Mengupas Kelemahan Qooder, Sang Skuter Bongsor Beroda Empat

Mengupas Kelemahan Qooder, Sang Skuter Bongsor Beroda Empat

Terjemahan traksi dari empat roda memang impresif. Qooder bisa membawa Anda kemanapun, tanpa harus takut jatuh. Posturnya stabil dibawa manuver ekstrem. Menjelajah medan tak beraspal juga sanggup. Ground clearance-nya tinggi, tak manja. Singkatnya, hampir seluruh aspek terkait stabilitas dan pengendalian juara. Berikut keleluasaan daya jelajah. Tapi bukan berarti motor seharga Rp 357 juta ini tak punya kelemahan. Ada hal kurang menyenangkan, muncul kala kami melakukan pengujian.

Dimulai dari minimnya fitur. Bicara motor seharga ini, hampir pasti membuat siapapun berharap ia memiliki perangkat elektronik canggih. Nyatanya tidak demikian. Dari display instrumennya pun sangat sederhana. Ya, kami tak persoalkan dua kluster dengan jarum mekanik - penunjuk kecepatan dan putaran mesin. Yang disayangkan adalah layar MID monokrom di tengah, hanya sedikit menyajikan informasi.

Baca Juga: Punya Empat Roda, Apakah Qooder Bisa Masuk Jalan Tol?

Keterangan jumlah bahan bakar, suhu, waktu dan trip meter rasanya terlalu standar. Paling tidak, informasi konsumsi bahan bakar rata-rata, penghitung jarak tempuh dari sisa bensin, ditampilkan. Mengingat ia memiliki nyawa seorang penjelajah.

qooder 4 wheel sqooter

Berikutnya, sensor ABS (Anti-lock Braking System) dan traction control. Hari ini dua teknologi itu bukan lagi barang mewah. Namun cukup disayangkan, Qooder tak punya. Untung saja empat roda sedikit menutup kekurangan tadi. Pijak ban ke tanah memberi traksi maksimal dan mestinya meminimalisir roboh, kala mengerem terlalu keras.

Lantas, mengenai konsumsi bahan bakar. Sedari awal (klaim pabrikan), tercatat angka 18 kpl, yang sebetulnya tidak impresif untuk mesin satu silinder 400 cc. Kala diuji langsung pada jalanan Ibu Kota, angkanya pun kian mengecil. Pertama, dengan gaya mengemudi yang relevan dengan keseharian, menoreh 15,2 kpl. Dan saat memacu putaran gas terus menerus, hasilnya 14,7 kpl. Kurang memuaskan untuk mesin sepantar ini.

Performa pun cenderung moderat. Tarian piston satu silinder 400 cc mencatat angka 32,5 Hp/ 7.000 rpm dan torsi 38,5 Nm/ 5.000 rpm. Berikut menarik beban 281 kg – yang kemungkinan besar juga mempengaruhi hausnya ruang bakar tadi. Tapi, sejauh kami uji, sebetulnya Qooder tak pernah kekurangan tenaga. Cukup. Bahkan saat diajak melahap tanjakan di tanah berbatu. Hanya saja, bagi Anda yang menyukai laju kencang, ia kurang memuaskan.

Kalau mengenai kesulitan memarkir, menyelinap di barisan antrean mobil, atau repot saat menariknya mundur, kami rasa menjadi bagian dari risiko. Toh berkat ukuran dan komposisi ban seperti itu, Qooder bisa memberi aspek kenyamanan dan keamanan lebih. Juga konsistensi kendali optimal. Terbayar.

Pada intinya, pembeli Qooder harus tahu betul apa yang dicari. Yang berorientasi terhadap perangkat canggih superlengkap, tak akan terpuaskan di sini. Tapi di lain sisi, sensasi berkendara di atas empat roda tanpa kehilangan rasa manuver roda dua, tak bakal bisa digantikan. Belum ada lawan sepadan sampai sekarang. (Hlm/Odi)

Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Qooder, Unggulnya Bukan Cuma Empat Roda!

 

Jelajahi Qooder Qooder

Model Motor Qooder

  • Qooder Qooder
    Qooder Qooder
Motor Qooder

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

Video Motor Qooder Qooder Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor Qooder Qooder

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Scooter

  • Yang Akan Datang