Gebrak Segmen Skuter Roda Empat, Qooder Pede Bidik Konsumen Premium

  • 2019/12/Qooder1.jpg
  • 2019/12/Qooder4.jpg
  • 2019/12/Qooder3.jpg
  • 2019/12/Qooder2.jpg
  • 2019/12/Qooder7.jpg
  • 2019/12/Qooder6.jpg
  • 2019/12/Qooder5.jpg
  • 2019/12/Qooder10.jpg
  • 2019/12/Qooder9.jpg
  • 2019/12/Qooder13.jpg
  • 2019/12/Qooder12.jpg
  • 2019/12/Qooder11.jpg
  • 2019/12/Qooder16.jpg
  • 2019/12/Qooder15.jpg
  • 2019/12/Qooder14.jpg
  • 2019/12/Qooder19.jpg
  • 2019/12/Qooder18.jpg
  • 2019/12/Qooder17.jpg
  • 2019/12/Qooder22.jpg
  • 2019/12/Qooder21.jpg
  • 2019/12/Qooder20.jpg
  • 2019/12/Qooder25.jpg
  • 2019/12/Qooder24.jpg
  • 2019/12/Qooder23.jpg
  • 2019/12/Qooder28.jpg
  • 2019/12/Qooder27.jpg
  • 2019/12/Qooder26.jpg
  • 2019/12/Qooder31.jpg
  • 2019/12/Qooder29.jpg
  • 2019/12/Qooder34.jpg
  • 2019/12/Qooder33.jpg
  • 2019/12/Qooder32.jpg

Belum pernah ada di Indonesia, motor roda empat yang bisa dipakai di jalan raya. Qooder, merek Swiss buatan Taiwan, kini memprakarsai segmen itu. Bahkan untuk kawasan Asia Tenggara, kita jadi yang pertama. Mereka percaya diri membidik konsumen kelas atas. Sekaligus ingin menjadikan produknya sebagai alternatif mobil.

Qooder

Strategi awal pun tampak tak main-main. Mereka sudah membuka diler, lengkap dengan bengkel di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sekaligus tengah dalam proses membangun satu gerai lagi, di Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Dan pada 2020, rencananya, area Serpong menjadi lokasi ketiga diler resmi mereka.

Membuka tiga diler Qooder dalam satu tahun rasanya seperti gegabah. Apalagi statusnya sebagai merek baru, perlu banyak pertaruhan. Namun Budi Kurniawan, Direktur Sales dan Marketing PT G-Force Republic (APM resmi Qooder), memiliki alasan sendiri. Rasa percaya diri sudah dikukuhkan setelah melakukan riset satu setengah tahun.

"Market skuter itu terus tumbuh. Kami melihat yang satu ini bisa jadi alternatif. Selama satu setengah tahun, kami pun melakukan riset. Dan yang menjadi penting, tawaran unsur safety ke para penunggang skuter. Baik penggunaan dalam kota maupun bertualang ke luar kota. Makanya kami percaya diri memasukkan Qooder. Kami juga berharap posisinya bisa menjadi alternatif mobil," tambahnya.

Skuter roda empat Qooder diklaim sanggup memberikan kenyamanan sekaligus keamanan lebih, ketimbang konfigurasi roda dua. Terutama saat melaju di tikungan - apalagi dalam kondisi yang kurang baik - grip empat ban bisa menggigit permukaan aspal lebih optimal. Masuk akal.

Hingga kini, sebanyak 28 unit sudah mendarat. Dan lebih dari setengahnya habis dipesan. Untuk tahun depan, mereka juga menargetkan menjual 120 sampai 150 unit tiap tahun. Angka yang cukup ambisius untuk motor seharga Rp 357 juta OTR.

Qooder

Bagi yang tertarik, tak diperlukan inden. Semuanya ready stock. Namun jika pengiriman tahap awal sudah habis (sisa 12 unit), proses pemesanan bisa memakan waktu dua bulan. Lantas yang bertanya-tanya soal legalitas di jalan raya, sang bos menjamin tak ada masalah. Izinnya sama dengan motor roda tiga dan hanya butuh SIM C.

Distribusi sudah dimulai per hari ini. Untuk biaya booking fee-nya, sebesar Rp 5 juta. Sementara kalau mau mengangsur, kurang lebih uang muka terendah sebesar 30 persen. Anda pun otomatis mendapat fasilitas servis dan garansi gratis selama dua tahun. (Hlm/Van)

Baca Juga: Kalah Saing, Viar Cross X 200 ES Disuntik Mati

Jelajahi Qooder Qooder

Model Motor Qooder

  • Qooder Qooder
    Qooder Qooder
Motor Qooder

GIIAS 2022

Anda mungkin juga tertarik

Video Motor Qooder Qooder Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor Qooder Qooder

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Scooter

  • Yang Akan Datang

Artikel Motor Qooder Qooder dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review