jakarta-selatan

Ragam Zat Peningkat Performa Mesin

  • 07 Sep, 2016
  • 4007 Kali Dilihat

Mesin, merupakan bagian dasar dari kendaraan. Tanpa mesin, maka yang Anda naiki hanyalah sebuah kendaraan angkut tanpa pendongkrak daya. Bukan maksud mengesampingkan motor elektrik, namun saat ini teknologi mesin bakar internal (internal combustion engine) masih menjadi yang paling reliabel sebagai pendongkrak tenaga kendaraan.


Dalam penyematannya untuk kendaraan, mesin pasti memiliki keterbatasan. Apalagi berbeda peruntukan mesin dan mobilnya, maka spesifikasi yang dibutuhkan pun tentu berbeda. Pabrikan tentu tak bisa mengakomodir beragam kebutuhan dalam satu paket mobil, karenanya para insinyur mengembangkan cara lain untuk meningkatkan performa, yakni dengan memasukkan zat lain ke dalam mesin untuk membantu pengolahan bahan bakar.


Saat ini ada beberapa zat yang bisa digunakan untuk meningkatkan tenaga. Caranya pun bermacam-macam, tergantung pengolahan dan efektivitas penggunaan zat tersebut untuk mencapai tujuan instalasinya. Berikut adalah beberapa zat yang bisa digunakan untuk meningkatkan performa mesin.


Nitro


NOS melonjakkan tenaga Perangkat ini mungkin tak asing jika Anda sering menonton film-film balap. Ya, penggunaan zat yang terkenal dengan nama NOS ini memang banyak digunakan di beberapa arena balap untuk meningkatkan performa mesin dalam tempo beberapa saat. Namun sebelum membahas lebih jauh, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang NOS.


NOS adalah nama sebuah produk dagang, dan bukan nama sebenarnya dari sistem ini. NOS atau Nitrous Oxide System adalah nama produk yang menjadi pionir sistem injeksi nitrogen di industri otomotif.


Nitro Oxide atau N2O, adalah nama zat yang digunakan NOS untuk disemburkan ke mesin agar performa bisa meningkat. N2O merupakan molekul yang terdiri dari molekul oksigen dan nitrogen. Molekul ini disimpan dalam bentuk cair dalam tabung bertekanan tinggi. Dalam kondisi molekul terikat, zat ini tak mudah terbakar. Namun begitu disemburkan ke dalam ruang bakar dalam bentuk pengkabutan, ia akan terpisah menjadi oksigen dan nitrogen. Oksigen akan membantu pembakaran agar lebih sempurna, sementara nitrogen akan mengikat oksigen yang ada dalam udara. Sehingga jumlah oksigen di dalam ruang bakar meningkat secara signifikan. Semakin banyak oksige, artinya pembakaran makin sempurna, dan pembakaran sempurna, artinya tenaga meningkat.


Ada beberapa metode untuk menyemprotkan N2O ke mesin. Pertama adalah kering, cara ini memanfaatkan injektor bahan bakar untuk menyemprotkan N2O. Karena disemprotkan bersama bahan bakar, maka saluran intake akan tetap kering. Ini alasannya mengapa sistem ini disebut demikian. Berikutnya adalah basah, yakni dengan cara menyemprotkan bahan bakar dan nitro bersamaan dan membuat intake lembab karena pertemuan N2O dan udara terjadi saat pencampuran bahan bakar dengan udara. Jika pencampuran dengan N2O terjadi di intake maka disebut single point, sedangkan jika pencampuran N2O terjadi langsung di ruang bakar, maka disebut Direct Port.


Berbeda dengan metode penambahan tenaga lain, penggunaan N2O cukup memakan tempat di kendaraan untuk instalasinya. Sebab tabung N20 biasanya berukuran cukup besar. Tak hanya itu, instalasinya juga memerlukan injektor khusus, busi khusus, modul kontrol, hingga sistem asupan bahan bakar yang lebih kuat.


Penggunaanya pun diperlukan kehati-hatian, sebab kenaikan tenaga berkat N2O bisa terjadi 1 dk-3.000 dk, karenanya biasanya instalatur perangkat ini harus memahami kebutuhan pengguna dan kondisi mobilnya sebelum pemasangan. Sebab, jika sekadar menaikkan tenaga, sementara mobil tidak bisa mengakomodir, hanya akan membuat celaka pengendara bahkan orang lain.


Water-Methanol Injection


Water methanol injection


Ada satu cara untuk meningkatkan performa mesin tanpa perlu mengganti bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi. Yakni dengan cara menurunkan suhu di jalur udara mesin dan mengoptimalkan pembakaran dengan meminimalisir detonasi yang tak diinginkan. Di sinilah kombinasi air dan methanol dibutuhkan.


Detonasi bisa terjadi bukan saja karena percikkan api pada busi di ruang bakar, namun juga saat suhu di ruang bakar saat tinggi, detonasi yang tak diinginkan bisa terjadi. Hal inilah yang kemudian dirasakan pengendara dengan gejala ngelitik. Sekecil apapun detonasi yang terjadi dapat menurunkan performa mesin.


Tugas air dan methanol adalah untuk meminimalisir ini dan mengefektifkan pembakaran. Air mempunyai kemampuan penguapan yang baik yang membuatnya efektif untuk menurunkan suhu. Sementara, Methanol dengan oktan 116 mengurangi potensi detonasi dengan cara menaikkan kandungan oktan di bahan bakar agar hanya terbakar sesuai perintah mesin. Dalam cara kerja mesin turbo, hal ini sangatlah penting karena ketika udara dimampatkan oleh turbo, dibutuhkan kestabilan pembakaran agar pengolahan tenaga lebih efisien. Kenaikkan performa dari penggunaan water-methanol mencapai 15%. Prinsip di atas berlaku untuk mesin berbahan bakar bensin.


WaterBoost


water injection di BMW M4 GTS Ya, water atau hanya air, bukan dicampur dengan methanol, namun air murni yang merupakan hasil distilasi atau biasa disebut air distilasi adalah salah satu zat yang belakangan diperkenalkan oleh Bosch untuk meningkatkan tenaga. Terdengar aneh bukan? Mesin yang kita selalu hindari dari rendaman air, malah diinjeksikan air.


Cara kerjanya tentu bukan dengan mencampurkan air untuk diledakkan di ruang bakar bersama bahan bakar. Air yang disemprotkan ke dalam ruang bakar ditujukan untuk menurunkan suhu di intake manifold untuk memberikan potensi pemampatan mixture bensin dan udara yang lebih padat.


Dijelaskan pihak Bosch, sebenarnya teknologi penurunan suhu sudah digunakan sebelumnya, namun dengan memanfaatkan bensin. Jadi selain bensin yang disemprotkan untuk diletupkan di ruang bakar, ada juga sebagian kecil bensin yang disemprotkan hanya untuk diuapkan agar menurunkan suhu. Dengan turunnya suhu, maka kandungan udara bisa semakin mampat dan kompresi di ruang bakar bisa meningkat. Hal ini tentu akan membuat pembakaran menjadi semakin efisien yang artinya tenaga lebih optimal.


Jumlah air yang dibutuhkan juga sangatlah sedikit. Bahkan untuk berjalan ratusan kilometer saja, hanya beberapa mililiter air yang diperlukan. Karenanya pada mobil yang nanti menggunakan sistem ini, hanya membutuhkan penyematan tangki kecil maksimal 5 liter yang berisi air distilasi. Sekali pengisian, air ini bisa bertahan hingga kurang lebih 2.800 km. Ketika airnya habis juga tak perlu mobil mengalami kerusakkan, yang terjadi hanya penurunan performa saja.


Bosch pertama kali menyematkan ini pada BMW M4 GTS untuk menaikkan performa sekaligus meningkatkan efisiensi. Klaim Bosch, tenaga bisa meningkat 5% tanpa harus mengubah kapasitas ruang bakar atau meningkatkan semprotan bahan bakar. Tak hanya itu, efisiensi pun meningkat 13% saat berakselerasi atau dalam perjalanan panjang. Saat ini Bosch sudah membuka kesempatan bagi pabrikan lain untuk menggunakan teknologi miliknya dengan mesin turbocharged bensin dengan tenaga minimal 107 dk.


Baca Juga: Era Rasio Kompresi Variabel


Source foto : NOS, newspress UK, Bosch, AEMelectronics

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi