Mudahkan Konsumen, Qooder Indonesia Perluas Jaringan Resmi

Mudahkan Konsumen, Qooder Indonesia Perluas Jaringan Resmi

PT Enduro Republik Indonesia, distributor tunggal Qooder terus berupaya meramaikan industri otomotif Tanah Air. Setelah meluncurkan skuter matik (skutik) premium roda empat pertamanya tahun lalu, jenama asal Swiss meningkatkan lini bisnisnya. Mereka sekarang memperluas jaringan resmi sehingga memudahkan konsumennya dalam hal perawatan dan penjualan.

Sejak akhir 2019 hingga November 2020, mereka sudah memiliki delapan jaringan diler resmi yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang ,Bandung, Surabaya dan Kalimantan tepatnya di Samarinda. Tidak hanya penjualan, untuk memberikan rasa aman bagi konsumennya, jaringan ini juga dilengkapi dengan pelayanan sales, spare parts dan after sales servis. Selanjutnya, langkah ekspansi bisnis motor Qooder ke depannya pun akan terus dikembangkan di Indonesia.

"Kami berkeyakinan, bahwa bermain di segmen premium, prioritas urama adalah pelayanan after sales service dan spare part," ujar Budi Kurniawan, Direktur PT Enduro Republik Indonesia, dalam siaran pers yang diterima Oto.com, Senin (23/11).

Lanjutnya, komitmen terkait pelayanan terhadap pelanggan ini, dikuatkan dengan fokus dalam pengembangan jaringan pada tahun pertama, di mana PT Enduro terlebih dulu memberikan kenyamanan dalam hal after sales dibeberapa daerah. “Di tahun ini, kita lebih fokus pada pengembangan network agar konsumen tidak was-was pada saat membeli Qooder," pungkasnya.

Qooder

Sebagai informasi, sejak akhir 2019 kini Qooder Indonesia sudah mempunyai 8 jaringan diler resmi yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, Bandung, Surabaya, dan Kalimantan (Samarinda). Lebih detil, terdapat 4 jaringan diler yang berada di Jakarta tepatnya di Bintaro (Badar Garage), Cilandak (Stokes Wood), Pasar Minggu (Home Scootz), dan Kebayoran Baru (Thrill Bitz).

Kemudian di Depok, diler berada di wilayah Sukmajaya (Motorage). Sementara di Bandung, Anda bisa menemui Qooder Indonesia di Seimosmoto yang terletak di Jl Mohammad Toha No 187 Bandung. Dan di Surabaya, ada di Saddlemotorbike, Jl Raya Menganti Wiyung No. 484.

Kalau di Samarinda, ada di Jl Hasan Basri dengan nama Technik Qooder Pratama. Seluruh diler telah dilengkapi sarana pelayanan penjualan, spare parts, dan purna jual alias after sales service. “Tahun ini, kita lebih fokus pada pengembangan network agar konsumen tidak was-was pada saat membeli Qooder," jelas Budi.

Baca juga: Test Ride Qooder: Kinerja Empat Roda di Dalam Kota, Praktis? (Part-1)

Qooder

Keunggulan Skuter Roda Empat Qooder

Skuter roda empat pertama di Indonesia menawarkan keunggulan di sektor suspensi. Teknologinya disebut HTS (Hydraulic Tilting System). Untuk mengawal keempat rodanya, ia menggunakan sistem pneumatik. Memanfaatkan udara terkompresi, yang dikumpulkan dalam tabung untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Suspensi model ini memiliki reliabilitas tinggi, karena dapat berumur panjang dan budget perawatan yang rendah. Selain itu, karena sifat gas yang tahan tekanan, maka tidak mudah rusak akibat beban kejut.

Setiap roda dipasangkan satu tabung. Sistemnya berjalan secara independen. Tidak menggunakan per seperti layaknya sepeda motor, dan kerjanya digantikan dengan udara. Masing-masing ada valve, jadi bisa dipompa. Jelas memudahkan penggunanya, karena tidak membutuhkan kunci khusus. Ada satu tube high pressure di tengah, setelan pabriknya memberi tekanan 100 psi. Lalu tabung yang menempel di setiap roda itu low pressure. Nantinya bisa disetel sesuai bobot pengendara.

Bisa meredam guncangan ketika motor dihadapkan dengan lintasan berbatu. Contohnya saat berjalan melewati jalan rusak, maka sistem suspensi bergerak ke atas dan membuat roda pada pegas yang panjang menjadi pendek. Jadi, saat kondisi sedang berjalan, maka skuter tidak ikut terangkat ke atas. Jika keadaan salah satu sisi suspensi berbeda dengan ukuran panjang ataupun pendek, maka skuter tetap pada posisi yang rata tanpa adanya kemiringan. Bisa dibilang, seperti mobil rock crawling.

Memakai roda ukuran 14 inci dibalut ban ukuran 110/80, depan maupun belakang. Setiap rodanya dimodali cakram berukuran 240 mm. Sayangnya, belum ada sensor ABS, baik di depan maupun belakang. Cakramnya unik, karena bentuknya seperti gir motor. Bagian luarnya bergerigi, berfungsi sebagai stoper. Karena ada rem tangan. Jadi saat rem tangan diaktifkan, dekat kaliper rem ada kunci keluar dan menahan motor agar tidak maju ataupun mundur.

Baca juga: Test Ride Qooder: Kendali Optimal di Berbagai Medan (Part-2)

Qooder

Mesinnya SOHC 399 cc silinder tunggal, empat langkah, empat katup, berpendingin cairan. Tenaga maksimal Qooder 32,5 hp di putaran 7.000 rpm, serta torsi maksimum 38,5 Nm per 5.000 rpm. Dayanya disalurkan ke roda belakang melalui transimisi CVT, dengan dua belt berbahan carbon. Tidak ada diferensial antara kedua roda belakangnya dan bergerak secara bersamaan. Di tengah antara dua roda belakang ada knalpot, di atasnya ada tangki bahan bakar berkapasitas 14 liter.

Badannya gambot, layaknya skuter premium. Ada banyak tarikan garis-garis tajam di sekujur tubuh. Bagian depannya terlihat mewah dan futuristik. Diwujudkan dengan bodi yang meruncing ke bawah. Windshieldnya lebar, namun sayang belum adjustable.

Kemudian ada lampu model ganda. Di dalamnya ada projector untuk lampu dekat, dan halogen untuk lampu jauhnya. Lampu belakang dan sein sudah LED. Dilengkapi juga dengan hazard. Sebagai motor standar Eropa, dia punya mata kucing di setiap sisinya. Spatbornya model terpisah dari bodi.

Qooder punya dimensi besar. Panjang 2.200 mm, tinggi kursi 780 mm, wheelbase 1.580 mm. Enaknya, pengemudi dibuat nyaman karena ada sandaran kecil sebatas pinggang. Sudut kemudinya hanya 35 derajat. Jika ingin belok, harus ambil posisi sedikit jauh. Tentunya menyulitkan saat dibawa ke jalur perkotaan yang tingkat kemacetannya tinggi.

Baca juga: Test Ride Qooder: Dirancang Bak Sebuah SUV (Part-3)

Qooder

Kaki dapat menapak dengan sempurna di dek yang rata. Tapi tidak bisa untuk selonjoran. Di sisi kanan ada pedal rem belakang. Joknya tandem, namun bagian belakang bisa dibuka. Dalamnya ada sebuah bagasi yang mampu menampung helm full ukuran kecil. Bedanya dari motor lain, bagasi bisa dibuka kalau motor dalam keadaan on. Sistem itu memudahkan pengendara saat ingin mengambil barang tanpa harus mematikan mesin motor, dan tanpa harus turun dari motor juga. Di samping jok kanan, ada tuas hand brake. Dipakai saat motor dalam keadaan terparkir.

Spidometer kombinasi analog dan digital. Untuk bagian analog, kecepatan dan takometer serta suhu mesin. Sementara digitalnya diisi dengan odometer, tripmeter A dan B, jam, suhu sekitar, dan fuel meter. Di setiap sisinya terdapat beberapa indikator. Kiri ada check engine, lampu dekat - jauh, indikator hazard. Kanannya fuel rest, accu, sistem pengunci HTS, parking brake, indikator baterai saat penggunanya mengisi ulang daya smartphnoe.

Tombol di stang seperti biasa: kiri ada passing lamp, lampu dekat dan jauh, sein, klakson. Di kanannya hanya ada tiga tombol: engine cut off, hazard dan starter. Terdapat empat setelan tuas rem tangan, belakang maupun depan. Bagian dasbor tersedia tuas untuk mengunci sistem suspensi. Kanannya ada ruang untuk menyimpan barang berdimensi kecil. Di bawahnya ada ruang untuk mengisi daya ulang baterai gawai berupa USB Port 12V.

Anak kunci masih konvensional. Handbrake hanya bisa diaktifkan ketika anak kunci diputar ke kiri. Untuk membuka bagasi, putar ke kanan. Terbuka secara otomatis karena terpasang dua teleskpoik, yang sekaligus untuk menahan. Dalamnya ada lampu dan ada soket output 12V. Mengisi bahan bakar juga harus membuka bagasi belakang. (Bgx)

Baca juga: Adu Kestabilan dari Tambahan Roda: Piaggio MP3 500 HPE Sport Advance VS Peugeot Metropolis 400i VS Qooder

Jelajahi Qooder Qooder

Model Motor Qooder

  • Qooder Qooder
    Qooder Qooder
Motor Qooder

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

Video Motor Qooder Qooder Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor Qooder Qooder

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Scooter

  • Yang Akan Datang