jakarta-selatan
kali dibagikan

Ragam Naked Bike Honda, Dari Rp 19 Jutaan hingga Rp 275 Juta.

  • 12 Agt, 2019
  • 2592 Kali Dilihat

Pabrikan motor sadar betul, tak semua orang suka gaya motor sport berbalut fairing. Selain posisi duduk merunduk yang membuat cepat pegal, kesederhanaan bentuk juga menjadi poin utama konsumen memilih motor. Makanya, kini mereka berbondong menyajikan beragam pilihan motor telanjang alias naked bike. Seperti lima motor milik Honda yang kami rangkum berikut, dari yang termurah hingga termahal.


CB150 Verza



Guratan semacam ini pasti sudah tak asing lagi. Anda mungkin familiar dengan Megapro atau Tiger di era 2000an awal. Verza memang mengadopsi desain kedua motor itu, yang berkarakter kaku, serta sangat sederhana. Lihat saja, kombinasi lampu bulat dan sein terpisah, ditambah tangki kekar yang khas. Aura maskulin tercipta tanpa banyak embel-embel.


Menyandang status motor pekerja, CB150 Verza praktis dan irit. Untungnya, ia dapat memberikan itu. Walaupun yang terlihat serbakekar, dimensinya tidak begitu menyulitkan, sebesar 2.056 x 742 x 1.054 mm (PxLxT). Jarak sumbu rodanya juga 1.318mm. Yang paling penting, jarak jok ke tanah cuma 773mm. Artinya, postur tubuh standar orang Indonesia sanggup memijak aspal dengan baik. Bobotnya juga standar, 129kg untuk versi castwheel dan 128kg yang berpelek jari-jari.


Sumber tenaganya, berasal dari mesin SOHC berkubikasi 150cc. Amunisi itu sanggup memuntahkan tenaga 12.8HP/8.500rpm dan torsi 12.73Nm/6.000rpm. Karakternya cenderung merata di setiap rentang putaran, karena tipenya square engine. Yang perlu digarisbawahi, klaim konsumsi bahan-bakar sangat impresif. Satu liter bensin bisa membawa laju hingga 46.3km.


Cuma minim fitur. Kendati sudah pakai panel instrumen digital, tak banyak informasi yang bisa diberikan. Sumber pencahayaan juga belum LED sepenuhnya. Plus, perangkat penahan laju masih teromol di belakang, serta tanpa ABS di depan. Kalau tertarik membawanya pulang, siapkan dana Rp 19,938 juta untuk tipe pelek jari-jari (belum tubeless) dan Rp 20,589 juta yang varian Cast Wheel (tubeless). Sampai saat ini, ialah naked bike Honda yang bisa dipinang kurang dari Rp 20 juta.


CB150R Streetfire


CB150R


Sedikit naik kelas, ada CB150R Streetfire. Jangan berpikir basisnya sama dengan Verza, ini jauh berbeda. Saudara langsungnya CBR150, yang berselimut fairing di bodinya. Ia dibuat guna memanjakan konsumen yang tak terlalu suka gaya sporty, tapi masih mencirikan motor agresif. Walaupun telanjang, sudut tajam bisa dilihat pada banyak bagian. Mulai dari headlamp, tangki dan siluet buritan yang meruncing.


Dimensinya cukup ringkas ketimbang Verza. Total panjang sebesar 2.019mm, lebar 719mm dan tinggi 1.039mm. Sumbu rodanya hanya 1.293mm, guna tangkas melahap manuver tajam. Soal posisi duduk, masih di kadar normal, 797mm dan beratnya 136kg. Masih aman memijak tanah, tapi agak sedikit berat ketimbang motor sebelumnya.


Bersemayam jantung pacu 150cc DOHC empat katup. Kompresinya juga dipadatkan dengan rasio 11.3:1. Alhasil tenaganya sebesar 16.6 HP/9.000rpm dan torsi 13.8Nm/7.000rpm. Kalau ukuran diameter dan langkahnya, sama persis dengan Verza, 57.3x57.8mm. Makanya gapaian tenaga juga tersebar rata di berbagai putaran mesin. Bukan cuma tenaga, klaim konsumsi bahan bakarnya tak kalah menarik. Tercatat angka 40,5km untuk setiap satu liter bensin yang dihabiskan. Honda melegonya seharga Rp 27,481 juta untuk yang standar dan varian SE Rp 28,581 juta.


Honda Monkey



Si motor ikonik satu ini jadi varian teranyar yang dimiliki Honda. Setelah harga jual Importir Umum (IU) yang tembus Rp 100jutaan, akhirnya AHM menjawab hasrat pecinta motor kerdil dengan melegonya seharga Rp 65 juta. Ya, tetap mahal, tapi yang mau membeli pasti sudah siap konsekuensi itu kan?


Tampangnya retro sekali sekaligus unik. Meski begitu, ia bertabur fitur modern. Headlamp dan stoplamp, misalnya, sudah mengadopsi LED. Panel meter juga dipresentasikan secara digital. Di dalamnya tertera informasi semacam speedometer, takometer, odometer, dua buah tripmeter dan indikator bensin. Fitur modern itu menempel di kemasan lawas persis saat masa lalu. Anda bakal dibawa nostalgia saat mengendarainya.


Soal jantung pacu, Monkey generasi anyar memikul mesin 125cc SOHC berpendingin udara. Di atas kertas, ia mencatat tenaga sebesar 9,3HP/7.000rpm dan tenaga dorong 11Nm/5.250rpm. Sangat cukup untuk menghela bobot 107kg. Lantas penahan lajunya? Jangan diremehkan dulu. Dua buah disc brake sudah tersemat, plus pakai ABS di depan.


Menariknya lagi, total dimensi cuma 1.710x755x1.029mm (PxLxT). Jarak sumbu rodanya juga hanya 1,15 meter. Uniknya, jarak jok ke tanah tidak sependek yang dikira, 776mm. Namun angka itu tentu saja masih proporsional untuk postur standar.


CB500F



Dari kelas Honda Big Bike, Anda bisa mulai melirik CB500F. Karena masih dari keluarga CB, bentuknya memiliki nada serupa dengan sang adik kecil. Tapi jangan terlalu disamakan, kastanya jauh berbeda. Honda melego motor ini seharga Rp 147 juta OTR Jakarta. Menarik kan?


Banderol itu bisa memberikan performa yang menyenangkan. Jantung mekanis dua silinder berkubikasi 471cc DOHC, siap memberikan G-force instan. Tenaga sebesar 49,6HP/8.500rpm tercatat di atas kertas. Plus torsi puncak 44,6Nm/6.500rpm. Lebih detilnya lagi, kompresi tidak dibuat begitu padat, hanya 10,7:1. Ramuan mesin yang sedikit overbore (67x66.8mm) juga membuatnya agresif di putaran agak tinggi. Suhu mesin? Jangan khawatir, sudah terjaga dengan liquid cooler yang tertanam persis di balik fork.


Selain performa, desainnya menarik perhatian. Sudut runcing dipahat dimana-mana. Headlamp, tangki, buritan, hingga memancar kesan intimidatif dari motor. Ya, tidak segahar kompetitor memang, Honda memiliki khas desain yang lebih halus. Fiturnya lengkap. panel instrumen digital sanggup menginformasikan berbagai hal kebutuhan pengendara. Seluruh pencahayaan juga sudah LED, serta kualitas penahan laju dilengkapi ABS dua channel.


CB650R


all-new CB650R image


Kalau masih kurang dengan motor tadi, coba intip CB650R. Mesinnya jauh lebih sangar dengan konfigurasi empat silinder segaris, berkubikasi 648cc DOHC. Racikannya dibuat benar-benar overbore, 67x46mm. Kompresi lebih padat, di rasio 11,6:1. Dengan itu tenaga maksimalnya sebesar 89,1HP/11.000rpm dan torsi puncak 60,7Nm/8.000rpm. Sebuah catatan yang impresif dan menggiurkan untuk diputar gasnya dalam-dalam.


Desain motor ini begitu cantik. Honda menyebutnya sebagai Neo Sports Café. Jika ditranslasikan, sebuah peleburan antara gaya klasik dan modern dalam satu kesatuan. Lihat saja bentuknya, konfigurasi lampu bulat dan sein terpisah terkesan sederhana. Namun bubuhan LED dan DRL-nya praktis memancarkan tema modern di motor. Sangat indah. Pahatan kotak-kotak terlihat di tangki dan buritannya, menjadi anti-tesis dari desain retro fascianya. Saya pribadi, sangat suka dengan ini.


Untuk yang tertarik dengannya, harus menyiapkan budget ekstra. Honda melegonya dengan harga Rp 275 juta OTR Jakarta. Dengan pilihan warna merah dan hitam. Simpel tapi intimidatif. (Hlm/Van)


Baca Juga: Perpres Kendaraan Listrik Diteken, Siap-siap Harga Lebih Murah

Harga dan Promo Varian CB150 Verza

  • Spoke | Rp 18,88 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 4 Juta
    Angsuran Rp 645.000
    Tenor 33 Months
    Lihat Promo
  • CW | Rp 19,96 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 4 Juta
    Angsuran Rp 692.000
    Tenor 33 Months
    Lihat Promo

Video Honda CB150 Verza

Lihat video terbaru Honda CB150 Verza untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Honda Pilihan

  • Populer
  • Komparasi