First Impression Yamaha E01: Melihat Lebih Dekat Sang NMax Elektrik

First Impression Yamaha E01: Melihat Lebih Dekat Sang NMax Elektrik

Kami sudah pernah bertemu, bahkan mengetes langsung Honda PCX Electric, motor versi niremisi dari skutik medium pabrikan berlambang sayap. Kini, kami bertemu dengan Yamaha E01, sang NMax Elektrik.

KEY TAKEAWAYS

  • Yamaha E01 belum dijual dan sedang dalam tahap uji coba

    Indonesia mendapat kesempatan sebagai salah satu negara untuk uji coba dengan dipinjamkan ke masyarakat
  • Selain Indonesia ada negara lain yang juga melakukan pengujian

    Adalah Jepang, Eropa, Taiwan, Thailand, Malaysia. Indonesia kebagian 20 unit pengujian
  • Hal pertama yang menyihir kami adalah sosoknya yang bak motor siap jalan hasil produksi massal. Padahal, Yamaha E01 adalah model konsep yang dirancang untuk fase pengujian semata yang diproduksi oleh Yamaha Motor Corporation di Jepang.

    Build Quality Yamaha E01 sangatlah mumpuni. Semua perangkat dan materialnya begitu solid, bukan komponen bongkar pasang yang dirakit dari berbagai peranti coba-coba. Bodinya punya rancangan yang sangat mudah diterima mata, namun tetap menyajikan unsur futuristik. Tengok saja model lampunya yang impresif.

    Yamaha E01

    Kami rasa, pabrikan di Jepang sana sudah menyusun berbagai macam jig dan molding untuk produksi aneka material penyusun sang NMax elektrik. Toh, ada 500 unit yang diproduksi untuk fase Proof of Concept (PoC) yang diklaim jadi tujuan utama pengenalan awalnya.

    Baca juga: Yamaha E01 Resmi Hadir untuk Masyarakat Indonesia, Gratis!

    Berikutnya adalah sosoknya yang begitu mirip dengan NMax. Beruntung, kami jadi salah satu media pertama di Indonesia yang menaiki motor ini, dan rasanya relatif persis dengan NMax. Rasa ergonomis khas motor turing dengan posisi berkendara yang rileks, tegak, dengan fleksibilitas ruang kaki.

    Memang, perancangan motor ini diakui Yamaha Motor Corporation (YMC) menyontek pada NMax. Tujuannya adalah mencerminkan kapabilitas motor ini untuk melenggang tak cuma di dalam kota, melainkan melaju antar daerah.

    Yamaha E01

    Perhatian kami tujukan cukup fokus pada konstruksi geometri suspensi belakangnya. Memang pakai dua buah suspensi seperti NMax, namun posisinya agak menjorok ke bagian tengah. Bentuknya menurut YMC dirancang demi mengejar nilai keunikan dari kendaraan listrik. Dengan memindahkan suspensi belakang sedikit menjorok, harapannya, visual sang E01 lebih menarik. Suspensi depannya pun diberi pelindung, untuk membuatnya tampil lebih kekar sekaligus sleek.

    Sedikit berbeda adalah bobotnya. Kami belum berhasil mendapatkan angka definitif yang mendeskripsikan bobot motor yang akan dipakai konsumen Indonesia ini. Namun saat kami mencoba menggeser ataupun mengangkatnya ke posisi berdiri di standar tengah, terasa ada bobot yang jauh lebih berat dibanding NMax. (sumber tak resmi menyebut bobot E01 158 kg-Red perlu dikonfirmasi)

    Paling menarik dari menemui dan mengulik sang NMax elektrik adalah bagaimana sensasi distribusi energi listriknya. Sayang, pada saat kami temui, ia belum boleh dijalankan secara bebas. Prosesi menyalakan motor pun tak jauh berbeda dengan motor biasa. Setelah kontak berada pada posisi On, tombol start dengan logo petir, perlu ditekan terlebih dahulu, untuk memberikan konfirmasi bahwa kita ingin menggerakkan motor maju.

    Yamaha E01

    Di atas standar, tuas gas yang kami putar, Yamaha E01 bisa memberikan respons yang sangat galak. Terasa perputaran roda terjadi cepat tanpa rasa gradual layaknya motor dengan transmisi CVT.

    Wajar jika putaran roda bisa terjadi sangat cepat. Pasalnya dari motor listrik itu, torsi 30,2 Nm nya bisa dipanen seketika, tanpa perlu menunggu momentum. Untuk diketahui, jumlah torsi ini setara dengan motor sport 300-400 cc, sangat besar! Dan karena tak adanya panel putaran mesin-toh tak ada mesin di sana-maka tak ada penunjuk berapa power yang sedang kita pakai untuk melajukan motor.

    Oh ya, ada tiga mode berkendara di motor ini. PWR (power), STD (standard) dan ECO (Economical), ketiga mode ini mengatur besaran tenaga yang bisa disajikan Yamaha E01 saat digunakan.

    • PWR (Power Mode) 8.1 kW / 5,000 rpm 30.2 Nm / 1,950 rpm
    • STD (Standard Mode) 8.1 kW / 5,000 rpm 24.5 Nm / 1,500 rpm
    • ECO (Eco Mode) 5.4 kW / 4,500 rpm 21.4 Nm / 1,500 rpm

    Yamaha E01

    Untuk meredam kecepatan, disematkan rem ABS di bagian depan dan belakang (dua channel). Tak cuma itu, ada pula regenerative brakes, yang akan memberikan kesan deselerasi lembut saat tuas gas ditutup. Agar distribusi tenaga juga tersalur dengan aman, Yamaha E01 dilengkapi juga fitur Traction Control System.

    Yang unik dan baru pertama kami temukan di motor kelas ini adalah fitur jalan mundur (reverse mode). Hadirnya fitur ini memungkinkan motor untuk dikendarai mundur dengan menekan tombol. Konon, aplikasi fitur ini ditujukan memberikan bantuan pada pengendara yang ingin memundurkan motornya dengan mudah. Penggunaannya via tombol pun dimaksudkan agar pengendara tak salah dalam mengoperasikan proses ini. Bahkan, ketika tuas gas terputar saat mode Reverse dipilih, ia tak akan bekerja seketika untuk maju. Mode berkendara maju, seolah dipadamkan dan perlu diaktifkan lagi layaknya menyalakan motor.

    Ada yang menarik juga dari motor ini, yakni fitur Y-Connectnya. Meski namanya sama dengan yang terbenam di banyak motor Yamaha, namun fungsi dan cara kerjanya beda. Misalnya saja konektivitasnya, ia memakai sinyal 3G/LTE yang menghubungkan antara motor-Cloud Server dan ponsel. Berbeda dengan motor umumnya yang memanfaatkan Bluetooth untuk mengunduh datanya.

    Yamaha E01

    Beberapa informasi yang disajikan dan bisa diakses dari ponsel, misalnya notifikasi kerusakkan, jarak terakhir berkendara, estimasi jarak yang bisa ditempuh, status baterai hingga estimasi pengisian daya ketika ia sedang dicas. Konon, alasan penggunaan sistem koneksi langsung ke server Yamaha itu memang ditujukan juga untuk memudahkan YMC memantau motornya dalam pengujian PoC ini.

    Satu hal menarik dari motor ini yang terus membuat kami sempat bertanya-tanya adalah skema baterainya yang tertanam. Ya, sementara pabrikan lain memakai model swappable di mana baterai bisa dilepas pasang, Yamaha memilih untuk memasangkan baterai yang tak bisa dilepas oleh konsumen.

    Alasannya adalah baterai dengan material lithium ion ini punya kapasitas simpan energi listrik 4,9 kWh. Untuk perbandingan saja, baterai Honda PCX Electric, punya kapasitas 20,8 Ah dengan daya 50,4 V. Di tubuh Honda PCX, ada dua baterai yang disusun secara seri. Jika ditotal dan dikonversi ke satuan kilowatt-hour (kWh), dua baterai ini cuma punya kapasitas 2,096 kWh.

    Yamaha E01

    Artinya, baterai milik Yamaha NMax elektrik, eh, maaf E01, punya kapasitas lebih dari dua kali lipat PCX. Wajar jika Yamaha berani mengklaim bahwa jarak tempuh di atas kertasnya bisa mencapai 130 km (metode te WMTC Class 1 Eropa- klaim YMC), alias hampir dua kali lipat PCX yang cuma bisa menempuh 69 km.

    Dengan besar baterai seperti itu, dan bobotnya yang mencapai 35 kg, Yamaha meyakini model tertanam adalah rancangan paling ideal untuk menyajikan motor dengan komposisi yang tetap bisa diandalkan. Nah, karena ia tertanam, maka metode satu-satunya untuk mengecas adalah menghubungkannya langsung ke sumber listrik.

    Dijelaskan Yamaha, ada tiga model charger untuk mengecas E01. Paling cepat adalah dengan menggunakan Fast Charger yang bisa mengecas daya hingga 90% dalam tempo 1 jam. Kedua adalah Normal Charger yang bisa dipasang di rumah dengan kecepatan isi 5 jam untuk mengisinya dari kondisi kosong. Lalu paling praktis dan bisa dibawa ke mana-mana adalah Portable Charger, yang membutuhkan waktu 14 jam untuk mengisinya penuh jika baterai habis. Nah, karena di ruang bagasi tak ada baterai, maka portable charger ini dirancang dengan konstruksi yang bisa disimpan dengan rapi ruang bervolume 23 liter itu.

    Yamaha E01

    Menarik memang melihat bagaimana perilaku motor ini jika nantinya kami uji di jalanan Indonesia. Dengan segala fitur unik dari pendekatan khusus yang dipakainya, apa yang ditawarkan Yamaha E01 memang perlu dipelajari lebih lanjut. (Van/Tom)

    Baca juga: Pilihan 4 Motor Matik Baru Harga Mulai Rp12 Jutaan, Cocok Nih Buat Lebaran

    Jelajahi Yamaha Nmax

    Model Motor Yamaha

    • Yamaha Nmax
      Yamaha Nmax
    • Yamaha Fazzio
      Yamaha Fazzio
    • Yamaha MX King
      Yamaha MX King
    • Yamaha TMAX DX
      Yamaha TMAX DX
    • Yamaha XSR 155
      Yamaha XSR 155
    • Yamaha YZF R15
      Yamaha YZF R15
    • Yamaha WR155 R
      Yamaha WR155 R
    • Yamaha XMax
      Yamaha XMax
    • Yamaha Mio M3 125
      Yamaha Mio M3 125
    • Yamaha Aerox Connected ABS
      Yamaha Aerox Connected ABS
    • Yamaha Lexi
      Yamaha Lexi
    • Yamaha Aerox 155VVA
      Yamaha Aerox 155VVA
    • Yamaha YZF R25
      Yamaha YZF R25
    • Yamaha Gear 125
      Yamaha Gear 125
    • Yamaha FreeGo
      Yamaha FreeGo
    • Yamaha Vixion
      Yamaha Vixion
    • Yamaha E01
      Yamaha E01
    • Yamaha MT-25
      Yamaha MT-25
    • Yamaha Nmax Connected
      Yamaha Nmax Connected
    • Yamaha Fino 125
      Yamaha Fino 125
    • Yamaha MIO Z
      Yamaha MIO Z
    • Yamaha R15 Connected
      Yamaha R15 Connected
    • Yamaha XRide 125
      Yamaha XRide 125
    • Yamaha Aerox Connected
      Yamaha Aerox Connected
    • Yamaha Vixion R
      Yamaha Vixion R
    • Yamaha Jupiter Z1
      Yamaha Jupiter Z1
    • Yamaha Vega Force
      Yamaha Vega Force
    • Yamaha Mio S
      Yamaha Mio S
    • Yamaha MT07
      Yamaha MT07
    • Yamaha MT-09
      Yamaha MT-09
    • Yamaha MT-15
      Yamaha MT-15
    Motor Yamaha

    Jangan lewatkan

    IIMS Hybrid 2022

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang

    Video Motor Yamaha Nmax Terbaru di Oto

    Oto
    Tonton Video Motor Yamaha Nmax

    Bandingkan & Rekomendasi

    Tren Scooter

    • Yang Akan Datang

    Artikel Motor Yamaha Nmax dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature