jakarta-selatan

First Ride Gesits: Sensasi Motor Listrik Karya Anak Bangsa

  • 13 Mei, 2019
  • 2295 Kali Dilihat

Setelah melalui rangkaian riset, uji coba dan produksi yang cukup panjang, Gesits akhirnya resmi dijual. Di Indonesia International Motor Show (IIMS), harga perkenalan motor ramah lingkungan ini Rp 24,95 juta (off the road) atau sekitar Rp 28 juta (on the road) Jakarta. Lantas apakah banderol itu pantas untuk menebus motor listrik karya brand yang masih seumur jagung ini?



Melihat desain motor ini, sama sekali tak ada bedanya dari skutik bermesin konvensional pada umumnya. Jadi gimmick desain futuristis yang biasanya menjadi daya pikat motor listrik, tiada di Gesits. Jadi kalau sedang melenggang di jalan, jangan berharap orang lain melirik. Secara umum desainnya biasa saja. Bahkan beberapa menyebut cenderung meniru skutik Jepang yang cukup laris di pasaran. Tapi sudahlah, jelasnya bentuk Gesits cukup representatif untuk ukuran brand yang baru melahirkan produk perdana.


Tenaga penggerak bertenaga listrik menjadi inovasi yang harus ditekankan di sini. Gesits menjadi pelopor produsen electric scooter di Indonesia. Hebatnya, Gesits dibuat oleh para insinyur Indonesia! Jujur status ini pula yang sempat membuat kami khawatir dengan performa maupun kualitasnya. Bukan bermaksud meremehkan kemampuan bangsa sendiri. Mengingat ini produk pertama, sah saja kalau konsumen perlu pembuktian kualitas, performa hingga durabilitasnya.


Makanya di IIMS 2019 kemarin, kami mengujinya, walau terpaksa di arena yang sempit, medan yang tak variatif dan jarak tempuh yang pendek. Lantas bagaimana sensasi menunggangi sepeda motor listrik?


Duduk di atas jok Gesits, saya didekati Roberto Angler, petugas yang berjaga di booth test ride Gesits. Ia menjelaskan sedikit cara menghidupkan. Sebetulnya biasa saja caranya, hanya bedanya ikon notifikasi di layar instrumen panel digital jadi satu-satunya penanda. Ya, begitulah motor listrik, sulit membedakan kondisi motor sudah aktif atau belum.


Saat mulai melaju, ada sedikit perbedaannya dari motor bermesin bensin. Seperti ada sedikit jeda dari mulai tuas gas diputar sampai tenaga dari motor listrik tiba di roda. Tapi torsi dan tenaga yang disajikan sungguh luar biasa. Tenaga yang dihasilkan 6,7 PS pada torsi puncak 30 Nm. Sebagai perbandingan, Honda PCX electric saja, hanya sanggup menghasilkan output 5,7 PS dengan torsi puncak 18 Nm.


Tak perlu kaget atau panik saat dijambak Gesits, cukup kembalikan putaran tuas gas sedikit untuk mengurangi lajunya. Intinya, memainkan tuas gas Gesits harus diurut pelan-pelan. Memang butuh penyesuaian bila belum terbiasa naik motor listrik. Karena kalau belum ahli, rasanya tenaga yang disalurkan terasa kurang meyakinkan.



Gesits menyediakan tiga mode berkendara : ECO, Urban dan Sport. Awalnya kami mengira, ini sama seperti mode penyampaian tenaga ke roda. Tapi saat mengujinya di arena test ride, jujur kami agak sulit menemukan perbedaan di antara ketiga pilihan. Ternyata mode ECO berfungsi menahan laju maksimal kendaraan 25 kpj. Untuk urban 50 kpj dan mode Sport hingga 70 kpj. Pantas saja, mode berkendara ini menahan laju maksimal sebagai metode untuk mengurangi pemakaian daya baterai berlebihan saat tidak dibutuhkan.


Di balik joknya, ada dua slot baterai yang bisa diletakkan. Masing-masing sanggup mengajak jalan pemiliknya sejauh 50 km. Bila dua baterai terpasang, jarak tempuh motor ini sanggup mencapai 100 km. Cuma lantaran ada dua baterai, Gesits jadi tak punya ruang penyimpanan memadai. Untung tersedia fitur pengisi daya smartphone di bawah jok.


Bagaimana pengendaraannya? Selain pengoperasian yang hening dan tanpa emisi, mengemudikan Gesits sama saja dengan mengemudikan skutik pada umumnya. Gesits menggunakan belt khusus untuk menyalurkan tenaga dari motor listrik ke roda. Mirip mekanisme operasional pada motor bebek. Bedanya motor bebek menggunakan rantai. Karena Gesits pakai belt, maka lebih senyap lagi suaranya. Apalagi tak ada knalpot. Bisa juga mengurangi risiko terjadinya noda merah bekas luka bakar, akibat betis tak sengaja menyengol knalpot yang masih panas.


Bantingan suspensinya juga cukup baik. Saat kami uji di permukaan jalan paving block yang bergelombang, pengendaraannya stabil. Suspensi belakang tunggal pun masih memadai dalam meredam polisi tidur buatan. Tidak terlalu keras, meski tak terlalu empuk juga. Hanya saat melewati polisi tidur buatan, ada suara ‘geruduk-geruduk’. Awalnya kami menduga sambungan antar-panel bodi yang kurang rapat. Namun tidak menutup kemungkinan, suara itu datangnya dari penyimpanan baterai. Mungkin ini bisa menjadi perhatian Gesits, supaya posisi baterai terkunci dengan baik di bawah jok.


Setelah mengelilingi arena test ride beberapa lama, bersyukur pengujian kali ini berjalan baik. Kekhawatiran kami sirna. Performa yang mengejutkan dipadu rasa berkendara yang menyenangkan, namun tetap nyaman. Dan yang terpenting, kami tidak kesetrum. Sungguh rasa penasaran untuk mencobanya berubah menjadi rasa penasaran untuk memilikinya. Andai saja bengkel resmi sudah banyak tersebar atau minimal suku cadangnya mudah didapat. Semoga sukses Gesits, sepeda motor listrik hasil karya Indonesia. (Rs)


Baca Juga: Bagaimana Rasanya Honda PCX Electric

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Gesits Electric

Lihat video terbaru Gesits Electric untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Gesits Pilihan

  • Komparasi