Komparasi Performa Honda CBR1000RR-R Fireblade Vs Kawasaki Ninja ZX-10R

Komparasi Performa Honda CBR1000RR-R Fireblade Vs Kawasaki Ninja ZX-10R

Selang peluncurannya di berbagai negara, Honda CBR1000RR-R juga turut hadir di Indonesia. Meski mengambil ceruk cukup dalam, PT Astra Honda Motor (AHM) optimis menawarkannya sebagai opsi baru superbike Tanah Air. Terlebih dia datang dengan perubahan masif, di mana satu diantaranya menyasar kepada sektor performa. Tapi jangan lupa, di segmen itu CBR1000RR-R juga mesti bersaing dengan kompetitor seperti Kawasaki Ninja ZX-10R. Apalagi motor Geng Hijau dibanderol jauh lebih murah.

Sedikit membandingkan, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mematoknya sebesar Rp 492 juta saja. Sementara CBR1000 Triple R dijual mulai Rp 990 juta. Hampir dua unit ZX-10R! Kendati begitu, harga jual motor Sayap Kepak ini sebanding dengan perbekalannya. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ubahan besar juga terdapat pada mesin. Walau masih mengandalkan jantung mekanik DOHC empat silinder segaris, Honda nyatanya punya racikan baru. Bore x stroke CBR1000RR-R kini menjadi 81 x 48,5 mm, sama seperti kalkulasi pada Honda RC213V tunggangan Marc Marquez di MotoGP.

Fireblade

Diameter dan langkah piston tersebut berubah dari sebelumnya 76 x 55,1 mm. Tentu terdapat perubahan dari catatan performa. CBR1000RR-R mampu mengail daya maksimal 214,5 Hp/14.500 rpm. Meningkat dari Fireblade lama yang berkemampuan 189 Hp/14.500 rpm. Disebut oleh pihak AHM, jeroan CBR1000RR-R Fireblade dengan kapasitas total 999,9 cc itu kedapatan piston berbahan aluminium tempa (Forged Aluminium). Dengan masing-masing komponen (terdapat 4 buah) berbobot lebih ringan 5 persen dibandingkan model sebelumnya, sekaligus menaikkan kekuatan serta ketahanannya.

Sementara untuk camshaft, diberi lapisan khusus disebut Diamond Like Carbon (DLC). Ditujukan untuk mengurangi friksi hingga 35 persen ketimbang komponen non-DLC. Kemudian Connecting rods (konrod), memakai material titanium, sehingga bagian ini bobotnya berkurang 50 persen. Faktanya, torehan tenaga itu lebih besar dari salah satu superbike papan atas Ducati Panigale V4 yaitu 211,2 Hp/13.000 rpm.

Pun demikian ketika disejajarkan dengan Kawasaki Ninja ZX-10R. Dengan mesin serupa - sama-sama DOHC 4-silinder segaris, dia cuma dapat menyemburkan daya 203,9 Hp di 13.500 rpm. Namun, mesin milik ZX-10R yang pynya kubikasi 998 cc, memiliki keluaran momen puntir 114,9 Nm di 11.200 rpm. Sementara pada Fireblade terbaru adalah 113 Nm di putaran 12.500 rpm. Bukan cuma sedikit lebih rendah dari ZX-10R, catatan torsinya pun tak alami peningkatan dari generasi terdahulu.

zx-10R

Fitur Pendukung

Lantaran dapat mengeluarkan torsi di rpm lebih rendah, ZX-10R sepertinya menjanjikan kelincahan terutama lepas tikungan. Namun, berkat bobot hanya 201 kg, Fireblade Triple R rasanya masih dapat bersaing. Sementara Ninja ZX-10R memiliki berat tubuh mencapai 206 kg. Guna mengoptimalkan keluaran tadi, Kawasaki mempersenjatainya dengan sistem elektrik seperti Electronic Throttle Valve, Power Modes (Full dan Low), Kawasaki Engine Brake Control, Sport Kawasaki Traction Control, Launch Control hingga quick shifter.

Tapi CBR1000RR-R Fireblade ternyata lebih mumpuni soal ketersediaan pengatur elektronik. Sebut saja Throttle by Wire yang menyajikan bukaan gas presisi. Kemudian Sensor advance Inertia Measurement Unit (IMU) 6-Axis, bertugas mengukur posisi sepeda motor dalam enam axis (sumbu). Peranti ini bekerja bersama Honda Electronic Steering Damper (HESD) dan memiliki tiga mode pengaturan (hard, medium, soft). Digunakan untuk menentukan stabilitas berkendara pada kecepatan tinggi dan menikung.

Ia pun dibekali tiga mode berkendara (1,2 dan 3). Dari situ pemilik dapat menyetel besaran tenaga yang punya lima tahap penyetelan, kontrol torsi ( Honda Selectable Torque Control) sebanyak sembilan setelan, serta engine brake, wheelie kontrol dan suspensi masing-masing menyediakan tiga level.

CBR1000RR-R Fireblade

CBR1000RR-R lebih unggul mengenai kelengkapan fitur, lantaran punya Rear Lift Control (untuk menghilangkan efek roda belakang terangkat saat mengerem keras) dan Start Mode. Fitur ini dapat menjaga putaran mesin (rpm) tetap konstan saat melakukan start, memungkinkan pengendara berkonsentrasi pada pengoperasian kopling agar start berlangsung mulus. Peranti ini bakal membatasi putaran mesin di 6.000-10.000 rpm saja.

CBR1000RR-R Fireblade juga disematkan fitur Assist & Slipper Clutch (ASC) sebagai standar. Dengan begitu, pengoperasian kopling menjadi lebih ringan dan menghilangkan efek ban terkunci saat terjadi engine brake karena pengurangan gigi. Khusus pada tipe SP, dibekali Quick Shifter yang membuat perpindahan transmisi naik-turun semakin cepat. Sebaliknya, ASC tadi tidak dapat ditemui pada ZX-10R. Padahal ZX-10R sudah punya quick shifter.

Lalu, bagaimana dengan handling? CBR1000RR-R masih tetap memakai sasis model twin-spar aluminium. Cuma jarak sumbu roda (wheelbase) dibuat lebih panjang, 1.455 mm dari sebelumnya 1.405 mm. Berpengaruh lantaran ia sudah memakai swingarm aluminium baru yang lebih panjang 30,55 mm dari versi lama. Pengendalian itu lantas diimbangi oleh pemasangan peredam kejut dari Showa pada tipe standar dan Ohlins untuk CBR1000RR-R Fireblade SP.

Meski beda merek, spesifikasi fork depannya sama-sama upside down (USD) berdiameter 43 mm, sementara suspensi belakang jenis pro-link. Sama halnya dengan penerapan kaki-kaki Ninja ZX-10R yang mengandalkan suspensi depan USD 43 mm dan monoshock – umumnya keluaran Showa. Begitu juga perangkat cakram rem ukuran 330 mm dan 220 mm (depan-belakang) dan disemati sistem rem anti-lock braking system (ABS). (Ano/Tom)

Baca juga: Pertarungan Sport Fairing Kelas Berat: Kawasaki Ninja ZX-10R VS Yamaha R1 VS Honda CBR1000RR

Komparasi Honda CBR1000RR-R vs Kawasaki Ninja ZX10-R

Honda CBR1000RR-R
  • Rp 1,01 - Rp 1,12 Milyar
Kawasaki Ninja ZX10-R
  • Rp 492 Juta
CBR1000RR-R vs Ninja ZX10-R

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor

Bandingkan & Rekomendasi