4 Poin Keistimewaan BMW 430i Coupe M Sport Pro

4 Poin Keistimewaan BMW 430i Coupe M Sport Pro

BMW Group Indonesia baru saja kenalkan si kupe penuh kontroversi 4 Series. Ia hadir dalam format nomenklatur 430i. Berpintu dua nan anggun, jelas bukan jenis bodi yang lazim ditemukan seliweran meski bukan merupakan model limitasi. Cenderung eksis sebagai pemenuh hasrat aktualisasi diri. Dari situ saja pasti terlihat menawan apalagi di mata awam.

Kendati begitu, nilai spesial 4 series lebih dari sekadar terlihat manis di mata. Boleh dibilang tawarkan ciri mendasar spesifik dengan segala topping perbekalan trim. Istimewa, berikut alasannya.

430i

Pancarkan Gaya Tersendiri

Menarik garis keturunan, 4 Series sebetulnya baru masuk ke generasi kedua. Kendati begitu, angka ini keluar sebagai pemisah model bodi kupe dari 3 Series. Bak sepasang anak kembar yang belum lama ini punya kamar masing-masing. Tak salah kalau disebut sebagai saudara kembar. Dari saat 4 series pertama hadir, arahan gaya kurang lebih serupa dengan jumlah pintu berbeda.

Lain cerita kala berevolusi ke generasi teranyar G20 3er dan G22 4er. Versi kupe 4 Series tampak benar-benar berusaha menemukan jati diri agar terlihat beda dari saudaranya. Secara keseluruhan terlihat cenderung mendambakan image superior nan elegan 8 Series. Mudah terbaca dari profil tubuh Coupe hingga ke komposisi bokong lebar seksinya itu. Lantas dibungkus dalam format bodi kompak yang membuatnya sedikit lebih tengil dan dipenuhi energi remaja.

Baca juga: Simak Hasil Render Moncong BMW 4 Series Versi Kalem Sebagai Acuan Modifikasi Nanti

Namun, sorotan utama diferensiasi dari kedua model terletak di fasad depan. Membawa identitas spesifik, seakan ia telah menemukan jalannya sendiri – dan mungkin membentuk arahan bagi model BMW lain di masa mendatang. Yep, semua itu terpancar berkat Twin Kidney Grille supergambot. Sebagian bisa berlapang dada, sebagian bisa jadi kesal dengan hal itu. Tapi coba lihat secara langsung, komposisinya tergolong menawan dalam format Coupe sekaligus menciptakan sebuah ciri identik 4 Series. Soal suka atau tidak itu urusan masing-masing.

430i Coupe

Pun kalau menilai bahwa 4er berhidung aneh, coba lirik lagi ke berbagai era BMW di masa lalu. Naik dulu ke permukaan sebab mungkin sudah menyelam terlalu dalam di evolusi rancangan pasca kehadiran famili Neue Klasse. Melihat ke belakang, BMW punya berbagai bentuk Twin Kidney Grille yang unik. Seperti model vertikal pada awal eksistensi 303 di era 30-an, 328, hingga ke sedan mewah 502 atau 501. Ada pula komposisi horizontal seperti 507 atau Z8. Atau, lubang imut di M1 dan Z1 serta tanpa grille sama sekali di Isetta atau BMW 700.

Memang tak dipungkiri 4er terlihat sangat berbeda dari anggota keluarga lain saat ini. Seperti seorang anak yang punya jalan berbeda dari ekspektasi arah konservatif keluarga besar. Namun ketika ia berhasil membuktikan kesuksesan di masa mendatang, siapa tak bangga? Well, setidaknya wujud grille seperti ini – atau bahkan arahan radikal lain – bisa diekspektasikan membentuk identitas pabrikan kedepannya. Minimal, sekarang sudah diadopsi model penting seperti M3 Sedan atau flagship EV, BMW iX.

430i Coupe

Janjikan Diferensiasi Karakter Berkendara dari Seri 3

Tidak diragukan lagi kalau sekarang 4 Series semakin pancarkan imaji berbeda dari 3 Series. Tapi tentu lebih dari itu. Dalam penjelasan BMW Group Global soal BMW 4 series, diketahui mereka kembangkan 4er dengan langkah lebih spesifik model. Contoh wheelbase sepanjang 2.581 mm, disebut relatif lebih panjang dari kompetitor. Figur tersebut memang sama dengan 3er hanya saja 4er memiliki sumbu belakang lebih lebar sampai 23 mm. Klaimnya menjanjikan balans hebat antara kenyamanan dan dinamika menikung. Belum lagi ditambah roda depan yang dibikin lebih camber ketimbang Seri 3.

Atap rendah melandai memberikan penampilan elegan bagi sebuah kupe. Tak kecuali 430i M Sport Pro ini. Membuat posturnya turun 57 mm dari kembaran bertubuh sedan. Hal ini pun berimbas pada penurunan pusat gravitasi demi menawarkan diferensiasi karakter. Resultan dari penurunan postur adalah penurunan titik pusat gravitasi sampai 21mm. Juga rancangan spesifik 4er memberikan gaya tekan ekstra di poros belakang.

Rancang bangun serupa Seri 3 ikut disempurnakan demi karakter berbeda. Khusus sang kupe, pabrikan telah menambahkan berbagai elemen penambah rigiditas rangka. Termasuk di dalamnya panel penghubung antara strut tower dan bulkhead, serta batang penguat di bagian moncong. Upaya penguatan struktur dapat pula ditemukan di area gardan belakang. Seluruh langkah tadi lantas disudahi dengan penyesuaian tuning suspensi.

4

Boyong Kelengkapan Penunjang Kenikmatan Berkendara

Untuk sebuah mobil mewah seharga Rp 1,399 miliar (OFR), tentu berharap mendapatkan kenikmatan pengalaman berkendara menyeluruh. Dari mulai kualitas, kenyamanan, hingga kecanggihan teknologi masa kini. Urusan perbekalan modern tentu tak perlu dikhawatirkan lagi. Contoh di eksterior, kemudahan Comfort Access System menawarkan akses tanpa perlu memegang remote. Komplet diramaikan oleh fungsi buka tutup bagasi elektrik via sensor kaki.

Sama seperti mayoritas BMW modern yang mejeng di Tanah Air, teknologi penerangan Laser Light jadi peranti standar. Sajikan jangkauan penerangan sangat jauh tanpa bikin silau pengguna jalan dari arah berlawanan. Turut mejeng pula fungsi bantuan pencahayaan saat berbelok. Sebuah sajian istimewa pagi penggemar di Indonesia sebab sebetulnya lampu laser merupakan perangkat opsional di luaran sana.

Masuk kabin, langsung terpancar hubungan darah antara 3er dan 4er. Rancangan dasbor yang diusungnya mirip. Sama sekali bukan suatu barang buruk dan boleh dibilang tidak menjadi masalah dengan visual minimalis tapi fungsional. Layar digital dipasang sebagai penguat nuansa kekinian. Melekat layar 10,25 inci sebagai panel instrumen dan ditemani layar 12,3 inci untuk sistem infotainment.

Berbagai kendali dalam sistem infotainment dapat terlaksana melalui gestur tangan atau komando suara. Selain itu, disajikan pula konektivitas smartphone nirkabel Apple CarPlay. Serbamemanja, dalam perjalanan Anda akan ditemani bermacam peranti berkelas. Sebut saja AC otomatis untuk tiga zona, hingga penggugah indera pendegaran berupa Harman Kardon Surround Sound System 16 speaker.

430i Coupe

Kesan Sporty Bukan Sebatas Penegasan Visual

Kalau mengacu penamaan trim, M Sport Pro mengindikasikan upaya untuk terlihat sporty. Ornamen hitam menghiasi sekujur tubuhnya hingga ke jeroan lampu. Yep, masuk dalam paket Shadowline with Extended Contents. Kombinasi tampak manis dengan pemakaian sepatu M Light Alloy Wheels-Double Spoke Style 797M dwiwarna. Lebih gelap lagi dalam kabin, sport seat elektrik yang suportif menopang posisi tubuh dibungkus material Alcantara campur kulit Sensatec hitam.

Tapi harus diketahui, nilai atletis ini lebih dari sekadar unsur gaya. Banyak bumbu “M Sport” untuk memberikan rasa tajam sesuai hasrat dalam berkendara. Mau merasakan kenyamanan atau karakter bersemangat, 430i siap mengakomodir. Seperti komponen kaki-kaki, mengadopsi unit Adaptive M Suspension dengan karakteristik khas M agar redaman bisa disesuaikan keinginan. Itu sudah termasuk komponen Variable Sport Steering yang menjanjikan kelincahan arah saat menikung sekaligus stabilitas di kecepatan tinggi.

Lebih menarik lagi, BMW 430i Coupe M Sport Pro mengusung M Sport Differential. Selisih putaran roda belakang kala menikung dapat dibatasi sedemikian rupa demi berikan handling optimal. Mau dibebaskan sepenuhnya atau dibuat berputar dalam kecepatan rotasi sama, bisa. Rasio pengunci dibebaskan dari nol hingga 100%. Ingar-bingar M-Sport disudahi pemakaian paket rem M Sport Brake berupa kombinasi kaliper empat piston di depan dan satu dibelakang dengan kelir merah kontras.

Velositas sendiri tercipta melalui komposisi pemacu dengan nomenklatur 30i. Tersemat enjin empat silinder 2.000 cc TwinPower Turbo dengan ekstraksi tenaga sampai 258 hp. Torsinya tergolong besar, mencapai 400 Nm dan tersalur ke roda belakang via transmisi otomatis Steptronic Sport delapan percepatan. Terpasang paddle shifter andai mau menentukan sendiri kekuatan akselerasinya. Tapi di samping itu, jiwa kekanakkan bakal dibahagiakan oleh eksistensi Launch Control. (Krm/Tom)

Baca juga: Belum Mati, BMW 4 Series Gran Coupe Lanjut Meramaikan Jajaran 4er dengan Gaya Khas

Jelajahi BMW 4 Series Coupe

Model Mobil BMW

  • BMW 4 Series Coupe
    BMW 4 Series Coupe
  • BMW X1
    BMW X1
  • BMW X6 2020
    BMW X6 2020
  • BMW X5 M
    BMW X5 M
  • BMW 4 Series Convertible
    BMW 4 Series Convertible
  • BMW 7 Series Sedan
    BMW 7 Series Sedan
  • BMW M2 Competition
    BMW M2 Competition
  • BMW 6 Series GT
    BMW 6 Series GT
  • BMW i8 Roadster
    BMW i8 Roadster
  • BMW X3
    BMW X3
  • BMW X7
    BMW X7
  • BMW 5 Series Sedan
    BMW 5 Series Sedan
  • BMW i3S
    BMW i3S
  • BMW 8 Series Coupe
    BMW 8 Series Coupe
  • BMW 8 Series Gran Coupe
    BMW 8 Series Gran Coupe
  • BMW M1
    BMW M1
  • BMW M2 Gran Coupe
    BMW M2 Gran Coupe
  • BMW M4 Coupe
    BMW M4 Coupe
  • BMW X4
    BMW X4
  • BMW 3 Series Sedan
    BMW 3 Series Sedan
  • BMW X2
    BMW X2
  • BMW 3 Series Touring
    BMW 3 Series Touring
  • BMW X3 M
    BMW X3 M
  • BMW X4 M
    BMW X4 M
  • BMW i8 Coupe
    BMW i8 Coupe
  • BMW X5
    BMW X5
  • BMW Z4
    BMW Z4
Mobil BMW

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil BMW 4 Series Coupe Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil BMW 4 Series Coupe

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Coupe