jakarta-selatan
Bahasa en | id

Nissan Serena

Rp382 - Rp465,1 Juta
Harga OTR
Dapatkan Harga OTR
Dapatkan promo eksklusif, diskon & kredit bunga rendah dari dealer resmi Lihat promo JULI
Performa
Tenaga 145 hp
Mesin 1997 cc
 
Kenyamanan
AC Ya
Power steering Ya
 
Keselamatan
Kantong Udara Pengemudi Ya
 
Kapasitas
Tempat Duduk 7 Kursi
Ground Clearance 160 mm
 
ANGSURAN BULANAN
Durasi 36 Bulan
Angsuran Rp8,72 Juta
Dapatkan Harga
Menampilkan informasi mengenai Nissan Serena 2.0 X - Petrol

Informasi terkini Nissan Serena

Seperti sudah saya singgung di awal, konsumen Indonesia masih suka formula lama yang ditawarkan oleh Toyota Indonesia. Konstruksi ladder frame dan penggerak roda belakang seperti di Kijang Innova dan Avanza yang masih dipertahankan, sangat cocok untuk kondisi mayoritas jalanan tanah air dan terbukti durabilitasnya.

Harga Nissan Serena

Varian Harga OTR Spesifikasi  
2.0 X Rp382 Juta* 7 Kursi, 145 hp, 1997 cc, Bensin
2.0 HWS Rp432,2 Juta* 7 Kursi, 145 hp, 1997 cc, Bensin
2.0 Autech Rp465,1 Juta* 7 Kursi, 145 hp, 1997 cc, Bensin

Bandingkan Nissan Serena dengan Mobil Sejenis

VS

Video Nissan Serena

Lihat video terbaru Nissan Serena untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Gambar Nissan Serena

Warna Nissan Serena

  • Diamond Silver Matallic

  • Floral White

  • Light Steel Blue

  • Metallic Grey

  • Phantom Black

  • Scarlet Red

  • Smokey Grey Metallic

Review Nissan Serena

Tinjauan

Serena memang bukan nama baru di belantika industri otomotif Indonesia. MPV dengan format boxy nan besar ini sudah hadir di Tanah Air sejak dua dekade lalu. Hampir semua perubahannya pun hadir di tanah air.

Secara global, Serena sudah dikeluarkan dalam lima generasi. Namun hanya tiga yang masuk ke Indonesia. Itu pun baru model sekarang yang dirakit secara lokal (Completely Knock Down). Namun sejak sebelum PT Nissan Motor Indonesia merilisnya pun, sudah banyak masyarakat yang membelinya lewat jalur importir umum.

Saat ini Serena yang beredar memegang kode bodi C26. Perubahannya pun sangat signifikan dibanding generasi sebelumnya. Maklum saja, ada loncat generasi pada peredaran High MPV ini di Indonesia.

Strategi Nissan cukup lihai dalam menyajikan fitur Serena. Semua yang diberikan terasa fungsional. Pertama, yang tak Anda temukan di model mobil lain adalah 2nd row seat center SMART (seat, multi table with cup holder, armrest, tissue box),reclining and long sliding (1st-2nd row).

Kursi pintar ini bisa dialihfungsikan menjadi tempat duduk, meja, kompartemen, tempat penyimpanan, atau sekadar armrest. Tapi bukan Cuma kursi tersebut saja yang pintar beralih fungsi. Kursi di bagian sisi baris kedua bisa bergeser dengan sangat fleksibel sebagai akses maupun optimalisasi tempat duduk.

Begitu pun jok di sisi kanan baris kedua. Meski tak bisa digeser ke arah dalam, ia bisa diangkat dan memberikan tempat penyimpanan tersembunyi. Atau digeser ke depan agar meningkatkan ruang kargo.

Berikutnya, yang juga tak ada di kompetitornya adalah panoramic glass roof with power interior cover. Kaca besar di bagian atap ini memang tak bisa dibuka, namun fungsinya adalah memberikan pandangan luas ke langit dan kesan lapang pun tersaji (Autech).

Selain itu, kompartemen barang yang bertebaran di sekujur kabin tersedia. jadi jangan khawatir kehilangan tempat penyimpanan gelas, tisu, atau apapun. Hal ini tentu penting jika Anda menjadikannya tunggangan bagi seluruh keluarga.

Satu kekurangan Serena adalah material joknya. Hingga varian termahal, material kain fabric masih menjadi pembungkus utamanya. Pasalnya jika Anda membawa anak kecil, maka perlu sangat apik menjaga perilaku di kabin atau jok akan mudah kotor dan sulit dibersihkan.

Berbagai penghargaan pun diraih mobil yang sangat lapang bagi 8 penumpang ini. Mulai dari MPV terbaik, pendatang baru terbaik, hingga mobil terbaik di tahunnya. Jadi jangan heran jika pamornya saat ini sulit disaingi kompetitor.

Kehadiran Toyota Nav1, Mazda Biante, hingga Mitsubishi Delica pun nampaknya tak mengganggu posisinya sebagai market leader di segmen MPV boxy atau yang awam dikenal High MPV. Portfolionya pun termasuk yang paling banyak dibanding merek lain. Ia dijual dalam format X CVT, HWS CVT hingga Autech CVT.

Banderolnya? Mulai Rp 379,2 juta hingga Rp 460,9 juta. Nilai yang terbilang ekonomis untuk segmen tersebut. Maklum saja, perakitannya sudah dilakukan NMI di pabriknya yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat.

  • Tinjauan
  • Interior
  • Eksterior
  • Suspensi Nyaman
  • Performa mesin
  • Pengereman

Pros

Varian banyak

Harga terjangkau

Kabin sangat lega

Cons

Transmisi CVT kurang optimal

Jok belum kulit

Eksterior

Mungkin dibanding high MPV yang ada, desainnya bukanlah yang paling menarik. Mazda Biante tampil lebih eye catching diantara Serena, Nav1 dan Delica. Tapi para pembeli model ini yang notabene menginginkan kemewahan tentu lebih nyaman dengan desain yang elegan ketimbang nyentrik.

Pendekatan itulah yang dicoba Nissan. Dengan menyajikan aksentuasi yang minim, namun bentuknya nampak kokoh dan mewah. Kesan boxy yang kaku juga seolah luruh pada konsep desain Serena. Padahal, secara dimensi ia tetaplah MPV yang teramat tegak.

Tengok saja pilar D di bagian buritan. Nampak berdiri tangguh namun terbungkus dengan rapi lewat aplikasi lampu dan plat pilar yang dinamis. Bagian sisinya juga menunjukkan kesan lapang yang dimiliki mobil ini. Dengan menggunakan kaca jendela yang besar dengan komposisi hampir 50% bodi, mobil ini nampak menyajikan kesan tersebut. Sentuhan keren diberikan dengan memberikan lekukan pada bahu di pintu depan yang membuat kaca samping lebih besar, dan tentunya menarik.

Bagian parasnya kini juga hadir lebih elegan. Dari varian paling bawah, grill krom besar dengan bilah yang rapi dijepit lampu yang terkesan canggih. Mirip dengan Toyota Alphard yang dua kali lebih mahal.

Di kabin, tata ruangnya begitu menawan. Nissan Serena memiliki kabin luas untuk kenyamanan Anda dan keluarga yang dilengkapi Panoramic Roof (HWS Autech) untuk menikmati ruang terbuka dan udara segar.

Dirancang unik dengan “Central Walkthrough” yang membuat Anda lebih dekat dan mudah dalam melakukan setiap percakapan dengan tempat duduk penumpang yang mewah. Komponen yang menyusun kenyamanan konsep itu pun bermacam-macam, mulai dari kursi kecil geser yang bisa dipindahkan dari belakang ke depan, lalu kursi baris kedua yang bisa digeser kanan kiri agar menjadi captain seat, atau kursi normal.

  • What we like

    Desain versi facelift lebih elegan

  • What we dislike

    Ground clearance rendah

Performa mesin

Jantung mekanisnya masih mengandalkan unit MR20DD 2.0 liter 4-silinder dengan katup variabel dan direct injection. Output tenaganya lebih dari cukup untuk membopong beratnya lantaran pengalirannya pun dilakukan via roda depan.

Tenaga 147 PS dengan torsi 206 Nm nampak tak mendapat banyak keluhan dari pengguna di tanah air. Maklum saja, pembeli mobil segmen ini membutuhkan kenyamanan dan kelembutan pengendaraan ketimbang performa.

Alhasil transmisi CVT pun dibenamkan. Entah apa alasan Nissan, tapi girboks ini tak diberikan virtualisasi perpindahan gigi baik itu lewat paddle shift maupun tuas. Hanya tersedia mode Low untuk posisi menanjak.

Beberapa dokumentasi pengujian menyebutkan bahwa ia mampu mencatat akselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 11 detikan. Itu pun diimbangi dengan konsumsi BBM yang mencukupi sekitar 9 km/liter di dalam kota dan 14 km/liter di tol. Tentunya itu semua dengan aktivasi mode Eco yang sudah tersedia pada Serena.

  • What we like

    Mesin tenaganya mencukupi

    Girboks CVT lembut dan halus

  • What we dislike

    Tak ada paddle shift atau mode manual

Pengereman

Faktor keselamatan yang perlu digaris bawahi adalah jumlah airbag. Dengan harga Rp 400 jutaan, Serena sudah sangat optimal menyajikan peranti kantung udara pereduksi efek kecelakaan ini. tak kurang ada 6 airbag yang mengelilingi kabin.

Oh ya, karena kapasitasnya 8 penumpang, maka safety belt pun tersedia dengan jumlah yang memadai. Tujuh sabuk pengaman menggunakan konfigurasi 3 titik, 1 disajikan dalam format 2 titik. Untuk safety belt 3 titik tentunya sudah dilengkapi pretensioner dan load limiter agar pengekangan saat terjadi kecelakaan tidak mencederai penumpang.

Untuk sistem keselamatan aktif, ada peranti ABS lengkap dengan pendistribusi rem (EBD), serta penambah pengereman jika pengendara dirasa kurang optimal memijak pedal (BA).

  • What we like

    Airbag banyak

  • What we dislike

    Tidak kontrol traksi dan stabilitas

Berita Nissan Serena

Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer