• Wishlist

Membandingkan Datsun Cross Dengan Suzuki Ignis

Membandingkan Datsun Cross Dengan Suzuki Ignis

Datsun Cross yang baru diperkenalkan kemarin (18/1) di Jakarta, diklaim menciptakan segmennya sendiri. Memang benar, Datsun menjadi crossover dengan tiga baris kursi yang termurah saat ini. Lawan terdekatnya tak lain adalah compact MPV (Multi Purpose Vehicle) 7-penumpang, Daihatsu Sigra dan Toyota Calya. Tapi karena termasuk dalam LCGC (Low Cost Green Car), kedua mobil ini dijual jauh lebih murah dari Cross yang bukan LCGC.


Lalu siapa lawan Cross sesungguhnya? Melihat perkiraan harga Rp 163 juta – Rp 175 juta, Cross berada satu kisaran dengan Suzuki Ignis. Ignis dijual mulai Rp 141,5 juta – Rp 171,5 juta dan juga dibekali mesin berkapasitas 1,2 liter. Apalagi, Ignis diklaim Suzuki dibangun dengan konsep city car bergaya crossover. Jadi lumrah kalau keduanya kami bandingkan. Lalu mana yang sebaiknya Anda pilih?


Dimensi & Ruang Kabin



Karena Ignis city car yang mungil, maka dimensinya jelas tak sebesar Cross. Tapi ternyata perbedaannya tak begitu signifikan. Percaya atau tidak, Cross justru lebih rendah 35 mm dari Ignis. Cross memang lebih lebar 10 mm dan lebih panjang 295 mm. Tapi Cross menyiapkan tiga baris kursi untuk penghuni kabinnya. Sementara Ignis city car tulen dengan kapasitas lima tempat duduk. Otomatis jarak kursi Cross pasti tak sebesar Ignis. Terbayang kan bagaimana sempitnya ruang kabin Cross?


Datsun boleh beralasan Cross punya konfigurasi kursi 5+2. Tanda ‘+’ berarti kursi baris ketiga sifatnya tambahan atau lebih tepat hanya boleh diduduki anak kecil. Sebagai gambaran saja, SUV 7-seater sesungguhnya, Daihatsu Terios atau Toyota Rush memiliki dimensi panjang 4.435 mm atau hampir setengah meter lebih panjang dari Cross.



Ke bagian luar. Karena Cross menganut pakem crossover, maka ground clearance mobil ini lebih tinggi dari Ignis. Padahal tinggi keseluruhannya lebih rendah dari Ignis. Maka ruang kepala juga sepertinya tak seluas Ignis. Jarak permukaan jalan dengan bagian dasar Cross 200 mm. Ignis, karena fitrahnya city car maka ground clearance miliknya hanya 180 mm. Positifnya, Datsun mampu melewati medan yang sedikit lebih beragam ketimbang Ignis.


Mesin & Transmisi



Memakai mesin dengan kapasitas yang sama, 1,2 liter. Bedanya, mesin Ignis 4-silinder sedangkan Cross 3-silinder. Selain karakter mesin Ignis diprediksi lebih halus getarannya, output yang dihasilkan keduanya pun ternyata berbeda jauh. Mesin Ignis menghasilkan 83 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 113 Nm pada 4.200 rpm. Bandingkan dengan mesin Cross yang hanya menghasilkan tenaga 68 PS pada 5.000 rpm dengan torsi puncak 104 Nm pada 4.000.


Di atas kertas, performa Ignis jelas lebih superior ketimbang Cross. Apalagi Ignis punya dimensi yang lebih ringkas dan bobot yang kemungkinan jauh lebih ringan. Menariknya, Cross bertransmisi otomatis punya tenaga yang sedikit lebih besar dari versi manual, 78 PS pada 6.000 rpm. Usut punya usut, ternyata Cross pakai transmisi otomatis jenis CVT (Continuous Variable Transmission). Transmisi jenis ini punya karakter penyaluran tenaga yang halus atau tidak mengentak. Menurut pihak Datsun peningkatan tenaga di girboks tanpa roda gigi itu dimaksudkan untuk bekerja lebih optimal dalam membuat transmisinya bekerja.


Datsun Cross


 


Semoga saja paduan sistem penggerak ini benar dapat diandalkan. Kami tak sabar untuk mengujinya sendiri di Maret ketika unitnya sudah siap. Pasalnya, kami agak kurang yakin dengan kemampuan menanjak Cross bermesin kecil yang memakai transmisi CVT.


Untungnya Ignis memasang transmisi otomatis jenis AGS (Automated Gear Shift). Pada hakikatnya, ini transmisi manual tanpa pedal kopling. Pengoperasian kopling diambil alih secara otomatis oleh komputer. Meski pergantian giginya terasa agak lamban, setidaknya transmisi jenis ini pada mobil bermesin kecil bisa lebih dipercaya untuk menyalurkan tenaga secara pasti dan membantu mobil memanjat dengan baik.


Fitur dan Harga



 


Fitur pasti jadi pertimbangan konsumen menentukan pilihan. Kata Datsun, Cross punya banyak fitur canggih. Untuk ukuran Datsun, iya. Bagi kami sendiri, tak pernah terbayangkan sebelumnya, Datsun dilengkapi dual airbag, rem ABS (Anti-lock Brake System) hingga VDC (Vehicle Dynamic Control). Fitur yang terakhir disebut berguna menjaga mobil agar selalu dalam kendali pengemudinya di berbagai manuver dan kondisi jalan. Mobil baru termurah yang memakai fitur VDC di Indonesia adalah Wuling Cortez yang dijual mulai Rp 220 jutaan.


Sebagai hiburan, tertanam di dashboard monitor layar sentuh 6,75 inci yang bisa terhubung dengan smartphone. Seluruh kaca dioperasikan secara elektrik lewat tombol (power window) dan pengaturan kaca spion juga sudah elektrik. Ada AC dan yang paling mengagumkan, fitur lampu utama yang dapat menyala dalam gelap. Bukan glow in the dark, maksudnya lampu depan otomatis hidup saat berkendara dalam keadaan minim penerangan. Oh ya, lampu depan miliknya keren! Model proyektor dengan lampu hias LED yang cantik.



Itu semua menjawab seluruh keluhan pemilik Datsun Go dan Go+ versi awal. Namun, fitur itu lantas melambungkan harga Cross di atas Datsun lain. Datsun pun boleh berbangga, pemilik Ignis tipe termahal sekalipun tak mendapat fitur keselamatan VDC dan head unit layar sentuh seperti Cross. Head unit layar sentuh dijual terpisah pada Ignis.


Tapi Datsun tak boleh sombong dulu. Pemilik Ignis bisa berkilah kalau didukung fitur kunci pintar dan tombol start-stop yang memungkinkan pengemudinya masuk dan menghidupkan mesin tanpa perlu mengeluarkan anak kunci dari saku. Lalu ada pula AC digital yang otomatis, tombol audio lengkap dengan bluetooth telephony di lingkar kemudi. Lampu depan Ignis memang belum otomatis, tapi sudah model LED proyektor lengkap dengan Day-time Running Light (DRL) sungguhan, bukan lampu senja yang mirip DRL seperti Cross. Semua itu bisa ditebus dengan harga yang lebih murah dari Cross. Ignis termahal diberi mahar Rp 171,5 juta.


Silakan Anda simpulkan sendiri. Menurut kami, bila kursi baris ketiga Cross yang sedikit dipaksakan itu tidak begitu penting bagi, ya lebih baik pilih Ignis. Karena, sepertinya, performa Ignis lebih dapat diandalkan. Belum lagi, jika ingin servis konsumen Datsun harus rela berbagi bengkel resmi yang sama dengan jutaan pemilik Nissan dan segelintir pemilik Renault di Indonesia. (RS/Van)


Baca Juga : Ini Dia Varian Baru Ignis

Bandingkan & Rekomendasi