Pertarungan SUV Trim Atas Rp 500 jutaan, Mazda CX-5 Elite VS Nissan X-Trail VL

Pertarungan SUV Trim Atas Rp 500 jutaan, Mazda CX-5 Elite VS Nissan X-Trail VL

Trim teratas merupakan arena pertarungan kelengkapan, apalagi di kelas SUV Rp 500 jutaan. Fitur menjadi faktor penting agar kompetitif, seperti Mazda CX-5 Elite atau Nissan X-Trail VL. Mereka lahir sebagai lelaki tampan asal Jepang dengan tubuh jangkung nan tangguh. Di kasta tertinggi, keduanya dilengkapi banyak kemampuan pemikat hati.


Mazda CX-5 2019


Rancangan Eksterior dan Dimensi


Desain adalah selera, namun tiap model punya ciri khas tersendiri. Contoh, komposisi X-Trail mencerminkan gaya cenderung tegas dan lurus ala SUV. Terlihat dominasi garis lengkungan minimalis mempermanis rumah kaca. Sisi atletis ditonjolkan oleh lekuk sepatbor tinggi. Fasad seperti bagian dari helm dengan permainan lampu dan grille mengekspos muka. Di situ identitas V-Motion tersemat. Sepatu perkotaan berukuran 19 inci di tipe VL, paling pas buat masuk mal.



Sementara CX-5 berlenggok ala Grand Tourer bertubuh SUV. Posisi kepala kabin mundur, sehingga menambah panjang ruang kap mesin. Kala dibandingkan, garis kaca lebih melengkung ketimbang X-Trail. Tubuh meliuk kalem dan mengalir tanpa terlalu menunjukkan otot. Paras mengandalkan Grille besar serta mata menyipit, memancarkan kharisma premium Kodo.


Aksen lampu LED ditemukan di keduanya dari DRL, headlamp, tail lamp dan fog lamp. Kemudahan pengoperasian, juga disuguhkan oleh auto on/off dengan automatic leveling. Untuk kelengkapan pencahayaan ini dinilai imbang.


Masing-masing individu memiliki interpretasi desain berbeda, sesuai pengetahuan dan cita rasa. Maka dari itu, lebih adil bila berbicara angka. X-Trail berdimensi 4.690 mm x 1.830 mm x 1.740 mm. Sebagai pembanding, CX-5 berukuran 4.550 mm x 1.840 mm x 1.680 mm. Panjang CX-5 terpaut 14 cm dengan selisih tinggi 6 cm. X-Trail pun unggul di sektor ground clearance, catatkan 210 mm. Selisih dimensi eksterior tidak begitu signifikan memengaruhi kepraktisan bermanuver dalam kota.



Kabin dan Fitur


Jarak antarsumbu bisa dibilang sama, 2.705 mm (Nissan) lawan 2.700 mm (Mazda). Bila hanya berkaca pada variabel ini, dapat dianggap sanggup memuat penumpang sama banyak. Namun kenyataan tidak demikian. Ada pengaruh lain dalam sebuah rancangan sehingga CX-5 khusus ditumpangi lima orang. Di lain sisi X-Trail mengakomodir tujuh penumpang, meski baris ketiga tak bisa dinilai lega.


Kenyamanan dan kepraktisan sudah pasti didapat, bila meminang tipe teratas salah satu SUV ini. Pemanfaatan leather tidak tanggung-tanggung mulai dari jok, setir, sampai kenop transmisi. Pengaturan suhu otomatis dual zone dilengkapi ventilasi belakang. Sisi kemudahan berkendara, dibantu imaji kamera 360 derajat serta sensor parkir depan belakang.


Urusan sarana hiburan, CX-5 siap memanjakan telinga penumpang. Mazda membekali sistem audio 10 speaker BOSE berisi Centrepoint 2, dan AudioPilot 2. Monitor 7 inci jadi pusat pengaturan sistem infotainment. X-Trail juga memanfaatkan multimedia berukuran serupa, hanya saja belum didukung sistem audio premium.


Baik CX-5 dan X-Trail VL dilengkapi dengan sun roof. Begitu juga power tailgate, keduanya punya. Tapi punya X-Trail bisa terbuka otomatis dengan sensor kaki. Lebih canggih dan mewah dari pintu bagasi otomatis biasa.


Performa


CX-5 menggendong mesin Skyactiv-G empat silinder 2.488 cc. Unit ini sanggup mengail tenaga hingga 190 PS dengan torsi maksimum 251 Nm. Distribusi tenaga ke roda depan mengandalkan transmisi otomatis 6-percepatan. Teknologi Skyactiv diklaim meningkatkan efisiensi 15%.


skyactiv engine


Potensi pengendalian disokong Dynamic Stability Control. Transisi kala menikung didukung oleh G-Vectoring Control, menyesuaikan keinginan pengemudi melalui pengaturan torsi. Paduan teknologi ini, menghindari understeer dan oversteer, sekaligus diklaim menyuguhkan kenyamanan natural.


Nissan X-Trail dibekali jantung pacu dengan konfigurasi serupa. Kode QR25DE berarti menggendong unit 2.488 cc empat silinder namun ekstraksi daya tidak sekuat Mazda. Mesin Nissan hanya sanggup gelontorkan tenaga 171 PS berikut momen puntir 233,4 Nm. Penyaluran memanfaatkan transmisi CVT ke roda depan. Bantuan pengendalian tidak secanggih Mazda, namun tetap berusaha meningkatkan kestabilan. Mereka sebut Active Trace Control. Kontrol kala menikung dibantu distribusi tekanan rem.


Keselamatan dan Keamanan


Fitur keselamatan standar tidak perlu dikhawatirkan lagi. Mengingat banderol Rp 500 juta lebih, ABS + EBD + BA sudah pasti. Dua kantung udara melindungi kecelakaan dibantu side airbag dan curtain airbag. Untuk memudahkan berkendara, terutama di tanjakan, dua mobil ini dibekali Hill Start Assist. Selain itu, disematkan pula Electronic Parking Brake dibantu Auto Hold.


Masing-masing dilengkapi peranti keselamatan tambahan. X-Trail punya Forward Emergency Braking, Forward Collision Warning, Blind Spot Warning, Cross Traffic Alert dan Lane Departure Warning. Paket sedikit berbeda ditawarkan CX-5, yakni Emergency Stop Signal, Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert, Driver Attention Alert dan Smart City Brake Support.



Simpulan


Terdapat selisih harga antarkeduanya. Mazda CX-5 Elite dilego Rp 579,8 juta membawa teknologi pengendalian canggih serta sarana hiburan mewah. Banderol Nissan X-Trail VL Rp 542 juta, terpaut Rp 37,8 juta lebih murah namun sanggup memuat tujuh orang. Minusnya performa tidak sehebat CX-5.


Semua tergantung kebutuhan dan anggaran. Jika butuh pengangkut orang bergaya tangguh, boleh meminang X-Trail. CX-5 cocok bila ingin merasakan teknologi powertrain, namun tidak terlalu membutuhkan akomodasi banyak penumpang. (Krm/Tom)


Baca Juga: Pilihan Sedan Premium Rp 800 jutaan, Mercedes-Benz C200 Avantgarde atau BMW 320i Sport?

Komparasi Mazda CX 5 vs Nissan X Trail

Mazda CX 5
  • Rp 509,8 - Rp 589,8 Juta
Nissan X Trail
  • Rp 547,7 Juta
CX 5 vs X Trail

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store