satu panel, begitu kompak dan informatif.

Menggunakan stang model fatbar. Konsol di stangnya sama kayak MT-15 maupun New R25. Kanannya ada switch starter, dan di bawahnya ada tombol buat hazard. Kirinya ada lampu dim, lampu dekat jauh, klakson dan sein. Sayangnya, model kaca spion mengurangi kesan retro.

Wujud tangkinya berbeda dari motor 155 cc VVA Yamaha lainnya. Karena mengedepankan estetika lawas, maka bentuknya dibuat membulat dan memanjang. Persis motor klasik ‘XS’. Bedanya, ia tidak berbahan pelat alumunium, melainkan resin alias hanya cover. Isinya juga cuma bisa menampung 10,4 liter bahan bakar. Dan terdapat pula logo 3D Yamaha, biar terlihat mewah.

Pun dengan bentuk jok tandemnya, mengusung gaya Heritage. Bentuknya kecil memanjang dan wujudnya seperti ‘roti tawar’, karena ada garis-garis tegas. Tersedia warna coklat dan hitam. Di sampingnya ada bracket dengan aksen lingkaran, salah satu ciri khas XSR series.

Buntutnya, ada stop lamp yang dirancang minimalis. Posisinya di ujung jok dengan menempel di bagian bodi belakang. Knalpotnya besar, selaras dengan bodinya. Menggunakan stang model fatbar. Penggunaan pelek racing dirasa kurang cocok. Tapi karena neo klasik, jadi sah-sah saja.

XSR155 punya spesifikasi mesin yang mirip dengan New R15 maupun MT-15. Jantung pacunya 155 cc, silinder tunggal, SOHC dan berpendingin cairan. Sesuai data pabrikan, motor ini mampu mengail tenaga maksimal 19 hp di 10.000 rpm dan torsi 14,6 Nm di putaran mesin 8.500 rpm. Perbandingan kompresinya 11,6 : 1, serta bore x stroke di angka 58 x 58,7 mm. Untuk transmisinya menggunakan manual 6 percepatan. Mesinnya sudah berteknologi VVA (Variable Valve Actuation), dan disandingkan dengan fitur Assist dan Slipper Clutch. Yang merupakan teknologi andalan dari Yamaha.

Pakai rangka delta box yang dikenal kokoh, dan punya tingkat stabilitas mumpuni. Kaki-kakinya nampak besar. Suspensi depan pakai upside down, swing arm model banana dengan single shock di belakang. Peleknya lebar, depan 2.75 inci dan belakang 4 inci, serta diameternya 17 inci. Bentuk palangnya serupa dengan MT-15.

Ukuran ban lebih besar dari lawannya, 110/70 di depan dan 140/70 di belakang. Pengereman sudah cakram depan maupun belakang. Depan dijepit kaliper 2 piston, belakang dikawal kaliper 1 piston. Bobotnya lebih ringan dibanding rivalnya, cuma 134 kg.

Harga Yamaha MT-15

6. Yamaha MT15

Yamaha MT15 juga bisa menjadi opsi alternatif selain All New PCX 160. Meski sama-sama bermain di kelas 150 cc sampai 160 cc, keduanya berada di segmen yang berbeda. MT-15 berjenis motor sport naked, sedang PCX 160 dikategorikan sebagai skutik premium. Meski begitu, mereka dijual dengan rentang harga Rp 30 sampai Rp 40 jutaan. Tepatnya si motor ‘telanjang’ Rp 36,930 juta.

MT15 mengusung gaya street fighter, bodi bagian depan lebih padat. Sesuai dengan MT series, banyak ditemukan garis tegas dengan detil sudut tajam. Tangki yang dibalut cover itu sedikit melebar dan disejajarkan dengan air shroud. Efeknya, bodi depannya menjadi paling lebar di antara kompetitornya. Pakai desain jok menyatu, tapi dimensinya lebih pendek dibanding musuhnya. Itulah yang membuat ia berbeda. MT-15 lebih mengedepankan posisi duduk pengendara yang agresif.

Dibekali 155 cc SOHC 4-katup dengan 6-percepatan. Punya tenaga maksimal 19,3 hp di 10.000 rpm dan torsi 14,7 Nm di putaran mesin 8.500 rpm. Disematkan Variable Valve Actuation (VVA). Teknologi yang menghasilkan torsi merata di berbagai rentang putaran mesin.

Buat penunjang kenyamanan, dirinya dijejali fitur assist & slipper clutch. Membuat tuas kopling MT-15 menjadi lebih ringan. Sangat bermanfaat saat berkendara di jalanan yang macet. Selain itu, kita tidak perlu khawatir roda belakang mengunci, walaupun kita menurunkan gear saat mesin sedang berada dalam putaran tinggi.

Motor sport telanjang dari Yamaha punya fitur yang sesuai dengan penggunaannya di jalan raya. Lampu utamanya berteknologi projector. Pencahayaan di malam hari jadi lebih terang dan fokus. Speedometer full digital dengan teknologi negatif display yang dilengkapi Shift Timing Light.

Pakai rangka tipe deltabox. Skema sasis ini memberikan handling yang stabil di kecepatan tinggi. Kemudian dirinya menggunakan banana arm yang terbuat dari bahan alumunium. Selain menambah kesan sporty, ia punya bobot lebih ringan. Suspensi depan model up side down, mampu mendongkrak kesan padat nan modern.

Pelek pakai ukuran lebar, depan 2,75 inci dibungkus ban 110/70. Belakang 4 inci yang berbalut ban 140/70. Motor jadi lebih stabil dan bisa dibilang paling lebar.

WR 155 R hitam

7. Yamaha WR 155R

Tak hanya dari merek Honda, Yamaha juga punya produk motor sport berjenis trail. Namanya WR 155R. Unit ini bisa juga dijadikan opsi selain membeli PCX 160. Kuda besi ‘penggaruk tanah’ ini dibanderol Rp 36,9 juta OTR Jakarta. Beda Rp 2 jutaan dengan skutik premium tipe ABS. Tersedia dalam dua pilihan warna yaitu Yamaha Blue dan Yamaha Black.

WR 155R datang dengan beragam keunggulan baik dari segi desain, fitur, maupun performa. Tentunya mampu mendukung aktivitas hobi tualang sang pengendara. Mengusung mesin SOHC berkapasitas 155 cc liquid cooled, VVA, seperti yang digunakan pada motor kelas 150 cc produkssi Yamaha lainnya, yakni R15 atau MT-15.

Jantung pacunya mampu menghasilkan tenaga sebesar 16,7 hp / 10.000 rpm dan torsi sebesar 14,3 Nm / 6.500 rpm. Dengan performa mesin yang tangguh dan bertenaga, WR 155R sangat handal digunakan untuk menjelajah berbagai medan, baik on road maupun off road.

Desainnya mirip dengan sang kakak, WR250. Dengan desain bodi ramping, sederhana, dan ringan, motor lebih leluasa saat diajak melibas berbagai medan tanpa beban. Untuk menunjang daya jelajahnya, kapasitas tangki mampu memuat bahan bakar hingga 8,1 liter. Selain itu, desain jok bergaya YZ series, memudahkan pengendara dalam mengatur posisi duduk, sehingga mendukung kelincahan saat bermanuver.

Peredam kejut depan gunakan tipe telescopic yang panjang. Berdiameter 41 mm, dan panjang 899,1 mm. Selain memberikan redaman yang baik, peredam kejut model itu juga memberikan kenyamanan dan kestabilan di setiap aktifitas adventure. Suspensi bagian belakang, didukung dengan Link Type Monocross with gas. Dilengkapi oli dan dapat diatur tingkat kekerasannya sesuai dengan selera sang pengguna.

Agar meningkatkan kemampuan mobilitas di segala kondisi jalan, motor anyar ini menggunakan ban dual purpose yang menempel di pelek berbahan alumunium. Jenis rangkanya mengadopsi semi double cradle. Turut membantu dalam meningkatkan kestabilan berkendara.

Model ini dilengkapi dengan speedometer LCD multifungsi, dan sangat informatif. Disematkan hazard lamp, sebagai tanda ketika pengendara mengalami kondisi darurat. Rem cakram ganda bergelombang (wavy double disc brake) yang terpasang di depan maupun belakang. Membuat daya pengereman semakin mengoptimalkan.

D-Tracker

8. Kawasaki D-Tracker

Selain Honda dan Yamaha, Kawasaki juga memiliki produk yang mungkin saja bisa jadi pilihan menarik sebelum memboyong Honda PCX 160. Unit ini berbeda dengan motor sport lain, dirinya bermain di segmen supermoto. Hadir dalam dua pilihan,versi standar yang dijual Rp 34,3 juta dan Rp 36,2 juta OTR Jakarta buat tipe Special Edition.

Rentang harganya lumayan jauh dengan PCX 160 ABS. Tapi tentu kuda besi ini menawarkan pengalaman berkendara menyenangkan. Kawasaki D-Tracker memiliki desain yang cukup unik, apalagi jenis motor ini masih sedikit ada di Indonesia.

Kedua varian yang dijajakan mengadopsi desain serupa, hanya beda komponen aksesori dan grafis pada tubuhnya. Secara keseluruhan dia dilengkapi dengan side wings yang menambah kesan sporty. Selain itu, telah menggunakan garnish krom dan dual straight pada joknya.

Kawasaki D-Tracker 150 menggunakan mesin yang sama dengan KLX 150. Bekapasitas 144 cc, SOHC, berpendingin udara dan sistem pengapian masih pakai DC-CDI. Tenaga yang mampu dihasilkan sebesar 11,8 hp di 8.000 rpm dan torsi puncak 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Suplai bensin masih mengandalkan karburator, sementara penyalurnya transmisi manual lima percepatan.

Layaknya platform trail, D-Tracker dibangun dari struktur semi double cradle. Sementara belakangnya ditopang swing arm Uni-Track, persis kepunyaan KLX. Dipadu monoshock dengan lima setelan preload. Lantas fork upside down 35 mm menjadi bawaan standar tiap D-Tracker, antar varian dibedakan lewat warna saja.

Semakin nyaman karena menggunakan ban depan 100/80-17M/C 52P dan ban belakang menggunakan 120/70-17M/C 58P. Karena diperuntukkan untuk berkendara dalam medan yang sulit, dirinya dibekali cakram di kedua rodanya. Diameter cakram depan berukuran 300 mm dijepit dua piston dan belakangnya 220 mm diapit kaliper piston tunggal.

Kawasaki KLX 150

9. Kawasaki KLX Series

Selain Yamaha WR 155R dan Honda CRF150L, trail dari Kawasaki juga bisa menjadi pilihan pengganti bila konsumen tidak jadi ambil PCX 160. Dibanding yang lain, trail dari Kawasaki lebih unggul karena punya banyak varian. Harganya Rp 30,9 juta buat tipe standar, Rp 32,6 (KLX 150L), Rp 34,9 juta (KLX 150BF) dan Rp 37,6 juta (KLX150BF SE) OTR Jakarta.

Untuk versi termurahnya, mereka punya model yang minimalis, alias ban kecil, suspensi teleskopik dan ground clearance rendah. Ditujukan untuk pasar yang lebih luas, termasuk pemula. Terlihat dari roda yang memakau ukuran 19 inci di depan dan 16 inci di belakang.

Sedang buat tipe L, BF, dan BF SE disebut setara karena pakai ukuran roda serupa dan suspensi upside down. Ketiga varian dari Kawasaki itu punya basic mesin yang sama. Bedanya, untuk seri BF SE dan Extreme terdapat penyematan aksesori tambahan penunjang tampilan. Warnanya pun lebih menarik.

Keunggulan KLX 150BF yakni dari segi bobot motor. Berat kosongnya hanya 118 kg. Tentu ini bisa jadi bahan pertimbangan buat yang ingin meminang motor trail. Karena beban motor yang berat, dapat menyebabkan rider cepat lelah. Apalagi buat bolak balik melewati jalur berbatu atau lumpur. Pentingnya lagi, motor dengan bobot yang berat berpengaruh kepada power-to-weight ratio (PWR) dan torque-to-weight ratio (TWR).

Menyoal desain sedikit subjektif, karena sejak dulu yang namanya motor buat ‘penggaruk tanah’ seperti itu. Ringkas dan bodinya ramping. Fungsinya agar lebih luwes dalam bermanufer di medan off road. Ia punya banyak pilihan varian, termasuk grafis yang tersemat di bodi. Belum lagi untuk varian BF dan Extreme, sudah ditambah dengan aksesori, semacam hand guard dan engine guard. Makin kental aura motor trailnya.

Bagaimana dengan mesinnya? Ya, Kawasaki masih bertahan dengan karburator. Walhasil, hanya mampu mengeluarkan torsi puncak 11,3 Nm / 6.500 rpm dan tenaga maksimal 12 hp / 8.000 rpm. Penggunaan sistem pemasok bahan bakar konvensional, lantaran dianggap mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Tak butuh elektrikal yang rumit. Tapi itu hanya sebagain asumsi dari para pengguna saja. Padahal, teknologi injeksi itu lebih simple. Mampu menyemprotkan bahan bakar lebih stabil, dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi cuaca.

Kawasaki W175 TR

10. Kawasaki W175 Series

Kawasaki W175 terbilang menarik untuk penggemar motor bertampang klasik. Tak salah pula jika beberapa calon konsumen PCX 160 bakal tergoda dengannya. W175 series ditawarkan dengan 3 varian, Standar, Special Edition (SE), TR dan Cafe. Masing-masing dijual dengan harga setara dengan skutik premium Honda yang versi CBS maupun ABS. Buat tipe standar dibanderol Rp 30,8 juta, TR yang mengusung tampang motor dual purpose dijual Rp 29,9 juta dan Rp 34,7 buat versi Cafe.

Buat varian standar, bodi sama sekali tak bercorak. Tangki dibiarkan polos dengan emblem W minimalis. Permukaan jok juga tak beralur. Jangan harap ada motif jahitan dan sebagainya. Dan salah satu pembedanya lagi, roda memakai warna aluminium. Sayang, hanya ada satu kelir bodi, putih.

Selanjutnya ada tipe SE. Paling tidak tersedia tiga tema untuk varian ini. Pertama hitam. Corak pembeda tentu ada pada tangki. Emblem W tak lagi sendirian, melainkan ditemani grafis putih, plus stiker pad persis di lekukan tangki. Catat dulu, bagian terakhir ini hanya stiker. Bukan pad karet layaknya motor klasik lain – yang berfungsi meredam getar saat lutut mengapit tangki.

Selanjutnya jok, berhias motif jahitan. Otomatis membuat permukaan tempat duduk jadi berkontur dari depan ke belakang. Dan terakhir, lingkar pelek dilabur hitam dan jari-jari tetap aluminium. Komposisi warna ini memberi efek ban tampak tebal.

Lebih menarik lagi, yang berkelir biru muda. Begitu ekspresif. Apalagi berpadu jok kulit coklat tua. Kalau urusan pewarnaan lain sama dengan yang hitam. Sementara terakhir, yang bertema perak, memiliki grafis sedikit berbeda. Sisanya persis.

Kemudian varian TR, yang dirancang khusus untuk konsumen penyuka gaya dual purpose lawas. Kali ini bukan cuma aksesori. Si bungsu memiliki bentuk serta beberapa perangkat teknis berbeda. Pada tangki misalnya, dipangkas jadi lebih ramping. Permukaannya juga tak lagi membulat, agak menyiku. Perubahan ini tentu mengejar relevansi pada jenis enduro atau trail, yang menuntut keleluasaan gerak kaki.

Meski begitu, jelas ada kompensasi. Kapasitas tampung bahan bakar menyusut jauh. Yang tadinya sanggup menelan 13,5 liter, TR hanya bisa 7,5 liter. Lantas ubahan teknis bukan di mesin, melainkan kaki-kaki. Panjang fork teleskopik bertambah 35 mm dan belakang 27 mm. Otomatis jarak jok ke tanah juga naik, menjadi 805 mm. Bagi yang memiliki postur standar, boleh jadi tak menapak sempurna. Namun di lain sisi, ground clearance yang juga naik 30 mm bisa menawarkan daya jelajah lebih dinamis.

Pembeda lain dapat dilihat juga pada posisi spakbor yang ditinggikan. Layaknya motor penggaruk tanah, penahan air ini memakai material plastik lentur. Sementara sistem extender di fender belakang berlaku pula pada TR, persis seperti varian Café. Dan muffler, ditekuk ke atas supaya aman melibas kubangan air.

Beranjak ke dashboard, sekilas tampak sama namun sebetulnya berbeda. Pertama dari cluster analog dengan font angka berbeda. Tampilannya tampak lebih penuh. Stang juga memakai model cross bar ala trail. Sekaligus posisinya agak tinggi.

TR sendiri memiliki sub-varian lagi. Pertama Standard, disajikan dengan kemasan polos berkelir putih. Dilanjut tipe Special Edition bergrafis khusus, dengan tiga opsi kelir: Hitam, hijau dan kuning. Selain itu kasta tertinggi turut dibekali skid plate besi, ulir shock berwarna, jok coklat, serta ring speedometer dan cover muffler kromium. Masing-masing dibanderol Rp 29,9 juta dan Rp 32,3 juta OTR Jakarta.

Semua varian W175 series memiliki konstruksi serta mesin sama. Dapur pacu bekas Eliminator ini mengekstraksi tenaga 12,8 Hp pada 7.500 rpm serta torsi 13,2 Nm di putaran 6.000 rpm, dari volume silinder 177 cc. Suplai bensin pun masih memakai karburator. Lengkap dengan choke seperti motor lawas.

GSX-R150

11. Suzuki GSX-R150

Pilihan selanjutnya datang dari motor sport Suzuki. Ya, GSX-R150 bisa jadi alternatif bila tidak ingin memboyong All New PCX 160. Harganya pun selisih tipis dengan skutik premium Honda tipe CBS. Tepatnya Rp 30,6 juta OTR Jakarta.

GSX-R150 merupakan produk andalan Suzuki untuk bersaing di kategori sport 150 cc. Mengusung 3 keistimewaan utama, yaitu performa, dimensi kompak serta teknologi yang sanggup menjadi daya tarik, sesuai dengan kebutuhan pengendara antusias di Indonesia.

Berbekal mesin berperforma tinggi dengan kapasitas 150 cc, teknologi fuel injection dan mengadopsi sistem DOHC (Double Over Head Camshaft). GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 18 Hp pada 10.500 rpm dan torsi sebesar 14 Nm di 9.000 rpm. Daya tersebut disalurkan melalui transmisi 6 percepatan. Batas maksimum putaran mesin pun masih dapat dipacu hingga batas 13.000 rpm, menjadikan performa GSX-R150 tertinggi dan terbesar di kelasnya. Durabilitas pun terjamin berkat penggunaan material dan komponen berspesifikasi tinggi.

Kelincahan dan handling menyenangkan yang ditemui pada Suzuki GSX-R150 didukung dari desain yang kompak, berkat penggunaan rangka twin-spar diamond yang ringan dan kuat. Ergonomi berkendaranya sangat sporti memberikan kepercayaan diri untuk bermanuver dan berakselerasi.

Bicara tentang perkembangan zaman, Suzuki GSX-R150 juga dilengkapi dengan beragam fitur yang sarat teknologi tinggi, antara lain Digital Instrument Cluster, Keyless Ignition System, Easy Start System, dan LED Headlight. Fitur-fitur terkini tersebut memberikan nilai tambah yang dapat dirasakan secara langsung oleh pengendara.

Baca juga: Tiga Pilihan Skuter Senilai Honda All New PCX160

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor