• Wishlist

Komparasi Datsun Cross vs Toyota Calya G

Komparasi Datsun Cross vs Toyota Calya G

Datsun Cross seolah ingin bermain sendiri. Bila melirik estimasi harga Rp 163 juta hingga Rp 175 juta, positioningnya tak bergabung dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC), tapi juga masih di bawah Low MPV (Multi Purpose Vehicle). Padahal dari segi fisik, material dan mekanis, Cross layak disebut sebagai varian tertinggi LCGC GO+ Panca. Toh, basisnya sama, eksterior dan interiornya pun pada dasarnya juga sama, hanya ditambah aksesori.


GO+ Panca dengan konfigurasi kursi 5+2 menjadi pionir kelas LCGC 7-seater. Kehadirannya jugalah yang memicu lahirnya Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Duet maut itu sukses menenggelamkan GO dan GO+. Karena secara produk, mampu melampaui apa yang dimiliki oleh Datsun.


Datsun Cross, penyempurnaan yang semestinya menjadi GO+ Panca saat pertama kali meluncur. Bagaimana bila diadu lagi dengan Toyota Calya G sebagai varian tertinggi. Di atas kertas, Cross sudah unggul dalam banyak hal. Namun masih banyak kelemahan GO+ yang masih tersisa.


Desain



Bagian subyektif memang, desain Go Cross tidaklah jelek, begitu pula dengan GO+ Panca. Hanya perlu sentuhan sedikit dari sektor kaki-kaki agar tongkrongannya lebih enak dilihat. Garis-garis bodinya tergolong menarik dan membentuk otot kekar. Bagian belakangnya pun tampak tegas dengan kombinasi lampu belakang beradu dengan garis bodi samping.


Cross semakin sedap dipandang, meski hanya mendapat ubahan di bagian setengah bodi ke bawah. Beruntung wajah depannya baru dengan model lampu proyektor plus signature lamp, sehingga terlihat lebih mewah. Fog lamp bulatnya mengingatkan gaya BMW X3 dan X2. Sementara tubuhnya semakin proporsional berkat pelek 15-inci. Ground clearance naik menjadi 200 mm, lebih jangkung 20 mm dari Calya.


Desain Toyota Calya sudah mulai membosankan karena semakin banyak berseliweran di jalan. Rancangannya cenderung main aman, dengan garis-garis tajam dan meruncing. Setidaknya masih lebih ganteng dibanding sang kakak, Toyota Avanza. Dimensi Calya hanya kalah lebar sedikit dari Cross. Soal akomodasi penumpang, Calya menang mutlak karena mampu mengangkut 7 orang dewasa.


Performa



Mesin Calya 4-silinder dengan kode 3NR-VE sudah mengadopsi teknologi Dual VVT-i. Tak hanya jauh lebih halus karena memiliki silinder genap, tenaga dan torsinya pun lebih besar. Pengantaran tenaganya halus, cenderung lemah. Terutama jika dipasangkan dengan transmisi otomatis yang masih konvensional.


Di lain pihak, Cross masih tetap setia dengan mesin HR12DE 3-silinder warisan Nissan March. Tenaganya dibedakan untuk transmisi manual dan CVT. Agar transmisi sabuk baja ini dapat bekerja optimal, sepertinya tenaga 68 PS terlalu kekecilan. Makanya ditingkatkan menjadi 78 PS. Tetap saja lebih kecil 10 PS dari Calya, tapi belum tentu akselerasinya lebih lambat.


Kami belum menguji versi CVT, namun performa Cross transmisi manual kemungkinan tak berbeda dengan Datsun GO. Walau output kecil, mesin 3-silinder mampu menyemburkan torsi besar di putaran mesin rendah. Itulah mengapa, mesin ganjil ini enak untuk tarik-tarikan jarak pendek.


Fitur



Kedatangan Toyota Calya memberi kejutan dengan kelengkapan fitur dari mobil seharga Rp 150 jutaan. Di luar ekspektasi semua orang, karena Datsun GO saja sangatlah berkebalikan. Bahkan fitur Calya berani mengalahkan Avanza yang berharga puluhan juta lebih mahal. Paket standar yang dimiliki sudah mencakup apa yang menjadi kebutuhan dasar pengguna mobil saat ini.


Datsun GO tentu saja kalah telak soal fitur, bahkan ABS saja tak tersedia. Tentunya Cross tidak mau dipermalukan lagi. Semua kelengkapan fitur keselamatan dan kemanan yang dimiliki Calya sudah tersedia, dan diberikan bonus spesial berupa Vehicle Dynamic Control (VDC). Yup, Cross adalah mobil termurah yang dilengkapi sistem pencegah mobil melintir ini.


Sarana hiburan Cross juga lebih unggul dari Calya. Layar monitor berukuran 6,75-inci sudah memiliki fitur koneksi Bluetooth dan dapat terhubung dengan smartphone. Tapi kenyamanan penumpang masih tetap lebih baik Calya. Jok yang empuk dan ergonomi ditambah adanya headrest di semua baris, sanggup mempermalukan Datsun lagi. Ditambah sistem pelipatan kursi baris kedua one-touch tumble yang sangat mudah pengoperasiannya, serta air circulator untuk mengembuskan udara dingin dari AC depan.


Kesimpulan



Datsun menjanjikan kabin yang lebih hening di Cross. Hal inilah yang menjadi kekurangan paling terasa dari GO Panca. Mengenai rasa berkendara seluruhnya, kami belum menguji. Diharapkan mengalami peningkatan besar-besaran dari GO. Apalagi kalau bisa mendekati kualitas berkendara Nissan Grand Livina, tentu lebih nikmat dari Toyota Calya.


Sementara ini, baru dari sisi fitur keselamatan dan hiburan saja yang unggul dari Calya. Cross masih kalah dalam hal kenyamanan, kepraktisan dan akomodasi kabin. Kelemahan yang masih dibawa dari GO Panca. Perbedaan harga Rp 20 jutaan dengan Calya tipe G, menjadi kurang sepadan. (Odi/RS)


Baca juga: Pilih Mana, Datsun Cross Atau Suzuki Ignis?

Bandingkan & Rekomendasi