Sultan Surabaya, Pemilik Pertama Honda CBR1000RR-R Fireblade di Indonesia

Gambar
Review Pengguna

Sultan Surabaya jadi pemilik pertama Honda CBR1000RR-R Fireblade di Indonesia. Motor sport ini sejatinya telah diluncurkan PT Astra Honda Motor (AHM) pada Agustus 2020.

Melalui PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT, konsumen motor supersport itu menjadi pemilik dari unit pertama CBR1000RR-R Fireblade di tahun 2020. Di Jawa Timur, Honda CBR1000RR-R tipe SP dibanderol Rp 1,105 miliar.

"Penjualan Honda CBR1000RR-R Fireblade ini merupakan pecah rekor buat MPM Honda Jatim, pertama kali menjual motor dengan harga jual yang tinggi setelah Gold Wings. Kami berterima kasih kepada konsumen atas kepercayaannya membeli motor Honda di MPM Honda jatim," kata Presiden Direktur MPM Honda Jatim, Suwito M.

Honda CBR1000RR-R Fireblade

Unboxing Honda CBR1000RR-R Fireblade di lakukan di rumah konsumen (17/11/2020). Pemilik motor Supersport Honda ini adalah Austein Adikoesoemo yang merupakan warga Surabaya. Dirinya melakukan inden pada Agustus 2020 dan awal November ini mendapatkan motor Honda CBR1000RR-R Fireblade dengan nomer urut seri 003.

"Pertama kali saya beli motor Honda CBR250RR di MPM Honda, saya sangat puas dan senang dengan pelayanan yang diberikan. Makanya waktu dapat info akan ada CBR1000RR-R ini saya membelinya di MPM Honda. Saya sangat senang dan bangga memiliki motor supersport berperforma tinggi dan hanya ada satu di Indonesia, " kata Austein

MPM Honda Jatim menjaga kepuasan konsumen Big Wing dengan berbagai layanan premium mulai dari proses penjualan yang mudah, layanan after sales service, konsultasi, penyediaan spare part dan aksesori hingga fasilitas maintenance community serta pelatihan safety riding yang sangat berguna untuk konsumen dan community.

After Sales

Untuk layanan after sales dan service konsumen Big Bike. MPM Honda Jatim mempunyai fasilitas khusus untuk konsumennya yaitu Premium Lounge, ruang tunggu eksklusif bagi konsumen premium Honda ketika servis, Towing Service apabila konsumen tidak sempat melakukan service.

Teknisi big bike MPM Honda Jatim akan menjemput, tidak hanya itu apabila konsumen melakukan agenda turing fasilitas ini bisa dimanfaatkan apabila terjadi accident dan fasilitas free dynotest juga bisa didapatkan konsumen saat service Motor Honda Big Bike di MPM Honda Jatim. Layanan service ditangani langsung oleh teknisi MPM yang sudah tersertifikasi Internasional.

"Misi kami adalah Bagaimana kami terus memberikan apa yang sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi kebutuhan konsumen Big Bike melalui layanan penjualan, layanan after sales hingga info dan kegiatan komunitas Big Bike," kata Big Bike Manager MPM, Yanuar Achmad.

Honda CBR1000RR-R Fireblade

Honda CBR1000RR-R Fireblade merupakan motor supersport terbaik Honda CBR series yang didesain dengan kinerja dan kekayaan fitur yang belum ada sebelumnya untuk sebuah motor yang siap dikendarai di jalan raya maupun di sirkuit.


Filosofi Total Control

Honda CBR1000RR-R Fireblade dengan kesempurnaan menyeluruh untuk para pecinta big bike di Indonesia, terutama pecinta kecepatan, karena kami menyadari terdapat konsumen yang menginginkan motor berfitur terbaik, serta ingin merasakan sensasi berkendara maksimal di sirkuit.

Honda CBR1000RR-R Fireblade hadir sebagai episentrum filosofi Total Control, motor supersport berperforma tinggi ini memberikan pengendalian sempurna dan sensasi berkendara yang memacu adrenalin layaknya motor MotoGP yang dapat digunakan di jalan raya.

Semua fitur yang diaplikasikan pada model ini pun bertumpu pada mesin dan teknologi sasis yang mendukung sensasi berkendara di sirkuit. 

Sumber: Otosia.com

Komparasi Honda CBR1000RR-R Fireblade dan Yamaha R1M

Di segmen superbike Tanah Air, Honda CBR1000RR-R Fireblade tergolong produk dengan harga 'selangit'. Bagaimana tidak, bintang baru PT Astra Honda Motor (AHM) dijual mulai dari Rp 990 juta hingga Rp 1,1 miliar. Sementara banderol pesaingnya, misal Yamaha YZF-R1 atau YZF-R1M jauh di bawah itu. Kendati begitu, keduanya sama-sama mengusung mesin 1.000 cc. Lantas di manakah perbedaan signifikan produk berbendera Jepang?

Penggemar genre ini, tentu sepakat bahwa performa menjadi penawaran utama dari CBR Triple R maupun R1. Ditambah lagi, ada embel-embel MotoGP untuk menjawab rasa penasaran khalayak, atas sensasi berkendara ala motor Marc Marquez atau Valentino Rossi. Sebagai contoh pada Yamaha R1. Mesin 998 cc DOHC empat silinder segarisnya diramu bersama crankshaft crossplane yang notabene teraplikasi pada Yamaha M1. Berkat racikan bore x stroke: 79.0 x 50.9 mm serta kompresi 13:1, ia sanggup memuntahkan daya sebesar 197,2 Hp/13.000 rpm dan torsi 112,4 Nm/11.500 rpm.

Cara itupun nyatanya berlaku sama terhadap motor buatan Honda. Berbeda dari penetapan diameter dan langkah piston sebelumnya (76 x 55,1 mm), bore x stroke CBR1000RR-R kini menjadi 81 x 48,5 mm. Kalkulasi inilah yang juga digunakan motor prototipe mereka di MotoGP (Honda RC213V). Bila disandingkan dengan Yamaha R1 dan R1M, Honda CBR1000RR-R Fireblade punya torehan jauh lebih baik. Mesin DOHC empat silinder berkubikasi 999,9 cc-nya menyemburkan daya hingga 214 Hp di putaran 14.500 rpm. Pun menyoal torsi, edisi terbaru Fireblade (113 Nm/12.500 rpm) masih unggul ketimbang R1.

CBR1000-R

Disebut oleh pihak AHM, jeroan CBR1000RR-R Fireblade kedapatan piston berbahan aluminium tempa (Forged Aluminium). Dengan masing-masing komponen (terdapat 4 buah) berbobot lebih ringan 5 persen dibandingkan model terdahulu, sekaligus menaikkan kekuatan serta ketahanannya. Sementara untuk camshaft, diberi lapisan khusus disebut Diamond Like Carbon (DLC). Ditujukan untuk mengurangi friksi hingga 35 persen ketimbang komponen non-DLC. Kemudian Connecting rods (conrod), memakai material titanium, sehingga bagian ini bobotnya berkurang 50 persen.

Baca Juga: Membandingkan Tenaga Yamaha MT-07 vs Honda CB650R

Keseluruhan output CBR1000RR-R Fireblade bersanding dengan perangkat elektronik komplet. Sebut saja Throttle by Wire yang menyajikan bukaan gas presisi. Kemudian Sensor advance Inertia Measurement Unit (IMU) 6-Axis, bertugas mengukur posisi sepeda motor dalam enam axis (sumbu). Peranti ini bekerja bersama Honda Electronic Steering Damper (HESD). Fiturnya sendiri memiliki tiga pengaturan (hard, medium, soft), berguna untuk menentukan stabilitas berkendara pada kecepatan tinggi dan menikung.

Tak cuma itu, Honda CBR1000RR-R Fireblade juga menyediakan tiga mode berkendara. Opsinya meliputi Mode 1,2 dan 3. Dari situ pula pengendara dapat menentukan sendiri besaran tenaga, kontrol torsi atau Honda Selectable Torque Control, engine brake, wheelie control maupun suspensi secara personal. Masing-masing fitur pendukung juga sudah adjustable. Untuk output tenaga terdapat 5 penyetelan, HSTC (Honda Selectable Torqure Control) 9 setelan, engine brake 3 pilihan, termasuk wheelie control dan suspensi yang juga menyediakan tiga level. Pengaturan juga dapat dilakukan pada sistem pengereman ABS-nya. Terdapat pilihan Sport untuk penggunaan di jalan umum dan Track untuk kebutuhan balapan.

Yamaha R1 engine

Kelengkapan ini dapat ditemui di CBR1000RR-R standar maupun SP. Termasuk mengenai keberadaan fitur semacam Rear Lift Control (untuk mencegah roda belakang terangkat akibat pengereman keras), Start Mode (membatasi putaran mesin di 6.000-10.000 rpm saat start) dan Assist & Slipper Clutch. Sementara untuk memaksimalkan pengendalian, sasis model Twin-Spar aluminium tetap dijadikan pilihan. Namun, kini dipadu swingarm aluminium lebih panjang. Senada dengan penambahan wheelbase-nya.

Namun, tetap ada pembeda antar keduanya. Apalagi dengan selisih harga signifikan. CBR1000RR-R terbawah memakai perlengkapan pengereman Nissin Dual Front Disc Brake Radial 4-piston diameter 330 mm dan Brembo 2 piston (depan-belakang). Sementara tipe CBR1000RR-R Fireblade SP, rem depannya memakai Brembo Dual Front Disc Brake Radial 4 piston dengan padu padan Brembo 2-piston di di belakang.

Penyajian peredam kejut di kedua tipe CBR1000RR-R jua tak sama. Untuk CBR1000RR-R Fireblade Standar dipasangi model Inverted Telescopic atau upside-down (USD) dan tipe Pro-Link with Gas Chamber kepunyaan Showa (depan-belakang). Semuanya bisa di-setting manual, mulai dari sisi preload, rebound, hingga kompresinya. Sementara tipe SP dibekali fork USD merek Ohlins Smart-EC dan tipe Pro-Link with Gas Chamber Ohlins Smart-EC di belakang. Keduanya dapat diatur via mode berkendara. Terakhir, CBR1000RR-R teratas sudah dilengkapi Quick Shifter.

new Honda CBR1000RR-R

Kuda besi Yamaha bukannya tak punya daya saing. Performa di atas tadi juga terbantukan oleh fitur pendukung yaitu Slide Control System (SCS), Traction Control System (TCS), Lift Control System (LIF), Quick Shift System (QSS) Launch Control System (LCS). Secara garis besar, penerapannya sama seperti CBR1000RR-R Fireblade, beda penamaan saja.

Baca Juga: Yamaha YZF-R1 Replika MotoGP Dijual Rp 800 jutaan

Teruntuk Yamaha R1M, sudah menggunakan teknologi ride-by-wire bernama Yamaha Chip Controlled Throttle (YCC-T). Sistem yang dibangun bersamaan dengan Accelerator Position Sensor with Grip (APSG). Dan, seperti pula pada kompetitor, terdapat perbedaan spesifikasi antara R1 dan R1M. Shock depan R1M telah dilengkapi NPX fork system. Singkatnya, perangkat itu mampu memberi peredaman secara konsisten saat melahap jalan yang kurang mulus. Fungsi serupa juga dilakoni suspensi belakang. Itulah yang membuat feeling berkendaranya bakal optimal.

Apalagi, Ohlins sudah menyuntik dengan Electronic Racing Suspension (ERS). Teknologi ini menjadi pendukung bagi Suspension Control Unit (SCU), yang difungsikan untuk menyetel suspensi secara real time guna memaksimalkan kinerja motor, baik saat mengerem, menikung hingga berakselerasi. Sementara dari sektor pengereman, mereka menerapkan sistem Brake Control yang bahu membahu dengan Antilock Braking System (ABS). Dengan begitu, gejala selip dapat dieliminir ketika pengendara melakukan pengereman agresif.

Yamaha R1M

Sistem itu juga memberikan dampak brake force ketika lean angle (sudut kemiringan) motor meningkat. Jadi, pengendara lebih percaya diri, meski menekan rem di tengah tikungan. Mereka pun memberikan sentuhan baru pada disc brake berukuran 320 mm (depan) dan 220 mm (belakang). Ditambah penyempurnaan kinerja kaki-kaki karet bundar Bridgestone RS11. Sebuah ban berdesain khusus untuk balapan, yang menjanjikan kestabilan lebih baik. Sokongan elektronik pada pengereman pun diperkuat dengan sistem EBM (engine Brake Management) terbaru. Ada tiga level engine brake yang memudahkan sang kuda besi memasuki tikungan lebih halus.

Hanya saja, pembaruan Yamaha R1M ini sepertinya belum ada di Indonesia. Kalau pun datang, masuk akal bila harga jualnya mendekati CBR1000RR-R Fireblade. Secara keseluruhan, kedua superbike Honda maupun Yamaha sama-sama diperkaya fitur pendukung berkendara nan canggih, walau CBR1000RR-R Fireblade unggul secara output. (Ano/Odi)

Baca Juga: Komparasi Performa Honda CBR1000RR-R Fireblade Vs Kawasaki Ninja ZX-10R

Jelajahi Honda CBR1000RR-R

Honda CBR1000RR-R Rp 1,01 - Rp 1,12 Milyar Cicilan : Rp 23,02 Juta

Bandingkan & Rekomendasi