jakarta-selatan

Perjalanan 30 Tahun BMW M3

  • Sep 30, 2016
  • 1656 Dilihat

Tahun 2016 ini merupakan tahun yang spesial bagi manufaktur asal Jerman, BMW. Pasalnya selain merayakan hari jadi dan sejarah panjang brand BMW sendiri yang ke-100 tahun, tahun 2016 juga menandakan perjalanan 30 tahun sang ikonik BMW M3.


Siapa yang tidak mengenal nama BMW M3? Sport coupe yang dihidupkan dari dasar BMW 3-Series oleh divisi performa BMW Motorsport Division (yang kemudian disingkat dengan BMW M Division) untuk diikutsertakan pada ajang balap DTM di kala itu. Walaupun BMW M3 generasi pertama pernah dipamerkan pada Frankfurt Motor Show tahun 1985, produksi pertama BMW M3 dimulai pada tahun 1986 dan baru pada tahun 1987 model E30 M3 memulai debutnya di sirkuit balap dan langsung berhadapan dengan pesaingnya dari Mercedes-Benz dan Audi.


E30 M3


BMW M3 E30 Awalnya, pihak manufaktur BMW tidak berniat memproduksi mobil sport untuk dijual massal. Mereka hanya ingin meningkatkan performa dari 3-Series yang dijual saat itu sehingga dapat berkompetisi di sirkuit balap Group A Touring Car. Namun sebagai syarat bahwa untuk dapat terjun di sirkuit balap mobil tersebut harus melewati homologasi dan minimal 5.000 unit versi legal di jalan raya harus terjual, dimulailah perjalanan BMW M3 sebagai mobil berperforma tinggi yang legal di jalan raya. Sampai akhir masanya di tahun 1991 hampir 18.000 unit E30 M3 yang berhasil dijual BMW dan sejumlah besar masih dapat ditemui di berbagai belahan dunia saat ini.


BMW E30 M3 versi legal jalanan menggunakan mesin S14 yang diambil dari M1, dengan kubikasi 2.3-liter 4-silinder menghasilkan tenaga 192 hp dan torsi 240 Nm yang disalurkan melalui transmisi manual 5-speed. Bobotnya pun terbilang ringan, dengan hanya 1.200 kg, sehingga E30 M3 dapat berakselerasi dalam waktu 6,5 detik untuk menyentuh angka 100 km/jam dari posisi diam.


BMW kemudian menghasilkan model E30 lebih bertenaga dengan kapasitas mesin lebih besar yang disebut dengan Evolution (EVO2) dan Super Evolution (EVO3). EVO2 menghasilkan tenaga 216 hp dan diberikan segenap penyegaran seperti roda lebih besar, tutup bagasi berbobot lebih ringan, dan tambahan spoiler belakang. Sementara EVO3 meningkatkan kapasitas mesin menjadi 2.5-liter yang menghasilkan daya 235 hp.


E36 M3


BMW M3 E36 Berbeda dengan pendahulunya, BMW E36 M3 meninggalkan mesin 4-silinder dan menggunakan kapasitas lebih besar yakni mesin 3.0-liter 6-silinder segaris dengan tenaga 240 hp dan torsi 305 Nm. Tak seperti E30 yang difokuskan pada balapan sehingga bobotnya terbilang ringan, E36 memiliki bobot lebih berat, sekitar 1.560 kg, serta dengan penampilan yang lebih elegan untuk digunakan di jalan. Di tahun kedua produksinya, E36 hadir dengan versi jantung mekanis 3.2-liter 6-silinder segaris yang diiringi dengan peningkatan torsi menjadi 325 Nm. Pada model ini juga pertama kali transmisi sequential manual gearbox (SMG) diperkenalkan. E36 juga ditawarkan dalam model sedan empat pintu dan convertible, selain dari model coupe dengan produksi total 46.525 unit dan diakhiri produksinya di tahun 1999 dengan total produksi gabungan ketiga model di angka 71.242 unit.


E46 M3


BMW M3 E46 Seperti halnya E36, E46 M3 juga tampil lebih 'jinak' dan tidak terlalu menunjukan sisi keganasan performa M. Di balik kap mesinnya telah terpasang jantung mekanis naturally aspirated 3.2-liter 6-silinder segaris dengan tenaga maksimal 338 hp serta semburan torsi 365 Nm, dengan pilihan padanan transmisi SMG dan manual. Catatan waktu akselerasi 0-100 km/jam adalah 5,1 detik. Sektor pengendalian pada E46 juga meninggalkan kesan yang sangat tinggi bagi sebagian besar insan yang pernah mencobanya. Bahkan, E46 juga diyakini memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik ketimbang pendahulunya.


Versi balap dari E46 M3 merupakan yang pertama menggunakan mesin 4.0-liter V8 bertenaga 450 hp dan disebut dengan M3 GTR yang diturunkan pada seri balap American Le Mans Series pada tahun 2001. Selain itu, masih ada E46 M3 CSL dengan bobot yang lebih ringan, 1.385 kg, berkat penggunaan material plastik yang diperkuat serat karbon, kaca lebih tipis, dan kaca campuran plastik. Mesinnya juga menghasilkan tenaga lebih dibandingkan versi biasa, dengan daya puncak 360 hp.


E90/E92/E93 M3


Keluarga M3 Pada generasi keempat ini lah BMW M3 mulai dibekali dengan jantung mekanis 4.0-liter V8, yang menggantikan mesin 6-silinder segaris. Versi coupe diperkenalkan pada Frankfurt Motor Show 2007 dan sejumlah besar orang menyebutnya dengan E92 M3. Output tenaga pada mobil ini mencapai 414 hp serta 400 Nm torsi. Sebagai pendistribusi tenaganya tersedia transmisi manual 6-speed dan otomatis kopling ganda M-DCT 7-speed yang lebih efisien. Kenyataan bahwa putaran mesinnya mencapai angka 8.400 rpm dan suara yang dihasilkannya sangat khas, menjadikan banyak orang jatuh hati pada E92.


Pada model ini desainnya sudah terbilang lebih modern dan nilai elegan telah menempel pada bahasa desain BMW M3. Sedangkan varian lainnya adalah edisi spesial DTM Champion Edition yang ditawarkan dalam edisi terbatas 54 unit, M3 GT2 Art Car hasil kreasi Jeff Koons, dan sang monster M3 GTS dengan tenaga 450 hp.


F80 M3


BMW M3 F80 Selain megganti huruf platform E dengan F, pada generasi teranyar M3 juga mengubah haluan model dari coupe menjadi sedan 4-pintu, sedangkan basis coupe dan convertible nya dialihkan ke seri lebih tinggi M4. Tak hanya itu, jantung mekanis 6-silinder segaris juga kembali dihadirkan, dengan kapasitas 3.0-liter dan telah terinstalasi twin-turbocharger sehingga output tenaga puncak mencapai 425 hp dan torsi monster 550 Nm. Sebagai pendistribusi tenaga disediakan transmisi otomatis kopling ganda.


Pro dan kontra terkait hilangnya mesin konfigurasi V8 masih berlanjut hingga sekarang, tetapi penggunaan twin-turbo pada generasi terbaru ini juga menjadi nilai lebih tersendiri dari segi performa.


Untuk merayakan hari jadi ke-30 dan keberhasilan dari ikon M3, BMW M Division merilis model edisi spesial untuk pada musim panas tahun 2016, dengan hanya 500 unit dijual di dunia. BMW M3 "30 Jahre M3" dengan warna cat metalik Macao Blue yang merujuk kembali kepada generasi pertama dari M3. Dibekali dengan Competition Package sebagai standar yang kemudian mengubah pengaturan suspensi dan meningkatkan tenaga menjadi 450 hp atau meningkat sejumlah 19 hp dari versi standar.


Varian Purwarupa dari M3


Dalam ulang tahunnya yang ke-30 ini, tak hanya model coupe, convertible, dan saloon saja yang menggunakan lencana M3, namun ada empat varian model lain yang tidak pernah meluncur ke pasar, yaitu BMW M3 Pickup tahun 1986, BMW M3 Compact dari tahun 1996, BMW M3 Touring lansiran tahun 2000, dan terakhir BMW M3 Pickup generasi kedua yang diperkenalkan pada tahun 2011.


BMW M3 Pickup


BMW M3 E90 pickup BMW M3 Pickup dibangun dengan tujuan awal sebagai mobil untuk mengangkut barang-barang di kawasan pabrik saja. Karena memiliki rangka dari BMW 3-Series Convertible yang tidak terpakai, dan bodyshell dari rangka jenis convertible yang menunjang kekuatan, diputuskanlah untuk membangun satu model BMW M3 Pickup. Awalnya, BMW M3 Pickup disokong oleh mesin yang lebih kecil dari versi normalnya, yang juga digunakan pada "Italian M3" yang memangkas kapasitas mesin terkait dengan regulasi pajak di Italia. Mesin tersebut hanya menghasilkan 192 hp. Baru kemudian diputuskan untuk mengganti mesinnya dengan versi asli, yakni 2.3 liter 4-silinder yang menghasilkan daya 200 hp. BMW M3 Pickup bekerja dengan sangat baik dan dapat diandalkan untuk transportasi pabrik hingga akhirnya harus dipensiunkan setelah mengabdi selama 26 tahun.


BMW M3 Compact


Ide dasar dari diciptakannya BMW M3 Compact adalah untuk menyediakan mobil berlabel BMW M level pemula kepada para pemuda. Jika diibaratkan, posisi BMW M3 Compact mengisi ruang yang sekarang diduduki oleh BMW M2. Pada kala itu, apabila BMW M3 Compact benar-benar menjadi unit produksi massal, spesifikasi jantung mekanisnya akan diturunkan, walaupun pada model purwarupa nya dapat menyemburkan daya hingga 321 hp dan memiliki bobot yang lebih ringan. Purwarupa BMW M3 Compact dihadirkan sebagai media pengujian para jurnalis dan menarik anemo masyarakat.


BMW M3 Touring


BMW M3 E46 Wagon Model purwarupa dari BMW M3 Touring yang berbentuk station wagon diwujudkan sebagai konsep sementara versi produksinya masih menjadi pertimbangan pada saat itu. Berbeda dengan M3 Compact, M3 Touring hanya dibangun untuk kepentingan penelitian dan contoh agar dapat mengaplikasikan perubahan-perubahan pada produksi BMW 3-Series Touring.


BMW M3 Pickup New Generation


Sudah cukup lama sejak BMW M3 Pickup pertama dihadirkan dan pihak manufaktur merasa perlu untuk merilis penerusnya. Kontruksi bangunnya masih menggunakan ide yang sama dengan generasi pertama, yakni memanfaatkan rangka bodi convertible. Seperti pada pendahulunya, M3 Pickup generasi baru juga bukan merupakan unit yang akan diproduksi massal, melainkan untuk digunakan sebagai angkutan barang dalam manufaktur saja. Namun seseorang memberikan ide untuk memanfaatkan momen April Fool's atau April Mop dan membuat lelucon peluncuran di tanggal 1 April.


Untuk lebih meyakinkan publik, pihak BMW pun mengadakan sesi spy-shot di Nurburgring dan berhasil menjalin kepercayaan media maupun publik. Hingga tiba pada saat hari peluncuran dan pihak BMW menyebarkan siaran pers tepat pada tanggal 1 April 2011 yang isinya menjabarkan bahwa BMW M3 Pickup merupakan varian bodi keempat selain coupe, convertible, dan sedan, serta memiliki tenaga 420 hp dan daya angkut hingga 450 kg. Kenyataan sebenarnya baru dituliskan pada paragraf terakhir siaran pers yang mengatakan bahwa mobil tersebut hanya dibangun satu unit dan untuk keperluan transportasi di pabrik.


Baca Juga: Empat Sedan Penembus 320 km/jam

Shares

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer