Seleksi Skutik 150 cc Alternatif Yamaha NMax dan Honda PCX

Seleksi Skutik 150 cc Alternatif Yamaha NMax dan Honda PCX

Popularitas skutik Yamaha NMax dan Honda PCX memang tinggi. Tak aneh kalau opsi awal jatuh pada kedua model itu. Padahal, banyak pilihan lain kala mencari skutik. Terlebih di kelas jantung mekanis 150 cc seperti yang dianut oleh NMax dan PCX. Berikut opsi skutik yang punya mesin 150 cc, sebagai pertimbangan lain dari NMax dan PCX.

1. New Honda Vario 150

New Honda Vario 150 mendapat pilihan warna baru tahun lalu. Salah satu model skutik kebanggan pabrikan berlogo sayap itu kini punya versi Sporty White Red dan Sporty Black Red. Untuk kelir anyar mengadopsi konsep dual tone. Keduanya dikombinasikan dengan cat merah pada bagian cover setang, tameng depan dan di dek bawah. Serta terdapat stripe aura racing di sisi depan dan bodi belakang.

Honda Vario 150 Exclusive

Sementara untuk varian warna yang sudah ada, disematkan pelek berkelir gold khususnya pada versi Exclusive Matte Black. Kemudian hadir 3D emblem merah yang diberikan kepada Exclusive Matte Silver. Motif anyar itu menempel di tiap sisi bodi belakang.

Selain bodi yang fresh, Vario 150  juga sudah dilengkapi panel instrumen modern full digital. Tidak hanya serbadigital, kesan mewah juga bisa langsung terasa. Dirinya sudah mengadopsi LCD Negative warna biru yang juga dipakai di CBR250RR dan PCX 150. Bikin mata nyaman meski berkendara siang maupun malam. Bentuknya persegi panjang dan mudah dibaca oleh pengendara.

Informasi yang dimunculkan juga lumayan komplet. Ada beragam lampu indikator fundamental, spidometer dan MID (Multi Informational Display) yang dapat diakses dengan mudah. Untuk melihat isi MID cukup menekan tombol select di sebelah kiri. Pertama ada odometer, trip A dan B, dan trip A AVG atau konsumsi BBM rata-rata. Selain itu, ada salah satu panel indikator yang paling baru yakni voltmeter. Fitur itu dapat menginformasikan tegangan baterai atau aki. Otomatis terdapat pula lampu indikatornya yang dapat berkedip merah bila voltmeter menunjukkan 11,4 V ke bawah.

Fitur tengangan baterai itu merupakan kompensasi dari ditiadakannya kick starter pada model Vario terbaru. Jadi pemilik tidak perlu lepas aki dan periksa manual pakai alat voltmeter. Jadi bisa dipantau setiap saat.

Vario 150 menggendong mesin SOHC PGM-FI 150 cc. Punya catatan output 13 Hp/8.500 rpm dan 13,4 Nm/5.000 rpm. Vario 150 jua dikenal dengan efisiensi bahan bakarnya. Mengutip klaim AHM, konsumsi bensin dengan fitur idling stop system (ISS) menyala tercatat 46,9 km/l. Sebagai catatan tambahan pula, daya tampung tangki bensinnya 5,5 liter.

Baca juga: Intip Perbedaan dan Persamaan All New Honda Scoopy dengan Genio dan Beat

2. Honda ADV150

Sejak pertama kemunculannya pada 2019, Honda ADV150 menciptakan segmen baru di pasar motor Indonesia. Ia hadir dengan tema skutik penjelajah yang mampu diajak ke medan off road ringan. Performa dan fitur-fitur unggulan yang disematkan padanya pun punya durabilitas tinggi dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.

warna baru honda adv150

Pada 2020, AHM rilis warna baru buat menambah daya saing ADV150. Total ada tiga kelir anyar yang disediakan untuk skutik penjelajah. Paling menarik, varian ABS ditambah dengan pelek cat gold. Buat versi ADV150 ABS, ada dua pilihan warna terbaru. Konsepnya matte dan peleknya mengadopsi kelir gold. Ada opsi Tough Matte Black Gold dan Tough White Gold dengan dominasi warna putih. Keduanya tak punya striping sporty yang menempel di bodi. Semua dibiarkan polos dan hanya ada emblem 3D gold yang makin terlihat jelas.

Lalu untuk varian CBS ada Advance White Black yang sekujur tubuhnya hampir diselimuti warna putih. Dikombinasikan desain stripe terbaru serta penyematan emblem 3D di bodi tengah. Untuk versi ini, coraknya masih sama hanya beda kelir saja. Kalau sebelumnya abu-hitam, kini merah-hitam. Sisanya semua sama. Pilihan ini melengkapi tiga varian warna terdahulu yaitu Matte Black, Tough Red, dan Matte Brown.

Honda ADV150 dibekali mesin 1-silinder 149,3 cc, berpendingin cairan, eSP dengan sistem pembakaran injeksi (PGM-FI). Power yang dihasilkan sebesar 13,4 hp pada 8.500 rpm dan torsi 13,8 Nm di putaran 6.500 rpm. Meski basisnya sama dengan PCX 150, ia punya perbedaan karena momen puntirnya lebih besar, yakni 0,6 Nm. Selisih itu diklaim AHM berasal dari tiga sektor: ECM (engine control module), air filter dan desain knalpot.

Berdasarkan hasil tes internal dengan metoda ECE R40 EURO 3, konsumsi bahan bakar model ini menunjukkan angka 46,6 km/liter (fitur ISS on) sehingga mampu menempuh jarak hingga 373 km dalam sekali pengisian penuh bahan bakar.

Sektor dapur pacunya ditunjang juga dengan ACG starter, mesin terasa halus saat dinyalakan. Fitur ini bergandengan dengan ISS (Idling Stop System) khas Honda yang membuat mesin mati otomatis saat berhenti, dan menyala kembali hanya dengan memutar tuas gas.

Panel instrumennya berdesain mirip dengan sang kakak, yaitu Honda X-ADV 750. Bentuknya kotak yang letaknya sejajar dan bertingkat serta ada cover plastik di bagian atas layar utama. Membuatnya kental nuansa adventure. Ia juga sudah mengadopsi full digital dengan layar negative display, sehingga terlihat lebih sangar saat menyala. Diberikan juga tombol Sel (Select) dan Set (Reset) pada kiri dan kanan bawah layar. Difungsikan untuk menyetel spido, jam dan mengganti informasi MID.

Secara umum, seluruh informasi spidometer diletakkan secara terpisah dengan beragam indikator yang berada di bagian bawah. Layar utamanya terdiri dari petunjuk kecepatan, petunjuk bensin, indikator penggantian oli mesin, jam, odometer, tripmeter, konsumsi rata-rata BBM serta konsumsi BBM secara real time. Mengingat tidak dibekali kick starter, maka dirinya dilengkapi dengan indikator aki atau voltmeter.

3. Yamaha Aerox 155 Connected

Pilihan yang masih sangat segar. Belum lama diluncurkan, Aerox 155 Connected standar maupun ABS berbeda jauh dengan Aerox lama. Kebaruan impresi dituangkan pihak pabrikan lewat aplikasi DRL LED di atas lampu utama. Terapan demikian tentu tak tersedia pada model pendahulu, lantaran masih menggunakan lampu senja kuning (bohlam) di area fairing. Diikuti pula dengan revisi wajah. Cover depan lebih landai, lalu perubahan pada headlamp - lebih besar. Terakhir, sematan bodi di bawah penerangan utama guna menegaskan unsur balap.

All new Yamaha Aerox Connected

Sosok sporty Aerox 2020 pun diperkuat melalui bentuk fairing. Lantaran adanya relokasi lampu senja tadi, Yamaha leluasa meracik bagian ini. Sisi meruncing yang sebelumnya merupakan kendala di model lawas, tak lagi ditemukan. Sebaliknya, ujung fairing tersebut kini dipangkas guna memberi keleluasaan pada ruang kaki. Dengan begitu, bentuknya semakin mirip dengan motor balap. Bahkan dibuat dengan detail multi layer (bertingkat).

Hal itu pun merambah ke area samping. Bodi tersebut seolah terpisah menjadi dua panel. Proses meramu ulang desain lantas dituntaskan pada lampu belakang berisikan LED. Sekilas, bentuknya lebih kecil dari Aerox lama. Namun hanya area situ saja yang berubah, pasalnya bentuk sepatbor dan lampu sein masih sama. Baik depan dan belakang tetap memakai lampu bohlam.

Hal baru tak hanya terdapat pada bentuk tubuh. Saat menilik area panel meter, tampilannya pun ikut berubah. Terutama pada indikator yang ditandai dengan lampu, berbeda dari Aerox generasi pertama. Lantas mengenai layar digital selaku penampang informasi dasar. Tak ada perubahan dimensi. Suguhan anyar tampak jika ada penanda panggilan telepon, pesan singkat atau email masuk ke smartphone. Itu karena Aerox 155 Connected sudah dilengkapi CCU untuk menghubung motor dan gawai. Agar dapat terhubung, pemilik motor harus lebih dulu mengunduh aplikasi Y-Connect. Lalu menghubungkannya via Bluetooth.

Melalui aplikasi di smartphone pula, Anda dapat melihat informasi konsumsi bahan bakar, informasi lokasi parkir terakhir saat terhubung dengan aplikasi, rekomendasi perawatan yang menunjukan kondisi aki dan oli, peringatan adanya malfungsi sampai dengan fitur Revs Dashboard yang menarik bagi pengguna. Selain itu, aplikasi Y-Connect juga memiliki fitur Rank yang menghibur bagi konsumen dalam menikmati aktivitas berkendaranya. Di sini, mereka dapat saling berkompetisi dengan sesama pengguna CCU model (motor Yamaha yang memiliki fitur Y-Connect) dalam hal jarak tempuh maupun poin eco riding. Sementara untuk mengetahui informasi dasar panel meter, kini tersedia switch control pada setang sebelah kiri.

Aerox anyar dijejali rangkaian mekanikal milik saudaranya NMax. Mesin 155 cc VVA generasi anyar, dengan rasio kompresi cukup padat (11,6:1). Kenaikan perbandingan ini cukup signifikan mendongkrak output. Dari tadinya Aerox hanya memompa sekitar 14,7 Hp, kini bisa meraih 15,1 Hp di 8.000 rpm. Torsi puncak pun naik meski dalam hitungan desimal, 13,9 Nm pada 5.000 rpm. Untuk beratnya yang hanya 125 kg, wajar diklaim Yamaha punya resultan power-to-weight ratio baik di kelasnya.

Membandingkan Aerox baru dan lama, terdapat perbedaan dalam hal dimensi. Aerox Connected memiliki P x L x T: 1.980 x 700 x 1.150 mm dan ground clearance 143 mm. Dua poin ini berbeda dengan Aerox model lama (P x L x T: 1.990 x 700 x 1.125 mm dan ground clearance 142 mm). Sementara untuk jarak sumbu roda dan ketinggian jok tetap sama 1.350 mm dan 790 mm. Tapi Aerox Connected memiliki bobot lebih berat. Masing-masing 122 kg (tipe Connected) dan 125 kg untuk varian Connected/ABS. Walau demikian, tak berpengaruh besar dalam hal pengendaliannya.

Varian Connected standar hadir dalam empat pilihan warna. Terdiri dari Dark Grey Yellow, Matte Black Cyan, Red dan Black. Sementara All New Aerox 155 Connected/ABS merupakan versi tertinggi, mendapatkan suspensi belakang subtank. Model ini menyuguhkan dua kelir, Prestige Silver dan Maxi Signature Black. Terakhir, pada Desember 2020 Yamaha menawarkan kelir livery MotoGP Monster Energy dengan kelengkapan persis varian tertinggi ABS.

Baca juga: All New Honda CBR150R vs Suzuki GSX-R150, Mana Layak Dipilih?

4. Piaggio Medley S ABS

Piaggio Medley S 150 ABS juga barang segar yang meluncur tahun lalu. Merupakan penyempurnaan Medley dari model terdahulu. Versi ini pertama muncul di EICMA  2019 dan meluncur perdana di Vietnam. Meski ubahannya tak terlalu banyak, ia tampil lebih fresh dibanding model sebelumnya.

Piaggio Medley S ABS

Tak hanya desain dan performa,  fitur yang dibawa juga mengalami peningkatan. Langkah yang diambil perusahaan dalam menyegarkan Medley 2020 dinilai tepat. Seperti diketahui, model sebelumnya memang kurang populer di pasaran. Dengan adanya penyegaran, diharapkan skuter urban ini bisa mencuri perhatian pecinta otomotif dan mendongkrak penjualan.

 

Sektor eksterior Medley generasi terbaru disegarkan sesuai dengan tren pasar. Desainnya menekankan kesan sporty, bagian muka benar-benar dirancang ulang. Kini lampu utamanya memiliki elemen baru, yakni berteknologi full LED. Lalu sepasang DRL menempel di lampu sein. Selain itu, diberikan honeycomb grille di tameng depan yang bentuknya mirip dasi seperti varian Vespa. Tak lupa juga jok baru ditata ulang dan diklaim lebih nyaman bagi pengendara dan pembonceng.

Bentuk setang turut direvisi. Membuat pengendaranya lebih rileks. Di bagian kokpit kini disematkan LCD instrument cluster digital, mudah dibaca dan membuatnya makin berkelas. Ditanamkan pula fitur Piaggio Mia Connectivity System, berkendara jadi lebih menyenangkan. Teknologi ini mirip dengan yang ada di Vespa GTS 300 Super Tech, hanya saja lebih simpel. Motor ini bisa terkoneksi dengan smartphone pengendara via Bluetooth. Pengguna bisa mengatur musik panggilan telepon dan bisa melakukan komando suara lewat perintah di setang dan instrumen panelnya.

Dalam hal kepraktisan, Medley memiliki bagasi 36 liter yang dapat menyimpan 2 helm full-face sekaligus. Untuk membukanya cukup mudah, hanya dengan menekan tombol di kiri setang. Selain itu, diberikan pelapis yang bisa dilepas pada bagian pijakan kaki, agar lebih mudah dicuci. Kemudian di bawah setang terdapat USB socket untuk mengisi daya baterai gadget pengendara.

Seperti model terdahulu, Medley 2020 tetap dilengkapi RISS (Regulator Inverter Start & Stop System). Dalam posisi on, mesin bisa mati secara otomatis saat berhenti atau idle selama 5 detik. Menurut data pabrikan, konsumsi BBM yang didapat saat menyalakan RISS mencapai 41 km/liter.

Bagian kaki-kaki masih sama, hanya beda pada bentuk pelek. Namun ukurannya tetap 16 inci di depan dan 14 inci di belakang. Suspensi depan pakai teleskopik dan belakang gunakan peredam kejut ganda dengan 5 penyetelan kekerasan. Pengereman mengandalkan cakram di kedua roda dan sudah diberikan ABS dua channel.

Medley terbaru menggunakan mesin 155 cc, 4-langkah, silinder tunggal, berpendingin cairan dan teknologi Start & Stop. Mampu menghasilkan tenaga sebesar 14,7 Hp pada 7.750 rpm dan torsi 14,4 Nm di putaran 6.500 rpm. Dukungan mesin itu, menempatkan Medley 150 S ABS sebagai skuter paling bertenaga di kelas 155 cc.

Medley S 150 ABS ditawarkan dalam 3 pilihan warna; putih, silver dan hitam. Semua varian kelir dikombinasikan dengan motif merah. Terapat di kedua roda, tepatnya di bibir pelek, di grille depan, dasbor bagian bawah, hingga dual shock belakang.

5. Vespa GTS 150

Lini skutik Vespa menawarkan sejumlah opsi dengan dapur pacu 150 cc. Seperti Primavera dan Sprint. Namun kalau mau yang sedikit tampil beda bisa coba lirik GTS 150. Memiliki desain yang ikonik, perpaduan klasik dan modern. Dibandingkan model lainnya, skutik Vespa ini lebih sporty. Dengan beragam aksen di bodi yang mengadopsi dari sang kakak GTS 300. Banyak fitur yang dijejali Vespa untuk GTS 150. Makanya secara basis harga ia sedikit lebih tinggi dari rekan Vespa dengan mesin 150 cc lain.

GTS Super 150

Terkadang, masih ada yang menganggap GTS Super 150 hanyalah versi bongsor dari line up 150 cc Vespa. Nyatanya ia berbeda sama sekali. Volume silinder sedikit lebih besar dari Sprint dan Primavera. Berkubikasi bersih 155,1 cc dan memiliki empat katup. Bukan tiga katup seperti yang lain. Karena itu catatan outputnya berbeda. Mesin dapat mengekstraksi daya sebesar 14,4 Hp/8.250 rpm dan torsi 13,5 Nm/6.750 rpm. Belum lagi jenis ECU beserta settingannya lain, plus manajemen suhu mesin lebih sempurna berkat dukungan radiator.

Area bawah juga begitu, terutama peranti pengereman. Si bongsor memiliki disc brake pada roda depan dan belakang. Sehingga ia memiliki sensor ABS dua kanal. Feedback suspensi pun terasa lebih lembut ketimbang dua saudaranya. Kombinasi mekanikal itu menjadikan GTS 150 cocok digunakan untuk transportasi sehari-hari, sekaligus kendaraan hobi di akhir pekan.

Baca juga: Ragam Skuter Eropa yang Kami Uji Sepanjang 2020

6. Kymco Racing King 150i

Kymco juga menawarkan kontestan bermesin 150 cc. Ada Racing King 150i dan Like 150i. Bukan pilihan yang umum memang. Sangat jarang dijumpai di jalanan. Tapi masih bisa dipertimbangkan, apalagi bagi yang bosan dengan model skutik kebanyakan.

Racing King 150i punya aura sporty. Wajahnya tegas dengan adanya dua lampu besar untuk menerangi jalan. Desain tidak banyak bermain gaya patahan modern. Cenderung membulat dengan lekukan yang mengalir. Kaki-kaki pun mendukung desain itu. Dengan pelek 12 inci dibungkus karet hitam tubeless 110/70-12 di depan dan 130/70-12 belakang.

Fungsionalitas dan fitur Racing King diatur sedemikian rupa agar memudahkan pengendara. Contohnya lubang tangki bahan bakarnya diletakkan di kompartemen depan sebelah kiri. Kapasitasnya juga besar, bisa terisi penuh bensin sampai 7,3 liter. Dengan posisi tangki bawah, bagasi ikut membengkak daya muatnya. Bisa diisi satu helm full face dengan sisa ruang untuk menyimpan kelengkapan berkendara lain.

Kepraktisan lain, ada saklar engine cut off seperti pada model motor sport. Kemudian, step atau pijakan kaki penumpang belakang bisa terbuka dengan pencetan tombol. Membuka bagasi masih perlu memutar anak kunci, tapi jok bakal terangkat sendiri karena memakai sistem hidrolik. Selain itu, motor ini punya lampu LED pada DRL, sein dan stop lamp. Sayang dua lampu depan besar masih halogen.

Sistem mekanis untuk menggerakkan skutik ini bertipe SOHC 4 katup dengan volume ruang pembakaran 149 cc. Tenaga yang dihasilkan cukup besar, 14 PS di 8.500 rpm dam momen puntir 11,7 Nm pada 6.500 rpm. Sayang skutik ini tak memiliki fitur keselamatan ABS dan dilengkapi satu rem cakram di depan saja.

7. Kymco New Like 150i

Kalau Racing King 150i cenderung berdesain modeart. Kymco Like 150i punya desain lebih menarik. Karena mengikuti gaya yang diusung Vespa. Sekilas pandang bakal salah mengira dirinya dengan keluarga Vespa. Tapi saat diperhatikan jelas berbeda. 

Untuk bertarung dengan skutik lain, Like 150i punya kelebihan yang tak dimiliki lawan. Salah satunya fitur Kymco Noodoe. Dalam panel instrument digital, ia sanggup menampilkan navigasi GPS, notifikasi smarphone, waktu dan bahkan kondisi cuaca. Anda pun bisa melakukan kustomisasi speedometer sesuai keinginan. Misalnya penunjuk arah (kompas), grup touring dan galeri gambar. Semua bisa diakses dengan terhubung dengan smartphone. Canggih!

Di sisi lain, panel meter juga menampilkan odo meter, volt meter, aki motor, indikator pengereman ABS, indikator over heat, speedo meter serta peringatan kapan harus servis rutin. Dan semuanya serbadigital. Biar tampilan klasik, namun fitur yang diberikan menggiurkan. Urusan pencahayaannya pun pakai teknologi LED semua. Dari lampu utama, lampu sein hingga lampu belakang. Dijamin bikin Anda kasmaran.

Dimensinya pas bagi postur tubuh orang Asia. Panjangnya 1.935 mm, lebar 690 mm dan tinggi 1.145 mm. Jarak sumbu rodanya 1.315 mm plus jarak ke tanah (ground clearance) 120 mm. Lalu berat bersih Like 150i mencapai 129 kg. Jadi seharusnya masih tergolong nyaman untuk berkelok atau bermanuver tajam.

Ban depan yang dipakai berjenis tubeless ukuran 110/70 dan ban belakang tubeless 130/70. Ditopang oleh pelek aluminium alloy 12 inci. Urusan penghela laju, pakai rem depan (ABS) cakram 220 mm. Rem belakang juga cakram 200 mm. Sementara suspensi depan menggunakan teleskopik atas dan belakang double swing.

Motor menggendong jantung pacu bensin berkubikasi 149,8 cc, 4 stroke, 4 valve berjenis SOHC dan punya silinder tunggal berpendingin cairan. Perbandingan kompresinya 10,9 : 1. Kapasitas oli mesin 0,8 liter, dengan kapasitas oli transmisi 0,12 liter. Resultan dari pembakaran internal, memberikan daya maksimal 13,5 PS pada 8.500 rpm. Dan menyuplai torsi puncak 10,2 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga yang terlontar dipadukan dengan sistem transmisi CVT.

Perlu dicatat, skutik ini harus meminum bahan bakar bensin minimal beroktan RON 92. Jadi Anda tak bisa sembarangan memberikan bensin beroktan rendah. Enaknya, kapasitas tangki bahan bakar mencapai 6,8 liter. Cukup untuk berselancar di jalanan perkotaan.

8. SYM Jet14

Pilihan dari merek yang agak tak biasa ada SYM dengan produknya Jet14. Ialah alternatif skutik ukuran ekstra yang juga penantang Yamaha Nmax dan Honda PCX. Dari segi styling, output tenaga, sampai harga boleh dibilang sepantar. Ditawarkan oleh PT MForce selaku APM SYM di Indonesia.

SYM Jet14

Interpretasi desain SYM biasanya berkiblat ke Eropa. Lebih banyak unsur elegan, serta beberapa pahatan tak lazim. Namun Jet14 agak berbeda. Pengemasan motor cenderung sporty, banyak aksen mengotak yang relevan dengan selera pasar Tanah Air. Lampu split trapesium, dihias windshield kecil, serta aksen tekukan panel samping sampai ke belakang rasanya menjadi hal lumrah ditemukan pada skutik sekelas. Tapi SYM tak berlebihan menuangkan kesan sporty. Secara bersamaan, aura elegan masih terpancar dari tubuhnya.

Sayang, ketimbang menaruh tangki di bawah seperti rekan sejawat, mereka memilih masih meletakkannya di dalam bagasi. Alhasil bagasinya sangat terbatas. Cukup untuk sekadar helm half face, tapi rasanya mengurangi unsur kepraktisan ala skutik menengah. Memang di lain sisi area kaki lebih lega. Tak muncul gundukan di tengah yang menghalang. Dek rata lantai mempersilakan pengendara leluasa memijak. Plus bisa menyimpan barang jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Menyoal kelengkapan fitur memang tak sebaik kompetitor. Belum ada perangkat semacam Stop Start System, pembisu suara starter, atau kunci pintar. Masih konvensional. Untungnya panel meter digital menunjukkan data lengkap. Informasi fundamental tertera berikut penghitung konsumsi bahan bakar rata-rata. USB port tersedia juga di dalam laci, untuk memudahkan proses pengisian daya gawai di perjalanan.

Lampu belum full LED. Satu-satunya mika berisi dioda hanya di stoplamp, sisanya halogen. Lantas urusan pengereman, roda depan dan belakang dijaga cakram besar. Dengan sensor ABS baru tersedia satu kanal.

Sedikit lebih tinggi dari kompetitor lain di segmen 150 cc. Jet14 menggendong mesin satu silinder berkubikasi 168 cc SOHC. Ekspektasinya bakal punya daya lebih besar. Nyatanya tak begitu. Jumlah output tak lebih baik dari rival, hanya bertenaga 11,8 Hp/8.000 rpm dan torsi 12,2 Nm/6.000 rpm. Sistem pendinginan pun masih bergantung pada cooling fan, bukan radiator. Satu-satunya nilai unggul, emisi gas buang mesin Jet14 telah memenuhi regulasi Euro 4.

9. Benelli Caffenero

Ketika SYM sudah jadi alternatif yang cenderung minoritas, ada satu opsi lagi yang tak kalah unik. Biasanya banyak yang mengenal Benelli dengan alternatif motor laki, ada juga tawaran skutik 150 cc yang agak bongsor. Disebut Caffenero, menawarkan desain sporty masa kini. Ia punya bekal dimensi tergolong besar. Panjangnya 2.075 mm, lebar 755 mm, tinggi 1.350 mm dan jarak poros roda 1.455 mm. Bahkan tinggi jok cukup berani dengan 860 mm.

Benelli Caffenero 150

Dengan mesin berkapasitas 151 cc berdiamater langkah 57.5 X 57.8 mm, daya dorong yang diproduksi mencapai 13,3 ps di 7.500 rpm dan torsi maksimal 13,3 Nm pada 6.000 rpm. Deselerasi memakai cakram di depan dan belakang dengan ukuran besar, 247 mm dan dua kaliper piston. Sayang tanpa ada dukungan ABS.

Yang menarik, Caffenero punya kapasitas tangki bensin yang besar, sanggup menampung 8,3 Liter bensin. Posisi tutup tangkinya mudah dijangkau. Anda bisa menemukan di ruang tengah, antara pijakan kaki. Ya miriplah seperti pada Yamaha Nmax 150. Kelebihan lain, bagasi yang luas.

Urusan pijakan Benelli memang suka memberi kelapangan untuk kaki pengguna. Posisi macam ini sangat nyaman, saat skutik diajak jalan jauh atau touring. Konon, bentuk rangka didesain pula untuk memberi kenyamanan lebih. Ia pakai frame high tensil steel triangular trellis. Bodi lalu ditopang oleh suspensi teleskopik 35 mm dengan rentang travel 104 mm. Sementara demi kenyamanan makin mumpuni, terpasang suspensi belakang hydraulic shock absorber – 5 positions adjustable. Hasil racikan diklaim lebih nyaman dan stabil. (OTO)

Baca juga: Motor Tualang Kelas Menengah Dari Eropa, Pilih KTM 390 Adventure atau BMW G 310 GS?