First Ride Yamaha Gear 125: Inikah Jawaban dari Usungan Numeral Sang Pabrikan?

First Ride Yamaha Gear 125: Inikah Jawaban dari Usungan Numeral Sang Pabrikan?
Gambar
Review Pengguna

Heran! Itulah yang pertama kali terlintas di benak, saat mengetahui giat test ride Yamaha Gear 125, Kamis (3/11). Skutik entry level baru buatan Yamaha Indonesia - ideal buat pemakaian lingkup perkotaan, justru diajak melakoni perjalanan sejauh 125 km. Apakah semata-mata bertujuan 'memeras' tenaga 15 pewarta, termasuk kami?

Belum lagi hujan di pagi hari yang menjadi teman sejak perjalanan dimulai. Mau tak mau mengharuskan masing-masing penunggang melengkapi diri dengan setelan anti basah (jas hujan). Plus, realita untuk berbagi aspal dengan para pemburu waktu lain. Terbayanglah seperti apa situasi saat mengujinya pasca start dari DDS 1 Jakarta nanti.

Walau begitu, jalur ramai terutama dari Cempaka Putih hingga bilangan Cawang, terbilang representatif sebagai mukadimah pengujian Gear 125. Faktanya, sepanjang perjalanan kami didampingi seorang fore rider. Namun, jurus selap selip mutlak diterapkan. Yang berarti menuntut ketangkasan si lini anyar Yamaha. Tentu rancang bangun lah yang jadi penilaian.

First Ride Yamaha Gear 125

Dari segi postur, dirinya identik dengan skutik murah pada umumnya. Memiliki bodi ramping, setang rendah - untuk memudahkan kebutuhan kendali kemudi, hingga posisi berkendara ergonomis. Untuk diketahui, Yamaha Gear 125 memiliki jarak sumbu roda 1.260 mm. Total panjang 1.870 mm, lebar 685 mm, tinggi 1.060 mm. Memang ada beberapa titik di mana ia lebih besar, tapi tak kepalang signifikan.

Baca juga: Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Gear 125

Penilaian positif malah tertuju kepada posisi duduk. Dengan ketinggian jok 750 mm dan ground clearance 135 mm, pengendara dengan tinggi badan 170 cm seperti kami punya ruang berlimpah ihwal ketersediaan ruang kaki. Meski ujung sepatu menempel ke sisi terdepan dek, masih ada celah untuk dengkul (tidak mentok) kendati ada sebuah konsol di sebelah kiri. Pergerakan kaki pun lumayan leluasa lantaran bagian tengah dek datar.

Uniknya, ada lagi pijakan kaki tambahan yang otomatis mengubah posisi kaki. Bukan sekadar pemanis, bagian ini dibuat bertekstur agar tidak licin. Ketika mencobanya, bolehlah berandai-andai berkendara ala motor sport. Walau begitu, keberadaan footstep ini semata memberikan variasi saja selama mengendarai Gear 125. Dengan kata lain, tersaji beberapa opsi penempatan kaki buat pemilik lewat fleksible dek racikan Yamaha ini.

First Ride Yamaha Gear 125

Tak cuma itu, ada lagi penampang kaki mungil di bagian paling belakang dek untuk sang buah hati. Lantas menyoal jok. Menurut kami bidangnya lumayan luas, yang berarti memberikan kenyamanan buat pengendara walau harus berlama-lama menduduki Gear 125. Sedikit menjawab alasan Yamaha mengajak kami untuk mengendarainya di rute cukup panjang tadi.

Tentu berkaitan pula dengan kemudi. Meskipun posisi setangnya rendah, tak perlu effort lebih membuat lengan menyiku - supaya tidak cepat pegal. Untuk informasi, unit yang kami bawa merupakan varian tertinggi (Yamaha Gear 125 S Version). Pembeda utama dibanding trim bawah ialah tersajinya Stop & Start System (SSS). Seperti pada umumnya, fitur di setang sebelah kanan ini bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar. Jika diaktifkan, mesin Gear 125 bakal mati saat idle. Kinerjanya pun instan (kurang dari 5 detik) ketika beberapa kali kami terhenti di lampu lalu lintas. Untuk menyalakan kembali mesin, hanya perlu putar tuas gas karena sudah disemati perangkat Smart Motor Generator (SMG). Paling tidak aktivitas ini berlangsung sampai kawasan Cibinong.

Sayang, tak ada acuan tentang seberapa irit Gear 125 menenggak bensin sepanjang perjalanan. Patokan efisiensi berkendara cuma diperlihatkan ketika indicator ECO sisi kiri atas kokpit menyala (berwarna hijau). Sementara panel meternya hanya dimuati informasi analog. Itu pun sebatas spidometer, bahan bakar dan jumlah kilometer. Namun, rasanya bukan masalah besar buat pencari matik murah. Toh, daya tampung bensin Gear 125 lumayan banyak, 4,2 liter.

First Ride Yamaha Gear 125

Sebaliknya, indikasi berkendara irit tadi minim terlihat. Terutama saat rute perjalanan memasuki kawasan Sentul untuk kemudian mengarah ke KM Zero. Trek menuju ke salah satu penginapan di Bojong Koneng itu sarat elevasi - menuntut lebih akan performa mesin. Otomatis bukan efisiensi yang dicari, apalagi Yamaha Gear 125 S Version ini berbobot 96 kg.

Baca juga: Jadi Anggota Baru dengan Desain Tangguh, Siapa Saja Lawan Yamaha Gear?

Persepsi awal kami, besar kemungkinan dia bakal terengah-engah mengatasi rute menanjak yang dirangkai tikungan tajam tersebut. Namun, pemikiran itu pudar seiring kesigapannya berakselerasi sembari membawa tubuh 65 kg ini. Konstruksi mesin SOHC kubikasi 124, 96 cc berteknologi Bluecore-nya, memadai saat dihadapkan dalam situasi tersebut. Nyatanya dia sanggup menorehkan daya 9,3 Hp di 8.000 rpm, serta torsi mencapai 9,5 Nm pada 5.500 rpm. Di samping itu pun, rasio kompresi dihitung lumayan tinggi yaitu 9,5:1. Pantas saja tak perlu dalam-dalam memuntir gas.

Usai dua jam perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 63 km, tibalah kami di etape pertama. Namun, masih ada lagi sisa kilometer yang mesti dituntaskan demi numeral yang ingin diangkat Yamaha Indonesia - melahap 125 km bersama skutik 125 cc terbarunya yaitu Gear 125. Penetapan rutenya sendiri merupakan kebalikan dari rute keberangkatan (KM Zero - DDS 1 Jakarta). Di sinilah kami coba mengeksplorasi bekalan sesungguhnya dari produk satu ini. Keluaran daya Gear 125 memang terasa smooth di putaran bawah. Namun membuncah sejak jarum spidometer berada di angka 60 kpj. Nafasnya panjang.

First Ride Yamaha Gear 125

Kendati begitu, ada catatan mengenai handling Gear 125. Suspensi depan teleskopik miliknya terlalu cepat mengayun - efeknya terasa keempukan. Untung saja hal ini tak terjadi pada suspensi tunggal di belakang. Empuknya pas. Padahal, kalau dilihat peredam kejut buritan itu punya ulir pegas yang kecil. Meski begitu, masih cukup moderat sebagai pendamping roda ukuran 80/80 14 inci dan 100/70 14 inci (depan-belakang). Urusan deselerasi pada kedua roda mengandalkan kombinasi tromol dan cakram.

Setelah kembali ke DDS 1 Jakarta, terjawab bahwa acara test ride Gear 125 ini bukan semata menyangkut 'angka' semata. Toh, sepanjang 125 km tadi, kami mendapati banyak hal untuk menilai lini terbaru pabrikan berlambang Garpu Tala. Konklusinya, Gear 125 menawarkan paket perbekalan yang cukup untuk sebuah skutik entry level. Begitu pula dengan adanya penambahan lain semisal power outlet, walau belum USB port. Kemudian double hook untuk menaruh barang bawaan.

Jika pun tertarik, sila persiapkan nominal sebesar Rp 17,350 juta untuk menebus Yamaha Gear 125 S Version ini. Anda jua bisa memilih varian standar yang dibanderol Rp 16,750 juta (on the road Jakarta). Pembeda signifikan, varian basic itu minus SSS dan remote Answer Back System. Lantas pemilihan warna. pemilihan warna. Walau menjadi tipe termurah, kesan atraktif tersaji pada tubuh Gear 125 Standard lantaran menggunakan decal baik di cover bodi depan maupun samping. Pemilihan warnanya pun dibuat apik agar menggoda untuk kawula muda. Kelirnya sendiri tersedia dalam lima opsi, meliputi: Matte Silver, Metallic Grey, Metallic Red, Metallic White dan Matte Greenish.

First Ride Yamaha Gear 125

Segmentasi mengarah maturitas justru tampak pada Yamaha Gear 125 S Version. Penyajiannya pun lebih elegan karena keseluruhan tubuhnya tanpa balutan stripe. Lantas mengenai warna, hanya ada dua pilihan yaitu Prestige Silver dan Matte Red. Dengan selisih harga Rp 600 ribu, mana yang menarik dipinang? (Ano/Tom)

Baca juga: First Ride Suzuki Nex Crossover: Tetap Lincah Meski Adopsi Konsep Tualang

Jelajahi Yamaha Gear 125

Yamaha Gear 125 Rp 16,75 - Rp 17,5 Juta Cicilan : Rp 382.175

Bandingkan & Rekomendasi