Kadin Indonesia Serukan Pembatalan Impor 105.000 Mobil untuk Koperasi Merah Putih

Banyak instansi dan pemangku kepentingan yang menolak rencana impor mobil untuk Kopdes Merah Putih

Kadin Indonesia Serukan Pembatalan Impor 105.000 Mobil untuk Koperasi Merah Putih

Proyek impor 105.000 kendaraan untuk Koperasi Merah Putih (KDKMP) masih jadi bola panas. Setelah Kemenperin, DPR, Gaikindo dan sejumlah asosiasi memberi respons tajam. Kini Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyerukan pembatalan memasukkan kendaraan niaga CBU senilai Rp24,66 triliun dari India. Sebab hal ini dinilai dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri. 

KEY TAKEAWAYS

  • Kenapa Kamar Dagang dan Insutri mengimbau presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit dari India?

    Karena hal ini dinilai dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri yang memiliki kompetensi dalam menyuplai kebutuhan Koperasi Merah Putih
  • Apakah impor kendaraan niaga itu sah dan tidak melanggar regulasi?

    Mobil memang tidak masuk kategori barang larangan dan pembatasan (lartas). Karena itu, impor kendaraan tidak memerlukan Persetujuan Impor (PI) maupun rekomendasi teknis tambahan.
  • Berapa kemampuan pabrikan otomotif nasional untuk memasok armada Koperasi Merah Putih?

    Total kapasitas produksi pick up nasional bahkan mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, yang belum dimanfaatkan secara optimal
  • Bahkan dibilang tidak menggerakkan ekonomi nasional dan sama sekali bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah. Di sini mulai terlihat inkonsistensi dalam mengambil kebijakan oleh pemangku kepentingan. Dalam artikel lain OTO.com terkait pengadaan untuk pick up dan truk ringan. Bahkan Kemenperin dan Gaikindo sebagai asosiasi menyatakan sanggup menyediakan unit yang dibutuhkan KDKMP. Meski, butuh waktu untuk persiapan produksi kendaraan 4x4.

    “Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” ujar Saleh Husin, Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri dalam keterangan tertulis (22/02/2026).

    Industri Dalam Negeri Harus Bertumbuh

    Pabrik DFSK Cikande

    Selain tidak sesuai dengan visi dan program kerja Presiden, kata mantan Menteri Perindustrian itu. Pabrikan otomotif di dalam negeri punya kapabilitas untuk menyuplai. Ia juga bilang, di satu sisi presiden sudah menetapkan ekonomi tumbuh 8 persen. Untuk mencapai itu salah satu faktor adalah industri dalam negeri harus tumbuh.

    “Sehingga kita dapatkan nilai tambah dan lapangan kerja tercipta serta multiplayer efeknya ikut berkembang. Nah harusnya kita dukung keinginan bapak presiden tersebut. Bukan justru mematikan investasi dan industri yang sudah ada,” terangnya. 

    Kebutuhan mobil pick up untuk KDKMP perlu dijadikan momentum guna memajukan industri otomotif nasional. Impor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU) berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun. Saleh menjelaskan, industri komponen otomotif  merupakan backward linkage industri perakitan kendaraan bermotor, pasti akan terpukul. Kondisi ini mengancam keberlanjutan produksi mobil di dalam negeri. 

    Nah, industri komponen otomotif seperti  mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga elektronik. Sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif. Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal. Maka semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja dan efek pengganda terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh. Industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah. 

    Dalam 17 program prioritas dan delapan agenda prioritas. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk membuka lapangan kerja. Juga mewujudkan keadilan ekonomi. Program itu diyakini mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja dan memberikan efek ganda terhadap perekonomian. Kemudian terjadi transfer teknologi dan pengembangan SDM lokal. Itu dengan catatan bila sektor otomotif nasional turut didukung, bukan ditekan oleh mekanisme impor mobil dari luar dalam jumlah banyak. 

    Indonesia selama ini aktif, bahkan melakukan roadshow ke berbagai negara, mengundang investasi asing untuk membangun industri di Indonesia, termasuk di industri otomotif. Karena itu, industri yang sudah dibangun di dalam negeri perlu dijaga dengan regulasi baik. Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh sektor ini yang sedang berkembang.

    Asal tahu, pemerintah menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan fisik program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ialah sebuah inisiatif nasional yang dirancang guna memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi. Penugasan ini diberikan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Tentang percepatan pembentukan dan pengembangan Kopdes Merah Putih.

    Sebagian Unit Mahindra Sudah Datang di Indonesia

    Mahindra Scorpio sudah datang 200 unit di Indonesia

    Jadi, Agrinas Pangan Nusantara kini tengah merealisasikan impor 105.000 unit kendaraan dari India untuk mendukung operasional KDKMP. Impor ini terdiri atas 35.000 unit mobil pick up 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). Kemudian 35.000 unit pick up 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk ringan dari produsen sama. Pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026. Informasi terbaru, hingga saat ini, sebanyak 200 unit pick up Mahindra telah tiba di Indonesia.

    Untuk menjadi gambaran industri niaga ringan di Indonesia. Saat ini, sejumlah pabrikan seperti Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu. Memang memproduksi kendaraan niaga ringan di dalam negeri. Total kapasitas produksi pick up nasional bahkan mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Harusnya ini bisa menjadi penunjang. 

    Mayoritas kendaraan yang diproduksi merupakan tipe penggerak 4x2 dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen dan didukung jaringan layanan purnajual luas. Untuk tipe 4x4, industri dalam negeri juga mampu memproduksi. Namun sekali lagi, butuh waktu persiapan. Para pelaku industri otomotif dalam negeri berharap pemerintah memberi kesempatan kepada industri nasional. Sehingga dapat berpartisipasi memenuhi kebutuhan kendaraan operasional Kopdes Merah Putih. Dan sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri otomotif dalam negeri.

    Regulasi impor kendaraan bermotor yang berada di bawah kewenangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), kata Saleh, perlu diselaraskan. Yakni dengan mandat industrialisasi yang diemban Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sinkronisasi dua kementerian ini menjadi krusial agar agenda besar pemerintahan presiden Prabowo Subianto. Khususnya dalam membangun industri dalam negeri. Tidak tergerus oleh kebijakan yang terlalu longgar di sektor perdagangan.

    Mobil Merupakan Barang Bebas Impor dan Dinilai Sah

    Tata Ultra T7

    Bicara regulasi, kendaraan bermotor memang termasuk barang bebas impor. Dalam kerangka Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Mobil memang tidak masuk kategori barang larangan dan pembatasan (lartas). Karena itu, impor kendaraan tidak memerlukan Persetujuan Impor (PI) maupun rekomendasi teknis tambahan. Importir cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Angka Pengenal Importir (API), serta memenuhi ketentuan kepabeanan dan standar teknis.

    Tapi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki mandat memperkuat industri otomotif nasional sebagai sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pemerintah selama ini mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Memberikan insentif bagi produksi kendaraan rendah emisi. Serta membangun ekosistem industri komponen dalam negeri.

    Dalam konteks program KDKMP, perbedaan pendekatan ini menjadi sorotan. Secara hukum, impor kendaraan operasional memang sah dan tidak melanggar ketentuan. “Namun secara kebijakan industri, pemerintah tetap harus berhati-hati. Sehingga pembangunan koperasi desa tidak justru melemahkan utilisasi pabrik otomotif dalam negeri,” ungkap Saleh.

    Kebijakan Dua Kementerian Terkait Harus Sinkron

    Masih berhubungan dengan pentingnya melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasis sumber daya nasional. Semangat kebijakan ini ialah pembangunan ekonomi harus bertumpu terhadap penguatan kapasitas produksi nasional. Bukan memperbesar ketergantungan impor.

    Karena itu, lanjut Saleh, kebijakan perdagangan tidak boleh berdiri sendiri. Pemerintah memiliki ruang regulasi untuk mengatur skema yang lebih mendukung industri domestik. Misalnya melalui prioritas kendaraan yang memiliki TKDN tinggi. Lalu harus melalui skema perakitan dalam negeri (completely knocked down/CKD dan incompletely knocked down/IKD). Atau bisa juga lewat kemitraan manufaktur lokal. Impor tetap bisa dilakukan untuk spesifikasi yang belum tersedia, tetapi desain kebijakan harus memastikan industri nasional ikut bergerak.

    Intinya, harus ada sinkronisasi antara Kemendag dan Kemenperin agar terjadi konsistensi pemerintah dalam menjalankan visi industrialisasi. Pembangunan desa dan penguatan koperasi semestinya menjadi penggerak industri dalam negeri, bukan sebaliknya. Kebijakan yang terintegrasi bisa memastikan agenda hilirisasi dan kemandirian ekonomi berjalan berbarengan. Sesuai arah pembangunan nasional menuju Indonesia emas 2045. (OTO)

    Sumber:  Kadin Indonesia

    Baca Juga: 

    Respons Kemenperin dan Gaikindo Terkait Impor 105.000 Unit untuk Koperasi Merah Putih

    Rencana Impor 105.000 Mobil untuk Kopdes Merah Putih, Industri Otomotif RI Terancam Kehilangan Pasar?

    OTO

    OTO

    Portal otomotif no.1 di Indonesia. Kami menyediakan informasi seputar industri otomotif nasional dan internasional.

    Baca Bio Penuh

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    IIMS 2026

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Anda mungkin juga tertarik

    • Berita
    • Artikel feature

    Mobil Pilihan

    • Yang Akan Datang
    • MG 3 hev
      MG 3
      Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Mitsubishi Xpander Hybrid hev
      Mitsubishi Xpander Hybrid
      Rp 405,5 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Atto 4 ev
      BYD Atto 4
      Rp 464,33 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Neta U ev
      Neta U
      Rp 463,76 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • CHERY TIGGO 4 PRO
      CHERY TIGGO 4 PRO
      Rp 457,02 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    • INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
      INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
      11 Feb, 2026 .
    • GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
      GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
      04 Feb, 2026 .
    • HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
      HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
      04 Feb, 2026 .
    • KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
      KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
      19 Jan, 2026 .
    • PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
      PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
      19 Jan, 2026 .
    • TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      07 Jan, 2026 .
    • COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      30 Dec, 2025 .
    • FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      30 Dec, 2025 .
    •  Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      22 Dec, 2025 .
    • NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      10 Dec, 2025 .
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    • Michelin Ingatkan Pentingnya Perhatikan Ban untuk Perjalanan Ramadan dan Lebaran
      Michelin Ingatkan Pentingnya Perhatikan Ban untuk Perjalanan Ramadan dan Lebaran
      Zenuar Yoga, 21 Feb, 2026
    • Kemenperin & Gaikindo Soroti Rencana Impor 105.000 Unit Mobil: Potensi Dampak Ekonomi Rp27 Triliun
      Kemenperin & Gaikindo Soroti Rencana Impor 105.000 Unit Mobil: Potensi Dampak Ekonomi Rp27 Triliun
      Editorial, 21 Feb, 2026
    • VinFast Ekspansi Segmen Fleet, Datangkan 400 Unit Limo Green untuk Transportasi Umum
      VinFast Ekspansi Segmen Fleet, Datangkan 400 Unit Limo Green untuk Transportasi Umum
      Anjar Leksana, 20 Feb, 2026
    • Kia Indonesia Tetap Tawarkan New Sonet, Pilihan SUV Terjangkau
      Kia Indonesia Tetap Tawarkan New Sonet, Pilihan SUV Terjangkau
      Anjar Leksana, 20 Feb, 2026
    • Membedah e4 Platform, Arsitektur Quad Motor Ekstrem dari BYD
      Membedah e4 Platform, Arsitektur Quad Motor Ekstrem dari BYD
      Muhammad Hafid, 20 Feb, 2026

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
      Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
      Anjar Leksana, 18 Feb, 2026
    • Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
      Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
      Anjar Leksana, 17 Feb, 2026
    • Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
      Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
      Anjar Leksana, 12 Feb, 2026
    • MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
      MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
      Anjar Leksana, 11 Feb, 2026
    • VinFast Ramaikan Mobil Listrik Keluarga Melalui Peluncuran VF MPV 7 di IIMS 2026
      VinFast Ramaikan Mobil Listrik Keluarga Melalui Peluncuran VF MPV 7 di IIMS 2026
      Anjar Leksana, 10 Feb, 2026
    • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Anjar Leksana, 29 Des, 2025
    • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Setyo Adi, 12 Agu, 2025
    • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Setyo Adi, 04 Des, 2024
    • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Setyo Adi, 20 Sep, 2024
    • Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Anjar Leksana, 06 Sep, 2024
    • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Setyo Adi, 01 Sep, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      Setyo Adi, 24 Jun, 2025
    • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Alvando Noya, 13 Jun, 2025
    • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
    • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
    • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Setyo Adi, 08 Sep, 2025
    • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
    • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      Setyo Adi, 04 Agu, 2025

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*