Rencana Impor 105.000 Mobil untuk Kopdes Merah Putih, Industri Otomotif RI Terancam Kehilangan Pasar?

Analisis dampak impor 105 ribu unit pick up dan truk ringan bagi industri otomotif nasional

Rencana Impor 105.000 Mobil untuk Kopdes Merah Putih, Industri Otomotif RI Terancam Kehilangan Pasar?

Sebagai BUMN yang menaungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor total 105.000 unit CBU kendaraan niaga dari India. 70.000 unit disuplai Tata Motors dan 35.000 unit disokong Mahindra. Ini jelas memantik tanda tanya besar. Terlebih, kebutuhan untuk jenis kendaraan itu. Merupakan segmen yang justru jadi tulang punggung pabrikan otomotif dalam negeri.

KEY TAKEAWAYS

  • Mengapa rencana impor 105.000 kendaraan dari India menuai kritik?

    Kritik muncul karena jumlah impor tersebut hampir menyamai total pasar pick-up nasional dalam setahun, sehingga berpotensi mematikan peluang bagi produsen otomotif lokal yang sudah memiliki fasilitas produksi dan tenaga kerja di Indonesia
  • Apa dampak negatif impor CBU dalam jumlah besar bagi Indonesia?

    Dampaknya meliputi tekanan pada defisit neraca perdagangan, penurunan utilisasi pabrik lokal, serta hilangnya potensi penyerapan tenaga kerja di industri pendukung otomotif nasional
  • Dalam konteks melihat kebutuhan & potensi market bila diisi oleh produk domestik. Maka program yang digagas pemerintah dinilai memberikan peluang. “Kalau menggabungkan data registrasi truk dengan pertumbuhan sektoral. Kami melihat adanya hubungan relatif kuat antara pertumbuhan sektor pertanian dan registrasi truk, meskipun bervariasi antarwilayah. Karena pemerintah saat ini juga menempatkan pertanian sebagai salah satu program prioritas (misalnya MBG). Hal ini dapat menunjukkan beberapa potensi area untuk pertumbuhan kendaraan komersial di tengah perlambatan penjualan secara keseluruhan,” terang Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, beberapa waktu lalu di JIExpo Kemayoran.

    Jumlah Penjualan Kendaraan Komersial Ringan 2025

    Isuzu Traga

    Kalau menukil data Gaikindo terkait penjualan retail Januari–Desember 2025. Segmen pick up dengan GVW di bawah 5 ton mencatat angka 110.574 unit atau tumbuh 13,3 persen. Artinya, volume impor yang direncanakan hampir menyamai total pasar nasional satu tahun penuh. Di titik ini, wajar bila muncul pertanyaan. Apakah industri lokal memang tidak mampu memenuhi permintaan ini?

    Bila melihat kapasitas produksi di sejumlah pabrikan yang telah berinvestasi di Indonesia. Sejatinya memiliki lini produksi kendaraan niaga ringan lebih mapan. Mulai dari fasilitas perakitan, jaringan distribusi, hingga ekosistem komponen lokal melibatkan ribuan tenaga kerja. Dalam hal ini, keputusan impor dalam jumlah besar berpotensi menekan utilisasi pabrik domestik. Apalagi saat ini juga tengah menghadapi dinamika perlambatan pasar dan tekanan daya beli.

    Pengamat otomotif dari Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS), Yuniadi Haksono Hartono mengakui belum mengetahui secara terperinci dasar pemilihan kendaraan impor itu. Namun ia menekankan amat penting dukungan kendaraan angkut yang andal bagi Koperasi Merah Putih. Yakni untuk menggerakkan roda ekonomi daerah. Menurutnya, lebih tepat apabila kebutuhan ini dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

    Logikanya sederhana. Merek yang telah memiliki fasilitas produksi lokal umumnya dibarengi jaringan purnajual kuat dan tersebar luas di penjuru Nusantara. Untuk kendaraan niaga, aspek ini bukan sekadar nilai tambah, melainkan faktor krusial. Ketersediaan bengkel resmi, teknisi terlatih, serta suku cadang menjadi penentu utama uptime kendaraan. Tanpa itu, operasional distribusi barang bisa terganggu dan biaya kepemilikan (cost of ownership) membengkak.

    Suzuki carry pick up

    Efek dari sisi makro, juga tidak kecil. Jika 105.000 unit itu dipasok dalam negeri, maka dampak bergandanya terasa lebih luas. “Lebih jauh lagi, pemanfaatan produk otomotif dalam negeri akan memberikan efek berganda (multiplier effect). Mulai penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan industri pendukung. Hingga kontribusi terhadap stabilitas neraca perdagangan melalui pengurangan impor,” imbuh Yuniadi, yang sudah banyak makan asam garam di industri otomotif. 

    Nah sebaliknya, impor utuh (CBU) dalam jumlah besar berpotensi menambah tekanan terhadap defisit perdagangan sektor otomotif. Sekaligus mengurangi potensi nilai tambah yang seharusnya tercipta di dalam negeri. Apalagi, segmen pick up dan truk ringan selama ini dikenal memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) relatif tinggi dibanding kendaraan penumpang.

    Tapi jika ada kemungkinan pertimbangan lain yang melatarbelakangi keputusan itu. Misalkan menyangkut harga pengadaan, skema pembiayaan, atau spesifikasi teknis tertentu dinilai paling sesuai dengan kebutuhan operasional. Bila faktor efisiensi biaya jangka pendek menjadi pertimbangan utama. Maka pemerintah dan pemangku kepentingan industri perlu memastikan. Penghematan itu tidak mengorbankan keberlanjutan industri nasional dalam jangka panjang.

    Daihatsu Gran max PU Foto: OTO

    Yuniadi juga memberi catatan penting. “Namun, apabila pada akhirnya opsi impor tidak dapat dihindari dan tetap dipilih, maka sebaiknya langkah tersebut diiringi dengan kesepakatan perdagangan seimbang. Misalnya melalui skema timbal balik agar negara mitra juga meningkatkan impor produk dari Indonesia dalam nilai yang setara. Tetapi perlu saya tekankan di sini, bahwa hal itu sebaiknya menjadi alternatif terakhir,” pungkasnya.  

    Isu ini bukan semata bagaimana memilih produk luar atau dalam negeri terbaik untuk menyokong operasional. Tepatnya bagaimana mengenai arah kebijakan industri. Di tengah pasar otomotif yang sedang menghadapi berbagai tantangan. Keputusan belanja kendaraan dalam skala besar oleh entitas nasional semestinya mampu menjadi penopang. Bukan justru menambah tekanan.

    Angka impor 105.000 unit bukan nominal kecil bagi industri otomotif nasional. Jika formulasi belanja tepat guna dalam aspek domestik. Maka bisa menjadi penyangga produksi, menjaga stabilitas tenaga kerja, sekaligus menggerakkan rantai pasok domestik. Apakah momentum itu bisa dimanfaatkan untuk memperkuat industri dalam negeri? Atau malah menjadi peluang yang terlewatkan. (OTO)

    Baca Juga: 

    BUMN Mau Impor 105 Ribu Mobil dari Tata Motors dan Mahindra di India, Buat Apa?

    Penetrasi VinFast di Fleet Market, Suplai 400 Limo Green untuk Layanan Transportasi

    OTO

    OTO

    Portal otomotif no.1 di Indonesia. Kami menyediakan informasi seputar industri otomotif nasional dan internasional.

    Baca Bio Penuh

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    IIMS 2026

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Anda mungkin juga tertarik

    • Berita
    • Artikel feature

    Mobil Pilihan

    • Yang Akan Datang
    • MG 3 hev
      MG 3
      Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Mitsubishi Xpander Hybrid hev
      Mitsubishi Xpander Hybrid
      Rp 405,5 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Atto 4 ev
      BYD Atto 4
      Rp 464,33 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Neta U ev
      Neta U
      Rp 463,76 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • CHERY TIGGO 4 PRO
      CHERY TIGGO 4 PRO
      Rp 457,02 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    • INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
      INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
      11 Feb, 2026 .
    • GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
      GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
      04 Feb, 2026 .
    • HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
      HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
      04 Feb, 2026 .
    • KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
      KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
      19 Jan, 2026 .
    • PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
      PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
      19 Jan, 2026 .
    • TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      07 Jan, 2026 .
    • COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      30 Dec, 2025 .
    • FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      30 Dec, 2025 .
    •  Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      22 Dec, 2025 .
    • NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      10 Dec, 2025 .
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    • Sempat Ramaikan IIMS 2026, Simak Line Up MPV Elektrifikasi Menarik Untuk Mudik
      Sempat Ramaikan IIMS 2026, Simak Line Up MPV Elektrifikasi Menarik Untuk Mudik
      Muhammad Hafid, Hari ini
    • BUMN Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga India: Ancaman atau Solusi bagi Industri Otomotif Nasional?
      BUMN Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga India: Ancaman atau Solusi bagi Industri Otomotif Nasional?
      Editorial, Hari ini
    • Lanjutkan Peluncuran C5 CSH, Chery Sapa 8 Kota Sekaligus
      Lanjutkan Peluncuran C5 CSH, Chery Sapa 8 Kota Sekaligus
      Setyo Adi, Hari ini
    • BYD Kenalkan Denza B5 di Indonesia, Masih Bungkam Soal Harga
      BYD Kenalkan Denza B5 di Indonesia, Masih Bungkam Soal Harga
      Anjar Leksana, 18 Feb, 2026
    • Sambut Ramadhan dan Lebaran, Jaecoo Unggulkan Jarak Tempuh J7 dan J8 SHS
      Sambut Ramadhan dan Lebaran, Jaecoo Unggulkan Jarak Tempuh J7 dan J8 SHS
      Bangkit Jaya, 18 Feb, 2026

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
      Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
      Anjar Leksana, 18 Feb, 2026
    • Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
      Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
      Anjar Leksana, 17 Feb, 2026
    • Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
      Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
      Anjar Leksana, 12 Feb, 2026
    • MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
      MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
      Anjar Leksana, 11 Feb, 2026
    • VinFast Ramaikan Mobil Listrik Keluarga Melalui Peluncuran VF MPV 7 di IIMS 2026
      VinFast Ramaikan Mobil Listrik Keluarga Melalui Peluncuran VF MPV 7 di IIMS 2026
      Anjar Leksana, 10 Feb, 2026
    • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Anjar Leksana, 29 Des, 2025
    • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Setyo Adi, 12 Agu, 2025
    • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Setyo Adi, 04 Des, 2024
    • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Setyo Adi, 20 Sep, 2024
    • Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Anjar Leksana, 06 Sep, 2024
    • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Setyo Adi, 01 Sep, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      Setyo Adi, 24 Jun, 2025
    • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Alvando Noya, 13 Jun, 2025
    • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
    • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
    • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Setyo Adi, 08 Sep, 2025
    • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
    • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      Setyo Adi, 04 Agu, 2025

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*