Oto
jakarta-selatan
Bahasa en | id

Nissan X-Trail

Rp404,5 - Rp645,85 Juta
Harga OTR
Dapatkan Harga OTR
Dapatkan promo eksklusif, diskon & kredit bunga rendah dari dealer resmi Lihat promo AGUSTUS
Performa
Tenaga 142 hp
Mesin 1997 cc
 
Kenyamanan
AC Ya
Power steering Ya
 
Keselamatan
Kantong Udara Pengemudi Ya
 
Kapasitas
Tempat Duduk 5 Kursi
Ground Clearance 210 mm
 
ANGSURAN BULANAN
Durasi 36 Bulan
Angsuran Rp9,23 Juta
Dapatkan Harga
Menampilkan informasi mengenai Nissan X-Trail 2.0 MT - Petrol

Informasi terkini Nissan X-Trail

Segmen SUV sedang booming di dunia. Pasalnya, kendaraan ini dianggap ideal karena bisa digunakan untuk menghadapi beragam tipe jalan. Begitupun di Indonesia. SUV dianggap cock digunakan di kontur jalanan di Indonesia. Diantara banyaknya SUV di Indonesia, ada pertarungan sengit antara Honda CR-V dengan Nissan X-Trail. Pilih yang mana?

Harga Nissan X-Trail

Varian Harga OTR Spesifikasi  
2.0 MT Rp404,5 Juta* 5 Kursi, 142 hp, 1997 cc, Bensin
2.0 CVT Rp429,45 Juta* 5 Kursi, 142 hp, 1997 cc, Bensin
2.5 CVT Rp461,85 Juta* 5 Kursi, 169 hp, 2488 cc, Bensin
Xtremer Rp477,15 Juta* 5 Kursi, 169 hp, 2488 cc, Bensin
Hybrid Rp645,85 Juta* 5 Kursi, 169 hp, 2488 cc, Bensin

Bandingkan Nissan X-Trail dengan Mobil Sejenis

VS

Video Nissan X-Trail

Lihat video terbaru Nissan X-Trail untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Gambar Nissan X-Trail

Warna Nissan X-Trail

  • Brown

  • Diamond Silver Metallic

  • Floral White

  • Phantom Black

  • Premium Bronze Metallic

  • Smokey Grey Metallic

Konsumsi BBM Nissan X-Trail

Konsumsi BBM Nissan X-Trail varian Bensin adalah 18.5

Varian Konsumsi BBM (dalam kota) Konsumsi BBM (Jalan Tol)
Bensin 14.8 18.5

Review Nissan X-Trail

Tinjauan

Hadir di pasar tanah air pada 2003, Nissan X-Trail T30 langsung mendulang sukses. Berkat perpaduan desain gagah, akomodasi lengkap, dan mesin bertenaga, menjadi pilihan paling menarik selain Honda CR-V saat itu . Desain SUV tangguh dan serba mengotak, banyak disukai orang lantaran terlihat begitu macho.

Satu yang paling dibanggakan oleh Nissan kala itu, ialah mesin dengan tenaga terbesar di kelasnya. X-Trail merupakan pionir SUV medium dengan mesin 2,5-liter, yang akhirnya diikuti oleh Honda CR-V pada 2006, namun mesin diusung adalah K24 berkapasitas 2,4-liter. Jadi, X-Trail tetap unggul urusan performa mesin waktu itu, karena mesin QR25DE mampu memproduksi tenaga sebesar 180 PS.

Di era krisis perekonomian dan melambungnya harga bahan bakar minyak, pengguna mobil menjadi alergi dengan borosnya mesin-mesin kapasitas besar. Oleh karena itu, Nissan pun menyiapkan mesin QR20DE 2,0-liter yang setidaknya lebih irit sedikit dibanding 2,5-liter. Mesin ini pula yang mentenagai Nissan Serena generasi kedua (C24).

Regenerasi terjadi pada 2009. Sama halnya seperti T30, X-Trail generasi kedua (T31) tetap dengan bentuk mengotak namun sedikit lebih luwes. Masih banyak sekali kemiripan terutama desain boxy, head lamp kotak dan lampu belakang di pilar-C, seolah menjadi hak paten X-Trail yang tak terpisahkan.

Ada dua pilihan mesin ditawarkan. Varian tertinggi tetap dengan mesin QR25DE, sementara versi 2,0-liter digantikan mesin MR20DE. Keluarga MR engine Nissan yang lebih mengedepankan efisiensi bahan bakar, pertama kali mengisi ruang mesin Nissan Latio dan Grand Livina 1.8 dan sampai sekarang masih digunakan oleh Nissan Serena dan X-Trail 2.0.

Di X-Trail generasi ini, mulai menggunakan transmisi CVT Xtronic yang cenderung lamban tapi pintar menghemat penggunaan bahan bakar. Sedangkan X-Trail bermesin 2,0-liter mendapat pilihan transmisi manual 6-kecepatan.

Kemudian sebuah konsep bernama Nissan Hi-Cross diperkenalkan di Geneva Motor Show 2012 yang menjadi cikal bakal X-Trail generasi ketiga (T32). Karakter gagah dan macho telah hilang digantikan desain streamline yang dinamis. Menghilangkan kesan SUV penggerus tanah, menjadi SUV perkotaan yang anti lumpur.

Dari sisi mekanisme tenaga penggerak tetap sama dengan X-Trail T31. Dua pilihan mesin 2,0-liter dan 2,5-liter, begitu pula transmisi manual 6-kecepatan di tipe 2.0 dan CVT di semua varian. Bedanya, mesin 2,0-liter berkode MR20DD merupakan pengembangan lebih lanjut dari MR20DE dengan penambahan variable katup ganda.

Interiornya lebih mencirikan sebuah sedan dan banyak kesamaan dengan interior all-new Teana. Lingkar kemudinya serupa, begitu juga pola dashboard dengan berbagai tombol fungsi maupun layar monitor tertata rapi di center stack, dan panel instrumen dengan Advanced Drive-Assist Display. Berkat platform baru hasil pengembangan bersama dengan Renault, wheelbase bertambah panjang 76 mm menjadikan X-Trail T32 memiliki legroom terluas di kelasnya. Ada tambahan kursi baris ketiga dengan ruang sangat terbatas untuk orang dewasa. Lebih cocok diduduki oleh anak-anak.

Di 2015, Nissan memberi gebrakan dengan mendatangkan varian hybrid. Mesin yang digunakan ialah 2,0-liter dan dikombinasikan dengan motor listrik. Dari total 5 varian, tipe hybrid tampil sebagai flagship seharga Rp 640,1 juta, selain tipe X-Tremer 2.5 CVT Rp 472,9 juta, tipe 2.5 CVT Rp 457,8 juta, tipe 2.0 CVT Rp 425,6 juta, dan varian termurah 2.0 MT seharga Rp 400,9 juta.

  • Tinjauan
  • Interior
  • Eksterior
  • Suspensi Nyaman
  • Pengereman

Kelebihan

Desain modern dan elegan

Ada varian hybrid

Kenyamanan suspensi

Kekurangan

Hilangnya kesan gagah desain terdahulu

Kursi baris ketiga tidak untuk orang dewasa

Eksterior

Meski karakter aslinya seolah hilang, tetap mudah dibuat terkesima jika melihat desain X-Trail terbaru ini. Lekukan-lekukan modern yang mengalir halus membentuk otot layaknya SUV masa kini. Seperti bertransformasi dari ketangguhan sebuah SUV 4x4 menjadi crossover perkotaan yang berdandan ala pria metropolis. Desain dinamis seperti itulah yang sedang mainstream sekarang, sehingga luput dari originalitas desain. Terlihat beberapa bagian yang menyerupai desain Mazda CX-5 maupun Honda CR-V.

Terlepas dari itu semua, Nissan juga ingin menunjukkan bahasa desain mereka yang terbaru. Parasnya wajah X-Trail merupakan ciri khas baru yang sedang dibangun sama seperti model-model Nissan lainnya. Bentuk meruncing diselingi garis-garis tegas memang sedang menjadi tren dan masuk ke selera mayoritas konsumen.

  • What we like

    Desain modern mudah disukai siapa saja

  • What we dislike

    Ada kemiripan desain dengan kompetitor di segmen sama

Suspensi Nyaman

Rasa berkendara dan pengendalian tidak banyak berbeda dengan X-Trail terdahulu. Sesuai karakter Nissan yang lembut dan stabil layaknya mobil Eropa. Tidak dirancang untuk memberikan pengendalian yang menyenangkan, namun lebih menekankan mengemudi dalam hal kenyamanan. Rebound suspensi terasa berbobot dan mantap. Tidak ada kekakuan sama sekali dari sisi ini. Terindikasi dari body roll saat menikung sedikit cepat, walau masih dalam taraf wajar dan tidak berlebihan. Putaran setir pun ringan untuk memudahkan segala maneuver, meski minim feedback dari penggunaan electric power steering (EPS).

  • What we like

    Bantingan empuk dan nyaman

  • What we dislike

    Body roll dan tidak lincah

Performa mesin

Dari dua pilihan mesin yang ditawarkan, MR20DD 2,0-liter bertenaga 144 PS dan torsi 207 Nm lebih berperan menghasilkan efisiensi bahan bakar lebih irit dibanding unit QR25DE. Tapi dirasa lebih tepat untuk pemakaian harian di dalam perkotaan. Akselerasi tetap berlangsung cepat dengan sangat halus tipikal X-Trail T31.

Tapi jika ingin tenaga lebih besar, pilihan mesin 2,5-liter tetaplah yang terbaik. Mesin lawas yang telah terbukti ketangguhan dan daya tahannya ini memang tak lagi sebuas di X-Trail generasi pertama. Tenaga mesin tidak lagi sebesar 180 PS melainkan 171 PS. Hal ini dilakukan karena ada beberapa penyesuaian menyangkut kualitas bahan bakar dan demi menghemat penggunaanya. Oleh karena, di generasi terbaru mesin ini mampu lebih irit dibandingkan di generasi pertama.

Transmisi CVT turut berandil besar untuk menyalurkan tenaga seefektif mungkin dan seefisien mungkin berkat ekspansi rasio gear yang lebih lebar dan fleksibel (klaim konsumsi bahan bakar 16,4 km/liter). Transmisi ini mengalami pengembangan dari X-Trail T31 hingga mampu memberi efisiensi lebih baik. Terdapat 70% komponen baru di dalam transmisi yang mampu mengurangi friksi atau gesekan sebesar 40%.

Karakter yang disajikan tetap sama. CVT tidaklah memberi sentakan tenaga khas transmisi matik konvensional. Seluruh penyaluran tenaga berlangsung gradual dan sangat halus. Tapi sangat efektif tanpa banyak power loss. Oleh karena itu, akselerasi dapat lebih kencang daripada matik konvensional dan lebih irit.

  • What we like

    Dua pilihan mesin yang tergolong irit

  • What we dislike

    Transmisi CVT mengurangi sensasi berkendara

Pengereman

Nissan sama sekali tidak pelit dalam memberikan fitur keselamatan di All-New X-Trail. Di varian terendah 2.0 MT sudah tersedia berbagai fitur safety aktif seperti Active Ride Control (ARC), Vehicle Dynamic Control (VDC) atau sama juga dengan Electronic Stability Control (ESC), Active Trace Control (ATC), dan Hill Start Assist.

Di varian transmisi CVT, terdapat fitur Active Engine Braking yang fungsinya melakukan pengereman mesin untuk membantu proses perlambatan kendaraan secara halus dan meyakinkan. Sementara mulai di varian 2.5 CVT, sudah dilengkapi cruise control untuk menambah kenyamanan berkendara saat cruising di jalan tol.

Dan ada satu fitur yang cukup penting untuk membantu Anda memarkirkan kendaraan, yaitu Around View Monitor. Fitur ini menghadirkan pandangan seolah dari atas atap kendaraan. Pandangan berasal dari empat buah kamera di depan, belakang dan spion samping, dan ditampilkan melalui layar monitor di center stack.

  • What we like

    Fitur safety aktif lengkap

  • What we dislike

    Hanya ada dua airbag

Berita Nissan X-Trail

Nissan-Datsun Resmikan Posko Mudik 2017

Karawang - Momen mudik, menjadi perhatian agen pemegang merk (APM) untuk memberi layanan after sales bagi pelanggan. Mulai dari program check kendaraan di bengkel, berbagai diskon spare part dan jasa, Baca Selengkapnya

Ditayangkan Pada | Jun 20, 2017 | Dilihat 1014 Kali
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer