jakarta-selatan
Bahasa en | id

Kawasaki D-Tracker

Ubah Motor
13 Rating | 13 Review
Rp 33,7 - Rp 65,7 Juta
Harga D-Tracker
Harga OTR di Jakarta Selatan
Dapatkan promo eksklusif, diskon & kredit bunga rendah dari dealer resmi Lihat Promo
Spesifikasi D-Tracker
Kapasitas 144 cc
Tenaga Maksimal 11.5 hp
Opsi start Electric
Sistem pembakaran DC-CDI
Panel Instrumen Digital
Indikator Bbm Digital
Jenis Transmisi Manual

Harga dan Promo Varian D-Tracker

  • X | Rp 64 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 10 Juta
    Angsuran Rp 3 Juta
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo
  • SE | Rp 33 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 5 Juta
    Angsuran Rp 1 Juta
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo
  • Standard | Rp 31 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 5 Juta
    Angsuran Rp 1 Juta
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo

D-Tracker : Dari Para Ahli

Kelebihan D-Tracker
  • Desain yang menarik
  • Warna dan striping baru
  • Varian SE lebih bergaya
  • Mudah dikendarai meski posturnya jangkung
  • Bisa main tanah, atau ngebut di aspal
Kekurangan D-Tracker
  • Ban kurang besar
  • Desain speedometer perlu pembaharuan
  • Mesin belum injeksi
  • Minim fitur yang istimewa

Informasi Terkini D-Tracker

Kawasaki membagi D-tracker dalam dua versi, Standard dan Special Edition (SE). Keduanya memiliki beberapa perbedaan. SE sudah menggunakan stang fatbar, handle cover, frame cover, skid plate, pelek hitam, suspensi depan berwarna gold serta warna dan grafis spesial.

Mengusung mesin 144 cc, SOHC, 2 klep, 1 silinder, 5 percepatan manual dan berpendingin udara. Bobot motor ini hanya 118 kg dan kapasitas BBM sebesar 6,9 liter. Ia merupakan produk Kawasaki di segmen dual purpose yang bergaya motor Supermoto. Punya desain ala motor off-road tapi arena bermainnya jauh berbeda. Terlihat dari ukuran roda dan jenis ban yang digunakan, cocoknya main di perkotaaan.

Pada Juni 2019, Kawasaki memberikan penyegaran warna terhadap D-Tracker. Terdapat 5 pilihan warna baru, 2 untuk versi Standard dan 3 buat versi SE. Versi Standard punya warna hijau dan merah. Striping grafis yang menempel pada bodinya termasuk simple, namun masih terlihat keren. Model ini, warna suspensinya hitam dan peleknya silver, tanpa embel-embel aksesori. Varian termurah ini harganya cuma Rp 32,8 juta (OTR Jakarta).

D-tracker Special Edition punya 3 warna baru, yang kini tampil lebih dinamis. Tersedia warna kuning, putih dengan grafis hijau dan Biru. Striping ketiganya melihatkan kombinasi warna yang lebih menguatkan jiwa adventure. Berbeda dari versi Standard, suspensi up side down-nya warna emas dan pelek kelir hitam. Terdapat juga aksesori tambahan, membuat harga jualnya lebih mahal, Rp 34,5 juta (OTR Jakarta).

Pada 2017, Kawasaki Motor Indonesia memberikan warna dan striping baru untuk D-Tracker standar dan SE. Pada D-Tracker Standar sudah tersedia warna putih, sedang SE ada pilihan kuning dan hijau, dengan dasar tetap hitam.

Kawasaki D-Tracker hadir sebagai jawaban motor urban dari KLX 150. Keduanya saudara kembar. Dibedakan dengan taman bermainnya. KLX 150 siap main kotor off road, sedang D-Tracker main di urban. Buktinya bisa langsung dilihat dari penggunaan roda dan ban. Roda D-Tracker lebih kecil dan dibalut karet hitam standar seperti kebanyakan motor. Hasilnya adalah gaya supermoto yang lebih modern.

Sementara KLX 150 memakai ban dual purpose, bisa untuk permukaan jalan aspal dan tanah. Hasilnya juga, D-Tracker tidak terlalu tinggi untuk diduduki sehingga lebih mudah menaklukan kondisi jalan perkotaan. KLX 150 yang lebih tinggi memang sudah sesuai untuk kebutuhan trail di alam bebas.

Perbedaan lain, hanya dari penampilan desain dan suspensi depan. D-Tracker mesinnya diwarnai hitam dan sudah memakai model suspensi upside down. KLX 150 varian mahal juga sudah ada yang memakai upside down. Sementara D-Tracker juga punya kelengkapan yang bergaya trail, tapi masih tetap dengan gaya supermoto. Pilih D-Tracker SE (Special Edition) kalau mau supermoto dengan perlengkapan trail, termasuk hand guard, cover frame, skid plate, pelek hitam dan suspensi depan upside down berlabur warna emas yang kontras dan mencolok.

Jadi, sah saja kalau mengatakan D-Tracker sebagai solusi Kawasaki bagi yang ingin tampilan supermoto berbasis trail tapi tidak mau ribet ganti pelek dan ban. Ini jadi salah satu strategi yang baik karena targetnya juga jelas, lebih pada penggunaan urban. Kalau tetap ingin main tanah, tinggal siapkan pelek dan ban yang sesuai.

Harga Kawasaki D-Tracker 2020

Varian Harga Spesifikasi  
Standard Rp 33,7 Juta*
Harga OTR
144 cc, 11.5 hp, Electric, Bensin
SE Rp 35,5 Juta*
Harga OTR
144 cc, 11.5 hp, Electric, Bensin
X Rp 65,7 Juta*
Harga OTR
249 cc, 24.13 hp, Electric, Bensin
Punya pertanyaan tentang D-Tracker?

Tanyakan pada sesama pengguna D-Tracker atau tim ahli Oto kami

Informasi Personal*
+62 -
Klik gambar untuk memuat ulang
Login/Daftar
Hanya nama Anda yang akan ditampilkan. Email dan nomor HP tidak akan ditampilkan
Terima kasih telah bertanya pertanyaan
Pertanyaan Anda menjadi masukan yang berguna bagi kami

Jutaan orang akan sangat terbantu memilih motor berkat kontribusi Anda

Harga Kawasaki D-Tracker di Kota Populer

Rp 34,33 Juta
Rp 33,71 - Rp 35,4 Juta
Rp 38,8 Juta
Rp 33,7 - Rp 65,7 Juta
Rp 34,62 - Rp 72,96 Juta

Gambar Kawasaki D-Tracker

Warna Kawasaki D-Tracker

D-Tracker tersedia dalam 3 warna yang berbeda - Grey, Yellow and Blue

  • Grey

  • Yellow

  • Blue

Video Kawasaki D-Tracker

Lihat video terbaru Kawasaki D-Tracker untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Bandingkan Kawasaki D-Tracker Dengan Motor Sejenis

Review Kawasaki D-Tracker

  • Overview
  • Fitur
  • Desain
  • Pengendalian & Pengendaraan
  • Mesin & Konsumsi BBM

Overview

Kawasaki D-Tracker 150 sejatinya sama dengan KLX 150. Hanya saja Kawasaki mengubahnya dengan tampilan supermoto. Dibanding KLX 150 biasa, shock D-Tracker di depan sudah memakai upside down. Rodanya berukuran 17 inci, dibalut ban 100/80 di depan dan 120/70 di belakang. Dari situ, gaya supermoto sudah bisa didapat. Hasilnya penggunaan di perkotaan atau jalan yang lebih membutuhkan pergerakan dinamis bisa diatasi. Ketimbang KLX 150 yang memakai pelek besar dan ban dual purpose, D-Tracker lebih mudah diakses dan dikendalikan.

Kalau berminat punya trail bermesin 150 tapi bakal lebih banyak dipakai harian, D-Tracker adalah jawabannya. Apalagi, dibandingkan KLX 150 varian bawah, suspensi D-Tracker sudah upside down. Sebuah kelebihan yang signifikan. Dengan postur yang ramping dan tidak terlalu tinggi, akibat roda lebih kecil, D-Tracker juga jadi pilihan lebih banyak orang dengan ukuran tinggi badan rata-rata orang Indonesia.

Anggapannya, ketimbang pilih KLX 150 lantas menyiapkan roda dan ban untuk dijadikan supermoto, memilih D-Tracker dan menyiapkan roda untuk trail dinilai lebih solutif. Pasalnya, KLX 150 dengan suspensi upside down berlabel harga jauh lebih tinggi.

Fitur

Untuk zaman sekarang, Kawasaki D-Tracker bisa dibilang minim fitur. Mungkin karena usianya juga sudah cukup lama. Apalagi kalau dibandingkan kompetitor. Paling bisa dinilai, suspensi upside down. Sisanya, baik dari desain speedometer, lampu maupun teknologi performa terbilang standar.

Ini lantas jadi pekerjaan rumah Kawasaki di Indonesia. Apakah facelift major atau bahkan menelurkan D-Tracker anyar.

Desain

D-Tracker, seperti kebanyakan desain jenis yang sama, punya bodi yang ramping dan setang yang cenderung rata. Dimensinya 2.015 x 950 x 1.130 mm (PxLxT), dengan jarak antar poros roda 1.355 mm dan ground clearance 270 mm. Bekal itu sudah cukup compact untuk melewati padatnya perkotaan. Ground clearance yang masih lega, meski roda lebih kecil dari KLX, menambah daya jelajahnya di permukaan jalan tak rata.

Suspensi depan fork upside down 35mm, mendukung pelek 17 inci. Ban, 100/80-17M/C 52P di depan dan 120/70-17M/C 58P belakang sebetulnya sudah cukup. Namun masih terlihat kurang besar bagi pengendara yang punya postur lebih tinggi.

Pengendalian & Pengendaraan

Mengendalikan D-Tracker terasa sangat mudah. Baik bagi yang tinggi badannya rata-rata orang Indonesia, maupun yang punya badan lebih tinggi, sekitar 180 cm. Kaki mudah menapak di tanah, kendali setang dan bodi ringan. Saat diajak berbelok, mengatur posisi badan juga sangat mudah, lantaran dudukannya juga ramping.

Soal deselerasi, rem cakram single semi-floating 300 mm petal piston ganda dipasangkan di depan. Di belakang, 220 mm single piston. Kinerjanya rata-rata dan bisa diandalkan saat stop and go maupun pengereman keras.

Mesin & Konsumsi BBM

Mesin sama dengan KLX 150. Berpendingin cairan, 144 cc SOHC dengan daya 12 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Penyalur daya 5-speed dan Kompresinya 9,5:1. Kapasitas tangki bahan bakar 6,9 liter. Soal performa, kala dipakai harian, sudah sangat mengakomodir. Baik saat harus berkendara santai, membelah kemacetan dan berlari lebih kencang. Putaran bawah dan tengah terasa menjanjikan. Sedang putaran atas perlu diusahakan. Konsumsi bahan bakarnya terbilang rata-rata. Bisa irit, tergantung dari kondisi berkendaranya.

Review Pengguna Kawasaki D-Tracker

4.6
Berdasarkan 13 Review
  • 5 8
  • 4 5
  • 3 0
  • 2 0
  • 1 0
Ceritakan kisah motor Anda

Review Anda akan membantu orang lain memilih

Tulis Review
Review populer
  • H
    Herman 02 Jan, 2020 untuk Kawasaki D-Tracker
    Siramping , gesit kencang badai

    Inilah dia d tracker 150 Kendaraan yang melintas di Medan apapun dia gesit kencang bikin pngndara iningin nggas trus , seperti melayang di udara terbukti sangat nyaman di kendarai suspensi empuk enak di bawa berkeliling" enak untuk di bawa ketempat wisata yang terjal sekalipun karna dia tangguh di segala bidang, bensin nya pun lumayan irit jadi ga bikin kantong bolong Baca Selengkapnya

  • D
    Dedi Saputra 16 Des, 2019 untuk Kawasaki D-Tracker 150
    Kuda Besiku

    Pertama2 Saya Lihat Dari Tekstur Tubuhnya Sangatlah Elok dipandang Terurama untuk Kaki-kaki nya Uihhhhh Laki Banget sumpah Laki banget👌😘 nahhhh untuk bagian Pemakain Atau menggunakan dijalan raya wissss,terasa jalan raya milik sendiri😁,Sumpah Ini fakta dari gw,Untuk Offroad Jga Mantap,Super Ngebut Iya seperti Kata-Kata Orang Keren Sih Bilangnya Trabaas gitu,iyahhh intinya mantap lah buat dijalan raya maupun di offroad,gw punya motor Baca Selengkapnya

  • D
    Dedyazhar 28 Nov, 2019 untuk Kawasaki D-Tracker
    Beberapa kekurangan pada motor D-Tracker

    Jadi cerita ini berdasarkan pengalaman. Nah pada bagian saya pribadi Hannya ingin menyebutkan beberapa kekurangan, dan selebihnya adalah MANTAP. Kekurangan nya sebagai berikut: 1. Masih menggunakan speed meter analog 2. Lalu masih a bohlam biasa bukan LED 3. Karburator nya gerai jaman. Upgrade donk Kawasaki, Jan harga aj mahal. 4. CC nya naikin 5. Ban nya buka tubles, masih ban Baca Selengkapnya

  • S
    Sultan Isjad Ubaidillah 19 Nov, 2019 untuk Kawasaki D-Tracker 150
    Kesan untuk pemakaian harian.

    Untuk dipakai harian enak dibuat nrabas pas macet bisa nrabas kiri (bukan trotoar semacam jalan yg belum dibangun). Untuk keluhan saya mesinnya pernah sekali dipakai berhenti bentar buat belok ke perumahan tiba tiba mati lgsg sy starter mesinnya hidup, pernah juga habis cuci motor mesinnya ga mau nyala udh di starter berulang" setelah keberapa kali baru nyala mesinnya. Buat yg Baca Selengkapnya

  • A
    Ato Priyanto 03 Nov, 2019 untuk Kawasaki D-Tracker
    Mantapp

    Pertama kali pake mtr D.tracer, serasa gmna gitu enak banget buat tunggangan sehari hari Baca Selengkapnya

Review Pengguna D-Tracker

Pertanyaan seputar Kawasaki D-Tracker

Motor Kawasaki Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang

Dealer Kawasaki Terdekat

Berita Kawasaki D-Tracker

Dapatkan penawaran pertukaran terbaik di Motor Anda
Tolong beri tahu kami tentang mobil Anda di bawah ini dan kami akan menghubungkan Anda dengan mitra dealer kami.
Hanya 1 langkah dari penawaran terbaik. Harap masukkan detail kontak Anda
+62 -
Hampir Selesai

Mohon masukkan kode OTP 4 digit yang dikirim ke nomor Whatsapp/SMS Anda

Terima kasih