Oto
jakarta-selatan

Gesits vs Honda PCX Electric, Mana Lebih Canggih?

  • 06 Mei, 2019
  • 3009 Kali Dilihat

Industri kendaraan roda dua memasuki babak baru dengan hadirnya motor bertenaga listrik. Terdapat dua produk yang cukup menyita perhatian saat ini, Honda PCX Electric dan Gesits buatan anak bangsa. Lantas apa perbedaan keduanya?



Desain


Bila melihat wujudnya, bisa dikatakan PCX Electric tampak lebih bongsor. Tapi berdasarkan data spesifikasi, dimensinya tidak terlalu jauh berbeda. Skuter listrik besutan Honda itu berukuran 1.960 x 740 x 1.095 mm (PxLxT) dengan wheelbase 1.380 mm. Sedangkan Gesits 1.947 x 674 x 1.135 mm dan jarak sumbu roda 1.290 mm. Paling mencolok justru terletak pada bobotnya. PCX Electric mencapai 144 kg, lebih berat 49,5 dari motor anak bangsa itu. Tentunya hal ini mempengaruhi pengendalian.


Performa


Dari segi performa, ternyata Gesits tak kalah. Motor buatan PT Gesits Technologies Indo ini, mampu menghasilkan tenaga sebesar 6,7 PS di 3.600 rpm dan torsi 30 Nm pada rentang nol sampai 2.125 rpm. Angka itu berbanding cukup jauh dari PCX Electric. Ia hanya memproduksi daya dorong 5,7 PS dari putaran rendah dan momen puntir 18 Nm pada 500 rpm.


Cara transfer tenaga pada keduanya juga tak sama. Gesits terbilang unik karena memakai belt khusus yang menghubungkan motor listrik dengan roda, sehingga bagian belakangnya mirip moped. Untuk PCX Electric, Honda menempelkan motor listriknya pada poros ban. Alhasil rupanya tampak gemuk.


Jangkauan jelajah Gesits lebih mumpuni. Dengan hanya menggunakan satu baterai, skuter itu bisa bertualang sejauh 50 km. Jarak ini bisa ditingkatkan menjadi 100 km dengan menambah catu daya. Nah, motor listrik yang dipasarkan Astra Honda Motor (AHM) diklaim hanya bisa menjangkau 69 km. Itu pun sudah menggunakan dua sumber daya dan diuji dengan kecepatan konstan 40 km/jam.



Fitur


Menariknya Gesits mempunyai fitur mode berkendara. Terdapat tiga opsi yang dapat dipilih pengendara dengan mengontrol tombol di stang. Pertama ECO yang berfungsi menahan kecepatan puncak motor menjadi 25 km/jam. Kemudian Urban dengan batas maksimal 50 km/jam dan Sport yang mengizinkan laju kendaraan mencapai 70 km/jam. Tujuannnya, tak lain memaksimalkan penggunaan baterai sesuai kebutuhan. Pemilik bisa menyetelnya, ingin menghemat bahan bakar atau mengejar performa terbaik.


Walau begitu, fitur PCX Electric lebih unggul karena dilengkapi Honda Smart Key System yang mengeliminasi penggunaan anak kunci konvesional. Teknologi ini dipadu perangkat keamanan berupa alarm dan answer back system. Selain itu, penerangannya memakai LED pada headlamp, sein, daytime running light dan stoplamp.


Fitur untuk mengakses Gesits masih berupa kunci standar yang diperkuat shutter sebagai proteksi. Lalu lampu utamanya mengandalkan HID, tapi beberapa seperti tailight dan sein dengan desain unik berteknologi dioda.


Panel meter PCX Electric sudah full digital yang menampilkan kecepatan, informasi terkait baterai dan indikator teknis lainnya. Gesits juga sama, tapi ada sedikit kelebihan. Perangkat ini dapat dihubungkan ke smartphone dengan mengunduh aplikasi khusus sebelumnya. Dari situ pengguna bisa melihat dan mengakses sisa daya, mode berkendara, status, panic button dan navigasi.


Utilitas keduanya cukup bersaing. Bagasinya besar bisa dimanfaatkan menyimpan helm half face. PCX Electric di lain sisi punya kompartemen tambahan di depan yang dilengkapi power outlet. Fitur pengisi daya smartphone ini juga dimiliki Gesits, hanya letaknya di bawah jok.



Suspensi


Kaki-kakinya ada sedikit perbedaan. Jika PCX Electric memakai shock absorber ganda di belakang, Gesits diberikan suspensi tunggal. Untuk pengaplikasian pelek sama-sama berukuran 14 inci. Sementara itu Gesits mengusung ban 80/80-14 (depan) dan 100/80-14 (belakang), PCX Electric konfigurasinya 100/80 (depan) dan 120/70 (belakang).


Cakram sebagai komponen penghenti laju, sudah dipasangkan pada kedua roda baik, di PCX Electric maupun Gesits. Setingan ini sudah pasti memaksimalkan pengereman. Tetapi, khusus untuk motor Honda ditambah sistem pintar berupa Anti-lock Braking System (ABS). Bahaya selip bisa dihindari, apalagi ketika melewati jalan yang licin.


Harga


Tertarik untuk membeli salah satunya? Anda bisa saja membawa pulang Gesits. Harganya cukup terjangkau, yakni Rp 27,994 juta (on the road DKI Jakarta). Konsumen bisa melakukan pemesanan dengan membayar booking fee senilai Rp 500 ribu. Kondisi berbeda terjadi pada PCX Electric. Sayangnya motor canggih ini tak bisa dibeli konsumen pribadi. AHM hanya menyewakan kepada korporasi. Biaya sewanya sekitar Rp 2 juta per bulan dengan minimal durasi 2 tahun. Nilai itu sudah termasuk perawatan. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Duel Scrambler Italia, Benelli Leoncino 500 VS Ducati Scrambler Sixty2

Komparasi Electric vs PCX Electric

Gesits Electric
Rp24,95 Juta
  • Tenaga Maksimal
  • Opsi start
  • Kategori
VS
Honda PCX Electric
  • Tenaga Maksimal
  • Opsi start
  • Kategori
Electric vs PCX Electric
kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Motor Pilihan

  • Populer
  • Komparasi